Pengalaman Kena Tipu Anak Kecelakaan di Sekolah

Aksi Penipu 1

Aksi Penipu Anak Kecelakaan di Sekolah

Pengalaman saya terkena Penipuan Anak Kecelakaan di Sekolah Senin 20 Pebruari 2017, ceritanya seperti ini:

  1. Hari Senin 20 Pebruari 2017 jam 11:22 pagi ketika saya sedang asyik bekerja dikantor, tiba-tiba saya mendapat telpon dari hp pembantu saya di rumah yang mengabarkan anak saya kecelakaan di sekolah dan saya diminta segera menghubungi guru anak saya di nomor telpon ini 085657091060.
  2. Saya tentu kaget, saya tanya ke pembantu, kecelakaan macam apa? lalu pembantu saya bilang anak saya jatuh di kamar mandi dan kepalanya bagian belakang terkena benturan sehingga mengeluarkan darah yang cukup banyak, anak saya kejang-kejang dan sekarang katanya anak saya dibawa ke rumah sakit oleh gurunya.
  3. Saya sempat heran koq jatuh di kamar mandi sampai kepala mengeluarkan darah yang cukup banyak, aneh banget. Dan anehnya lagi koq kejang2? padahal anak saya gak punya penyakit epilepsi. Saya lalu menghubungi nomor telpon wali kelas anak saya disekolah, beberapa kali saya telpon gak diangkat (ah mungkin wali kelasnya sedang sibuk fikir saya) akhirnya karena penasaran lalu saya telpon nomor hp yang diberikan pembantu saya tersebut 085657091060 (inilah kesalahan saya yang fatal banget, jangan di tiru ya...).
  4. Lalu kedengaran suara seorang wanita yang seolah2 menangis mengabarkan tentang keadaan anak saya, tapi kemudian saya disuruh bicara langsung ke dokter namanya Dokter Agus.
  5. Lalu dokter Agus ini menanyakan nama saya (disini saya heran koq dia nanya nama saya ya? bukannya guru pasti ngasih data lengkap pastinya), ya sudah saya beri tahu nama saya.  Lalu dia tanya ibu orang tua siapa (hedeh… aneh banget nih dokter koq pakai nanya nama anak segala), lalu saya bilang saya ibunya Ruth.
  6. Nah disini aksi penipuan berlanjut. Dokter Agus bilang anak saya sekarang sedang di UGD Rumah Sakit Mitra (yang terbayang dikepala saya adalah Rumah Sakit Mitra Depok) dan segera akan dilakukan tindakan operasi karena anak saya terkena pendaharan hebat di belakang kepalanya dan perlu segera dipasang alat.  dan alatnya kebetulan di rumah sakit ini, Rumah saki Mitra, tidak ada baru saja habis, jadi saya diminta membelinya di Apotik Farmasi Jaya  dan saya diminta telpon langsung ke pemilik Apotik namanya Dokter Rusdi (aneh pikir saya koq kepala apotik gelarnya dokter bukan apoteker), nomor telponnya 085825490384.  Dia bilang harus segera diadakan tindakan yaitu pemasangan alat tersebut untuk mengatasi pendarahan di kepala anak saya, harus dilakukan dalam waktu 10 menit, kalau tidak maka nyawa anak saya tidak bisa tertolong lagi, dia bilang kode tindakannya 7B.
  7. Lalu saya telpon ke nomor tsb, 085825490384, dan saya disuruh transfer uang sebanyak Rp. 9.850.000 ke Bank Mandiri dengan Nomor Rekening 1390017797915 atas nama Rusdi. Lalu sementara itu saya telpon suami saya, karena kebetulan yang punya rekening Bank Mandiri adalah suami saya.  Saya bilang tolong kirim uang sebesar Rp. 9.850.000 ke nomor rekening tersebut dalam waktu 10 menit, segera. Suami saya heran, dan mencoba menyadarkan saya, suami saya bilang “Ini bukan penipuan kan Ma?”.  Lalu saya bilang bukan Pa, ini berita dari guru sekolah anak kita dan dokter.  Anak kita harus segera dipasangkan alat dengan cara di operasi. Lalu sementara saya sedang telpon suami saya, masuk lagi telpon dari Pak Rusdi yang mengaku pemilik apotik itu bahwa alat yang dipesan sedang dalam perjalanan di bawa ke rumah sakit (lalu terdengar di telpon suara sirene mobil ambulans), disini saya mulai heran koq bawa alat ke rumah sakit pakai mobil ambulans? (saya mulai curiga).  Tapi sms dan telpon dari penipu terus-terusan masuk ke hp saya (hp saya di band oleh penipu itu yaitu hp saya dikirim sms dan miss call terus-terusan sehingga dengan hp tersebut saya tidak bisa ngapa-ngain lagi tidak bisa nelpon atau nerima telpon ke nomor yang lain, saya benar-benar tidak diberi kesempatan untuk berfikir jernih dan cross cek), untung hp saya ada 3 buah jadi walau dia nelpon dan sms terus, saya masih bisa menghubungi suami dan fihak sekolah dari hp yang lain. Kondisi saya pada saat ini pastilah panik dan menangis serta tangan gemetaran karena bingung dan kaget.

     sedih banget

  8. Untung saja Wali kelas anak saya yang tadi saya telpon menelpon saya kembali (aih hati saya girang sekali waktu itu). Lalu Wali kelasnya menanyakan “ada apa?” Lalu saya tanya “apakah benarkah anak saya kecelakaan disekolah dan kepalanya berdarah?” Lalu wali kelasnya bilang: “Sebentar ya Bu saya cek dulu” (Waduh… koq suara Wali kelasnya tersebut tenang banget, saya mulai sadar kalau saya kena tipu karena dalam hati saya berkata berita sebesar ini wali kelasnya gak tau).
  9. Lalu cepat-cepat saya telpon suami saya agar jangan kirim uang dulu. Untung suami saya bilang dia belum sempat mengirim uang (saya jadi lega).
  10. Gak lama kemudian Wali kelas anak saya menelpon saya lagi mengabarkan bahwa anak saya ada dalam keadaan baik-baik saja dan sedang belajar di ruang kelasnya (aih legaaaa banget saya, syukurlah anak saya ada dalam keadaan baik2 saja).
  11. Hadeh….. sekarang baru yakin kalau saya kena tipu dengan Modus Penipuan Anak Kecelakaan di Sekolah.  Untung saja uang belum terkirim.   Tapi beneran lho, tadi saya sempat shok dan gemetaran, untung gak punya sakit jantung :) . Langsung saya tarik nafas lega dan mengucap syukur kepada Tuhan yang telah menghindarkan anak saya dari mara bahaya dan menghindarkan saya dari percobaan penipuan.
  12. Lalu saya kabarkan berita baik ini ke pembantu di rumah yang juga sedang khawatir bahwa itu telpon adalah penipuan. Pembantu saya juga bilang kalau barusan ada telpon ke rumah menanyakan apakah uangnya sudah dikirim.  Lalu saya suruh copot saja koneksi telpon di rumah biar pembantu saya gak diganggu terus oleh penipu tsb.  Saya bilang nanti kalau ada apa2 nelpon saya lewat hp saja.
  13. Habis itu penipu masih saja sms saya agar segera kirim uang, langsung saya angkat telponnya sambil bilang “Gila Lu sudah nipu saya, saya akan laporkan kamu segera ke polisi”.  Lalu apa coba kata penipu itu, dia bilang “dia salah, yang itu bukan anak saya”. Lalu kata penipu pula “uang transferan sudah masuk nanti di kembalikan”.  Hadeh… mau nipu lagi dia. Gilaaaaa banget.

Nah teman-teman inilah cerita saya hari ini.  Ternyata telpon dari rumah yang disampaikan pembantu seringkali menghilangkan kewaspadaan kita.

Saya sebenarnya sudah sering dengar modus penipuan seperti ini dari teman-teman di kantor yang berhasil kena tipu. Eh, ternyata hari

Senin 20 Pebruari 2017

saya hampir…. saja kena. Aih-aih….. penipu ini benar2 kejam, bikin jantung deg-degan dan panik. Jangan sampai kena ya teman-teman.

Tip’s dari saya buat teman-teman agar tidak terkena Modus Penipuan Anak Kecelakaan di Sekolah yaitu jika ada kecelakaaan pada anak kita di sekolah jangan mau menghubungi nomor hp atau nomor telpon yang tidak kita kenal dan tidak ada di nomor contact telpon kita.  Tunggu saja pasti kalau ada apa2 dengan anak kita di sekolah pasti fihak sekolah (wali kelas) akan segera menghubungi kita, orangtuanya.  Dan satu lagi saran penting dari saya agar terhindar dari penipuan atau gendam yaitu “Jangan sekali-kali mengangkat panggilan telpon yang tidak terdaftar nomor telponnya di nomor contact hp kita, lebih baik nanti saja kita sms balik dan tanyakan nama dan keperluannya apa“.


Pelaku Modus Penipuan Anak Kecelakaan di Sekolah yang berada Sidrap Makassar ternyata sudah tertangkap,  video rekaman nya bisa dilihat di Youtube  dengan hashtag “MODUS PENIPUAN ANAK KECELAKAAN”
alamat url nya https://youtu.be/qVVGReiu73M

Penipu dengan Modus Anak Kecelakaan di Sekolah yang berhasil ditangkap

Penipu dengan Modus Anak Kecelakaan di Sekolah yang berhasil ditangkap

Penipu yang tertangkap

Penipu yang tertangkap

Isi video tersebut ada peragaan dari penipu sebabgai berikut:
Aksi Penipu 1:

Aksi Penipu 1

Aksi Penipu 1

“Okey, tindakan satu-satunya yang mau kita ambil sekarang ini, kita mau melakulan operasi tapi resikonya sangat tinggi, dan satu-satunya jalan untuk menyelamatkan nyawanya kita harus pasangkan alat sensor terapi kepala.
Cuma masalahnya di rumah sakit untuk ukuran kepala pasien nya kebetulan lagi kosong, adanya di apotik.
Tolong ibu bantu saya dulu ya karena ini harus pihak keluarga yang menghubungi baru alatnya bisa dikeluarkan
Tolong telpon ke kepala apotik kawan saya ….”
Penipu 1: pura2 jadi dokter di rumah sakit dan meminta alat medis
jika korban terpedaya penipu 2 melanjutkan aksinya meminta uang dengan melalui
transfer bank

Aksi Penipu 2:

Aksi Penipu 2

Aksi Penipu 2

“Atas nama Farmasi Jaya (Joko). Nanti di konfirmasi lagi kalau sudah dibayar langsung akan kita antar barangnya ke rumah sakit”

AKB BUDI HERMANTO (Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya)

AKB BUDI HERMANTO (Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya)

Menurut AKB BUDI HERMANTO (Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya), penipu ini sudah beraksi sejak tahun 2011, meraka profesional, ada 11 pelaku.
Modusnya mereka menghubungi orang tua murid bahwa anak nya kecelakaan di sekolah
Patah, Luka, Sobek Saraf dan lain-lain dan  harus dilakukan operasi.
Ada yang berperan sebagai:

  1. Guru
  2. Dokter rumah sakit
  3. Anak korban yang nangis-nangis
  4. yang Membuka rekening
  5. yang Mengambil hasil kejahatan

Pelaku dapat data dari sekolah, dengan berpura2 sebagai orang yang bekerja di Dinas Pendidikan sehingga bisa mendapatkan Data murid, Wali murid dan alamat rumah beserta nomor rumah dan handphone !
Dari situlah mereka random menghubungi orang tua korban secara acak.

 

Link terkait:

  1. Pengalaman Kecopetan di Angkot 06 arah ke Parung
  2. Pengalaman saya Penipuan lewat SMS

Pengalaman pribadi Anita Handayani

Penulis Anita Handayani