Kenali Gejala Pikun 1

Kenali Gejala Pikun 1

Kenali Gejala Pikun 2

Kenali Gejala Pikun 2

“KENALI ALZHEIMER :
Pentingnya Deteksi Dini”

“Tadi kunci ditaruh di mana ya?”
“Siapa ya nama orang di depanku ini?”
“Ulang tahun istriku tanggal berapa ya?”

Mudah lupa seperti contoh di atas adalah gejala awal dari suatu penyakit yang disebut Demensia Alzheimer, atau orang awam menyebutnya kepikunan.

Sayangnya gejala awal ini sering disepelekan sehingga Alzheimer menjadi makin berat dan terlambat ditangani.

Perayaan World Alzheimer’s Month 2021 kali ini mengusung tema “Kenali Alzheimer: Pentingnya Deteksi Dini”.

Kampanye tahun ini akan menyoroti tanda-tanda peringatan demensia, mendorong orang untuk mencari informasi, saran dan dukungan, serta pentingnya diagnosis tepat waktu.

“They shall still bring forth fruit in old age; they shall be fat and flourishing.” (Psalm)

Masa tua sejatinya dinikmati oleh setiap orang dengan sehat bahagia, sejahtera, dan berkualitas. Tetapi ada ‘pencuri’ masa tua yang bahagia, sebuah penyakit yang disebut DEMENSIA ALZHEIMER, atau orang awam banyak menyebutnya PIKUN.

Tgl 21 September diperingati sebagai hari Alzheimer sedunia agar kita menyadari bahwa penyakit ini perlu diwaspadai, dicegah dan diatasi.

Mengenal Demesia

Demensia adalah gangguan mental organik yang menyebabkan terjadinya perubahan pada pikiran, sikap, perilaku dan perasaan.

Tipe-tipe Demensia :

1. Demensia Alzheimer
2. Demensia Vaskular
3. Demensia Lewy bodies
4. Demensia Frontotemporal

Angka kejadian yg paling banyak adalah demensia Alzheimer yaitu 50-75%.

Tanda dan Gejala Alzheimer (Pikun) :

  1. Gangguan daya ingat, mudah lupa terutama hal yg baru dikerjakan

  2. Tidak fokus dalam mengerjakan sesuatu

  3. Sulit mengerjakan aktivitas yg sebelumnya mudah dilakukan

  4. Disorientasi tempat, waktu, orang

  5. Sulit memahami visuo spasial, sulit mengenal bentuk barang, mengukur jarak, mengenal warna

  6. Gangguan dalam berkomunikasi, sulit menemukan kata kata yg tepat untuk berbicara

  7. Sering lupa menaruh barang, sehingga curiga ada yg mengambil barangnya

  8. Salah membuat keputusan

  9. Menarik diri dari pergaulan

  10. Perubahan perilaku dan kepribadian

Gejala Perilaku dan Psikologis pada Alzheimer

Pada keadaan yang lebih berat maka penderita Alzheimer dapat memiliki gangguan perilaku dan psikologis, seperti:
– halusinasi
– delusi
– mood yg labil
– wandering (keluyuran)
– gangguan pola makan dan pola tidur
– dan lain-lain

Penyebab

Gangguan Alzheimer disebabkan rusaknya saraf otak (neuron) oleh plaques dan tangles sehingga struktur dan fungsinya menjadi terganggu. Tergantung bagian otak mana yg terkena, di situlah terjadi gangguan yg terlihat dalam kehidupan sehari hari.

Penanganan

Apabila ditemukan gejala gejala seperti di atas segeralah ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan dan pemberian terapi yg dibutuhkan.

Terapi Alzaimer antara lain :

– obat anti demensia
– obat-obat untuk mengontrol perilaku dan emosi yg terganggu
– pengaturan pola hidup sehat
– latihan kognitif untuk mengembalikan fokus, konsentrasi dan memori

Sebagai keluarga tentu bukanlah hal yg mudah memiliki anggota keluarga yg mengalami Alzheimer.

Berbagai perubahan, upaya dan tenaga perlu disesuaikan menghadapi hal ini. Hal tersebut antara lain :
– cara kita berbicara dan bersikap
– pengaturan waktu makan dan tidur
– jadwal kontrol, konsultasi ke dokter
– situasi tempat tinggal
– dll

Dengan perubahan yg dilakukan diharapkan bisa tercapai keadaan yg optimal bagi orang dengan Alzheimer dan juga keluarga sehingga waktu yg berkualitas dan masa tua yg bahagia tetap dapat terjaga dengan baik.

“Jangan Maklum dengan Pikun!”

“Akhiri Stigma terhadap Alzheimer!”

Sumber:
SEJI-GO (Sehat Jiwa Bersama Lahargo)
dr. Lahargo Kembaren, SpKJ
Psikiater, Kepala Instalasi Rehabilitasi Psikososial RS.Jiwa dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor

Penulis: Anita Handayani (http://anitanet.staff.ipb.ac.id)