Standard zoom lenses
These zoom lenses cover the wide to mid/telephoto shooting range, which includes the most commonly used angles of view.Users can capture the entire scene with a wide-angle setting and then immediately zoom in on attractive details of the subject. Extremely practical, these highly versatile lenses meet everyday needs for landscape and portrait photography.

Lensa Standard (Lensa Wide)
Ini lensa zoom mencakup untuk lebar pertengahan / tele lapangan tembak, termasuk lensa yang paling umum dipakai. Pengguna dapat menangkap seluruh adegan dengan pengaturan sudut lebar dan kemudian segera memperbesar detail yang menarik dari subjek. Sangat praktis, lensa ini sangat fleksibel memenuhi kebutuhan sehari-hari untuk memotret pemandangan dan memotret orang seluruh badan.

Super Wide Angle Lens :  < 24
Lensa sudut lebar di design untuk tempat yang sempit.  Cocok untuk memotret pemandangan dan memotret kelas supaya kita tidak jebol dinding tetangga :)

Lensa yang mempunyai mm kecil khusus untuk tempat yang sempit

Cara baca tulisan  Canon EF-S15-85mm f/3.5-5.6 IS USM adalah sebagai berikut:
Canon : produsen / merk
EF-S : jenis vatting / pangkon / bajonet / mounting
15-85mm : focal length vario antara 15 sampai 85mm pada full frame sensor / film 35mm
f/3.5-5.6 : diafragma maksimal pada rentang focal length
IS : image stabilizer
USM : ultra sonic motor, jenis motor pada lensa ini

15-85mm itu rentang focal length. Jika Anda sudah mengenal jenis-jenis lensa seperti wide angle, normal zoom, tele, dll; perlu Anda ketahui pembagian jenis tersebut berdasarkan focal length lensanya.  Pengkategorian lensa berdasarkan focal length:
<21 mm           : Extreme Wide Angle
21-35 mm        : Wide Angle
35-70 mm        : Normal
70-135 mm      :  Medium Telephoto
135-300+ mm   : Telephoto

Perlu diketahui pengkategorian di atas berdasarkan patokan focal length pada 35mm (film) atau DSLR fullframe. Untuk DSLR non-fullframe, focal length tersebut harus dikalikan dengan crop-factor kamera yang bersangkutan terlebih dahulu baru dapat dibandingkan dalam pembagian kategori di atas. 
 
EF -> mount lensa Canon sejak tahun 1987, mount sebelumnya bernama FD. Tambahan -S di belakang adalah kependekan dari Short Back Focus. Lensa dengan seri ini memiliki ‘buritan’ yang lebih nongol sehingga tidak bisa masuk ke body fullframe. Desainnya pun memang dirancang untuk body non-fullframe (APS-C) sehingga memiliki image circle yang lebih kecil daripada lensa seri EF biasa. Jika dipaksakan dipasang pada body fullframe (baik dibantu dengan extension tube atau cara lain), maka akan menghasilkan foto dengan vignetting yang cukup parah akibat jangkauan image circle tidak sampai mencakup keseluruhan frame.
 
L -> kependekan dari “Luxury”, biasa diplesetkan menjadi “Larang”. Lensa-lensa L-series Canon adalah lensa yang berada di jajaran atas. Dibuat dengan optik-optik pilihan yang berkualitas, juga memiliki build quality yang baik dan kokoh. Lensa seri ini ditandai dengan adanya gelang merah di leher bagian depan lensa. 
 
DO -> kependekan dari “Diffractive Optics”. Lensa seri ini bila dibandingkan dengan lensa lain yang memiliki focal length dan aperture maksimal yang sama biasanya memiliki bentuk yang lebih kecil dan berat yang lebih ringan. Canon juga meng-claim lensa seri DO ini memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengatasi chromatic aberration. Lensa ini ditandai dengan adanya gelang berwarna hijau di leher lensa bagian depan. Hingga saat ini Canon baru memproduksi 2 macam lensa dengan diffractive optics ini. 
 
IS -> kependekan dari “Image Stabilizer”. Teknologi peredam getar pada lensa yang memungkinkan lensa menstabilkan getaran tangan yang bisa menyebabkan foto shaking. Kemampuan IS biasanya diukur dengan stop rating, di mana semakin tinggi angka ratingnya, semakin baik kemampuan IS lensa tersebut dalam menstabilkan getaran. 
 
USM -> kependekan dari “Ultra-sonic Motor”, bisa diplesetkan menjadi “Untuk Semua Momen”. Lensa AF dengan motor ini biasanya memiliki kemampuan autofocus yang lebih cepat dan senyap sehingga dapat menangkap momen dengan lebih baik dan akurat.
 

Di Body lensa pasti mencantumkan FL (Focal Length) dan Aperture (bukaan lensa)

Lens EF-S15-85mm f/3.5-5.6 IS USM  artinya pada FL (Focal Length)nya = 15 mm dan Aperture (Bukaan Lensa)nya maximal 3,6 sedangkan pada FL (Focal Length)nya = 85 mm dan Aperture (Bukaan Lensa)nya  maximal 5,6.

Makin kecil angka Aperture (Bukaan Lensa) maka hasil gambar makin bagus, dan harganyapun makin mahal

50 mm = panjang fokal lensa. Ukuran 50 mm ini disebut panjang “normal” krn kira-kira sesuai pengelihatan mata telanjang. Lebih panjang disebut lensa tele, lebih pendek disebut lensa wide. Untuk 300D, lensa normal adalah 31 mm krn hrs dikonversi 50/1,6.
 
f=1,8 = aperture maksimumnya. Makin kecil angkanya, makin kecil DoF-nya dan kemampuan cahaya redupnya makin bagus.  Harganya lensa paling mahal adalah yang f nya kecil, maka lensa yang memiliki f/1,8 adalah lensa yang paling mahal harganya, harganya bisa jauh melebihi harga body camera .

EF = tipe koneksi lensa ke kamera (bayonetnya) untuk semua EOS Serie. EOS 300D pakai EF ini dan juga pakai EF-S. 

Yang paling penting utk diketahui adalah membaca focal length dan aperturenya. Karena itu adalah standar utk semua lensa.

Yg paling penting utk diketahui memang membaca focal length kalau di lensa Canon, titik merah di bagian depan itu menandanya tempat untuk pemasangan lens hoodnya.  Kalo titik merahnya dibelakang itu utk mencocokkan mounting kamera.
Tapi kalo yg dimaksud titik merah adalah warna gelang yang berwarna merah, itu berarti lensa L…
 
Sebenarnya kalo di lensa canon agak gampang utk membedakan stratanya…
Gelang silver = Lens USM versi generiknya.
Gelang emas = Lens USM versi medium… kecepetan fokus lebih baik, lebih silent, dan internal fokus
Gelang merah = Lens L versi Luxurynya… kaca lensanya jauh lebih bagus dr yg gelang emas, lebih cepet, lebih mahalll.dan aperturenya. Karena itu adalah standar utk semua lensa.

Tanda dua romawi (II):
Kalo tanda II artinya versi ke II
Biasanya makin besar versinya kualitas agak berkurang. (biasanya body lensanya atau USMnya)
Jd misalkan  Lens Canon 28-80 f/3.5-5.6 II dan  Lens Canon 28-80 f/3.5-5.6 V  lebih bagus yg versi II
 
Atau  Lens Canon 50mm f/1.8 dan  Lens Canon 50mm f/1.8 II.   Kualitasnya bahannya lebih bagus yg pertama. (mountingnya kalo yg versi I dari besi  sedangkan yg versi II dari plastik)  Harganya pun tentu beda juga.

USM = Ultra Sonic Motor.  Jadi kalo lensanya ngefokus bener-bener hampir tidak ada suara.

Tidak selalu versi yg lebih baru itu lebih jelek.
Contoh :
Canon EF 28-80mm f/3.5-5.6 USM dan
Canon EF 28-80mm f/3.5-5.6 II USM
Saya berani bilang kalau Canon EF 28-80 f/3.5-5.6 II USM jauh lebih baik daripada lensa sebelum-nya. Memang ada beberapa yg qualitas-nya tidak sebaik versi yg sebelum-nya. Tapi biasa-nya focusing speed-nya lebih cepat.  Tapi memang kualitas body lensanya lebih bagus yang lama.

anyway 50 f/1.8 the best….murah dan sip. mau yang Mk I/II bagus semua. Dofnya keren.

Di Canon, lensa yang bisa dipakai untuk kamera full frame hanya tipe EF dan EF-L (lensa L ditandai dengan ring merah, memiliki kualitas optic yg terbaik). EF-S mungkin bisa dipakai di kamera full frame tp objek terlihat kecil dan dipinggirnya ada border hitam.
 
Kekurangannya Full frame cuma 1, harganya mahal banget biasanya cocok untuk professional photographer, tapi kalau memang benar2 ingin terjun di dunia fotografi atau ada dana lebih bisa dipikir kembali untuk memilih kamera full frame.

Contoh jenis lensa EF-S saat ini memang tidak banyak, sementara yang ada cuma 4 :
EF-S10–22 mm f/3.5 – 4.5 USM (lensa wide banget)
EF-S17–85 mm f/4 – 5.6 IS USM (lensa standard + semi tele (70mm keatas))

EF-S18–55 mm f/3.5 – 5.6 USM (lensa kit standard)

EF-S60 mm f/2.8 Macro USM (lensa macro)

EF-S18-55mm f/3.5-5.6 USM disebut Lensa Kit Standard, karena pada saat kita membeli camera canon maka lensa inilah yang langsung kita dapatkan sebagai bonus.

Hasil fotonya (EF-S15-85mm f/3.5-5.6 IS USM • 1/250 sec. • f/8.0) adalah sebagai berikut: 

 

Hasil fotonya (EF-S17-55mm f/2.8 IS USM • 1/800 sec. • f/2.8) adalah sebagai berikut: 

 

Hasil fotonya (EF-S17-85mm f/4-5.6 IS USM • 1/8 sec. • f/5.6) adalah sebagai berikut: 

 

Hasil fotonya (EF-S18-55mm f/3.5-5.6 IS II • 1/500 sec. • f/5.6) adalah sebagai berikut:
Lensa wide ini yang saya dapatkan free ketika beli camera canon 40 D seharga 10.400.000,- pada tahun 2008 

 

 
Hasil fotonya (EF-S18-135mm f/3.5-5.6 IS STM • 1/500 sec. • f/9.0) adalah sebagai berikut:

 

 
Hasil fotonya (EF-S18-135mm f/3.5-5.6 IS • 0.6 sec. • f/8.0) adalah sebagai berikut:

 


Hasil fotonya (EF24-105mm f/4L IS USM • 1/125 sec. • f/10) adalah sebagai berikut: 



Hasil fotonya (EF28-135mm f/3.5-5.6 IS USM • 1/125 sec. • f/8) adalah sebagai berikut: 

Sumber: Hasil Pelatihan Fotografi di Canon School dan http://web.canon.jp/imaging/lens/technology/lineup/index2.html