Anita's Personal Blog

Kegiatan Arsiparis | Komputer | Fotografi

Pengalaman Kecopetan di Angkot 06 arah ke Parung

angkot_suzuki sedih banget

Senin, 25 Februari 2013 yang baru lalu sepulang kerja naik seperti biasanya naik angkot 06 jurusan Parung di pertigaan Yasmin Bogor (setelah turun dari bus 54, bus IPB yang lewat jalan baru).  Angkot yang saya naiki ngetem cukup lama diperempatan, bikin saya kepanasan apalagi saya duduk di pojok paling belakang sejajar dengan Sopir.

Saya bawa 3 buah hp.  2 hp saya simpan dalam dompet di dalam tas, 1 hp saya pegang buat main game tibiame untuk “membunuh” waktu menghilangkan rasa bosan selama dalam perjalanan.

Tak lama kemudian naik 3 orang laki2 muda.  Yang dia duduk dekat pintu keluar, dan yang seorang lagi duduk disebelah saya.  Diangkot ada 6 orang duduk dibelakang.

Tiba2 laki2 yang duduk di dekat pintu keluar (pakai kaos dan celana pendek, wajah mirip keturunan cina) mengeluarkan busa dari mulutnya dan pura2 terkantuk2.  Lalu laki2 yang duduk disebelahnya membawa tas ransel berpakaian rapih pura2 merasa terganggu dan dia minta tissu kepada saya buat menghapus cairan yang keluar dari mulut laki2 tersebut sebanyak 2 x.  Tissu diberikan kepada laki2 yang berada disebelah saya, lalu laki2 itu menghapus cairan yang ada dimulut laki2 tersebut, tapi tidak semua dibersihkannya.

Saya sudah banyak membaca modus operandi seperti ini, lalu saya periksa tas saya, ternyata dompet berisi hp kepunyaan saya sudah lenyap.  Saya benar2 bingung, saya berusaha mencari terus tapi tidak ketemu. Ketika saya kebingungan mencari dompet hp saya yang tiba2 hilang ini ketiga laki2 tersebut masih ada diatas angkot.

Tak lama kemudian laki2 duduk disebelah saya turun duluan, kemudian diikuti laki2 yang pura2 sakit itu, terakhir baru lah laki2 yang membawa ransel turun.

Setelah semua laki2 itu turun barulah saya tanyakan ke ibu yang duduk disebelah saya apakah dia melihat laki2 disebelah saya tadi memegang tas saya?.  Tapi ibu itu sama sekali tak melihatnya.

Saya masih kebingungan, sampai dirumah saya bongkar semua isi tas saya, dan baru saya sadar tas berisi hp saya sudah hilang, badan saya langsung lemas menyesal kenapa tadi tidak teriak kehilangan ketika di angkot.

Kepala saya pusing sekali sejak saya sadar saya kehilangan, sampai besoknya juga masih pusing.  Entahlah, pusing ini diakibatkan karena saya baru kehilangan 2 buah hp kesayangan saya, atau karena habis kena hipnotis, ah entahlah…. yang jelas kepala saya pusing berat.

Sungguh lihai kawanan pencopet itu, sebab saya sama sekali tak merasa kalau tas saya kecopetan ketika di angkot.  Saya tetap merasa kalau dompet saya masih ada dalam tas, saya terus saja mengubek2 isi tas saya untuk mencari dompet tersebut.

Besoknya saya langsung ambil nomor kartu saya ke gerai telkomsel, sebab saya takut disalahgunakan oleh pencuri itu.

Setelah nomornya kembali ke saya, benar saja ada 3 laporan dari 3 orang teman saya yaitu Vivian, Dyah dan Samuel masing-masing mereka mengatakan bahwa mereka mendapat sms atas nama saya minta pinjaman uang 1 juta rupiah.  Untung teman2 saya tersebut belum sempat mentransfer uangnya karena merasa heran koq no rekening tidak diberikan tapi disuruh ke atm.  Hanya saja mereka sebab kesal karena, katanya, ketika ditelpon balik gak ada yang angkat.

Aih nyeselll banget, aku kan masih pegang 1 hp. Kenapa gak kefikiran buat motret mereka terutama yang pura2 muntahkan busa dari mulutnya terus menerus sampai menetes busanya di lantai mobil, dan juga angkot serta sopirnya sekalian. Kan lumayan buat bukti kalau lapor ke polisi :-(

Saran agar tidak kecopetan di angkot:

  1. Sebaiknya duduk di depan dekat sopir angkot. Terutama bagi yang mudah mengantuk.
  2. Jangan meletakkan semua hp (bagi yang memiliki lebih dari satu hp) dalam satu dompet. Sebaiknya letakkan hp di kantong tas bagian dalam yang ada retsletingnya.
  3. Pisahkan barang-barang berharga agar tidak berada pada satu tempat.
  4. Uang receh letakkan di kantong tas bagian depan, sehingga ketika hendak mebayar ongkos tidak perlu buka dompet.
  5. Jika ada penumpang yang gelagat akan muntah (muntah apa saja dari mulutnya yang membuat kita jijik melihatnya) sebaiknya langsung turun saja dari angkot tersebut.
  6. Jangan naik  angkot yang jumlah penumpangnya terlalu sepi atau terlalu penuh.
  7. Backup nomor contact di ponsel Anda sekarang juga.
  8. Dan jangan lupa daftarkan nomor kartu ponsel Anda sesuai dengan data KTP sehingga mempermudah ketika pengambilan nomor kartu Anda kembali nantinya.  Yang bisa diambil hanyalah nomor kartu, daftar contact tidak bisa diambil kembali :-(
  9. Letakkan dompet dalam tas berlawanan dengan ujung bukaan retsleting, jika memiliki tas yang mempunyai bukaan retsleting.
  10. Jangan duduk dikursi paling belakang.
  11. Usahakan selalu tenang, percaya diri dan waspada.

Pengalaman pribadi Anita Handayani (http://anitanet.staff.ipb.ac.id)


FacebookTwitterGoogle+PinterestLinkedInWhatsAppLineShare/Bookmark

9 Comments

  1. endangyuni

    28/02/2013 at 12:07

    Makasih bu anita untuk share pengalamannya, jadi pelajaran buat yg lain. Kalo saya dulu pernah mengalami hal serupa di Daerah Pulo Gadung, alhamdulillah waktu itu saya diselamatkan seorang ibu yang ‘tiba-tiba’ pura-pura kenal saya dan ‘maksa’ ngajak saya turun bareng dia sebelum komplotan itu berhasil mencopet.

  2. Aih Ibu beruntung sekali mendapat dewi penolong :-) Sehinga Ibu “selamat” dari kecopetan

  3. Semoga dapat ganti berlipat-lipat ya bu Nita, dan tetep semangat

  4. Amin… Terimakasih buat Yayuk (Sri Rahayu) atas do’anya

  5. Informasi yang menarik 😉 Waspadalah, waspadalah, karena banyak penjahat di sekitar kita, lengah-lengah bisa jadi korban kejahatan. Semoga tidak terulang lagi pada siapapun.

  6. murtiyarini

    17/04/2013 at 10:06

    saya pernah kecopetan di angkot 03 depan matahari-taman topi yang notabene sangat dekat dengan kantor polisi, hehehe…

  7. Wah… itu copet nekat banget. Mbak Rini lapor ke kantor polisi gak? kira2 ditanggapi polisi gak ya kalau kita lapor kecopetan ke polisi yang ada di kantor polisi yang ada disebelah Matahari di depan Taman Topi Bogor itu? Sebab saya melapor ke polisi yang ada di pertigaan lampu merah Yasmin Bogor hanya di jawab dengan senyum, kaciannnn deh g :(

  8. murtiyarini

    18/04/2013 at 15:25

    lapor sekedar untuk dapat surat kehilangan buat ngurus atm, ktp dll. Tidak ada reaksi apapun, sudah seperti kewajaran saja

  9. Tuh kan….. bikin capek aja ngelapor ke polisi :(

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*