Istilah “You’re what you eat” (Kamu adalah apa yang kamu makan) berisi pesan bahwa penting sekali bagi kita untuk menjaga makanan yg masuk ke dalam tubuh kita untuk bisa mendapatkan kondisi tubuh yang sehat fisik dan sehat jiwa.
Banyak pasien dengan masalah/gangguan jiwa seperti cemas/ansietas datang dengan keluhan di pencernaannya seperti mual, muntah, kembung, sakit perut, diare, dan GERD. Hal yang sebaliknyapun terjadi, pasien dengan gangguan pada pencernaan seringkali disertai dengan gangguan cemas.

Definisi GERD

GERD (Gastro Esophageal Reflux Disease) adalah penyakit asam lambung yang ditandai dengan refluks asam lambung berulang dalam jangka panjang. Refluks asam lambung merupakan kondisi ketika asam lambung mengalir naik kembali menuju kerongkongan. Asam lambung yang naik dapat mengikis dan menyebabkan iritasi pada bagian dalam kerongkongan. Akibatnya, timbullah sensasi nyeri ulu hati yang terasa panas seperti terbakar juga pada tenggorokan (heartburn), serta rasa asam pada mulut.

Hubungan GERD dan Gangguan Cemas.

Penelitian menunjukkan bahwa memang terdapat hubungan antara Kesehatan Jiwa dan Kesehatan Pencernaan yang disebut sebagai GUT BRAIN AXIS (GBA). Di dalam pencernaan terdapat mikrobiota yang sangat berperan bagi otak karena berfungsi untuk produksi dan ekspresi Serotonin yang merupakan neurotransmitter otak untuk kondisi perasaan/mood. Mikrobiota dalam usus ini juga berperan dalam pembentukan BDNF yaitu zat yg berfungsi melindungi saraf otak. Gangguan dalam pencernaan yg disebabkan karena asupan makanan yg tdk sehat dapat mengganggu stabilitas mikrobiota sehingga secara langsung juga mengganggu kesehatan jiwa.

Gangguan Cemas (ansietas) dapat mengganggu kesehatan pencernaan karena ketika cemas maka otak melalui HPA axis akan membuat tubuh mengeluarkan hormon Kortisol yaitu hormon stres yang akan menyebabkan gerakan dan regulasi pencernaan menjadi terganggu sehingga muncul keluhan pencernaan seperti, mual, kembung, sakit perut, diare, dll.

Gejala-gejala GERD :

  1. Merasa seperti ada makanan yang tersangkut di dalam kerongkongan, sulit menelan, serta cegukan.
  2. Mengalami sensasi panas seolah terbakar di dada (heartburn), yang bisa menyebar sampai ke leher.
  3. Sakit atau nyeri pada ulu hati.
  4. Timbul rasa asam atau pahit di mulut. Ada cairan atau makanan yang naik dari dalam perut ke bagian mulut.
  5. Masalah pernapasan, seperti batuk kronis dan asma.
  6. Suara serak, sakit tenggorokan.

Penyebab GERD :

  1. Kebiasaan merokok.
  2. Makan makanan dalam jumlah banyak dalam satu waktu.
  3. Waktu makan yang terlalu dekat dengan waktu tidur
  4. Terlalu banyak makan makanan pemicu asam lambung, seperti makanan pedas, asam, berlemak, dan digoreng
  5. Minum kopi atau teh, minum alkohol
  6. Mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), seperti aspirin, paracetamol, ibuprofen, dll
  7. Stres, gangguan cemas (ansietas), depresi

Terapi untuk GERD :

  1. Antasida (Obat untuk menetralisasi asam lambung)
  2. Obat-obatan untuk mengurangi jumlah asam
  3. Obat-obatan untuk menghambat produksi asam lambung
  4. Tindakan operasi
  5. Perubahan Gaya Hidup
  6. Mengatasi stres, cemas dan depresi

Perubahan Gaya Hidup :

  1. Memilih makanan yang tepat dan sehat. Misalnya lebih banyak mengonsumsi buah dan sayuran, serta mengurangi makanan yang bisa memicu GERD.
  2. Mengurangi makan gorengan, makanan berlemak, dan makanan pedas.
  3. Tidak langsung berbaring setelah makan. Sebaiknya beri jeda minimal 2 – 3 jam setelah makan dan sebelum Anda tidur.
  4. Mengonsumsi obat yang dianjurkan oleh dokter, baik itu obat yang dijual bebas (OTC) maupun obat-obatan resep.
  5. Meninggikan posisi kepala selama tidur menggunakan bantal yang ditumpuk. Posisi kepala yang lebih tinggi daripada tubuh bisa membantu meredakan sakit pada ulu hati karena kenaikan asam lambung.
  6. Menghindari kebiasaan merokok.
  7. Menghindari minum minuman beralkohol, kopi, dan teh.
  8. Menghindari konsumsi beberapa jenis obat yang bisa semakin memperburuk gejala, misalnya obat pereda nyeri seperti aspirin, parasetamol, ibuprofen, dll
  9. Menurunkan berat badan bila berlebih dan menjaganya bila sudah ideal.
  10. Selalu makan dalam porsi secukupnya sesuai kebutuhan. Jika Anda ingin makan lebih banyak, sebaiknya makanlah lebih sering dalam porsi yang kecil.
  11. Tidak memakai pakaian yang terlalu ketat, terutama pada bagian perut karena berisiko menekan katup kerongkongan bagian bawah.
  12. Tidak membiasakan diri langsung tidur setelah makan.
  13. Tidak makan terlalu dekat dengan waktu tidur.

TIPS Mengatasi Gangguan Cemas (Ansietas) :

  1. VALIDASI
    Perasaanmu adalah hal yang real, nyata, benar seperti itu adanya. It’s OK to not be OK.
    Akui, validasi dan ijinkan perasaan tidak nyaman itu hadir.
  2. VENTILASI
    Cobalah bercerita pada orang yang kamu percaya tentang hal yg tidak nyaman yang sedang kamu rasakan. Atau lakukan ‘journaling’, tuliskan apa yg dirasakan.
  3. REGULASI
    Kontrol dan kendalikan pikiran perasaan yg tidak nyaman itu dengan cara mendengarkan musik, berjalan jalan, olah raga, teknik pernafasan, relaksasi otot progresif, teknik grounding, dll
  4. KONSULTASI
    Jangan ragu konsultasikan apa yg kau alami pada profesional kesehatan jiwa seperti psikiater, perawat jiwa, psikolog, konselor, pekerja sosial yg akan membantumu mengatasinya.

Ada obat obatan anti cemas (ansietas) dan berbagai terapi seperti psikoterapi, Transcranial Magnetic Stimulation (TMS) dan Neurofeedback yang dapat meredakan kecemasan dan mengurangi/menghilangkan gejala GERD.

Tips Menjaga Kesehatan Pencernaan

Terdapat hubungan bermakna timbal balik antara kesehatan jiwa dan kesehatan pencernaan. Mari kita menjaganya dengan baik :

  1. Atur asupan makanan yg sehat dengan mengurangin makanan yg banyak mengandung gula, garam, minyak dan perbanyak asupan makanan sehat yg mengandung serat dari buah dan sayur.
  2. Hindari junk food dan makanan yg banyak mengandung penyedap, pewarna dan pengawet.
  3. Jauhkan rokok, alkohol, dan narkoba karena berbahaya untuk kesehatan fisik dan jiwa
  4. Olahraga teratur akan membuat kesehatan jiwa dan pencernaan meningkat karena peredaran darah menjadi lancar dan tubuh akan mengeluarkan hormon anti stres yaitu Endorfin
  5. Tidur yg cukup 6-8 jam sehari akan membuat tubuh punya waktu untu memulihkan sel dan organnya (recovery)
  6. Perbaiki mind set dalam melihat masalah yg dihadapi dan miliki manajemen stres yg baik.

“Segala sesuatu diperbolehkan. Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. Segala sesuatu diperbolehkan. Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.”
(Paul, Corinth)

Kesehatan jiwa yg baik terlihat dari kesehatan pencernaan kita.

Mari kita jaga dan tingkatkan kesehatan jiwa dan pencernaan kita. Mulai dari kita dan mulai dari sekarang

Sumber: SEJI-GO (Sehat Jiwa Bersama Lahargo)
dr. Lahargo Kembaren, SpKJ
Psikiater, Kepala Instalasi Rehabilitasi Psikososial RS.Jiwa dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor

Penulis: Anita Handayani Nini Nita (http://anitanet.staff.ipb.ac.id)