Welcome to Anita's Personal Blog

Kegiatan Arsiparis | Komputer | Fotografi

Tag: Arsiparis (Page 1 of 9)

SKP Arsiparis

Daftar singkatan yang dipakai dalam tulisan ini:

  1. SKP = Sasaran Kerja Pegawai
  2. AK = Angka Kredit
  3. PAK = Penetapan Angka Kredit
  4. SPMK = Surat Pernyataan Melakukan Kegiatan
  5. DUPNK = Daftar Usul Penetapan Nilai Kinerja
  6. UU = Undang-undang
  7. PP = Peraturan Pemerintah
  8. Perka = Peraturan Kepala
  9. Permenpan = Peraturan Menteri Pendayagunaan Negara
  10. ASN = Aparatur Sipil Negara
  11. DUPAK = Daftar Usul Penetapan Angka Kredit
  12. Jabfung = Jabatan Fungsional

Sekarang arsiparis memakai Sistem SKP (Sasaran Kerja Pegawai ) dengan cara Angka Kredit di konversi ke SKP.

Sistem SKP ini  mulai diberlakukan mulai 1 Januari 2017.

Peraturan Terkait Penilaian Kinerja :

  1. UU No.43 Tahun 2009
  2. PP No.28 Tahun 2012
  3. PP No.46 Tahun 2011
  4. Perka BKN No.1 Tahun 2013
  5. Permenpan RB No.48 Tahun 2014 —> No.13 Tahun 2016
  6. Perka ANRI No.4 Tahun 2017
  7. Perka ANRI No.5 Tahun 2017
  8. Perka ANRI No.23 Tahun 2017
Jabatan Fungsional Arsiparis

Jabatan Fungsional Arsiparis

Jabatan Fungsional Arsiparis ada 2 kategori :

  1. Kategori Ketrampilan, terdiri dari : Penyelia, Mahir, Terampil, Pemula
  2. Kategori Keahlian, terdiri dari : Ahli Utama, Ahli Madya, Ahli Muda, Ahli Pertama

 

Tugas Pokok Arsiparis

Tugas Pokok Arsiparis

Tugas Pokok Arsiparis (= Kompetensi Kearsipan) :

  1. Pengelola Arsip Dinamis (PAD)
  2. Pengelola Arsip Statis (PAS)
  3. Pembina Kearsipan (PK)
  4. Pengelola dan Penbyajian Arsip Menjadi Informasi (PPAMI)
Kenaikan Pangkat/Jabatan Arsiparis berdasarkan SKP

Kenaikan Pangkat/Jabatan Arsiparis berdasarkan SKP

Kenaikan Pangkat/Jabatan Arsiparis terbaru, mulai 1 Januari 2017 berdasarkan :

  1. SKP
  2. DUPNK
  3. SPMK
  4. Uji Kompetensi

Penilaian Kinerja Pegawai (SKP) :

  1. SKP 60% yaitu Tugas Pokok + Tugas Tambahan
  2. SKP 40% yaitu Perilaku Kerja

Dulu ada yang namanya DUPAK sekarang DUPNK

DUPNK adalah singkatan dari  Daftar Usul Penetapan Nilai Kinerja Arsiparis, adalah formulir yang dipergunakan oleh Arsiparis untuk mengajukan usul penetapan Prestasi Kerja Arsiparis yang diperoleh dalam 1 (satu) tahun pelaksanaan kegiatan kearsipan dan perilaku kerja Arsiparis.

Alur Kerja SKP

Alur Kerja SKP

Alur Kinerja SKP:

  1. SKP
  2. Bukti Kerja
  3. Penilaian
  4. SPMK
  5. DUPNK
  6. Lampiran Administrasi
  7. PAK Tahunan
Alur Penilaian SKP

Alur Penilaian SKP

Alur Penilaian SKP Arsiparis :

  1. Arsiparis : SKP, Bukti Kinerja, Standar Kualitas Hasil Kerja
  2. Pejabat Penilai : Bukti Kerja, Standar Kualitas Hasil Kerja
  3. Nilai SKP
  4. Tim Penilai : Bukti Kerja, STandar Kualitas Hasil Kerja
  5. Konversi Angka Kredit
  6. Penetapan Angka Kredit
Penilaian Kinerja Arsiparis

Penilaian Kinerja Arsiparis

Penilaian Kinerja (Sistem Rata-rata) :

  1. Tugas Pokok (Target vs Realisasi) : Kuantitas, Kualitas (SKHK), Waktu, Biaya
  2. Tugas Tambahan vs Tugas Penunjang : Selain Tugas Poko, Kreatifitas, Inovasi
  3. Perilaku Kinerja : Orientasi Pelayanan, Integritas, Komitmen, Disiplin, Kerjasama, Kepemimpinan
Penilaian Kinerja Arsiparis

Penilaian Kinerja Arsiparis

Penilaian Kinerja Arsiparis :

  1. SKP (berdasarkan PP 46 2011, Perka BKN 1 2013, Permenpan RB 48 2014, 13 2016, Perka ANRI 4 2017, Perka ANRI 23 2017)
    -Sesuai Target artinya Singkron dengan target unit kerja : kuantitas, kualitas, waktu
    -Realisasinya : Bisa diatas/dibawah target. Nilai final adalah dari Tim Penilai
  2. Bukti Kerja (berdasarkan Perka ANRI No.23 Tahun 2017) :
    -Ada Surat Tugas (Individu atau kelompok)
    -Ada Hasil Kerja (dalam bentuk Tercetak, kekurangannya bisa dalam bentuk file digital)
  3. SPMK berdasarkan Perka ANRI No.5 Tahun 2017) :
    -Pengelolaan Arsip Dinamis (Nilai kualitas dari atasan langsung)
    -Pengelolaan Arsip Statis (Nilai kualitas dari atasan langsung)
    -Pembinaan Kearsipan (Nilai kualitas dari atasan langsung)
    -Pengolahan dan Penyajian Arsip Menjadi Informasi (Nilai kualitas dari atasan langsung)
    -Tugas Tambahan (Nilai dari atasan langsung)
  4. DUPNK (berdasarkan Perka ANRI No.5 Tahun 2017) :
    -Nilai kualitas usulan (Dilihat dari nilai target kualitas pada SKP)
    -Nilai kualitas dari atasan langsung (Dilihat dari nilai realisasi pada SKP)
    -Nilai kualitas dari tim penilai (Dikosongkan)
Isi SK SKP Arsiparis

Isi SK SKP Arsiparis

Perka ANRI No.4 Tahun 2017 Pasal 16

Perka ANRI No.4 Tahun 2017 Pasal 16

Contoh Pengisisan SKP

Contoh Pengisisan SKP

Rumus Penghitungan SKP Arsiparis

Rumus Penghitungan SKP Arsiparis

Komponen dan uraian dalam pengisian SKP Arsiparis

Komponen dan uraian dalam pengisian SKP Arsiparis

Kriteria Nilai dalam Pengisisan SKP Arsiparis

Kriteria Nilai dalam Pengisisan SKP Arsiparis

Aspek Waktu dalam Penghitungan SKP Arsiparis

Aspek Waktu dalam Penghitungan SKP Arsiparis

Aspek Waktu (lanjutan)

Aspek Waktu (lanjutan)

Aspek Waktu (lanjutannya lagi)

Aspek Waktu (lanjutannya lagi)

Aspek Biaya

Aspek Biaya

Aspek Biaya (lanjutan)

Aspek Biaya (lanjutan)

Penilaian Tugas Tambahan vs Tugas Penunjang 20%

Penilaian Tugas Tambahan vs Tugas Penunjang 20%

Contoh Penilaian SKP

Contoh Penilaian SKP

Pekerjaan Pemusnahan Sesuai Jenjang

Pekerjaan Pemusnahan Sesuai Jenjang

Pekerjaan Pemusnahan Arsip sesuai Jenjang Arsiparis:

  1. Menyeleksi arsip inaktif yang akan dimusnahkan
    Oleh : Arsiparis Ahli Pertama
    Hasil : Laporan dan Daftar Arsip Inaktif Usul Musnah
  2. Menilai arsip inaktif yang akan dimusnahkan
    Oleh : Arsiparis Ahli Muda
    Hasil : Laporan dan Daftar Arsip Usul Musnah yang telah dinilai
  3. Melakukan identifikasi, penilaian, verifikasi persetujuan/pertimbangan pemusnahan arsip
    Oleh : Arsiparis Ahli Madya
    Hasil : Telaah Persetujuan/Pertimbangan Pemusnahan Arsip
  4. Melaksanakan pemusnahan arsip
    Oleh  : Arsiparis Ahli Pertama
    Hasil  : Daftar Arsip yang dimusnahkan dan Berita Acaranya
Pekerjaan Penyerahan Arsip sesuai Jenjang Arsiparis

Pekerjaan Penyerahan Arsip sesuai Jenjang Arsiparis

Pekerjaan Penyerahan Arsip sesuai Jenjang Arsiparis:

  1. Menyeleksi arsip inaktif yg akan diserahkan
    Oleh : Arsiparis Ahli Pertama
    Hasil : Laporan hasil penyeleksian dan Daftar Arsip Usul Serah
  2. Menilai arsip inaktif yang akan diserahkan
    Oleh : Arsiparis Ahli Muda
    Hasil : Laporan Penilaian dan Daftar Arsip yang dinilai
  3. Melakukan verifikasi arsip statis yang akan diserahkan
    Oleh : Arsiparis Ahli Madya
    Hasil : Laporan dan Daftar Arsip yang diverifikasi
  4. Melaksanakan penyerahan arsip
    Oleh : Arsiparis Ahli Pertama
    Hasil : Berita Acara dan Daftar Arsip yang diserahkan

Penilaian Perilaku Kerja

Penilaian Perilaku Kerja

Kriteria Penilaian Unsur Perilaku Kerja PNS

Kriteria Penilaian Unsur Perilaku Kerja PNS

Kriteria Penilaian Unsur Perilaku Kerja PNS (lanjutan)

Kriteria Penilaian Unsur Perilaku Kerja PNS (lanjutan)

Kriteria Penilaian Unsur Perilaku Kerja PNS (lanjutannya lagi)

Kriteria Penilaian Unsur Perilaku Kerja PNS (lanjutannya lagi)

Kriteria Penilaian Unsur Perilaku Kerja PNS (lanjutannya lagi berikutnya)

Kriteria Penilaian Unsur Perilaku Kerja PNS (lanjutannya lagi berikutnya)

Kriteria Penilaian Unsur Perilaku Kerja PNS (Unsur yang Dinilai)

Kriteria Penilaian Unsur Perilaku Kerja PNS (Unsur yang Dinilai)

Konversi Nilai SKP Arsiparis

Konversi Nilai SKP Arsiparis

Konversi Nilai Kinerja Ke Angka Kredit

Konversi Nilai Kinerja Ke Angka Kredit

Konversi Nilai Kinerja ke Angka Kredit :

  1. Nilai kinerja 91 keatas (sangat baik), angka kreditnya = 150% x angka kredit kumulatif minimal (AKKM) per tahun per jabatan
  2. Nilai kinerja 76-90 (baik) angka kreditnya = 125% x AKKM.
  3. Nilai kinerja 61-75 (cukup) angka kreditnya = 100% x AKKM
  4. Nilai kinerja 51-60 (kurang) angka kreditnya = 75% x AKKM
  5. Nilai kinerja <=50 (buruk) angka kreditnya = 50% x AKKM
Angka Kredit Kumulatif untuk Kenaikan Pangkat/Jabatan Jabfung Arsiparis Kategori Keterampilan

Angka Kredit Kumulatif untuk Kenaikan Pangkat/Jabatan Jabfung Arsiparis Kategori Keterampilan

Angka Kredit Kumulatif untuk Kenaikan Pangkat/Jabatan Jabfung Arsiparis Kategori Keahlian

Angka Kredit Kumulatif untuk Kenaikan Pangkat/Jabatan Jabfung Arsiparis Kategori Keahlian

Contoh Surat Pernyataan Melakukan Kegiatan Pengelolaan Arsip Dinamis

Contoh Surat Pernyataan Melakukan Kegiatan Pengelolaan Arsip Dinamis

Surat Pernyataan Melakukan Kegiatan Tambahan

Surat Pernyataan Melakukan Kegiatan Tambahan

Daftar Usul Penetapan Nilai Kinerja Jabfung Arsiparis

Daftar Usul Penetapan Nilai Kinerja Jabfung Arsiparis

Unsur yang Dinilai (Kegiatan Tambahan)

Unsur yang Dinilai (Kegiatan Tambahan)

Contoh Surat Penyampaian Hasil Penilaian Kinerja dari Pimpinan Unit Kerja kepada Tim Penilai Kinerja

Contoh Surat Penyampaian Hasil Penilaian Kinerja dari Pimpinan Unit Kerja kepada Tim Penilai Kinerja

Contoh Konversi

Contoh Konversi

Contoh Konversi :

Bila arsiparis A dalam posisi golongan III/b, jabatan Arsiparis Pertama, mendapat nilai kinerja 87 (baik) untuk tahun 2017, maka konversi pengalinya adalah 125 %, dan dari Tabel terlihat bahwa angka kredit kumulatif minimal (AKKM) pertahun untuk Arsiparis Pertama adalah 12,5, sehingga angka kredit yang diperoleh adalah 125% x 12,5 = 15,625 dan belum cukup untuk naik pangkat/jabatan karena diperlukan angka kredit kumulatif sebesar 50.

Penetapan Angka Kredit Tahunan

Penetapan Angka Kredit Tahunan

Penetapan Angka Kredit Kumulatif

Penetapan Angka Kredit Kumulatif

Contoh Perolehan Angka Kredit yang Diperhitungkan dengan Angka Kredit Konversi

Contoh Perolehan Angka Kredit yang Diperhitungkan dengan Angka Kredit Konversi

Perbandingan Angka Kredit Hangus vs Tidak Hangus di Tahun 2017

Perbandingan Angka Kredit Hangus vs Tidak Hangus di Tahun 2017

PERBANDINGAN
(AK hangus vs tidak hangus) – di 2017
berdasarkan
Perka BKN No.24 Tahun 2016 :

Arsiparis yang telah memenuhi angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi berdasarkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/3/M.PAN/3/2009 dan telah ditetapkan angka kreditnya paling lambat bulan Juli 2017, dapat digunakan untuk kenaikan jabatan pangkat setingkat lebih tinggi dari jenjang jabatan/pangkat yang didudukinya, dan apabila memiliki kelebihan angka kredit tidak dapat diakumulasikan dengan angka kredit konversi dari hasil penilaian SKP (hangus)

Arsiparis yang telah mengumpulkan angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi berdasarkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/3/M.PAN/3/2009 dan telah ditetapkan angka kreditnya sebelum tanggal 1 Juli 207, tetapi belum mencapai jumlah angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi, perolehan angka kreditnya dapat diperhitungkan dan diakumulasikan dengan angka kredit konversi hasil penilaian SKP.

Perbandingan Kelebihan dan Kekurangan AK dan SKP

Perbandingan Kelebihan dan Kekurangan AK dan SKP

PERBANDINGAN
(Tidak ada yang sempurna) :

Kelebihan dari sistem Angka Kredit (AK) :
a. Bisa naik pangkat/jabatan dalam 2 tahun,
b. Bobot tugas tambahan cukup besar maksimum 20%.
Kelemahan sistem AK:
a. Ada pemberhentian sementara karena tidak mencapai AK yang ditetapkan,
b. AK nya kecil-kecil dan bila penempatan kerjanya tidak pas akan merugikan arsiparis.
Kelebihan sistem Sasaran Kerja Pegawai (SKP):
a. Tidak ada pemberhentian sementara karena tidak mencapai AK,
b. Pembinaan kompetensi jadi lebih jelas.
Kekurangan sistem SKP:
a. Paling cepat naik pangkat/jabatan dalam 3,5 tahun, tidak bisa 2 tahun,
b. Bobot tugas tambahan kecil, maksimal 3
c. Penilaian dengan sistem rata-rata

Melaksanakan Pemusnahan Arsip, Pelaksana: Arsiparis Ahli Pertama

Melaksanakan Pemusnahan Arsip, Pelaksana: Arsiparis Ahli Pertama

Melaksanakan Penyeleksian Arsip Inaktif yang Akan Diserahkan. Pelaksana: Arsiparis Ahli Pertama

Melaksanakan Penyeleksian Arsip Inaktif yang Akan Diserahkan. Pelaksana: Arsiparis Ahli Pertama

Melaksanakan Penyerahan Arsip Statis, Pelaksana: Arsiparis Ahli Pertama

Melaksanakan Penyerahan Arsip Statis, Pelaksana: Arsiparis Ahli Pertama

Simulasi Perencanaan SKP, Pelaksana: Arsiparis Ahli Pertama

Simulasi Perencanaan SKP, Pelaksana: Arsiparis Ahli Pertama

Simulasi Pengukuran SKP

Simulasi Pengukuran SKP

Simulasi Pengukuran SKP ada Rata-ratanya

Simulasi Pengukuran SKP ada Rata-ratanya

Simulasi Pengukuran SKP ada Tugas Tambahan

Simulasi Pengukuran SKP ada Tugas Tambahan

Simulasi Pengukuran Kinerja

Simulasi Pengukuran Kinerja

Simulasi Pengukuran Kinerja :

  • Nilai SKP =93,00
  • Bila nilai rata-rata perilaku = 85
  • Maka nilai kinerja = (93×0,6)+(85×0,4)= 89,80 (baik)
  • Nilai “Baik” maka konversi ke angka kreditnya adalah 125%
  • Misal YBS adalah Arsiparis Pertama golongan 3a pada tahun 2020, dan mempunyai angka kredit terakhir sebesar 18,750
  • Maka angka kredit yang diperoleh pada tahun 2020 adalah 125% x 12,5 = 15,625
  • Total angka kredit yang dimiliki = 18,750 + 15,625 = 34,375
  • Untuk naik ke 3b butuh angka kredit sebesar 50 sehingga masih kurang 15,625
Aturan Lama tentang Jumlkah Angka Kredit Kumulatif Minimal untuk Arsiparis Terampil Lulusan D3

Aturan Lama tentang Jumlkah Angka Kredit Kumulatif Minimal untuk Arsiparis Terampil Lulusan D3

Aturan Lama tentang Jumlkah Angka Kredit Kumulatif Minimal untuk Arsiparis Ahli Lulusan S1 atau D4

Aturan Lama tentang Jumlkah Angka Kredit Kumulatif Minimal untuk Arsiparis Ahli Lulusan S1 atau D4

Konversi Angka Kredit (AK)

Konversi Angka Kredit (AK)

Penetapan Angka Kredit

Penetapan Angka Kredit

Terima kasih sudah berkunjung ke Anita's Personal Blog

Terima kasih sudah berkunjung ke Anita’s Personal Blog

Sumber : Ir. Setyo Edy Susanto, S.Th.I., M.Pd.

Download pdf SKP Arsiparis disini

Penulis: Anita Handayani

Presentasi Karya Kreatif Prestatif Arsiparis Teladan 2016

Presentasi Karya Kreatif Prestatif Arsiparis Teladan 2016
Penulis: Anita Handayani

Presentasi Karya Kreatif Prestatif halaman 1

Presentasi Karya Kreatif Prestatif halaman 1-6

Tampilan Presentasi Karya Kreatif Prestatif berjudul “OTOMASI ARSIP STATIS” oleh Anita Handayani

Tampilan Presentasi Karya Kreatif Prestatif berjudul “OTOMASI ARSIP STATIS” halaman 1 – 49

Presentasi Karya Kreatif Prestatif berjudul “OTOMASI ARSIP STATIS INSTITUT PERTANIAN BOGOR” ini saya tampilkan lengkap 49 halaman.  Presentasi inilah yang saya tampilkan ketika proses pemilihan Tenaga Akademisi Berprestasi Kategori Arsiprais di IPB tahun 2016.

Portofolio Arsiparis Teladan IPB Tahun 2016 + Wawancara + Presentasi inilah yang telah membawa saja menjadi juara pertama dalam Pemilihan Akademisi Berprestasi Kategori Arsiparis di Institut Pertanian Bogor pada tahun 2016.  Rasa bangga itu terasa sekali, karena jerih payah yang tak kenal lelah ini membawa hasil yang menggembirakan 🙂 .

Link Terkait:

 

Copyright © Anita Handayani

 

« Older posts

Copyright © Anita Handayani