Sudahkah Anda memahami aturan desain grafis untuk keperluan poster pendidikan? Hal tersebut mencakup beberapa kebutuhan ilmiah terkait aktivitas kampus atau perguruan tinggi. Jika belum paham, pelajari satu per satu aturan mainnya dengan membaca penjelasan lengkap di bawah ini.

Sebelum memahami poster pendidikan, tak ada salahnya bagi Anda untuk tahu cara kerja desain grafis dalam karya ilmiah kampus. Secara garis besar memang sama, namun ada beberapa prinsip yang harus diikuti agar tidak melenceng dari segi maksud dan tujuan. Ingat baik-baik, ya!

Jika ditelusuri, poster adalah bentuk promosi sebuah ide terkait produk atau acara. Ia dipajang di ruang publik dengan tujuan konsumsi massal. Poster pendidikan standar mencakup elemen tekstual dan grafik, meski tak menutup kemungkinan hanya salah satunya yang mendominasi.

Poster dirancang agar menarik dan informatif untuk banyak keperluan mulai dari alat pengiklan, propaganda dan lain-lain. Teknologi yang kian canggih, membuat kita lebih mudah dari segi perancangan poster. Simak prinsip sederhana pembuatan poster pendidikan sebagai berikut…

 

Prinsip Desain Grafis dalam Poster Pendidikan

Poster digunakan di dunia akademis untuk mempromosikan dan menjelaskan pekerjaan penelitian. Ia biasanya ditampilkan selama konferensi baik sebagai pelengkap ceramah, makalah ilmiah hingga media publikasi. Lebih dari estetika, poster pendidikan punya peran penting!

Sebuah poster dalam skala kampus mampu menjadi pengantar yang baik untuk penelitian baru sebelum makalah diterbitkan. Presentasi melalui poster acapkali diabaikan, namun perlu Anda ketahui bahwa adanya elemen tersebut dapat mempermudah penyampaian pesan.

Berbicara soal poster yang baik, maka prinsip desain grafis di dalamnya juga harus disusun sedemikian rupa untuk mencapai tujuan bersama-sama. Berdasarkan sejumlah sumber, saat ini saja para peneliti mulai memikirkan efektivitas elemen tersebut dalam setiap presentasi ilmiah.

Secara mendasar, keterampilan seni dan desain dasar bagi pihak-pihak yang berkiprah dalam ranah ilmiah perlu ada. Sebuah alur penjelasan yang kompleks dapat menjadi lebih cair ketika tampilan visual hadir membantu penjelasan, misal ketika bentuknya disusun secara skematik.

Prinsip desain grafis secara sederhana adalah menampilkan sajian visual yang menarik dan komunikatif, bahkan tanpa adanya deretan teks panjang. Proses pembuatan desain bakal melibatkan elemen seperti simbol, gambar dan teks yang kelak menerjemahkan sebuah ide.

Penggunaan tipografi, seni visual dan teknik tata letak halaman yang bertujuan membuat komposisi visual adalah kunci menuju penjelasan ilmiah secara menarik dan sederhana. Apapun bentuk keilmuan yang ditempelkan, tampilan visual dinilai mampu membantu secara signifikan.

Setelah memahami penjelasan di atas, hal-hal yang perlu Anda pahami adalah cara membuat poster pendidikan untuk keperluan ilmiah di kalangan kampus. Tak usah ragu, simak detailnya secara seksama berdasarkan runutan penjelasan selanjutnya di bawah ini!

 

Cara Membuat Poster Pendidikan yang Baik dan Benar

Banyak orang menilai bahwa poster pendidikan yang baik harus tampil dengan visual mumpuni dari segi kemampuan grafis serta artistik. Padahal, aspek lain seperti isi dan tujuan tak boleh diabaikan. Keseluruhan elemen tersebut harus berkesinambungan serta saling mengisi.

Jika ini  adalah momen pertama kalinya, maka ikuti cara membuat poster pendidikan yang baik dan benar lewat langkah berikut:

  1. Membangun Pondasi Utama

Langkah pertama untuk membuat poster adalah meletakkan beberapa hal menyangkut proses pra-desain, maksud dan tujuan, hingga pesan yang ingin disampaikan. Kelak Anda bakal menemukan hal spesifik lainnya seperti konsep, elemen-elemen kecil dan sebagainya.

Banyak kasus di mana poster dibuat berdasarkan estetika tanpa mengindahkan isi. Permasalahan ini bisa jadi krusial, misalnya terjadi sebuah kesalahpahaman hingga pesan yang tak sampai secara mulus pada nalar masyarakat. Sebaik-baiknya poster, ia perlu direncanakan sejak awal!

  1. Susun Kerangka Pemikiran

Setelah urusan pondasi utama di atas selesai, gambarkanlah runutan poster berupa kerangka pemikiran. Proses ini sesederhana menentukan pembuka, pendahuluan, inti masalah hingga kesimpulan. Semuanya harus bisa dimasukkan ke dalam poster secara padat, singkat dan jelas.

Misal untuk sebuah undangan, detail kerangka pemikiran dalam desain grafis poster pendidikan meliputi judul, detail lengkap terkait informasi yang ingin disampaikan, masalah-masalah dalam penelitian, hingga konklusi alias kesimpulan. Tahap ini bakal memudahkan proses selanjutnya.

  1. Tentukan Elemen Warna

Skema warna desain mungkin menjadi hal pertama yang akan dilihat audiens tentang poster pendidikan, terutama dari jarak jauh. Penting untuk menentukan kombinasi secara tepat agar nyaman dan tidak mencolok mata. Idealnya ada beberapa warna yang menonjol.

Salah satu teknik yang kerap digunakan yakni aturan warna 60-30-10. Konsep ini mengharuskan Anda untuk melibatkan warna-warna primer seperti merah, biru dan kuning. Selanjutnya, pilih dua warna komplementer untuk melengkapi. Beberapa aplikasi dapat membantu pemilihan ini.

Warna primer harus mengambil 60 persen dari desain poster, sedangkan dua warna lainnya dapat mengambil 30 dan 10 persen. Kemungkinan penambahan warna masih bisa terjadi sesuai kespakatan, hal tersebut bisa terjadi selama kita mengikuti hierarki berdasarkan konsep desain.

  1. Menambah Gambar Utama

Foto-foto dramatis dan relevan telah menjadi bahan pokok desain poster selama beberapa dekade. Gambar yang tepat dapat memberikan desain Anda dorongan besar dalam daya tarik visual. Bahkan, gambar tersebut dapat menyampaikan lebih banyak pesan daripada teks biasa!

Jika Anda sudah mengidentifikasi citra poster berdasarkan karakteristik pesan, memilih foto yang tepat seharusnya bakal terjadi seara mudah. Berikut tiga hal yang perlu diingat:

– Sebagai permulaan, pakai gambar yang benar-benar relevan dengan tujuan pesan dalam poster

– Gunakan foto yang dapat memfasilitasi keseimbangan antara teks dan gambar

– Cari gambar dengan titik fokus yang dapat dikelilingi dengan teks dan elemen visual lainnya

  1. Poin Penting dalam Penambahan Teks

Seperti yang telah dijelaskan pada poin-poin sebelumnya, teks memang perlu ada dalam prinsip desain poster namun jangan sampai mendominasi. Idealnya teks dalam sebuah poster bisa berupa copywriting, tak perlu terlalu panjang. Pendek saja cukup, namun harus singkat, padat dan jelas.

Perlu diingat bahwa font yang dipilih kelak dapat memberikan efek tertentu pada suasana hati dan pesan poster. Sebagai contoh, jika poster mengusung tema atau konsep modern, pertimbangkan font seperti sans serif yang bersih. Intinya, tentukan font sebaik mungkin.

Sebagai saran, hindari penggabungan lebih dari dua tipografi berbeda atau empat variasi tipe seperti ukuran, tebal dan miring. Kombinasi seperti ini dapat menonjolkan kesan berantakan dan tak sedap dipandang. Jika ragu, tetap gunakan font sans serif dan kombinasi sejenis lainnya.

***