Anita's Personal Blog

Kegiatan Arsiparis | Komputer | Fotografi

Category: Mewarnai

Gambar Kubisme karya Anakku Ruth

Waktu aku lagi beres2 mejanya Ruth, aku menemukan gambar kubisme ini, aih…. aku kagum sekali, ini adalah gambar kubisme original anakku Ruth yang membuatku kagum karena membuatnya perlu ketelitian dan waktu yang lama. Ruth masih duduk di kelas 1 SMP, umur 12 tahun.

Gambar Kubisme dua sejoli Original Design by Anakku Ruth Ardita Damanik

Gambar Kubisme dua sejoli Original Design by Anakku Ruth Ardita Damanik

Copyright © Anita Handayani


Gambar anakku Ruth berjudul Hari Raya itu Mudik

Gambar Ruth berjudul Hari Raya itu Mudik

Hari ini, Kamis 16 Juli 2015,  anakku menggambar bagussss sekali, judulnya “Hari Raya Itu Mudik”. :)

“SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1436 H”

Baru tahun ini Hari Raya Ied dirayakan serentak oleh Muhammadiyah dan NU.  Semoga ditahun2 mendatang juga seperti ini, yaitu hari raya Idul Fitri dirayakan serentak, yaitu besok hari Jum’at tanggal 17 Juli 2015.

Gambar Manga hasil karya: Ruth Ardita Damanik
Penulis : Anita Handayani


Hasil Menggambar anakku Ruth ada di Majalah Bobo

Senang sekali, Puji Tuhan, akhirnya setelah ditunggu2 cukup lama akhirnya hasil gambar anakku Ruth Ardita Damanik ada di Majalah Bobo No. 48

Hasil Menggambar Ruth terpampag di Majalah Bobo No. 48

Judul Gambarnya: Supercell

Anakku Ruth Mengirim 2 Buah Gambar ke Majalah Bobo 10 Desember 2013

Ini cover depan Majalah Bobo No. 48 yang terbit  tanggal 6 Maret 2014

cover majalah bobo no 48Link Terkait:
Ada 2 gambar yang dikirimkan Ruth ke Majalah Bobo, beritanya bisa dilihat disini:
http://anitanet.staff.ipb.ac.id/anakku-ruth-mengirim-gambar-ke-redaksi-majalah-bobo/

Penulis: Anita Handayani


Hasil Lomba Menggambar dengan Tema “Saving The World”

Hasil Lomba Menggambar

dengan Tema “Saving The World”

 

Bersama ini saya ingin menampilkan hasil gambar mewarnai pada lomba global art 2012 tingkat nasional dengan thema  Saving The World.  Lomba berlangsung selama 2 jam, dari jam 13.00 s/d 15.00.  Tempat Lomba di The Palm Grand Ballroom – Jakarta Barat. Semoga bermanfaat dan menjadi inspirasi buat anak-anak yang akan mengikuti lomba menggambar.

Anak saya Ruth umur 9 tahun ketika mau mengikuti lomba mendapat nasehat sebagai berikut dari guru menggambarnya di Global Art, namanya Kak Diah, sebagai berikut:

  1. Pewarnaan satu arah

  2. Jangan pakai pinsil kaca

  3. Pakai Pensil EE, EB

  4. Tangan dilapisi Tisu

  5. Gambar dikreatifkan

  6. Jangan terlalu ditekan

  7. Gunakan warna yang cerah agar hidup

Ini hasil gambar anak saya Ruth

1st_RunnerUp_Grup_B_Ruth_Ardita_Damanik_GlobalArt_ITC_Depok

Grup A Peserta Lomba adalah Umur 4-6 tahun

Nama

Center

Champion

1 102-02 FAEYZA ZAHRA ANINDITA  A Barcelona
 champion_grup_A_Faeyza_Zahra_Anindita_GlobalArt_BarcelonaBSD_Tangerang
Grup B  Peserta Lomba adalah Umur 7-9 tahun

Champion

1 116-19 VIDI VEBRIANI B Pondok Indah
 champion_grup_B_Vidi_Vebriani_GlobalArt_Pondok_Indah

1 st Runner Up

1 125-04 SASKIA AZALIA DIVANA PUTRI B Lampung
 1st_RunnerUp_Grup_B_Saskia_Azalia_Divana_Putri_GlobalArt_Lampung
2 112-15 AURELLIA WILHELMINA TRIANTIO B PIK
 1st_RunnerUp_Grup_B_Aurella_Wilhelmina_Triantio_GlobalArt_PIK
3 109-10 RUTH ARDITA DAMANIK B Depok
 1st_RunnerUp_Grup_B_Ruth_Ardita_Damanik_GlobalArt_ITC_Depok
Grup C  Peserta Lomba adalah Umur 10-12 tahun

Champion

1 202-20 SHERILYN PAISAN C Daan Mogot
 champion_grup_C_Sherilyn_Paisan_GlobalArt_DaanMogot_Cengkareng

1 st Runner Up

1 204-08 AMANDA RIZQI NURSIDI C Kemang Pratama
 1st_RunnerUp_Grup_C_Amanda_Rizki_Nursidi_GlobalArt_KemangPratama_Bekasi
2 206-16 ANNA ELVIRA HARTOYO C Bandung
 champion_grup_C_Sherilyn_Paisan_GlobalArt_DaanMogot_Cengkareng

2nd Runner Up

1 205-16 Vincent Aldi Hariono C Depok
 2nd_RunnerUp_Grup_C_Vincent_Aldi_Hariono_GlobalArt_ITC_Depok
Grup D  Peserta Lomba adalah Umur 13-18 yahun

Champion

1 207-27 Angelina Anneke D Yogyakarta
champion_grup_D_Angeline_anneke_GlobalArt_Adi_Sucipto_Yogyakarta

1st  Runner Up

1 205-05 NUR ALIF RAMADHAN D Bintaro Sektor 3
 1st_grup_D_Nur_Alif_Ramadhan_GlobalArt_Bintaro_Sektor3

2nd Runner Up

1 203-24 HELEN WIDJAJA D Taman Galaxi
 1st_grup_D_SHelen_Widjaja_GlobalArt_TamanGalaxi_Bekasi
2 207-30 EUNIKE CERELIA RIJAYA D Semarang
 2nd_RunnerUp_Grup_C_Eunike_Cerelia_Rijaya_GlobalArt_Semarang

3nd Runner Up

1 202-21 STANLEY PAISAN D Daan Mogot
 3nd_RunnerUp_Grup_C_Stanley_Paisan_GlobalArt_DaanMogot_Cengkareng
2 207-10 ASTRID  PRATIWI  HARTOYO D Bandung
 3nd_RunnerUp_Grup_C_Astrid_Pratiwi_Hartoyo_GlobalArt_Bandung

 

Ini brosur yang didapat Anak saya Ruth sebelum mengikuti lomba:

 

brosur_lomba_mewarnai_global_art_2012

Tulisan ini bisa di download dalam bentuk file pdf disini:
Hasil Lomba Menggambar oleh Anita Handayani.pdf

Copyright © Anita Handayani (http://anitanet.staff.ipb.ac.id)


Mewarnai Barbie

Koleksi Mewarnai Barbie

Barcur_Barbie_peeking_from_behind_a_curtain_ barbie36 barbie33 barbie6 barbie7 barbie8 barbie5 barbie4


Mewarnai Strawberry Shortcake

Kumpulan Mewarnai Strawberry Shortcake

Charlotte_aux_fraises01_1_ Charlotte_aux_fraises02_1_ Charlotte_aux_fraises03_1_ Charlotte_aux_fraises04_1_ Charlotte_aux_fraises05_1_ Color2 Color3 Color4 Color5 Color6 Color7 Color8 Color9 Color25 Color26 Color31 Color32 Color33 Color34 Color35 Color38 Color39 Color41 Color42 Color43 Color44 Color46 Color48 Color49 Color50 Color51 Color52 Color53 Color56 Color60 colorcoloring3 Colorstawberry


Mewarnai Dora The Explorer

Kumpulan Mewarnai Dora The Explorer

dor2 dor3 dor4 dor6 dor7 dor8 Dora_The_Explorer_21 Dora_The_Explorer_23 Dora_The_Explorer_24 Dora_The_Explorer_41 Dora_The_Explorer_43 Dora_The_Explorer_44 dora1 dora2 doraboots dorabootshug dorahi dorawalking dorawaving


Yuk Mewarnai

Yuk Mewarnai

pic-home var-disney-coloring-pages-pictures-print-12

Popular Cartoon Character Coloring Pages:

(daftar gambar ada di http://www.coloring.ws atau http://www.coloring.ws/coloring.html)

Testimoni:

Crayon yang bagus untuk menggambar apalagi untuk lomba namanya Carandache, buatan Swiss (kalau tidak salah).

Ada berbagai macam jenis. Untuk pemula pakai saja NeoColor I, untuk isi 30,harganya sekitar Rp. 200.000,- (kurang lebih). Untuk lanjutan dan untuk warna tambahan bisa dipakai NeoColor II. Kalau yang suka pastel, bisa pakai NeoPastel. Kalau yang suka warna mengkilat, bisa beli lagi tambahan warna2 mengkilat (silver, gold, dll.)

Crayon ini memang agak susah dicari. Kalau saya di Bekasi bisa beli di toko Intermedia di daerah pertokoan Kemang Pratama (di seberang sekolah Marsudirini).

Kalau biasanya untuk anak2 saya, saya beli di Sanggar Gambar (Nama sanggarnya Cissie di daerah Sunter, Cissie selain senang menggambar juga seorang dokter). Biasanya kalau ikut lomba, banyak yang menang kalau pakai Carandache. Minggu lalu anak2 saya ikut lomba untuk dikirim ke Polandia, minggu sebelumnya untuk dikirim ke Jepang.

Anak saya yang kedua (cewek), sudah pernah menang 2 kali, biarpun hanya juara harapan dari Norwegia dan satu lagi dari negara Eropa lainnya.
From Isdianto “Isdianto” <isdianto@gmail.com>

Kebanyakan juri yang bertugas untuk menilai hasil dari suatu perlombaan adalah guru yang berasal dari Sanggar Lukis atau Sanggar Gambar. Karena mereka dianggap representatif untuk menilai suatu hasil lomba. Karena umumnya mereka mengajarkan metode menggambar harus seperti yang mbak jelaskan pake gradasi warna dan pelangi.  Sehingga tidak heran kalau kebanyakan yang jadi pemenang adalah mereka yang memakai metode seperti itu, selebihnya baru kreatifitas yang dinilai.
From “Tony” <iris@cbn.net.id>

Di sanggar sudah diajarkan tehnik pewarnaan yang sama (semuanya pakai metode seperti gradasi warna atau pelangi).  Karena penasaran akhirnya saya coba belikan juga Carandache Neocolor I untuk anak saya yang baru berusia 4th. Memang hasilnya rapih sekali.
From Gina<regina.a.kolibonso@exxonmobil.com>

Hasil gambar dengan crayon merek carandache (karandash) memang jauh lebih halus dibanding dengan merek crayon lainnya, tapi menurut saya karakter crayonnya jadi kabur saking terlalu halusnya. Menurut beberapa guru gambar, teknik menggambar dengan crayon yang saat ini sering diajarkan untuk tingkatan pemula (anak-anak) sering menyalahi karakter crayon yang memang tidak diperuntukkan untuk menonjolkan kehalusan gradasi warna.  Akibatnya, meskipun hasil gambarnya bagus, namun karakter crayonnya jadi tidak menonjol.  Kalau mau dipakai untuk berlomba memang krayon ini hasilnya dijamin jauh lebih bagus dibanding merek lainnya, tapi kalau mau lebih fair mestinya disyaratkan memakai merek crayon yang sama.
From Sumarini Tjitrosoemarto <sumarini_t@ya To hoo.com>
Isdianto <isdianto@gmail.com>

Saya ingin coba menanggapi tulisan ibu Gina mengenai crayon serta beberapa hal yang berhubungan dengan crayon.

Agar tidak rancu, saya ingin garis bawahi dulu nama Carandache adalah ‘merk’, bukan jenis media warna.

Dimana Carandache memproduksi aneka media Gambar/ Lukis yang cukup lengkap,salah satunya adalah Neocolor 1 yang sedang kita bicarakan dan yang banyak dipakai untuk lomba Mewarnai/ Menggambar saat ini.

Setahu saya Neocolor 1 memang merupakan formula baru dimana bahannya merupakan gabungan antara oil(minyak) dan wax (lilin). Neocolor 1 sendiri mulai masuk Indonesia (kurang lebih) sekitar awal 2002, memang termasuknya belum lama, yang artinya sebelum Neocolor 1 masuk, kebanyakan pengguna crayon di Indonesia hanya disodori 2 pilihan yang oil atau wax.

Namun banyak pilihan pengguna jatuh ke oil (yang dikenal sebagai OIL PASTELS) karena untuk yang type wax terlalu licin dan keras sehingga hasil goresan di atas kertas menjadi tidak jelas/ kurang indah.

Sedangkan yang jenis oil menjadi populer karena goresannya mempunyai karakter yang kuat, sehingga tidak jarang pelukis/ perupa memakai Oil Pastels untuk berkarya.

Teknik Oil Pastels sendiri cukup variatif dan dapat menghasilkan karya dengan nilai estetika yang tinggi.

Karakter goresan oil pastels cenderung kasar/ bertekstur, sehingga ini yang banyak dimanfaatkan sebagai kelebihan Oil Pastels yang tidak dimiliki oleh media lain; ada juga yang mengangkat goresan tersebut dengan campuran cat air sehingga karakter goresan oil pastels semakin kuat.

Di luar Indonesia, media Oil Pastels merupakan media yang banyak digunakan untuk berkarya Seni, bahkan tidak jarang karya mereka disertakan dalam Pameran-pameran Internasional.

Kelebihan Neocolor 1 sendiri jelas lebih halus, warna lebih cerah, serta tidak banyak menyisakan ‘ampas’ yang sering membuat gambar menjadi kotor, namun Neocolor 1 memang bukan Oil Pastels, yang memang tidak akan bisa menghasilkan goresan seperti Oil Pastels, jadi agak susah membandingkan 2 bahan yang berbeda.

Carandache juga memproduksi Oil Pastels, ini yang sebenarnya lebih tepat bila ingin membandingkan.

Mempelajari teknik Oil Pastels ‘yang benar’ sebenarnya cukup sulit, apalagi untuk anak-anak, berbeda dengan Neocolor 1 yang cukup mudah digunakan untuk anak-anak, sehingga yang terjadi pada setiap Lomba Mewarnai/ Menggambar anak-anak cukup familiar dengan Neocolor 1.

Menurut saya, pencampuran warna atau juga gradasi (bukan pelangi) merupakan teknik yang mutlak dipelajari bagi mereka yang ingin belajar menggambar/ mewarna/ melukis, artinya teknik tersebut dapat diaplikasikan ke semua media warna baik kering maupun basah, tak terkecuali media hitam putih seperti konte, dan tiap media akan menghasilkan karakter ‘gradasi’ yang berbeda-beda.

Gradasi umumnya digunakan untuk membedakan gelap-terang pada obyek yang terkena cahaya/ tidak atau juga untuk menghasilkan komposisi warna yang dinamis, sehingga obyek yang diwarna akan berkesan 3 dimensi/ tri matra.

Karena teknik ini saya anggap ‘mutlak’ untuk dipelajari, maka di sanggar manapun akan diajarkan teknik gradasi ini. Misalnya gambar lingkaran bila diwarna 1 warna kuning hanya akan berkesan bulatan/ lingkaran yang berwarna saja, tapi bila salah satu tepi sisinya diwarna jingga dulu lalu baru kuning, maka dapat mengesankan seperti buah jeruk atau bola.

Atau misalnya langit akan terasa hambar bila di blok satu warna biru saja, dan akan lebih dinamis bila ada biru muda, biru tua, atau juga putih.

Lalu kenapa mbak Gina melihat hasil pemenang lomba yang dilihat hampir sama/ mirip semua?

  1. Jelas karena mereka menggunakan media yang sama (Neocolor 1), dan ini yang saya katakan tidak dapat dibandingkan dengan media Oil Pastels. Saking ekstrimnya, saya pernah mendengar orang tua yang mengatakan bahwa anak yang tidak bisa mewarnapun hasilnya akan bagus bila menggunakan Carandache, tentu saja ini tidak benar. Secara kasat mata jelas juga kalau warna Neocolor 1 akan nampak lebih cerah, bersih, dan rapi dibanding yang menggunakan Oil Pastels, jadi disini biasanya Juri menilai lebih dari Kerapian dan Kebersihannya.
  2. adalah keterbatasan Neocolor 1 yang hanya ada 30 warna saja, sehingga pilihan warnanya tak sebanyak Oil Pastels (ada yang mencapai 60 warna lebih), yang berarti pula warna gradasi yang digunakan juga terbatas itu-itu saja, sehingga akan berkesan karya mereka mirip semua.

Di beberapa lomba ada juga yang mewajibkan semua peserta memakai Oil Pastels merk tertentu misal Faber Castel atau Lyra (karena mereka sebagai sponsor); disini akan terlihat bahwa karya mereka tak semenonjol bila menggunakan Neocolor 1. Rata-rata hasil (karya) lomba disini hampir merata, artinya anak yang biasa menggunakan Neocolor 1 hasilnya mungkin tidak jauh beda dengan anak yang hanya biasa menggunakan Oil Pastels.

Kondisi ini seperti yang dikatakan ibu Sumarini bahwa sebaiknya ada isyarat menggunakan media yang sama (akan lebih fair).

Neocolor II (Neocolor 2) sebenarnya lebih mendekati ke Oil Pastels karena sifatnya lunak, hanya saja Neocolor II dapat larut dengan sapuan air/ kuas. Hasilnya jelas lebih artistik dan variatif, namun teknik ini masih belum familiar digunakan disini, dan sementara Neocolor II baru digunakan untuk menimpa Neocolor 1.

Masalah Les di Sanggar memang sudah menjadi perdebatan sejak jamannya Pak Tino Sidin (Alm) mengajar menggambar di TV tahun 70/80-an. Waktu itu orang tua mengkuatirkan kreativitas/ keluguan anak akan dibelokkan dengan adanya peraturan/ ajaran bahwa menggambar satu obyek akan mengikuti sang guru semua. Dikuatirkan gambar kucing anak-anak Indonesia akan sama semua, tidak akan ada lagi gambar kucing dengan kaki yang panjang atau dengan telinga yang lebar misalnya.

Hal seperti ini yang mungkin mbak Gina kuatirkan.

Saran saya, mungkin mbak Gina dapat melihat/ konsultasi dulu bagaimana cara sebuah sanggar mengajarkan menggambar/ mewarnai. Menurut saya pasti ada sanggar yang mengerti juga tentang batasan kebebasan kreativitas anak. Sejauh dan sebatas apa sang guru mengarahkan anak didiknya, karena pengarahan menurut saya perlu.

Dimanapun Sekolah/ Perguruan Tinggi Seni Rupa akan selalu mengajarkan/ mengarahkan cara menggambar/ sketsa yang benar sebagai dasar pengembangan potensi kreatif individual, termasuk juga mengajarkan tahapan warna gradasi, analog, dsb.

Jadi gimana mbak Gina? Siap memasukkan anaknya ke Sanggar?

Saya bukan pengajar/ guru sanggar dan saya juga bukan orang dari Carandache, saya hanya sekedar senang mengamati kegiatan tersebut karena kebetulan saya mempunyai sedikit pengalaman di bidang Seni Rupa.
From L.Wibowo <lilow@centrin.net.id>

Ada lagi yang ingin sharing mengenai topik ini?

Salam

Link terkait:

  1. Mewarnai Barbie
  2. Mewarnai Dora The Explorer
  3. Mewarnai Strawberry Sortcake