Galery Foto Semnas Kearsipan dan Perpustakaan IPB

Semnas Kearsipan dan Perpustakaan IPB 10-11 Juli 2018

Semnas Kearsipan dan Perpustakaan IPB 10-11 Juli 2018

Banner

Banner

Seminar Nasional Kearsipan dan Perpustakaan IPB dengan Tema: Kesigapan Arsiparis dan Pustakawan Memasuki Era Revolusi Industri 4.0 pada tanggal 10-11 Juli 2018 bertempat di Gedung Auditorium Andi Hakim Nasoetion IPB Kampus IPB Dramaga Bogor.

Perpustakaan dan Unit Arsip Institut Pertanian Bogor bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) dan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) menggelar Seminar Nasional “Kesigapan Arsiparis dan Pustakawan Memasuki Era Revolusi Industri 4.0”, pada hari Selasa tanggal 10 Juli 2018 di Gedung Andi Hakim Nasution Kampus IPB Dramaga. Pada acara ini, dilaksanakan Memorandum of Understanding (MoU) antara IPB dengan Perpusnas RI, IPB dengan ANRI.

Penandatanganan kerjasama IPB dengan Perpusnas RI ini dilakukan oleh Rektor IPB, Dr. Arif Satria, SP, M.Si dan Kepala Perpusnas RI, Muhammad Syarif Bando dan Kepala ANRI, Dr. Mustari Irawan, MPA.

IMG_1916_crop_1200px

IMG_1925_1200px

IMG_1934_1200px

IMG_0090_1200px

IPB juga memfasilitasi MoU antara Perpusnas RI, ANRI dan beberapa perguruan tinggi di wilayah Bogor dan sekitarnya, diantaranya dengan:

  1. Universitas Pertahanan Indonesia,
  2. Universitas Nusa Bangsa,
  3. Universitas Djuanda,
  4. Universitas Ibnu Khaldun,
  5. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kesatuan,
  6. Universitas Islam Assyafiiyah,
  7. Universitas Siliwangi dan
  8. Universitas Pakuan.

Dalam sambutannya, Rektor IPB,  Arif Satria menyampaikan ucapan selamat, dengan adanya kerjasama Perpusnas RI, ANRI dengan IPB dan perguruan tinggi wilayah Bogor serta sekitarnya dapat menjadikan sinergi semakin kuat.

Rektor IPB, Dr. Arif Satria, SP, M.Si

Rektor IPB, Dr. Arif Satria, SP, M.Si

Rektor IPB menyebutkan pustakawan harus dapat membaca tanda-tanda perubahan. “Dengan membaca tanda-tanda perubahan zaman, maka perpustakaan dapat menyesuaikan diri sesuai dengan kebutuhan masyarakat.”

Hal serupa disampaikan oleh Kepala Perpusnas RI, Muhammad Syarif Bando. “Bisa jadi tugas seorang pustakawan harus berubah. Kita dituntut bergerak memahami apa yang dibutuhkan masyarakat. Seberapa besar masyarakat mengakses perpustakaan khususnya Perpustakaan Nasional. Seberapa besar kemampuan Perpustakaan Nasional menghimpun semua informasi apa yang dibutuhkan masyarakat. Budaya baca Indonesia rendah. Saya masih ragu di pedalaman Indonesia, masyarakat rajin membaca buku. Bisa jadi satu buku dibaca oleh 15 ribu orang. Artinya Indonesia lapar buku,” papar Muhammad Syarif Bando.

“Ada masyarakat di Papua tidak bisa mengakses buku baru. Jangan lagi ikut mengeluh tentang budaya baca. Seorang guru besar merekomendasikan buku kepada tukang bakso. Saya yakin tidak akan dibaca. Coba jika memberi buku tentang satu gerobak menjadi puluhan gerobak, saya yakin dibaca. Berikan buku sesuai dengan apa yang dihadapi orang tersebut. Itulah esensi perpustakaan. Membaca,” kata Muhammad Syarif.

Lebih lanjut Muhammad Syarif mengatakan, perpustakaan memiliki peran yang fundamental yaitu kemampuan menyatukan kekuatan.

“Apa yang dimiliki IPB dan perguruan tinggi lain, mari kita satukan dan berbagi bersama melalui satu aplikasi, migrasi data. Dengan demikian semoga masyarakat yang ada di daerah yang belum terkoneksi melaui Perpustakaan Nasional bisa mengakses. Tidak berguna memiliki koleksi banyak buku. Namun budaya bacanya rendah. Mustahil bicara kesejahteraan tanpa kecerdasan,” jelas Muhammad Syarif.

Oleh karena itu, kata Muhammad Syarif menyampaikan bahwa perpustakaan harus melakukan reorientasi definisi. “Bukan hanya tentang buku, rak dan perpustakaan tersebut sebagai gudang ilmu. Definisi tersebut harus segera diubah. Dengan masuk era Industri 4.0 seperti saat ini budaya baca akan semakin meningkat. Di era 4.0 ini, 800 juta pekerjaan manual akan hilang. Jangan pernah mengajari suatu profesi yang akan diambil alih komputer. Profesi guru dan dosen boleh jadi suatu hari nanti juga akan diganti oleh robot.”

Sementara itu Kepala Arsip nasional RI, Mustari Irawan,menjelaskan pentingnya peran kearsipan yang seringkali dihadapkan pada permasalahan lokal, regional, masalah yang sangat kompleks, sosial, ekonomi dan politik.

Sementara itu dalam paparannya, Mustari Irawan menyampaikan bahwa dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0, Arsiparis memiliki tantangan dalam pengelolaan arsip di masa mendatang, diantaranya arsip-arsip yang tercipta akan mengarah pada arsip berbasis teknologi digital dan cloud computing. ANRI terus berupaya mengembangkan Jaringan Informasi Kearsipan Nasional.

Sementara itu Kepala Arsip nasional RI, Mustari Irawan,menjelaskan pentingnya peran kearsipan yang seringkali dihadapkan pada permasalahan lokal, regional, masalah yang sangat kompleks, sosial, ekonomi dan politik.

“Masih banyak diantara kita tidak peduli terhadap arsip. Salah satu dampaknya adalah Pemerintah Daerah (Pemda) banyak kehilangan aset, karena asetnya banyak diklaim oleh masyarakat. Itu kenyataan. Jika terjadi di banyak daerah berapa kira-kira kerugian yang dialami negara kita. Belum lagi banyak desa konflik memperebutkan tanah yang potensial, sehingga filosofi arsip memiliki peranan yang besar,” tandasnya.

Pembicara Utama:

  1. Kepala Arsip Nasional RI,  Dr. Mustari Irawan, MPA
    Topik: Filosopi Makna dan Implementasi “Gerakan Sadar Tertib Arsip”
  2. Kepala Pespustakaan Nasional RI, Muhammad Syarif Bando
    Topik: Filosofi , Makna dan Implementasi “Pustakawan Bergerak”

Narasumber:

  1. Dr. Andi Kasman M, S.E.,M.M (Deputi Bidang Pembinaan Kearsipan ANRI)
  2. Prof. Dr. H. Nandang Alamsah Deliarnoor, S.H., M.Hum (Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran)
    Topik: erkembangan Pembuktian Yuridis Media Arsip Modern (Elektronik)
  3. Dr.  Irman Hermadi, S.Kom, M.S. (Kepala Sub Direktorat Integrasi Data IPB
    Topik: Pengelolaan Big Data di Era Revolusi Industri 4.0
  4. Ismail Fahmi, PhD (Konsultan Perpustakaan Nasional, Inisiator Indonesia OneSearch)
    Topik: Indonesia Archive OneSearch (IAOS)
  5. Prof. Dr. It. Pudji Muljono, M.Si (Kepala Perpustakaan IPB)
    Topik: Peran Pustakawan dalam Diseminasi Inovasi Pembangunan

Materi Semnas Kearsipan dan Perpustakaan IPB tersebut bisa di download disini:

  1. http://bit.ly/2ugL71r
  2. http://bit.ly/2N2yH53
  3. http://bit.ly/2m7sBVE

Rabu, 11 Juli 2018
PRESENTASI

  1. Dicki Agus Nugroho, S.Hum & Dr. A. Sri Haryati, M.Pd
    Topik : Menciptakan Desain Interior Perpustakaan Ramah Anak di Sekolah Dasar Negeri Potrobangsan Kota Magelang: Best Practice
  2. Endang Fatmawati, M.Si., M.A.
    Topik : Kenyamanan Ruang Perpustakaan Dengan Prinsip Green Office
  3. Mohamad Pandu Ristiyono
    Topik : Peran Pustakawan Pendidikan Jarak Jauh di era Disrupsi: Studi kasus di Perpustakaan Universitas Terbuka
  4. Maniso Mustar
    Topik : Pengembangan Identitas Profesional Pustakawan dalam Menghadapi Tantangan Perubahan
  5. Maria Husnun Nisa
    Topik : Aktif Bermasyarakat:Strategi Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Jati Diri Pustakawan
  6. Maryatun
    Topik : Implementasi Konsep Green Library Di Perpustakaaan Fakultas Ekonomika Dan Bisnis Universitas Gadjah Mada
  7. Masriyatun S.Sos., M.I.P
    Topik : Upaya Pengembangan Profesi Pustakawan Melalui Kegiatan Penelitian
  8. Sarwono
    Topik : Revolusi Industri dan Kompetensi Pustakawan
  9. Nova Indah Wijayanti, SIP
    Topik : Revolusi Industri dan Kompetensi Pustakawan
  10. Rizkiana Karmelia Shaura & Febriyanto
    Topik : Digitalisasi Arsip Dinamis Di Pt Transasia Resources  Sebagai Upaya Preservasi Informasi
  11. Rusna Nur Aini, A.Md & Purwani Istiana
    Topik : Digitalisasi Arsip Dinamis Di Pt Transasia Resources  Sebagai Upaya Preservasi Informasi
  12. Deden Himawan, S. Sos., M. I Kom & Irma Elvina
    Topik : Kompetensi Putakawan untuk  Pengembangan Bahan Perpustakaan Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0
  13. Irma Elvina
    Topik : Menjadi Pustakawan Embedded di Era Revolusi Industri 4.0
  14. Eko Wahyudi S.AP & Susi Sumaryati
    Topik : Manajemen Data dan Informasi sebagai Filling Sistem di Balai Taman Nasional Karimunjawa
  15. Dra. Ela Rosalina
    Topik : Sinkronisasi Dan Harmonisasi ISO 9001:2015 Terhadap Manajemen Mutu Kearsipan
  16. Dr. Ardoni, M.Si.
    Topik : Arsip: Kertas versus Elektronik
  17. Agung Kuswantoro
    Topik : Kompetensi Arsiparis di Era Disrupsi
  18. Supardi dadi Slamet, S.IP., M.I.Kom.
    Topik : Jurus Jitu Pustakawan Menghadapi Revolusi Industri 4.0
  19. Umi Sugiyanti, SIP., MA.
    Topik : Pustakawan dan Kesejahteraan Masyarakat – Peran Pustakawan Yang Sering Terabaikan
  20. Yaniasih, Tupan, Retno Asihanti Setiorini, Rizkiya Anisyah Putri
    Topik :  Kompetensi Pustakawan dan Framework untuk Meningkatkan Pemanfaatan Konten Repositori bagi Industri: Studi Kasus Bidang Pangan
  21. Zahir Juana Ridwan
    Topik : Mekanisme Tombol Nyala-Padam Otak Manusia Dalam Meningkatkan Kepercayaan Diri Serta Kualitas Berpikir Para Pustakawan
  22. Widiarsa
    Topik : Pustakawan dan Petani Lahan Marginal
  23. Dr. Doddy Rusmono, MLIS
    Topik : Peningkatan Percaya Diri dan Jati Diri Pustakawan ; Teaching Philosophy in Making Student’s Flair Work Effectively towards Betterments in Communicating Ideas
  24. Arif  Nurochman, SIP.MA & Wahyu Supriyanto, S.E., M.Si
    Topik : Manajemen Risiko Pengelolaan Dokumen Digital
  25. Siti Samsiyah,SS.M.Si
    Topik : Kemampuan Knowledge Management  yang Terintegrasi Bagi Pustakawan Menuju Era Revolusi Industri 4.0

Galery Foto menandatanganan MoU:

Gallery Foto Pemberi Materi:

Galery Foto pemberian cinderamata:

Galery Foto yang bertanya:

Galery Foto Peserta :

List Galery Foto Semnas Kearsipan dan Perpustakaan IPB:

Penulis © Anita Handayani
Fotografer:  Anita Handayani

Anita Handayani

Anita Handayani