Camera Canon 6D (WG)

Blog Button
anita's personal blog

,•´º o`•,/__/ _/\_ //____/\
“`)¨(´´´ | | | | | | | || |l±±±±
¸,.-•²°´ ¸,.-•~•~•-.,¸ `°²•-. :º
Update 21 Februari 2017

Product Canon EOS 6D Body Only

Product Canon EOS 6D Body Only

Seperangkat Canon EOS 6D

Camera Canon EOS 6D (WG) Wifi Full Frame Built-in Wifi & GPS Body Only No. Seri Mesin: 21038024002010, Kartu Garansi: 00414B0400093 ini saya beli dengan harga 18.200.000 pada tanggal 6 April 2014.  Sekarang,  tanggal 8 November 2016 harganya naik menjadi Rp 19.170.000 , lumayan beda harganya kurang lebih 1 juta.

Jika membeli badan kamera Canon EOS 6D maka akan mendapatkan:
  1. Body Camera EOS 6D
  2. Baterai Pack LP-E6
  3. Cover pelindung Battery dari arus pendek
  4. Charger Baterai LC-E6/LC-E6E*
  5. Tali kamera yang lebar (Wide Strap) EW-EOS6D
  6. Kabel data buat download foto dari kamera ke komputer (Interface Cable) IFC-200U
  7. Kabel data buat melihat foto langsung di TV (Stereo AV Cable)  AVC-DC400ST
  8. Buku manual berjudul Camera Basic Instruction Manual
  9. Buku manual berjudul Wi-Fi (Basic)/GPS Function Instruction Manual
  10. Buku manual berjudul lPocket Guide
  11. Buku manual berjudul Wi-Fi/GPS Cautions
  12. CD-ROM manual berjudul Camera Insruction Manual
  13. CD-ROM manual berjudul Software Instruction Manual
  14. CD-ROM manual berjudul Software EOS DIGITAL Solution
  15. Kartu garansi 1 tahun yang berisi Nomor Garansi dan Nomor Seri kamera

Baru sekarang saya mempunyai kesempatan menulis tentang Product Canon EOS 6D Body Only ini.

Saya mau menjelaskan Spesifikasi Product Canon EOS 6D Body Only ini satu persatu dibanding Product Canon terdahulu (berikut kelebihan dan kekurangannya).

Spesifikasi atau Keunggulan Product Canon EOS 6D Body Only, yaitu:
  1. Sensor 20.2 MegaPixel CMOS
    Canon EOS 6D dibekali dengan sensor CMOS berukuran 20.2-megapixel agar dapat menangkap dengan detail dan jernih. Dengan resolusi tinggi memungkinkan Anda untuk mencetak foto dalam ukuran besar dan fleksibelitas dalam memotong gambar untuk komposisi alternatif yang lebih bervariasi.  New entry lavel untuk Full Frame karena sudah memiliki sensor 20,2 Megapixel.  Gambar dan detail berkualitas baik dengan resolusi tinggi 20.2 MegaPiksel didapatkan dari teknologi sensor CMOS full frame yang tercanggih dari Canon. Tipe Sensor: CMOS.
    CMOS 20,2 MP
  2. FULL Frame 20,2 MegaPixel CMOS
    Hasil foto lebih baik dibanding Crop frame (dynamic range, detail, noise dan hal-hal teknis lainnya)
    tidak mengalami crop lensa (cocok untuk lensa lebar, misal lensa wide 18 mm ya tetap 18mm) lebih bokeh (blur).  Kualitas hasil foto diatas sensor crop frame (khususnya di ISO tinggi).  Bisa memakai lensa Crop frame, tapi lensa full frame tidak bisa dipakai di sensor Crop frame (APS-C ).   Full Frame 20,2 MegaPixel CMOS sensor yang menakjubkan sangat ideal untuk photoshoot di Studio ataupun di Lapangan.
    Full Frame
  3. DIGIC 5
    Canon EOS 6D telah didukung prosesor pengolah gambar DIGIC 5.   Anda akan mampu mengabdikan setiap momen berharga tanpa takut kehilangan detail.  DIGIC 5 Imaging processor juga memperbaiki tingkat akurasi warna menggunakan penyesuaian White Balance dengan Intelligent Multi-Area.  Memiliki prosesor CAnon DIGIC 5 + Image Processor  yang dapat mengambil gambar hingga 4,5 fps yang memberikan kejelasan dan ketajaman yang luar biasa, bahkan ketika menangkap momen cepat.
    DIGIC 5+
  4. Wi-Fi Certified
    Bisa menggunakan Wifi untuk Kontrol, Transfer, Mencetak, Bagikan foto.  Kelebihannya ada Wifi artinya kita bisa transfer data yang ada di kamera  langsung dari kamera ke dalam tablet.  Bersertifikat Wi-Fi.  Built-in WiFi.  Kemampuan WiFi memungkinkan EOS 6D untuk terhubung ke jaringan nirkabel pada kecepatan tinggi, memungkinkannya untuk mentransfer data dengan cepat ke PC dan smartphone dan mencetak foto dengan printer nirkabel yang mendukung PictBridge.  Dapat menggunakan EOS Remote yaitu aplikasi smartphone (iOS / Android) untuk memanfaatkan kemampuan WiFi EOS 6D dengan memungkinkan smartphone untuk mengontrolnya, memungkinkan pengguna untuk menelusuri dan mengunduh gambar, mengubah mode pemotretan, menyesuaikan fokus dan bahkan memotret foto.
    Wi-Fi Certified
  5. ISO Kamera 25600
    Dynamic range gambar luas.  Noise sangat rendah.  Sensitifitas ISO standardnya 100 – 25600 tapi bisa exanded 50 – 102800.
    Dengan ISO range 100-25600, memungkinkan kamera mengambil gambar berkualitas tinggi di kondisi cahaya yang rendah, walaupun tanpa menggunakan flash.
    Dengan sensitivitas yang dioptimalkan, subjek foto akan dengan jelas dan mudah difoto dalam shutter speed yang tinggi tanpa menggunakan flash, dengan tingkat blur dan noise yang minim.
    Dan dalam kondisi cerah, terutama dalam situasi cahaya matahari yang terang ditambah long exposure, agar menghasilkan exposure yang tepat dengan diameter lensa yang besar, Anda tidak lagi membutuhkan filter gelap (flter ND) untuk menyeimbangkan exposure, karena rentang ISO pada kamera ini dari 100 hingga 25600.  Tidak perduli persyaratan eksposur Anda, EOS 6D memungkinkan pengaturan kecepatan ISO yang fleksibel dari ISO 100 – 25600 dan ditingkatkan ke L: ISO 50, H1: 51200 dan H2: 102800 untuk menyesuaikan sensitivitas kamera terhadap cahaya dari lingkungan dalam ruangan dengan cahaya redup hingga luar ruangan yang luas di siang bolong, EOS 6D memotret semua gambar dalam cahaya terbaik.
    Konstruksi fotodioda baru, susunan mikrolensa tanpa celah dan untaian pengurangan noise on-chip pada CMOS untuk menjaga data jelas dan jernih bahkan pada pengaturan ISO yang tinggi dan eksposur lama, sehingga pandangan fotografi Anda tidak terganggu.
    ISO 25600
  6. 11 Point AF
    Autofokus cepat.  Hanya saja pemilihan AF point kurang ergonomis atau kurang praktis.  Fokus Point ada 11 titik, yang cross hanya titik yang tengah.  Kamera DSLR ini memliki fitur Full High Definition Movies dengan sistem 11 point AF points, 63-zone Dual Level Metering Sensor yang dapat membantu Anda mengambil foto dari posisi apapun
    11 Point AF (AutoFocus)
  7. Up to 4,5 Frames Per Sec
    4,5 Frames Per Continuous Shooting Second.
    Up to 4.5 Frames Per Second
  8. GPS
    Mode GPS bawaan dengan sensitivitas dan presisi tinggi dalam EOS 6D memungkinkan pengguna untuk memberi tanda pada gambar dengan koordinat GPS, mengingat lokasi pemotretan dan bahkan merutekan perjalanan dengan fungsi loggingnya.
    GPS atau Global Positioning System dalam pengertian sederhana adalah salah satu sistem yang akan membantu kita untuk mengetahui posisi kita berada saat ini. GPS bekerja dengan menstransmisikan sinyal dari satelit ke perangkat GPS (handphone atau Blackberry yang dilengkapi teknologi GPS misalnya). Untuk memperoleh detil posisi yang seakurat mungkin, GPS sebaiknya digunakan di ruang terbuka Penggunaan GPS di dalam ruangan, hutan ataupun di tempat yang banyak gedung-gedung tinggi, akan membuat GPS bekerja kurang akurat.
    Informasi GPS ditransmisikan oleh beberapa satelit (tiga satelit misalnya) sehingga GPS receiver mampu mengkalkulasi dan menampilkan seakurat mungkin posisi, kecepatan dan informasi waktu kepada pengguna GPS.
    GPS (Gloval Positioning System)
  9. Video Full-HD EOS
    Merekam video Full-HD dengan kontrol manual terhadap frame, exposure dan suara.
    Anda bisa merekam video dengan format file MOV.
    Kualitas suara yang terekam pun mono serta dilengkapi dengan jack untuk menghubungkan dengan mikrofon eksternal.
    EOS Movie
  10. Multiple Exposure
    Penggabungan Beberapa Images.  Fitur multiple-exposure adalah mode kreatif dalam tehnik fotografi yang menggabungkan beberapa gambar dengan berbagai tingkat kecerahan ke dalam satu gambar (membuat 2-9 eksposur untuk digabung menjadi satu gambar), memungkinkan Anda untuk menghasilkan karya phothographic artistik.
    Teknik menggabungkan beberapa foto untuk mengurangi munculnya noise dalam hasil akhir ketika menggunakan ISO tinggi.   Lalu kenapa bisa mengurangi noise? Karena kebanyakan noise tidak muncul berulang di tempat yang sama pada foto yang berbeda, sehingga exposure berulang memungkinkan hilangnya beberapa noise pada hasil akhir.  Multiple exposure untuk peningkatan kualitas foto.
    Multiple Exposure
  11. High Dynamic Range (HDR) Terbaru
    Dengan High Dynamic Range (HDR) mode baru, Canon EOS 6D dapat menggabunkan 3 gambar dari berbagai eksposure, menangkap berbagai bayangan dan detail sorot dan memberikan gambar dengan tonal range yang menakjubkan.
    Dalam Bahasa Indonesia HDR berarti jangkauan dinamis tinggi, atau bahasa mudah nya teknik HDR adalah sebuah teknik pengambilan foto dengan mengambil minimal 3 foto dengan Exposure yang berbeda mulai dari exposure rendah, sedang dan exposure tinggi sehingga dalam sekali pengambilan foto kita memiliki 3 berkas foto dengan hasil yang terlalu gelap, sedang dan hasil yang terlalu terang. Dari 3 berkas itulah nanti nya akan kita proses menjadi satu foto yang memiliki pencahayaan yang sempurna.  Fitur HDR mampu menghasilkan hasil foto yang indah dengan detail dan pencahayaan yang menakjubkan.
    Kamera lain umumnya mempunyai keterbatasan jumlah detail gambar yang dapat direkam, jumlah detail gambar yang dapat direkam sangat tergantung dengan kondisi cahaya saat itu.  Kamera non-HDR hanya bisa mengambil gambar dengan jangkauan pencahayaan terbatas, hasilnya kurang detail pada area gelap atau terang.
    Masalah yang sering kali muncul adalah saat kondisi cahaya kurang atau berlebihan detail gambar yang terekam sering kali tidak maksimal.
    Dinamic range atau rentang dinamis adalah rasio terang kegelap, untuk memaksimalkan detail yang dapat direkam fitur HDR tidak hanya mengambil satu gambar tapi mengambil tiga gambar dengan tingkat eksposur yang berbeda kemudian menggabungkannya dengan mengambil bagian terbaik. Hasilnya seharusnya seperti yang terlihat oleh mata pengguna bukan yang dilihat oleh kamera dengan kata lain lebih natural.Kapan fitur HDR cocok digunakan?Fungsi HDR pada kamera hp, kamera poket atau kamera profesional adalah meningkatkan kualitas hasil pengambilan gambar pada situasi-situasi tertentu, jadi fitur ini sebenarnya tidak dapat digunakan pada semua situasi.

    Situasi terbaik untuk menggunakan fitur HDR ini adalah sebagai berikut:

    1. Mengambil gambar pemandangan atau Landscape, mengambil gambar pemandangan yang dilakukan diluar ruangan biasanya memiliki banyak kontras antara langit dan tanah, yang sebenarnya situasi ini sulit untuk kamera karena langit biasanya terlalu terang sehingga tanah akan tampil terlalu gelap. Dengan menggunakan fitur HDR kamera detail langit dapat tertangkap tanpa membuat tanah menjadi terlalu gelap

    2. Cahaya terlalu berlimpah, seperti yang telah disebut diatas pencahayaan adalah salah satu aspek yang mempengaruhi kualitas hasil saat pengambilan gambar, namun terlalu banyak cahaya seperti saat mengambil foto seseorang saat cuaca cerah dan cahaya matahari mengenai langsung ke objek foto atau pada situasi cahaya dari depan terlalu keras, karena cahaya yang masuk ke sensor kamera terlalu kuat biasanya dapat menyebabkan wajah seseorang yang menjadi objek foto tersebut menjadi gelap atau terlalu terang sehingga jumlah detail yang terekam tidak maksimal. Fitur HDR camera dapat memaksimalkan kualitas hasil foto pada situasi ini.

    3. Kurang cahaya, kebalikan hal yang diatas saat kondisi cahaya yang kurang atau cahaya dari belakang terlalu kuat, biasanya hasilnya terdapat bagian-bagian yang hitam pekat atau detail dibagian tersebut tidak tertangkap.

    Kapan Fitur HDR tidak cocok digunakan?

    Seperti yang telah disebutkan diatas mengambil foto hdr ini tidak cocok untuk digunakan untuk segala situasi karena pada situasi-situasi tertentu fitur ini bukannya meningkatkan kualitas foto malah akan memperburuk hasilnya.

    1. Berikut situasi yang tidak cocok untuk menggunakan fitur ini. Objek bergerak, Jika yang menjadi objek foto dalam keadaan bergerak maka fitur ini tidak dapat berfungsi dengan baik karena hasilnya pasti akan kabur tidak fokus. Hal ini disebabkan karena seperti yang telah dibahas sebelumnya fitur ini mengambil 3 foto sekaligus dan tentu saja saat mengambil ketiga foto tersebut tidak dapat dilakukan secara bersamaan tetap ada jeda saat mengambil masing-masing foto walaupun waktu jedanya sangat singkat.

    2. Tingkat kontras yang tinggi, pada beberapa situasi foto terlihat sangat indah karena perbedaan gelap dan terang yang kuat, contoh jika pengguna ingin mengambil bayangan dari objek foto yang biasanya gelap atau hitam pekat, nah fitur ini akan berusaha untuk mengangkat tingkat cahaya pada bagian tersebut, sehingga tujuan pengambilan gambar tersebut tidak tercapai.

    Kekurangan HDR: Kamera membutuhkan waktu lebih lama untuk menghasilkan sebuah foto, karena kamera harus mengambil tiga gambar bukannya satu kemudian menggabungkan ketiga gambar tersebut menjadi satu gambar.  Tidak bisa digunakan pada semua situasi contohnya objek yang bergerak, atau objek dengan cahaya yang cukup.

    HDR (High Dynamic Range)

  12. EOS Movie Full HD
    Format Video: MOV.
    EOS Movie Full HD
  13. EOS integrated cleaning system
    EOS integrated cleaning system
  14. 3:2 Wide 7.7cm/3,0″ LCD ClearView
    Ukuran Layar LCD: 3 inchi.
    3:2 Wide 7.7cm/3,0" LCD ClearView
  15. Approx. 97% Viewfinder
    Approx. 97% Viewfinder
  16. 63 Zone Dual Layer Metering
    63 Zone Dual Layer Metering
  17. Bodinya ramping dan ringan.  Berat: 0,26 kg. Ukuran (LxWxH cm): 14,4 x 11 x 7,12 cm.  Garansi produk: 1 Tahun Garansi Resmi.  Tipe Baterai: LP-E6.  Built in Flash: Ya.  Range Shutter Speed: 4000/1.   Menggunakan memori SD, SDHC atau SDXC.  Terbuat dari aluminium alloy, polycarbonate chassis dan magnesium polycarbonate resin yang tahan debu dan tahan cuaca, dan memiliki fitur pegangan untuk penempatan jari lebih mudah.
    Kekurangannya: Hanya punya 1 buah slot SD Card.  Belum punya audio langsung.  Belum bisa menggunakan fitur Video untuk monitoring.  Lebih banyak ke foto, jadi untuk Anti Aliasingnya dihilangkan.  Video mengeluarkan moir.  Kekurangannya masih ada Jelly Effect.  Kamera ini lebih cocok untuk Entry Level.


Penulis: Anita Handayani

Update Selasa 21 Februari 2017