Anita's Personal Blog

Kegiatan Arsiparis | Komputer | Fotografi

Kanker Paru

Penyakit Kanker Paru-paru adalah sebuah bentuk perkembangan sel yang sangat cepat (abnormal) di dalam jaringan paru yang disebabkan oleh perubahan bentuk jaringan sel atau ekspansi dari sel itu sendiri. Jika dibiarkan pertumbuhan yang abnormal ini dapat menyebar ke organ lain, baik yang dekat dengan paru maupun yang jauh misalnya tulang, hati, atau otak.

Kanker paru-paru menduduki urutan ke dua penyebab utama kematian seseorang akibat kanker, setelah kanker payudara. Kanker yang berasal dari sel-sel di dalam paru-paru ini bisa juga berasal dari kanker yang mengenai bagian tubuh lain, namun menjalar ke paru-paru.

Selama ini pengidap kanker paru-paru selalu diasosiasikan merupakan seorang “perokok hebat”, karena memang merokok merupakan penyebab utama dari sekitar 90% kasus kanker paru-paru pada pria dan sekitar 70% pada wanita.

PEROKOK pasif dan aktif sama-sama memiliki risiko tinggi terkena kanker paru-paru. Hal ini dikarenakan asap dari rokok mengandung ribuan zat tak menyehatkan.

Asap tembakau pada rokok merupakan campuran rumit yang terdiri dari lebih 3.000 zat berbeda, termasuk zat stimulan adiktif nikotin, benzen, amonia, hidrogen sianida, karbonmonoksida, dan tar. Elemen tar yang terbakar dalam rokok diketahui sebagai penyebab kanker atau karsinogenik.

Dalam buku berjudul “Panduan kesehatan keluarga”, Dr. Mirriam Stoppard menyebutkan bahwa semakin banyak rokok yang Anda hisap, semakin cepat pula mengalami kanker. “Misalnya, jika Anda merokok 20 batang sehari, Anda akan mengalami kanker paru 20 tahun yang akan datang. Jika Anda merokok 40 batang sehari, Anda akan mengalami penyakit ini hanya dalam waktu 10 tahun, ” katanya.

Perokok pasif adalah seseorang yang berada di lingkungan perokok. Misalnya, anak dari ayah yang perokok. Hal tersebut membuat anak sedikit banyak sering menghirup asap rokok ayah.

Tak hanya di rumah, begitupun asap rokok di ruangan kantor.

Begitu juga di ruangan kerja. Walaupun berjarak dari satu sudut ke sudut lain, misalnya dalam satu ruangan, tetap itu membuat Anda sedikit banyak menghirup asap rokok yang banyak mengandung zat tidak menyehatkan. Asap rokok itu kan tidak kelihatan. Yang pasti ketika Anda mencium bau rokok maka Anda berhak menegur karena merugikan Anda. Kanker paru juga bisa dipicu oleh penyakit paru-paru yang mendahuluinya atau Scar Cancer.

Tetapi kasus yang terjadi pada kanker paru-paru stadium 4 (empat) yang menjadi penyebab mantan Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih meninggal dunia, jelas tidak bisa dihubungkan dengan rokok karena Ibu endang sendiri bukanlah seorang perokok.

Mantan Menkes, Kanker Paru-paru dan Rokok

Kematian mantan Menteri Kesehatan merupakan sesuatu yang mengherankan bagi beberapa kalangan orang yang mengenalnya.

Rekan seangkatan kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, yang juga Sekjen Kementerian Kesehatan, Ratna Rosita mengatakan, Endang tidak memiliki riwayat penyakit di pernapasannya sejak dahulu.

Sementara sejak menjadi pemimpin Kementerian Kesehatan, Endang pun secara rutin melakukan general check up.

Menurutnya, seluruh jajarannya di Kementerian Kesehatan baru saja mengetahui penyakit yang diderita Endang pada
Oktober 2010.

Asap rokok ternyata bukanlah satu-satunya penyebab kanker paru-paru. Kemungkinan besar alasan kanker paru-paru yang menyebabkan kematian mantan Menteri Kesehatan adalah akibat senyawa kimia. Seseorang yang tidak merokok dapat saja terkena kanker paru-paru, akibat terpapar radiasi atau menghirup zat-zat tertentu. Di laboratorium, zat-zat tersebut dapat ditemukan, seperti asbestos, arsen, kromat, nikel klorometil eter dan gas mustard.


Partikel-partikel pada zat berbahaya itu akan melukai paru-paru, yang kemudian menjadi “borok”.
Hingga dalam jangka waktu 10 hingga 20 tahun, luka itu berubah menjadi kanker yang berbahaya.

Dapat disimpulkan kanker paru-paru merupakan pertumbuhan sel kanker yang tidak terkendali di jaringan paru-paru.

Beberapa penyebab lain Kanker paru-paru

Merokok dan asap rokok memang penyebab utama kanker paru-paru, tapi tetap saja bukan satu-satunya.

“Kanker paru-paru penyebabnya multifaktor. Tidak hanya rokok, tapi memang paling banyak dan yang utama penyebabnya adalah rokok. Lingkungan sekitar juga mempengaruhi. Tempat tinggal kita misalnya. Contohnya asbes, telah diketahui orang yang tinggal dengan langit-langit menggunakan asbes itu memiliki risiko (kanker paru-paru), karena itu syarat bikin bangunan sedapat mungkin menghindari asbes,” tutur dr Ronald Hukom SpPD-KHOM, spesialis kanker pada orang dewasa dari RS Kanker Dharmais.

Sebuah gas bernama radon misalnya, yang merupakan gas alami, tidak berwarna dan tidak berbau, yang berada di uranium, di lingkungan industri dapat berkontribusi sebagai penyebab timbulnya kanker paru-paru. Masyarakat yang tinggal di kawasan Industri mengantisipasi masalah udara tak sehat ini dengan menggunakan masker.

Kemudian zat-zat karsinogenik yaitu nikel dan kronium, juga terdapat di banyak lingkungan sehari-hari, seperti di lingkungan perkantoran.

Selain itu, sebagai salah satu pemicu kanker paru-paru yang tak kalah berbahayanya adalah alkohol. Orang yang banyak minum alkohol, suatu saat berpotensi terkena kanker paru-paru, apalagi pada usia tua.

Kemudian seperti umumnya sifat kanker lainnya, kanker paru-paru ini pun bersifat genetik, namun hanya 10 hingga 15 persen. Bagi yang sudah mengetahui memang memiliki genetika kanker paru-paru, lebih baik hindari faktor-faktor “pencetus” lainnya.

Banyak penderita yang baru menyadari mengidap kanker paru-paru setelah berada pada stadium lanjut. Gejala kanker paru-paru stadium dini memang tidak terlalu nampak. Seperti yang terjadi pada mantan Menkes, baru pada Oktober 2010, dokter memvonis beliau menderita kanker paru-paru stadium tiga.

Ada beberapa kasus penyakit yang memicu terjadinya penyakit kanker paru-paru ini, yaitu penyakit TBC dan Pneumonia. Kedua penyakit ini dapat menimbulkan perlukaan pada jaringan sell organ paru sehingga mensupport terjadinya pertumbuhan sell abnormal didalam rongga tersebut. Biasanya kanker paru yang berkembang dari kasus ini adalah jenis adenocarcinoma (adenoma).

Penyakit Kanker Paru-paru lebih banyak disebabkan oleh merokok (87%), sedangkan sisanya disebabkan oleh zat asbes, radiasi, arsen, kromat, nikel, klorometil eter, gas mustard dan pancaran oven arang bisa menyebabkan Penyakit Kanker Paru-paru.

Tanda dan Gejala Penyakit Kanker Paru-paru

Tanda dan gejala kanker paru ini hanya akan muncul saat perkembangan abnormal sell ini semakin parah kearah stadium yang lebih lanjut, dan ini memerlukan waktu bertahun-tahun sejak awal perkembangannya. Bahkan ada kemungkinan tidak menampakkan adanya tanda dan gejala khusus, melainkan hanya tampak jika dilakukan X-ray.

Jika beberapa tanda dan gejala kanker paru-paru dibawah ini dirasakan, sebaiknya segeralah periksa ke dokter. Karena pengobatan yang cepat dan tepat dapat memperbesar harapan hidup pada penderita kanker.

Tanda dan gejala penyakit kanker paru-paru, yaitu:

1.   Batuk-batuk ringan yang tak kunjung sembuh pada orang merokok

2.   Kesulitan bernafas (nafas pendek). Napas sesak dan pendek-pendek

3.   Batuk mengeluarkan darah (meskipun jumlah sedikit). Dahak berdarah dan bisa jadi berubah warna dan semakin banyak

4.   Sering mengalami infeksi paru (pneumonia atau bronchitis)

5.   Adanya nyeri dada, bahu dan bagian punggung

6.   Suara yang berubah dari biasanya. Suara serak/parau

7.   Batuk yang terus menerus atau menjadi hebat. Batuk lebih dari 2 minggu pada orang yang tidak merokok

8.   Sakit kepala

9.   Nyeri atau retak tulang dengan sebab yang tidak jelas

10. Kelelahan kronis. Cepat lelah atau lemah

11. Kehilangan selera makan (nafsu makan berkurang). Susah menelan

12. Turun berat badan tanpa sebab yang jelas

13. Wajah dan leher tampak membengkak

Bagi Anda yang tidak merasakan gejala-gejala tersebut Anda tetap perlu waspada dan melakukan langkah pencegahan kanker paru-paru berikut:

1.   Berhenti merokok.

2.   Hindari asap rokok bagi perokok pasif

3.   Berhati-hati bagi yang bekerja di industri yang menghasilkan polutan karsinogenik

4.   Tidak minum alkohol secara berlebihan

5.   Mengonsumsi makanan yang bergizi seperti sayur dan buah

Dan alangkah lebih baiknya bila langkah-langkah pencegahan dapat dilakukan jauh-jauh hari sebelum gejala-gejala kanker paru-paru yang disebutkan diatas timbul karena pasti akan lebih meminimalisir dampak negatif dari kanker paru-paru.

Penanganan dan Treatment Penyakit Kanker Paru

Penanganan dan treatment atau pengobatan yang dilakukan pada orang yang terdiagnosa mengalami penyakit kanker paru akan tergantung dari tingkat stadiumnya, kemungkinan dilakukannya operasi, serta kondisi umum si Penderita. Hal ini tidak terlepas dari riwayat serta penyebab dari adanya kanker paru tersebut tentunya.

Beberapa langkah yang biasa dilakukan adalah:
–  Tindakan operasi pembedahan mengangkat sell kanker
–  Tindakan Therapy Radiasi
–  Tindakan Therapy Kemotherapy
–  Tindakan penyuntikan {Photodynamic (PTD)}

Pemberian Nutrisi dan supplement dapat mengurang gejala yang disebabkan oleh kanker paru. Vitamin D dan Fe sangat baik untuk diberikan oleh penderita penyakit kanker paru, Begitu pula dengan makanan antioxidant seperti blueberri, cherri, dan buah tomat.

 

Penggolongan Penyakit Kanker Paru-paru

Dilihat dari tingkat penyebarannya baik di jaringan paru itu sendiri maupun terhadap organ tubuh lainnya. Namun pada dasarnya Penyakit Kanker Paru-paru terbagi dalam dua kriteria berdasarkan level penyebarannya:

A. Penyakit Kanker Paru-paru Primer

Memiliki 2 (dua) type utama, yaitu small cell lung cancer (SCLC) dan non-small cell lung cancer (NSCLC). SCLC adalah jenis sel yang kecil-kecil (banyak) di mana memiliki daya pertumbuhan yang sangat cepat hingga membesar, biasanya disebut “oat cell carcinomas” (karsinoma sel gandum). Type ini sangat erat kaitannya dengan perokok, penanganan cukup berespon baik melalui tindakan chemotherapy and radiation therapy.


Sedangkan NSCLC adalah pertumbuhan sel tunggal, tetapi seringkali menyerang lebih dari satu daerah di paru-paru. Misalnya Adenoma, Hamartoma Kondromatous dan Sarkoma.


B. Penyakit Kanker Paru-paru Sekunder

Merupakan Penyakit Kanker Paru-paru yang timbul sebagai dampak penyebaran kanker dari bagian organ tubuh lainnya, yang paling sering adalah kanker payudara dan kanker usus (perut). Kanker menyebar melalui darah, sistem limpa atau karena kedekatan organ.

Menteri Kesehatan (Menkes), Endang Rahayu Sedyaningsih, kini telah berpulang ke hadapan Sang Pencipta. Endang meninggal setelah berperang melawan penyakit yang sebelumnya tidak pernah diketahui ada dalam dirinya, kanker paru-paru. Apalagi, ketika menjalani tes kesehatan sebelum diangkat menjadi Menteri, rekam medis menyatakan bahwa Endang
dinyatakan sehat seutuhnya.

Kabar mengejutkan itu diterima Endang pada 22 Oktober 2010, atau tepat satu tahun setelah dirinya diangkat menjadi Menteri Kesehatan. Kala itu, Endang harus menjalani pemeriksaan rutin yang diwajibkan bagi seluruh pejabat negara. Dalam pemeriksaan tersebut, Endang dinyatakan mengidap penyakit kanker paru-paru stadium 4. Sejak saat itu, sepanjang bulan Oktober-November 2010, Endang harus berobat ke beberapa rumah sakit, yakni RSPAD Gatot SUbroto dan RS Gading Pluit. Bahkan, Endang sempat berobat ke Guangzhou, Cina.

Menkes Endang Rahayu Meninggal Dunia, setelah beberapa pekan terakhir dirawat intensif di RSCM karena penyakit kanker paru-paru yang beberapa tahun meggerogotinya, Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih meninggal dunia pukul 11:41 di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Rabu 2 Mei 2012.

Endang Lahir di Jakarta 1 Februari 1955. Almarhumah Endang meninggalkan suami, Dr Reanny Mamahit SpOG MM, yang kini bertugas sebagai Direktur RSUD Tangerang, serta dua putra (Arinanda Wailan Mamahit dan Awandha Raspati Mamahit) dan seorang putri (Rayinda Raumanen Mamahit).

Dilantik sebagai menteri di Kabinet Indonesia Bersatu II pada 22 Oktober 2009.

Sebelumnya ia pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Farmasi, Badan Penelitian dan Pengembangan Depkes sejak tahun 2007. Ia memperoleh gelar sarjana pada tahun 1979 dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan melanjutkan spesialisasi Kesehatan Masyarakat di Harvard School of Public Health di Boston, Amerika Serikat tahun 1992. Program doktor diambilnya di kampus yang sama dan lulus pada 1997.

Ia dideteksi menderita kanker paru pada Oktober 2010 dan telah menjalani pengobatan selama kurang lebih satu setengah tahun di dalam dan di luar negeri.

Selamat jalan Ibu Menkes Endang Rahayu, Semoga arwahmu diterima di sisiNya, amien….

Sumber:

  1. http://www.suaramerdeka.com/Dibalik-Kanker-Paru-paru-Sang-Mantan-Menkes
  2. http://health.okezone.com/ini-dia-penyebab-utama-kanker-paru-paru
  3. http://blogkesehatan.tricajusherbalajaib.com/penyakit-kanker-paru-paru.html
  4. http://lifestyle.kontan.co.id/inilah-penyebab-utama-kanker-paru-paruh
  5. ttp://www.arrytaufik.com/penyakit-kanker-paru-paru
  6. http://www.mediaindonesia.com/Didiagnosis-Kanker-Paru-Almarhumah-Endang-Sebut-Itu-Anugerah

1 Comment

  1. Nice Website.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*