Anita's Personal Blog

Kegiatan Arsiparis | Komputer | Fotografi

Yuk Mewarnai

Yuk Mewarnai

pic-home var-disney-coloring-pages-pictures-print-12

Popular Cartoon Character Coloring Pages:

(daftar gambar ada di http://www.coloring.ws atau http://www.coloring.ws/coloring.html)

Testimoni:

Crayon yang bagus untuk menggambar apalagi untuk lomba namanya Carandache, buatan Swiss (kalau tidak salah).

Ada berbagai macam jenis. Untuk pemula pakai saja NeoColor I, untuk isi 30,harganya sekitar Rp. 200.000,- (kurang lebih). Untuk lanjutan dan untuk warna tambahan bisa dipakai NeoColor II. Kalau yang suka pastel, bisa pakai NeoPastel. Kalau yang suka warna mengkilat, bisa beli lagi tambahan warna2 mengkilat (silver, gold, dll.)

Crayon ini memang agak susah dicari. Kalau saya di Bekasi bisa beli di toko Intermedia di daerah pertokoan Kemang Pratama (di seberang sekolah Marsudirini).

Kalau biasanya untuk anak2 saya, saya beli di Sanggar Gambar (Nama sanggarnya Cissie di daerah Sunter, Cissie selain senang menggambar juga seorang dokter). Biasanya kalau ikut lomba, banyak yang menang kalau pakai Carandache. Minggu lalu anak2 saya ikut lomba untuk dikirim ke Polandia, minggu sebelumnya untuk dikirim ke Jepang.

Anak saya yang kedua (cewek), sudah pernah menang 2 kali, biarpun hanya juara harapan dari Norwegia dan satu lagi dari negara Eropa lainnya.
From Isdianto “Isdianto” <isdianto@gmail.com>

Kebanyakan juri yang bertugas untuk menilai hasil dari suatu perlombaan adalah guru yang berasal dari Sanggar Lukis atau Sanggar Gambar. Karena mereka dianggap representatif untuk menilai suatu hasil lomba. Karena umumnya mereka mengajarkan metode menggambar harus seperti yang mbak jelaskan pake gradasi warna dan pelangi.  Sehingga tidak heran kalau kebanyakan yang jadi pemenang adalah mereka yang memakai metode seperti itu, selebihnya baru kreatifitas yang dinilai.
From “Tony” <iris@cbn.net.id>

Di sanggar sudah diajarkan tehnik pewarnaan yang sama (semuanya pakai metode seperti gradasi warna atau pelangi).  Karena penasaran akhirnya saya coba belikan juga Carandache Neocolor I untuk anak saya yang baru berusia 4th. Memang hasilnya rapih sekali.
From Gina<regina.a.kolibonso@exxonmobil.com>

Hasil gambar dengan crayon merek carandache (karandash) memang jauh lebih halus dibanding dengan merek crayon lainnya, tapi menurut saya karakter crayonnya jadi kabur saking terlalu halusnya. Menurut beberapa guru gambar, teknik menggambar dengan crayon yang saat ini sering diajarkan untuk tingkatan pemula (anak-anak) sering menyalahi karakter crayon yang memang tidak diperuntukkan untuk menonjolkan kehalusan gradasi warna.  Akibatnya, meskipun hasil gambarnya bagus, namun karakter crayonnya jadi tidak menonjol.  Kalau mau dipakai untuk berlomba memang krayon ini hasilnya dijamin jauh lebih bagus dibanding merek lainnya, tapi kalau mau lebih fair mestinya disyaratkan memakai merek crayon yang sama.
From Sumarini Tjitrosoemarto <sumarini_t@ya To hoo.com>
Isdianto <isdianto@gmail.com>

Saya ingin coba menanggapi tulisan ibu Gina mengenai crayon serta beberapa hal yang berhubungan dengan crayon.

Agar tidak rancu, saya ingin garis bawahi dulu nama Carandache adalah ‘merk’, bukan jenis media warna.

Dimana Carandache memproduksi aneka media Gambar/ Lukis yang cukup lengkap,salah satunya adalah Neocolor 1 yang sedang kita bicarakan dan yang banyak dipakai untuk lomba Mewarnai/ Menggambar saat ini.

Setahu saya Neocolor 1 memang merupakan formula baru dimana bahannya merupakan gabungan antara oil(minyak) dan wax (lilin). Neocolor 1 sendiri mulai masuk Indonesia (kurang lebih) sekitar awal 2002, memang termasuknya belum lama, yang artinya sebelum Neocolor 1 masuk, kebanyakan pengguna crayon di Indonesia hanya disodori 2 pilihan yang oil atau wax.

Namun banyak pilihan pengguna jatuh ke oil (yang dikenal sebagai OIL PASTELS) karena untuk yang type wax terlalu licin dan keras sehingga hasil goresan di atas kertas menjadi tidak jelas/ kurang indah.

Sedangkan yang jenis oil menjadi populer karena goresannya mempunyai karakter yang kuat, sehingga tidak jarang pelukis/ perupa memakai Oil Pastels untuk berkarya.

Teknik Oil Pastels sendiri cukup variatif dan dapat menghasilkan karya dengan nilai estetika yang tinggi.

Karakter goresan oil pastels cenderung kasar/ bertekstur, sehingga ini yang banyak dimanfaatkan sebagai kelebihan Oil Pastels yang tidak dimiliki oleh media lain; ada juga yang mengangkat goresan tersebut dengan campuran cat air sehingga karakter goresan oil pastels semakin kuat.

Di luar Indonesia, media Oil Pastels merupakan media yang banyak digunakan untuk berkarya Seni, bahkan tidak jarang karya mereka disertakan dalam Pameran-pameran Internasional.

Kelebihan Neocolor 1 sendiri jelas lebih halus, warna lebih cerah, serta tidak banyak menyisakan ‘ampas’ yang sering membuat gambar menjadi kotor, namun Neocolor 1 memang bukan Oil Pastels, yang memang tidak akan bisa menghasilkan goresan seperti Oil Pastels, jadi agak susah membandingkan 2 bahan yang berbeda.

Carandache juga memproduksi Oil Pastels, ini yang sebenarnya lebih tepat bila ingin membandingkan.

Mempelajari teknik Oil Pastels ‘yang benar’ sebenarnya cukup sulit, apalagi untuk anak-anak, berbeda dengan Neocolor 1 yang cukup mudah digunakan untuk anak-anak, sehingga yang terjadi pada setiap Lomba Mewarnai/ Menggambar anak-anak cukup familiar dengan Neocolor 1.

Menurut saya, pencampuran warna atau juga gradasi (bukan pelangi) merupakan teknik yang mutlak dipelajari bagi mereka yang ingin belajar menggambar/ mewarna/ melukis, artinya teknik tersebut dapat diaplikasikan ke semua media warna baik kering maupun basah, tak terkecuali media hitam putih seperti konte, dan tiap media akan menghasilkan karakter ‘gradasi’ yang berbeda-beda.

Gradasi umumnya digunakan untuk membedakan gelap-terang pada obyek yang terkena cahaya/ tidak atau juga untuk menghasilkan komposisi warna yang dinamis, sehingga obyek yang diwarna akan berkesan 3 dimensi/ tri matra.

Karena teknik ini saya anggap ‘mutlak’ untuk dipelajari, maka di sanggar manapun akan diajarkan teknik gradasi ini. Misalnya gambar lingkaran bila diwarna 1 warna kuning hanya akan berkesan bulatan/ lingkaran yang berwarna saja, tapi bila salah satu tepi sisinya diwarna jingga dulu lalu baru kuning, maka dapat mengesankan seperti buah jeruk atau bola.

Atau misalnya langit akan terasa hambar bila di blok satu warna biru saja, dan akan lebih dinamis bila ada biru muda, biru tua, atau juga putih.

Lalu kenapa mbak Gina melihat hasil pemenang lomba yang dilihat hampir sama/ mirip semua?

  1. Jelas karena mereka menggunakan media yang sama (Neocolor 1), dan ini yang saya katakan tidak dapat dibandingkan dengan media Oil Pastels. Saking ekstrimnya, saya pernah mendengar orang tua yang mengatakan bahwa anak yang tidak bisa mewarnapun hasilnya akan bagus bila menggunakan Carandache, tentu saja ini tidak benar. Secara kasat mata jelas juga kalau warna Neocolor 1 akan nampak lebih cerah, bersih, dan rapi dibanding yang menggunakan Oil Pastels, jadi disini biasanya Juri menilai lebih dari Kerapian dan Kebersihannya.
  2. adalah keterbatasan Neocolor 1 yang hanya ada 30 warna saja, sehingga pilihan warnanya tak sebanyak Oil Pastels (ada yang mencapai 60 warna lebih), yang berarti pula warna gradasi yang digunakan juga terbatas itu-itu saja, sehingga akan berkesan karya mereka mirip semua.

Di beberapa lomba ada juga yang mewajibkan semua peserta memakai Oil Pastels merk tertentu misal Faber Castel atau Lyra (karena mereka sebagai sponsor); disini akan terlihat bahwa karya mereka tak semenonjol bila menggunakan Neocolor 1. Rata-rata hasil (karya) lomba disini hampir merata, artinya anak yang biasa menggunakan Neocolor 1 hasilnya mungkin tidak jauh beda dengan anak yang hanya biasa menggunakan Oil Pastels.

Kondisi ini seperti yang dikatakan ibu Sumarini bahwa sebaiknya ada isyarat menggunakan media yang sama (akan lebih fair).

Neocolor II (Neocolor 2) sebenarnya lebih mendekati ke Oil Pastels karena sifatnya lunak, hanya saja Neocolor II dapat larut dengan sapuan air/ kuas. Hasilnya jelas lebih artistik dan variatif, namun teknik ini masih belum familiar digunakan disini, dan sementara Neocolor II baru digunakan untuk menimpa Neocolor 1.

Masalah Les di Sanggar memang sudah menjadi perdebatan sejak jamannya Pak Tino Sidin (Alm) mengajar menggambar di TV tahun 70/80-an. Waktu itu orang tua mengkuatirkan kreativitas/ keluguan anak akan dibelokkan dengan adanya peraturan/ ajaran bahwa menggambar satu obyek akan mengikuti sang guru semua. Dikuatirkan gambar kucing anak-anak Indonesia akan sama semua, tidak akan ada lagi gambar kucing dengan kaki yang panjang atau dengan telinga yang lebar misalnya.

Hal seperti ini yang mungkin mbak Gina kuatirkan.

Saran saya, mungkin mbak Gina dapat melihat/ konsultasi dulu bagaimana cara sebuah sanggar mengajarkan menggambar/ mewarnai. Menurut saya pasti ada sanggar yang mengerti juga tentang batasan kebebasan kreativitas anak. Sejauh dan sebatas apa sang guru mengarahkan anak didiknya, karena pengarahan menurut saya perlu.

Dimanapun Sekolah/ Perguruan Tinggi Seni Rupa akan selalu mengajarkan/ mengarahkan cara menggambar/ sketsa yang benar sebagai dasar pengembangan potensi kreatif individual, termasuk juga mengajarkan tahapan warna gradasi, analog, dsb.

Jadi gimana mbak Gina? Siap memasukkan anaknya ke Sanggar?

Saya bukan pengajar/ guru sanggar dan saya juga bukan orang dari Carandache, saya hanya sekedar senang mengamati kegiatan tersebut karena kebetulan saya mempunyai sedikit pengalaman di bidang Seni Rupa.
From L.Wibowo <lilow@centrin.net.id>

Ada lagi yang ingin sharing mengenai topik ini?

Salam

Link terkait:

  1. Mewarnai Barbie
  2. Mewarnai Dora The Explorer
  3. Mewarnai Strawberry Sortcake

4 Comments

  1. wah lengkap banget link gambar mewarnainya dari A sampai Z

  2. @Sania Indira: Hehehe… iya

  3. Tri handayani

    02/03/2016 at 19:12

    Jadi apakah sebaiknya ank2 kita beri kebebasan dlm menggambar?? Karna sbg ortu sy suka skali dg gambr ank yg lucu2.. dan bgmn dg ortu yg mengharuskan ada nya peraturan dlm menggambar…

  4. @Tri handayani: Menggambar adalah sesuatu bentuk rekreasi. Hidup anak2 harus seimbang antara:
    1. Kebutuhan beraktifitas 10 jam sehari
    2. Kebutuhan istirahat 6-8 jam sehari
    3. Kebutuhan ksehatan: olahraga, makan, mandi
    4. Kebutuhan sosial: berteman
    5. Kebutuhan spiritual
    6. Kebutuhan rekreasi yaitu melakukan kegiatan yang menyenangkan (ini perlu), salah satunya yaitu menggambar atau main game

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*