Anita's Personal Blog

Kegiatan Arsiparis | Komputer | Fotografi

Category: Penyakit (page 1 of 3)

Pengentalan Darah

Darah Kental

Darah Kental

Bentuk Darah Cair dan Darah Kental

Bentuk Darah Cair dan Darah Kental

Keterangan gambar:
Darah yang berada di botol sebelah kiri adalah darah cair, begitu botolnya dibalikkan maka darahnya akan mengalir semua ke bawah.  Darah yang berada di botol sebelah kanan adalah darah kental, begitu botolnya dibalikkan maka darahnya akan tetap berada di atas, kalaupun ada yang mengalir kebawah jumlahnya sedikit sekali.

Suatu hari, ketika saya bangun tidur, membuka mata  tiba2 saja saya merasakan gelap disekitar saya, saya tidak bisa melihat apapun selain gelap saja.  Saya ketika itu benar2 kaget.  saya pejamkan mata, lalu saya buka mata saya lagi tetap saja kegelapan yang saya lihat.  Saya benar2 deg-degan.  Lalu saya pejamkan mata saya lagi sambil berdo’a mohon diberi kesehatan.  Tak lama kemudian saya buka mata saya lagi baru lah kegelapan itu hilang, saya bisa melihat cahaya lagi.  Hal ini benar2 mebuat saya panik.

Lalu saya langsung berobat ke dokter di klinik di kantor.  Dokter bilang saya mengalami pengentalan darah.  Saya kaget sekali penyakit apa tuh saya baru dengar.  Lalu oleh dokter selama seminggu saya disuruh minuman pocary sweat, dan setelah itu  untuk seterusnya saya diharuskan minum air putih sebanyak2 nya setiap hari agar terhindar dari pengentalan darah.  Disarankan minum 8 gelas air putih (2 liter) setiap hari.

Setelah saya mejalani petunjuk dokter tersebut, syukurlah sampai sekarang penglihatan gelap ketika bangun tidur itu tidak muncul lagi.

Kemudian saya bertanya-tanya dalam hati.  Apa yang dimaksud dengan PENGENTALAN DARAH?.  Apa penyebab dan efek nya bila dibiarkan darah kental tersebut dalam waktu lama?

Berikut hasil penelusuran saya tentang Pengentalan Darah, semoga bermanfaat. Continue reading


Penyakit Hipertensi (Darah Tinggi)

Penyakit Hipertensi (Darah Tinggi)

Dedi Djaellani ketika di UGD

Dedi Djaellani ketika di UGD terkena Hipertensi (Darah Tinggi)

Di WA tiba2 hari ini selasa 31 Januari 2017, teman saya Dedi Djaellani yang bekerja di PAP Faperta IPB memberi kabar kalau dia baru saja keluar dari UGD karena terkena penyakit hipertensi tekanan darahnya mencapai 150/82 katanya, rasanya ketika itu mau nyungsep saja gak tahan. Sekarang sudah dirumah kembali, tensinya sudah 128/78 namun masih pusing karena diastolik (angka bawahnya) masih dibawah 90.

Saya sedih mendengarnya, lalu saya cari referensi di internet tentang apa sih itu penyakit hipertensi dan bagaimana cara mengatasi dan obat kimia dan herbalnya apa.

Berikut saya tuliskan tentang apa itu penyakit Hipertensi (Darah Tinggi) dan cara mengatasi atau mengobatinya. Semoga bermanfaat.

Definisi

Apa itu hipertensi (tekanan darah tinggi)?

Hipertensi adalah kondisi tekanan darah tinggi dan dapat mengakibatkan kondisi lain seperti penyakit jantung.

Tekanan darah adalah kekuatan darah yang mendorong melawan dinding arteri, dari jantung yang memompa darah melalui arteri. Tekanan darah yang meninggi mengganggu sistem sirkulasi. Tekanan darah tinggi adalah diatas 140/90.

Tekanan darah terbagi menjadi dua angka. Tekanan sistolik adalah angka atas, dan tekanan diastolik adalah angka bawah.

Keduanya tercatat sebagai mm Hg (milimeter merkuri), yang memberitahu tinggi kolom merkuri yang meningkat karena tekanan. Tekanan sistolik adalah tekanan maksimal karena jantung berkontraksi, sementara tekanan diastolik adalah tekanan terendah antara kontraksi (jantung beristirahat). Nilai normal biasanya 120/80. Hipertensi pada orang dewasa berkisar 140 mm Hg sistolik atau lebih dan/atau 90 mm Hg diastolik atau lebih. Angka ini hanya berguna sebagai panduan.

Seberapa umumkah hipertensi (tekanan darah tinggi)?

Hampir semua orang dapat mengalami tekanan darah tinggi. Ini adalah penyakit yang sangat berbahaya dan mempengaruhi 31% populasi Indonesia. Hipertensi juga disebut “pembunuh diam-diam” karena penyakit ini tidak menyebabkan gejala jangka panjang tapi mungkin mengakibatkan komplikasi yang mengancam nyawa seperti penyakit jantung.

Jika tidak terdeteksi dini dan terobati tepat waktu, hipertensi dapat mengakibatkan penyakit arteri koroner, gagal jantung, stroke, gagal ginjal, dan banyak penyakit berbahaya lainnya.

Continue reading


Vaginitis-Keputihan

Vaginitis-Keputihan

Vaginitis adalah keputihan vagina dan serviks (leher rahim).

Keputihan tidak selalu muncul ketika menjelang mens, tapi bisa kapan saja.

Menurut Dr. Dwiana, ada berbagai penyebab keputihan yang tidak normal, dibedakan infeksi dan bukan infeksi.

Penyebab infeksi adalah bakteri (Chlamydia, N. gonorrhoeae, bakterial vaginosis, dll), jamur (Candida albicans), parasit (Trichomonas vaginalis), virus (Condyloma, herpes, HIV/AIDS).

Sedangkan Penyebab yang bukan infeksi antara lain kanker leher rahim, polip serviks, gangguan keseimbangan flora vagina akibat pemakaian antiseptik (douche vagina) secara terus-menerus, alergi (spermisid, kondom, tisu KB), iritasi (dispareunia/sakit saat berhubungan intim, menopause).

Keputihan bisa juga disebabkan oleh cacing kremi yang berasal dari daerah dubur yang berpindah ke vagina.

Infeksi karena virus Condyloma umumnya ditandai dengan ciri tumbuhnya kutil-kutil yang cukup banyak yang mengandung cairan yang berbau. Infeksi virus herpes ditularkan melalui hubungan intim. Keputihan akibat virus bisa menimbulkan munculnya gejala kanker serviks.

Parasit Trichomonas vaginalis adalah organisme protozoa ber sel satu yang hampir selalu menyebar melalui kontak seksual. Wanita yang memiliki beberapa mitra atau menerima seks oral beresiko tinggi tertular bakteri vaginosis.

Organisme protozoa dapat bertahan 24 jam dalam lingkungan yang lembab, pada handuk yang basah atau mungkin pada pakaian renang sebagai alat penularan dari seseorang yang sudah terinfeksi Parasit Trichomonas vaginalis ini.

Jamur Candida albicans merupakan penyebab keputihan nomor 1 pada wanita, bahkan terkadang jamur Candida albicans penyebab keputihan ini juga dapat dialami oleh pria.

Keputihan secara umum merupakan salah satu bentuk dari vaginitis atau peradangan vagina yang disebabkan pertumbuhan berlebihan Candida albicans, yaitu jamur mikroskopis yang mendiami vagina.

Keputihan bisa menyebabkan infeksi baru di sekitar vagina yang jika dibiarkan akan menjalar ke rongga rahim dan saluran telur

Seorang wanita yang mendrita keputihan akibat adanya jamur candida albicans ini memiliki ciri:

  1. Cairan/lendir keputihan berwarna putih susu
  2. Tekstur cairan/lendir kental
  3. Berbau busuk/amis
  4. Timbul rasa gatal disekitar vagina. Akibatnya mulut vagina menjadi kemerahan dan meradang

Keputihan yang disebabkan oleh jamur candida albicans ini umumnya dialami oleh ibu hamil, penderita penyakit diabetes, efek samping penggunaan pil KB, dan rendahnya sistem imun tubuh.

Kenapa keputihan tak boleh diremehkan?

Zaman yang sudah maju dan akses informasi yang mudah memungkinkan hampir setiap orang untuk mendiagnosis penyakit, kemudian mengobatinya sendiri. Hingga yang sering terjadi adalah salah diagnosis, salah obat dan berujung pada makin parahnya kondisi yang sudah ada. Gawat kan? Menurut Dr. Dwiana, hal ini sering terjadi pada kasus keputihan.

Banyak perempuan merasa malu mengutarakan penyakit yang berhubungan dengan area bawah ini. Bahkan beberapa dari mereka menganggap keputihan adalah hal wajar sehingga tidak perlu diobati.

Banyak di antara kita yang belum menyadari bahwa keputihan bisa menjadi tanda awal dari penyakit yang lebih berat, hingga menyebabkan kemandulan atau kanker (kanker rahim atau kanker indung telur).

Sekitar 75 persen perempuan mengalami setidaknya sekali infeksi jamur vagina selama hidupnya. Anda bisa mencegahnya dengan cara berikut ini :

  1. Gunakan celana dalam katun. Hindari pemakaian panty liners yang bisa meningkatkan risiko kekambuhan infeksi jamur vagina. Jamur biasa berkembang dalam lingkungan lembab. Sebagai gantinya gunakan pembalut tipis yang daya resapnya tinggi untuk membuat kulit anda dalam keadaan kering sehingga mengatasi timbulnya jamur dan masalah alergi kulit. .
  2. Hindari celana ketat. Sebaliknya pilih celana pendek atau celana panjang longgar agar daerah intim tetap kering, adem, dan sirkulasi udaranya baik.
  3. Ganti pakaian basah, terutama seusai berolahraga (misalnya setelah melakukan senam aerobik).
  4. Jauhi douches, bedak beraroma, tampon, dan semprotan deodoran kewanitaan. Produk-produk ini mengandung bahan kimia dan parfum yang mengganggu keseimbangan bakteri baik dan mikroorganisme lain dalam vagina.
  5. Bersihkan organ kewanitaan dari arah depan ke belakang guna mencegah penyebaran bakteri dari anus ke vagina.
  6. Bila Anda mengidap diabetes, kontrol gula darah guna mengurangi risiko infeksi jamur. Kadar glukosa darah yang tidak terkontrol berhubungan dengan berbagai infeksi.
  7. Mengonsumsi yoghurt yang mengandung kultur hidup Lactobacillus acidophilus guna mencegah infeksi jamur.
  8. Bila Anda terkena infeksi jamur vagina setelah mengonsumsi antibiotik, bicarakan dengan dokter tentang terapi sebagai tindak pencegahan di awal dan akhir konsumsi antibiotik.
  9. Lakukan diet sehat dan kelola stres dengan baik. Meski belum dikonfirmasi lewat penelitian medis, sejumlah perempuan mengatakan bahwa terlalu banyak gula dan stres bisa memicu
    infeksi jamur.
  10. Jika pipis di tempat umum bilas dengan air yang keluar langsung dari kran air.

 

Cara mengobati gatal2 disekitar organ intim akibat keputihan atau alergi (pengalaman pribadi saya):

  1. Untuk anak2 Balita, oleskan salep Mico Z (untuk balita bisanya karena ruam popok, alergi (bahasa kerennya dermatitits diapers) dan waktu mandi pakai sabun sebamed.
  2. Untuk  Ibu2: Gunakan salep Nizoral dan Suppositoria (yaitu pemberian obat melalui vagina) bernama Flagystatin Vaginal Ovule 500 gram. FLAGYSTATIN VAGINAL OVULE, bentuk seperti kapsul yg di masukan ke vagina. FLAGYSTATIN VAGINAL OVULE ini harus disimpan di lemari es karena cepat lumer. Biasanya 3-5 hr kemiudian akan sembuh. Tujuan pemberian obat pada vagina: mengobati inveksi pada vagina, menghilangkan nyeri, rasa terbakar dan ketidak nyamanan pada vagina, mengurangi peradangan.
    Cara pemakaian suppositoria: satu ovula dimasukkan sedalam mungkin ke dalam vagina setiap hari sebelum tidur. Pemakaian selama masa haid (menstruasi) tidak dianjurkan.
    Sharing dari Lulu (Submitted on 2015/06/16 at 7:42 am) dan April Budi (Submitted on 2015/06/16 at 1:11 pm): Harga perbutir Flagystatin antara Rp.17.000 – Rp.20.000,- Sebaiknya dibantu dengan Biatron 500MG atau Metronidazole 500mg 2×1 tab (sharing dari Vira Submitted on 2015/11/01 at 10:44 am) untuk obat minumnya.
    Buat cebok nya sebaiknya pakai Lactacyd Vagina. Buat gatal dibagian luar vagina sebaiknya pakai salep Nizoral.

    Flagystatin Vaginal Ovule 500 mg

  3. Untuk anak2 remaja yang masih SMP misalnya, jika terkena keputihan dan gatal2 di sela2 paha cukup minum  sekali obat Diflucan Fluconazole 150 mg 1 tablet saja (resep dokter spesialis)
    Kapsul Diflucan Fluconazole 150 g

    Kapsul Diflucan Fluconazole 150 g

    dan ketika mau selesai mandi setiap hari aplikasikan ProDiva Gel di sela paha yang gatal (di bagian luar daerah intim dari depan ke belakang ke arah rektum) untuk menjaga kebersihan dan kesehatan di daerah vagina, untuk melindungi dan mengurangi gejala iritasi bagian luar vagina. Prodiva Gel merupakan pelembab ekstra yang dapat digunakan untuk kulit yang sensitif. Iritasi menimbulkan rasa gatal. Iritasi menyebabkan kulit kering. Jadi Prodiva Gel dapat melembabkan kulit yang kering sehingga mencegah munculnya iritasi yang menyebabkan rasa gatal.

    Pro Diva Gel 30 g

    Pro Diva Gel 30 g

    sehabis mandi oleskan Mico-Z Ointment Nystatin-Zin Oxide untuk menghilangkan rasa gatal di sela2 paha

    Mico-Z Ointment Nystatin-Zinc Oxide 10 g

    Mico-Z Ointment Nystatin-Zinc Oxide 10 g

Jika keluar cairan atau lendir berwarna bening, kental dan baunya sedikit agak tidak enak adalah hal yang normal. Ini merupakan proses alamiah yang berkaitan dengan kondisi masa subur seorang wanita. Wanita yang normal pasti mengalami kondisi seperti ini. Biasanya muncul setalah haid (3-7 hari setelah haid). Masa-masa subur seorang wanita ditandai dengan keluarnya cairan dari vagina yang memang dpersiapkan oleh tubuh untuk memasuki fase pematangan pembuahan sel telur serta kehamilan. Biasanya setelah 7-1 hari kemudian cairan ini secara perlahan akan berkurang bahkan menghilang.

Risa 2016/06/29 at 22:44: Saya cepet sembuh dgn pake flagystatin dibarengi flagyl forte yg pernah saya minum untuk keputihan, untuk yg sedang keputihan nya bau menyengat saya sarankan untuk minum flagyl forte biasa sehari minum besoknya udah mendingan karna temen saya sudah banyak yg sembuh juga dgn minum flagyl forte dan coba barengin dgn flagystatin nya.

Shev Dyan  2016/06/28 at 00:12 : Boleh digunakan pada ibu hamil krn saya semenjak belum hamil smpe hamil kena jamur candida ini bund.

Mufida  2016/06/27 at 21:05 : Kmrn sy periksa ke dokter dan dikasih obat flagystatin ovula itu. Sy dikasih tau tdk boleh berhubungan intim selama 7hr krn obatnya untuk 7hr.

Sharing dari Atiek 2017/01/27 at 23:47 yang bermanfaat:

Sdh 3 siklus haid ini sy keputihan parah, pdhal sdg promil… Finally Minggu lalu periksa ke SPOG ditherapy dg Obat Minum (lupa namanya, diminum cuman sekali), Flagystatin 1×1 selama 7 hari, dan Cairan utk Cebok dipakai only 2 x seminggu… Saat hari 1 fdan ke 2 pakai Flagystatin, rasa vaginanya panas, perih dan gatal selama kurang lebih 10-15 menitan. Baru hari 3 dan 4 rasa tsb berangsur2 hilang.

Hopefully cocok niey dg therapy nya dan keputihan minggaaattt jd bs program hamil  lg… Oya Mbak, dokter SPOG saya melarang utk berhubungan suami isteri selama 7 hari pemakaian Flagystatin. Hal ini bertujuan utk menghindari transfer jamur kpd dan dari pasangan. Jadi harus “puasa” dulu 7 hari. Nah, 7 hari berikutnya boleh berhubungan suami isteri, tapi dokter mengharuskan pakai pengaman (kondom), utk menghindari kembalinya si jamur2 atau terjadi lagi transfer jamur dari isteri ke suami, vice versa. Setelah 14 hari tsb, saya disuruh kontrol utk observasi kedua… Hopefully the result will be just fine…

So, saran buat rekan2 pembaca, better bersabar dulu utk tidak having sex with your couple, smp dokter melakukan observasi berikutnya dan menyatakan it’s safe for us to have sex…

Dan satu lagi: klo udh bikin gak nyaman, smp gatal, berbau, dan berwarna yg aneh2, segera periksakan mahkota kita ke SPOG saja… Krn keputihan klo didiamkan atau diobati asal2an bisa berakibat buruk jg lho… jangan tunggu parah ya…

Pantat gatal

Jika sela-sela paha atau pantat, gatal dan kasar, yang bentuknya hitam melebar, ini artinya Anda terkena jamur.  Penyakit pantat gatal karena jamur ini bisa dialami oleh siapa saja, baik laki maupun perempuan.

Cara mengobati pantat gatal karena jamur adalah  sebagai berikut :

  1. Untuk menghilangkan gatalnya agar tidak digaruk terus, obati dengan tablet Loratadine 10 mg, beli 10 tablet minum 1 x sehari.   Jika rasa gatalnya sudah hilang hentikan minum obat ini.

    Tablet Loratadine10 mg

    Tablet Loratadine10 mg

  2. Untuk menghilangkan jamur yang menyebabkan gatal, olesi tipis2 selama 3 minggu dengan salep Ketoconazole cream agar jamur nya benar-benar hilang dan tidak datang lagi.
    Ketoconazole Cream (generik)

    Ketoconazole Cream (generik)

    Nizoral Cream (mengandung Ketoconazole)

    Nizoral Cream (mengandung Ketoconazole)

  3. Setelah sembuh, agar terhindar dari gatal2 ini, sebaiknya jika duduk di depan komputer jangan terlalu lama, selingi dengan berdiri sebentar agar sela2 pantat tidak lembab.  Bagian pantat yang lembab menyebabkan mudah terkena jamur yang menyebabkan rasa gatal yang lumayan mengganggu.

 

Update 03/01/2012, 11/10/2015, 01/07/2016, 08/09/2016, 30/10/2016, 14/03/2017, 11/08/2017

Link Terkait: Kotak Obat Keluarga

Copyright © Anita Handayani


Kotak Obat Keluarga

Kotak Obat Keluarga

Ini contoh Kotak Obat Keluarga yang lucu

Update 11 Oktober 2016

Kotak Obat bertema Hello Kitty

Kotak Obat bertema Hello Kitty

Punya anak balita atau bayi yang sedang aktif-aktifnya membuat kita cemas ketika mereka beraktifitas, karenanya kita harus menyiapkan obat-obat berikut dirumah.

Seringkali ibu-ibu yang baru pertama mempunyai anak, bingung obat apa yang harus diberikan segera (sebelum ke dokter) pada anak kesayangannya jika sedang sakit.

Berikut saya sajikan kotak obat keluarga berikut penggunaanya buat anak saya yang selalu tersedia di rumah.

Obat-obat dibawah ini adalah obat2 yang diberikan pada anak saya yang kebetulan mempunyai kulit amat sensitive, beberapa obat saya dapatkan dari resep dokter spesialis anak dan spesialis kulit, semoga bermanfaat.

Daftar obat2an pada kotak obat yang perlu selalu ada di rumah:

Continue reading


Bayi yang dilahirkan oleh Ibu yang Epilepsi

Ditulisan saya terdahulu disini:
http://anitanet.staff.ipb.ac.id/article/kesehatan/epilepsi-pada-wanita-hamil/

dikatakan bahwa:

Pengaruh epilepsi terhadap kehamilan yaitu:

  • Melahirkan bayi prematur, didapat 4-11%
  • Berat badan lahir rendah, kurang dari 2500 gr, ditemukan pada 7 – 10%
  • Mikrosefal
  • Apgar skor yang rendah

Komplikasi persalinan baik untuk ibu dan bayi adalah:

  • Frekuensi bangkitan meningkat 33%
  • Perdarahan post partum meningkat 10%
  • Bayi mempunyai risiko 3% berkembang menjadi epilepsi
  • Apabila tanpa profilaksis vitamin K yang diberikan pada ibu, terdapat risiko 1)% terjadi perdarahan perinatal pada bayi.

Kenyataannya:

Bayi yang dilahirkan oleh ibu yang epilepsi adalah sebagai berikut:

Anak saya yang menderita Epilepsi, melahirkan bayi dengan kondisi sebagai berikut:

  • Ya benar, bayi yang dilahirkan prematur
    (umur bayi dalam kandungan 8,2 bulan = 34 minggu)
  • Ya benar, berat badan lahir rendah yaitu 3200 gr
  • Ya benar skor Apgar kurang sempurna, yaitu 8/9
  • Bayi tidak menangis ketika lahir
  • Dilahirkan dengan tindakan Operasi Caesar
  • Lahir sempurna tanpa cacat bawaan
  • Panjang bayi 51 cm
  • Selama di berada dirumah sakit, bayi pernah kejang 1x

Continue reading


Bahaya Buah Belimbing

Bersama ini saya ingin menulis tentang bahaya buah Belimbing.

Saya pernah menulis seperti ini:
belimbing
BELIMBING (Star Fruit)
Meminum atau memakan buah belimbing dan menelannya secara perlahan dapat mencegah dan mengatasi infeksi mulut dan tenggorokan. Campuran belimbing dan madu juga dapat membantu mencegah dan mengatasi kencing batu.

Mengandung vitamin C dan provitamin A.
Dapat membantu memperlancar pencernaan makanan.
Dapat menurunkan tekanan darah.
Dapat menurunkan kadar/tingkat kolesterol.

JUS BELIMBING
Fungsi utamanya:
– Menurunkan tekanan darah
– Mencegah dan mengobati sariawan
– Mengencerkan dahak

Tapi…. ternyata teman saya yang bekerja di FEM IPB, bernama Samijan, masuk UGD gara2 makan belimbing. Saya sempat kaget mendengar ceritanya di bus kemaren pagi, rabu 20 Februari 2013.

Lalu saya tanya kenapa koq sampai masuk UGD?

Lalu jawabnya: karena sehabis makan belimbing badannya menjadi lemas, cegukan, sesak napas, mual dan muntah2 terus sehingga cairan dalam tubuhnya banyak yang hilang padahal dia punya penyakit ginjal yang sudah 12 kali cuci darah. Ketika itu menurutnya, memasang kancing baju atau mengangkat gayung di kamar mandi saja sulit buat dilakukannya.

Nah disini baru saya mengerti bahwa buah belimbing sangat berbahaya kalau dimakan oleh penderita ginjal.

Apa sebab?

Karena belimbing mengandung Asam Oxalat yang tinggi sehingga dapat memperparah penderita penyakit ginjal yang memakan buah ini. Selain itu, Belimbing Manis mengandung racun yang mempengaruhi otak dan syaraf dimana pada penderita penyakit ginjal, racun tersebut tidak dapat disaring dan dibuang sehingga akan memperparah keadaan ginjalnya.

Bahaya Belimbing Manis terhadap Kesehatan
Selain memiliki banyak manfaat, pada beberapa kasus buah Belimbing Manis ternyata juga sangat berbahaya untuk dikonsumsi. Karena kadar gula yang tinggi, buah ini tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes. Juga pada penderita penyakit ginjal, mengkonsumsi buah ini akan memperparah penyakitnya karena kandungan Asam Oxalat yang tinggi yang terdapat dalam buah ini.

Selain itu, Belimbing Manis mengandung racun yang mempengaruhi otak dan syaraf dimana pada penderita penyakit ginjal, racun tersebut tidak dapat disaring dan dibuang sehingga akan memperparah keadaan ginjalnya.

Dhammacitta.org, orang umumnya percaya pada obat-obatan tradisional. Selain lebih berkhasiat juga tak dicampur bahan kimia, sehingga aman dikonsumsi. Tetapi, tahukah Anda bahwa beberapa obat-obatan tradisional itu justru berbahaya bagi kesehatan, jika tidak diteliti lebih lanjut. Buah belimbing atau Averrhoa carambola misalnya, yang dipercaya berkhasiat menurunkan tensi darah, justru sangat berbahaya bagi pasien sakit ginjal.
sad_emoticon

Spesialis ginjal, Dokter Med Salim Lim dalam seminar “Ginjal dan obat tradisional” di Rumah Sakit Husada, Jakarta , Sabtu (13/12) mengatakan, belimbing mengandung asam oxalat di mana pada orang sehat, ginjal menyaring dan membuangnya. Sedangkan pada pasien ginjal, racun ini tidak dapat dibuang dan memperburuk keadaan ginjalnya. “Karena terjadi obstruksi atau sumbatan di ginjal, sehingga menjadi gagal ginjal akut atau mendadak,” ujar konsultan di Renal Medicine Singapura ini.

Belimbing juga mengandung neurotoksin atau racun saraf yang bisa mempengaruhi otak dan saraf. Dan banyak masyarakat yang belum mengetahui hal ini. Oleh karena itu, ia menyarankan masyarakat harus hati-hati dengan buah belimbing. Kenali gejala awalnya yakni, cegukan, mual-mual, muntah, penurunan kesadaran atau mati rasa, kejang, dan epilepsi. “Lebih berbahaya lagi menyebabkan kematian. Belum banyak masyarakat yang tahu tentang itu, termasuk 99 persen tenaga medis dan dokter. Cegukan adalah ciri khas dari efek konsumsi belimbing bagi penderita ginjal, sebesar 93 persen,” tambahnya.

Dokter yang berpraktik di Rumah Sakit Husada dan Rumah Sakit Medistra ini mengemukakan, sudah ada beberapa kasus. Salah satunya, SP (56), pasien dengan penyakit ginjal, diabetes, dan hipertensi. Ia dirawat di Rumah Sakit Husada karena cegukan terus menerus selama dua hari, mual dan sesak napas. Saat dirawat, pasien sempat koma. Seminggu baru diketahui, pasien selama ini mengonsumsi belimbing untuk menurunkan tensi darahnya.

Selain belimbing, dokter Med menyebutkan, buah jengkol (pithecellobium jiringa) juga berbahaya bagi pasien ginjal. Makan jengkol bisa menyebabkan penyumbatan saluran air seni, karena endapan kristal asam jengkolat, sehingga akhirnya menjadi gagal ginjal akut atau mendadak. “Keluhannya nyeri perut (kolik) sesudah makan jengkol dan air seni menjadi merah atau hematuria,” katanya.

Buah mengkudu (Morinda citrifolia) atau “noni juice” juga tidak dianjurkan pada orang yang sakit ginjal karena kandungan kaliumnya (K) sangat tinggi, yakni lebih dari 10 kali kalium darah atau sama dengan jus jeruk dan tomat.

Dokter Med menjelaskan, tidak semua obat tradisional atau herbal aman meskipun berasal dari tumbuh-tumbuhan. Hal ini karena beberapa hal antara lain, herbal tidak perlu uji klinis yang lengkap, tidak semuanya benar-benar distandarisasi dan mengandung zat yang aktif dan kontaminasi dengan pestisida, logam-logam berat atau obat-obat modern. Selain itu, dosis minimal dan maksimal atau toksik jarang diberitahu, interaksi dengan obat-obatan lain tidak diketahui dan tidak diberitahu efek sampingnya.

Elshinta.com, makan 1 biji atau 100 ml jus belimbing yang biasanya aman buat orang sehat dapat menjadi racun bagi pasien ginjal dalam hitungan jam. Konsultan ginjal (nefrologist) Prof. Dr. Tan Si-Yen dari University Malaya Medical Centre (UMMC) mengatakan hal ini terjadi pada Tan Gon Seang, yang menderita penyakit ginjal.

Warganegara malaysia berumur 66 tahun ini berada di Shenzen mengunjungi anaknya ketika meninggal pada tanggal 29 maret setelah makan belimbing dan dibawa ke Shenzen General Hospital dalam keadaan koma.

Menurut Prof. Tan, belimbing mengandung racun saraf, yang tidak ada di dalam buah lain, yang mempengaruhi otak dan saraf. Pada orang dewasa sehat, ginjal menyaring dan membuang racun ini. Pada pasien ginjal, racun ini tidak dapat dibuang dan memperburuk keadaan ginjalnya. Lebih dari 10 pasien lain masuk rumah sakit menderita kondisi yang sama setelah mengkonsumsi belimbing. Dua diantara mereka meninggal.

Setelah penemuan berkaitan denga belimbing, Tang menjalani dialisis. Sepupunya, Teoh Thian Lye, 55 tahun, mengkonfirmasi bahwa Tang telah menjalani pengobatan masalah ginjalnya selama 3 tahun. Keluarganya meminta bantuan kepala MCA Public Compliants and Service Departement, Datuk Michael Chong untuk mengirimkan Tang kembali ke Malaysia karena keluarganya tidak dapat membiayai rumah sakit 1.000-2.000 ringgit malaysia (RM) per hari di ruang intensif.

Dialisis adalah metode untuk menyaring limbah dari darah yang menggantikan fungsi ginjal yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Dua jenis dialisis adalah hemodialisis dan dialisis peritoneal. Kamuskesehatan.com, Hemodialisis atau cuci darah adalah sebuah prosedur medis yang menggunakan mesin khusus (mesin dialisis) untuk menyaring produk limbah dari darah dan mengembalikan kandungan normal darah. Hemodialisis lebih sering digunakan untuk penyakit ginjal kronis yaitu stadium akhir penyakit ginjal. Dalam keadaan tersebut, dialisis ginjal biasanya dikelola dengan menggunakan jadwal yang tetap tiga kali per minggu. Dialisis peritoneal adalah cara untuk mengeluarkan produk sampah dari darah ketika ginjal tidak bisa lagi melakukan pekerjaan secara memadai (kondisi yang disebut gagal ginjal atau insufisiensi ginjal). Selama dialisis peritoneal, pembuluh darah pada lapisan perut (peritoneum) menggantikan ginjal Anda, dengan bantuan cairan (dialisat) yang mengalir masuk dan keluar dari rongga peritoneal. Dialisis peritoneal berbeda dari hemodialisis, prosedur penyaringan darah yang lebih umum digunakan. Dengan dialisis peritoneal, Anda dapat melakukan perawatan sendiri di rumah, di tempat kerja atau saat bepergian. Anda mungkin dapat menggunakan lebih sedikit obat dan makan diet yang lebih longgar daripada dengan hemodialisis. Ada dua jenis utama dialisis peritoneal: dialisis peritoneal rawat jalan berkelanjutan dan dialisis peritoneal siklis berkelanjutan.

Menurut Dr. Tan, masih sedikit kepedulian pada temuan yang relatif baru ini dan belum ada kasus secara lokal. Masyarakat harus hati-hati dengan reaksi dari buah belimbing. Amati gejala awalnya termasuk cegukan (tersedak), mati rasa dan kelelahan serta gejala-gejala neurologis seperti bingung, gelisah, epilepsi tiba-tiba, lanjutnya. Risiko kematiannya tinggi dan perlu penanganan agresif segera dengan hemodialisis harian.

Jurukunci.net, keracunan buah belimbing pertama kali dijelaskan pada tahun 1980 di Malaysia. Belimbing ditemukan memiliki efek depresi pada sistem saraf pusat. Buah yang berbentuk unik menimbulkan risiko yang sangat kecil untuk orang sehat bila dimakan dalam jumlah normal. Namun, gagal ginjal akut telah dilaporkan pada orang dengan riwayat penyakit ginjal.

Dalam laporan kasus tahun 2006 yang telah diterbitkan dalam Journal of Nephrology, pasien dengan penyakit ginjal kronis mengembangkan reaksi buruk setelah makan belimbing. Belimbing dapat menyebabkan kemerosotan cepat dalam fungsi ginjal dan kerusakan ginjal permanen.

Gejala umum untuk keracunan belimbing termasuk cegukan (gejala yang paling umum, terutama pada keracunan ringan), muntah, lemah, insomnia, penurunan kesadaran, kejang dan hipotensi. Orang dengan riwayat penyakit ginjal harus menghindari mengkonsumsi belimbing, terutama saat perut kosong.

Nilai kandungan gizi buah belimbing / 100 g (3.5 oz
Energi
128 kJ (31 kcal)
Karbohidrat
6.73 g
Gula
3.98 g
Diet serat
2.8 g
Lemak
33 g
Protein
1.04 g
Asam pantotenat (B5)
0.39 mg (8%)
Folat (Vit. B9)
12 mg (3 %)
Vitamin C
34.4 mg (57%)
Fosfor
12 mg (2%)
Kalium
133 mg (3%)
Seng
12 mg(1%)
Sumber USDA Nutrient database
Testimoni dari Dendi Herawan fb nya @dendi herawan:

Selamat pagi ibu,

salam kenal nama saya dendi, saya juga aktif blogger di surabaya.
terima kasih ibu untuk artikel yang luar biasa pada bahasan “buah belimbing” ternyata benar.

Pengalaman: Ibu saya penderita diabetes, dan sampai penyakit ginjal sampai di hemodilisa sekitar 6 bulan’an. kala itu semua berjalan normal perawatan jalan dan sehat. seketika keluarga makan belimbing, beliau ikut mencicipi hingga lupa telah habis banyak.

kemudian beberapa saat dari itu esoknya ibu saya sudah terliht aneh atau bisa dibilang kesadarannya tidak normal, ngomong2 sendiri, kadang yg di ucapkan juga tidak jelas.

Keluarga belum paham penyebab sebelumnya karena belimbing tersebut, sesampai dibawa ke rumah sakit Dokter dan seluruh perawat juga masih mendiagnosa penyebabnya. (karena keluarga belum cerita seusai makan belimbing).

Cuci darah dilakukan seminggu 3 kali yg dipaksakan, pada kondisi waktu itu ibu saya koma dan tidak sadarkan diri sekitar cuci darah ke – 5 minggu ke 2 ibu saya sadar dan dapat berbicara 2 jam kemudian kembali koma lagi hingga esoknya atas izinNya, Tuhan mengambil dahulu

Terima kasih ibu untuk artikel luar biasanya.

Buah – buahan adalah makanan yang sering disajikan bagi mereka yang sedang mengalami sakit tetapi tidak untuk penderita penyakit ginjal. Kandungan mineral yang banyak dalam buah tidak boleh dikonsumsi oleh penderita penyakit ginjal. Buah – buahan juga sebagian banyak mengandung potasium. Di antaranya semangka, jeruk, alpukat, pepaya, dan pisang. Terlebih seperti pisang mengandung banyak kalium.

Penulis: Anita Handayani


Imunisasi HPV Pencegah Kanker

Tabel Jadwal Imunisasi Anak

Pada saat saya menonton TV dalam acara “Indonesia Mencari Bakat” 9 Februari 2013, salah satu peserta ada yang membawa serta komunitas penderita kanker, lalu Dedy Carbuzer salah satu Juri menyebutkan bahwa sekarang sudah ada imunisasi buat kanker serviks (kanker rahim), namanya Imunisasi HPV. Saya langsung tertegun karena selama ini saya belum pernah mendengar bahwa ada imunisasi untuk mencegah penyakit kanker. Maka langsung saya tanyakan ke Rumah Sakit Hermina Depok, lalu dijawab memang ada imunisasi itu. Imunisasi HPV boleh diberikan sejak umur 10 tahun. Sebelum di imunisasi HPV harus di test Pap Smears dulu. Biaya Pap Smears Rp. 300.000,- Imunisasi HPV harus diberikan 3 kali yaitu yakni pada bulan nol, satu, dan enam. Sekali imunisasi biayanya Rp. 800.000 Biaya dokter kandungan yang menyuntiknya Rp. 150.000. Jadi total biaya yang harus disiapkan untuk mendapatkan Imunisasi HPV adalah: Rp. 3.150.000,-

Vaksin ini bersifat pencegahan, bukan untuk pengobatan. Bila semua wanita dapat divaksinasi, maka ada potensi bahwa jumlah kematian akibat kanker serviks diseluruh dunia dapat turun sebanyak dua pertiganya. Karena vaksin dapat mencegah kanker serviks, maka vaksinasi dapat mengurangi biaya untuk kesehatan, biopsi, dan tindakan jika seseorang terkena kanker serviks. Jadi, pada dasarnya vaksin HPV ini bermanfaat. Vaksin HPV terbukti efektif hanya jika diberikan pada orang yang belum pernah terkena infeksi HPV, karena itu dianjurkan pada saat seseorang belum aktif secara seksual.

Berikut penjelasan apa itu Kanker Rahim.

Kanker rahim atau disebut juga kanker serviks adalah sejenis kanker yang 99,7% di sebabkan oleh human papiloma virus (HPV) onkogenik, yang menyerang leher rahim. Kanker serviks menyerang pada bagian organ reproduksi kaum wanita, tepatnya di daerah leher rahim atau pintu masuk ke daerah rahim yaitu bagian yang sempit di bagian bawah antara kemaluan wanita dan rahim.

Apapun jenisnya, kanker sangat membahayakan. Menurut data Badan Kesehatan Dunia (WHO), pada perempuan kanker adalah pembunuh terbesar kedua setelah gangguan jantung. Namun kini ada kabar gembira bagi kaum perempuan tentang pencegahan penyakit kanker. Telah ditemukan imunisasi yang dapat mencegah kanker serviks (leher rahim).

Penyebab kanker serviks (kanker leher rahim):
Serviks adalah bagian bawah rahim yang berhubungan langsung dengan vagina. Kanker serviks disebabkan oleh virus Human Papilloma Virus (HPV). Sebagai salah satu organ reproduksi, letak leher rahim memang paling terekspos dengan dunia luar. Berbagai faktor dianggap sebagai kofaktor (faktor yang menyertai) terjadinya kanker serviks, antara lain multiparitas, merokok, kontrasepsi hormonal, penyakit hubungan seksual, dan faktor nutrisi.

Saat ini di negara maju, kanker serviks sudah mengalami penurunan berkat program deteksi dini melalui pap smear. Metode itu berhasil menurunkan tingkat kematian hingga 50%.

Mengapa vaksinasi?
Selama ini dalam dunia medis, vaksinasi dianggap cara yang paling efektif untuk mencegah inkubasi virus di dalam tubuh manusia, termasuk human papilloma virus (HPV), virus penyebab kanker serviks (leher rahim). Sama seperti imunisasi yang selama ini dikenal. Di dalam tubuh vaksinasi yang diberikan melalui suntikan ini akan membentuk sistem kekebalan tubuh dan pertahanan terhadap masuknya virus HPV ke dalam leher rahim. Dengan demikian, virus HPV tidak akan bisa masuk apalagi tumbuh dan membesar di dalam tubuh.

Kapan tepat dilakukan?
Imunisasi HPV akan diberikan pada perempuan usia 12-14 tahun, melalui suntikan sebanyak tiga kali berturut-turut di bagian lengan setiap dua bulan sekali dan dilakukan pengulangan satu kali lagi pada sepuluh tahun kemudian. Kemudahan dalam hal pemberian vaksin dan tingginya angka keberhasilan menjadi keunggulan pencegahan metode ini.

Vaksin HPV dapat bekerja secara efektif di dalam tubuh perempuan di semua umur, namun dengan catatan perempuan tersebut belum pernah terekspos atau terinfeksi oleh HPV.

Gejala
Kanker leher rahim pada stadium awal tidak menunjukkan gejala yang khas, bahkan bisa tanpa gejala. Kanker serviks membutuhkan proses yang sangat panjang yaitu antara 10 hingga 20 tahun untuk menjadi sebuah penyakit kanker. Meskipun sulit untuk di deteksi, namun ciri-ciri berikut bisa menjadi petunjuk terhadap perempuan apakah dirinya mengidap gejala kanker serviks atau tidak:

  • Saat berhubungan intim selaku merasakan sakit, bahkan sering diikuti oleh adanya perdarahan.
  • Mengalami keputihan yang tidak normal disertai dengan perdarahan dan jumlahnya berlebih
  • Sering merasakan sakit pada daerah pinggul
  • Mengalami sakit saat buang air kecil
  • Pada saat menstruasi, darah yang keluar dalam jumlah banyak dan berlebih
  • Saat perempuan mengalami stadium lanjut akan mengalami rasa sakit pada bagian paha atau salah satu paha mengalami bengkak, nafsu makan menjadi sangat berkurang, berat badan tidak stabil, susah untuk buang air kecil, mengalami perdarahan spontan.

Penyebab
Penyebab banyak kematian pada perempuan adalah virus human papilloma virus (HPV) tipe 16 dan 18. Virus ini sangat mudah berpindah dan menyebar, tidak hanya melalui cairan, tapi juga bisa berpindah melalui sentuhan kulit. Selain itu, penggunaan wc umum yang sudah terkena virus HPV, dapat menjangkit seseorang yang menggunakannya jika tidak membersihkannya dengan baik. Selain itu, kebiasaan hidup yang kurang baik juga bisa menyebabkan terjangkitnya kanker serviks, seperti :

  1. Kebiasaan merokok
  2. Adanya keturunan kanker
  3. Kurangnya asupan vitamin C, vitamin E dan asam folat
  4. Seringnya melakukan hubungan intin dengan berganti pasangan
  5. Hubungan seksual di usia yang terlalu muda
  6. Memiliki terlalu banyak anak
  7. Membasuh atau membersihkan genital dengan air yang tidak bersih
  8. Pemakaian pembalut wanita yang mengandung bahan dioksin (bahan pemutih yang dipakai untuk memutihkan pembalut hasil daur ulang dari barang bekas).
  9. Keputihan yang berlangsung terus-menerus dan tidak diobati. Ada dua macam keputihan, yaitu normal dan tidak normal. Pada keputihan yang normal, lendir berwarna bening, tidak bau dan tidak gatal. Jika salah satu dari ketiga syarat tersebut tidak terpenuhi, artinya keputihan Anda tidak normal. Segera konsultasi dengan dokter.

Pencegahan
Pencegahan kanker rahim atau kanker serviks dapat dilakukan dengan cara :

  • Jaga kesehatan dan daya tahan tubuh dengan cara konsumsi makanan bergizi dan perbanyak makanan yang mengandung vitamin A, C dan E serta asam folat untuk mengurangi risiko kanker leher rahim.
  • Selalu menjaga kesehatan tubuh dan sanitasi lingkungan
  • Hindari pembersihan bagian genital dengan air yang kotor
  • Hindari hubungan seks di usia dini
  • Hindari merokok
  • Rutin melakukan screening berupa pap smear atau IVA untuk deteksi kanker serviks secara dini.
  • Vaksinasi dapat dilakukan pada perempuan usia 10-55 tahun dengan jadwal suntikan sebanyak 3 kali, yaitu pada bulan 0, 1 dan 6. Vaksin HPV akan meningkatkan daya imun anak sehingga lebih resistan terhadap virus.

Penulis: Anita Handayani (http://anitanet.staff.ipb.ac.id)

 


Pertolongan pertama pada Penderita Stroke

PERTOLONGAN PERTAMA PADA PENDERITA STROKE

Dari Mailing List Dokter Indonesia, berita tsb dinyatakan Hoax.  Hati2 thp medical hoax, alih-alih menyelamatkan malah bikin keadaan tambah buruk…

Finger tip and earlobe blood release as a first aid to the stroke

Apakah cara pertolongan pertama pada penderita stroke/serangan otak ialah dengan mengeluarkan darah dari tubuhnya ? Cerita seperti ini sering kita temui di pelbagai milis maupun mail. Ikuti jawaban dari seorang dokter spesialis bedah di Mailing List IDI-L.

Stroke harus ditangani segera dalam waktu kurang dari 3 (tiga) jam setelah terjadi serangan!

PERTOLONGAN PERTAMA PADA ORANG YANG TERSERANG STROKE

Jawaban dari Dokter Benutomo Rumondor, SpB di RS Kanker Dharmais

Stroke disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah di otak. Darah yang keluar akan menekan jaringan otak di sekitarnya sehingga jaringan tersebut terganggu fungsinya. Pecahnya pembuluh darah ini juga menyebabkan bagian otak yang seharusnya disupply oleh pembuluh darah tersebut menderita kekurangan darah (yang disebut ischemia). Kedua hal tersebut akan menyebabkan terganggunya fungsi jaringan otak tersebut yang terlihat dari adanya kelumpuhan dan penurunan kesadaran. kelumpuhan ini berupa wajah yang mencong, dan atau kaki serta tangan yang tak dapat digerakkan (pasien mendadak terjatuh dan lumpuh), dan penurunan kesadaran terlihat dari pingsan dan mengoroknya penderita.

Kalau yang pecah pembuluh darah yang cukup besar, maka tindakan apapun yang dilakukan oleh orang yang bukan dokter tidak akan dapat menghentikan perdarahan tersebut. Bila penderita dibawa ke rumah sakit, kemungkinan dokter spesialis bedah saraf dapat melakukan operasi untuk mengeluarkan darah yang menumpuk di otak, karena ada beberapa keadaan yang menyebabkan operasi tidak dapat dilakukan.

Bila perdarahannya sedikit atau pembuluh darah yang pecah kecil, atau lokasi perdarahannya didaerah yang tidak dapat dioperasi, maka yang dapat dilalukan adalah menunggu perdarahannya berhenti sendiri.  Bila perdarahannya tidak berhenti sendiri, dan tetap tidak dapat dilakukan operasi, maka penderita dapat meninggal.

Pengeluaran darah dari bagian tubuh lain TIDAK AKAN menolong penderita.  Jadi tulisan yang pak Eko lampirkan tidak ada dasarnya dan tidak akan berpengaruh terhadap perjalanan penyakit seperti yang disebutkan diatas.  Penusukan jari dan daun telinga dengan alat yang tidak steril dapat menyebabkan infeksi dan mungkin tetanus, apalagi penderita stroke umumnya juga menderita kencing manis (yang berarti bahwa mereka mudah terinfeksi).  Prosedur-prosedur medis yang ada saat ini TIDAK dapat MENJAMIN bahwa pasien akan 100% tertolong, sehingga kalau ada yang mengklaim dapat menolong 100% (seperti pada tulisan tersebut), dapat dipastikan bahwa jaminan tersebut palsu.

Akan tetapi orang awam masih dapat menolong penderita supaya tidak segera meninggal di tempat. Caranya melakukan pertolongan pertama pada penderita Stroke adalah dengan:

  1. menjaga agar penderita dapat bernafas dengan baik dan tidak tersedak.
  2. Letakkan penderita pada posisi terlentang, dan segera miringkan pada salah satu sisinya.
  3. Kaki yang berada di bawah diluruskan dan kaki yang berada di atas ditekuk pada sendi panggul dan sendi lutut (untuk mengganjal agar penderita tidak tertelungkup).
  4. Lengan yang berada di bawah digunakan sebagai “bantal” untuk kepala dan lengan yang berada diatas letakkan di depan dada penderita. Kepala berada dibuat agak sedikit mendongak (ekstensi).
  5. Selanjutnya lihat mulut penderita. Bila ada gigi palsu atau makanan, segera keluarkan dengan jari kita.
  6. Jangan memberikan makanan atau minuman kepada pasien, karena ini dapat menyebabkan pasien tersedak. Setelah penderita berada dalam posisi yang baik,
  7. lepaskan ikat pinggang dan bagian baju lain yang ketat.
  8. Setelah itu, JANGAN lakukan hal lain pada penderita.

Pada posisi diatas (posisi penderita dengan kesadaran menurun), maka pernapasan dapat dijamin, dan bila pasien muntah akan segera dikeluarkan melalui mulut. Bila pasien muntah dalam posisi tidur terlentang atau duduk, maka muntahannya kan segera masuk ke paru-paru yang mengakibatkan pasien segera meninggal.

Selanjutnya, carilah ambulans untuk membawa penderita ke rumah sakit.  Bila tidak ada ambulans, dapat digunakan kendaraan lain dengan syarat  kendaraan tersebut cukup besar sehingga penderita bisa tetap berada di  posisi tidur miring seperti yang dijelaskan diatas.  Membawa penderita dalam posisi tidur terlentang atau duduk/setengah duduk dapat menyebabkan kematian penderita.

Semoga berguna untuk menolong sesama kita,

Dr. Benutomo Rumondor, SpB

Sumber: http://indozone.net

Jangan diberi minum

KALAU sudah demikian, pertama, kalau pasien sadar, pasien kita tidurkan dengan kepala lebih tinggi dari jantung. Posisi berbaringnya 15 – 30 derajat. Sedapat mungkin ia dipasok oksigen, karena sebenarnya bagian otak orang terserang stroke mengalami kekurangan darah, sehingga ia kekurangan darah, sehingga ia kekurangan oksigen dan glukosa darah. Oksigen diberikan 1,5 – 2,1 per menit.

“Pasien tidak boleh diberi minum, karena lebih dari 60% pasien stroke mengalami gangguan menelan. Kalau diberi minum dia bisa keselek.” pesan dr. Airiza. Kalau pasiennya gelisah betul, tidak bisa bicara, ada anjuran untuk memeriksa kandung kencingnya, penuh atau tidak. “Kadang-kadang dia kepengin kencing tapi segan atau sulit mengutarakannya.” tambahnya.

Kalau pasiennya tidak sadar dan muntah-muntah, baringkan dia miring ke sisi kiri supaya muntahnya keluar. Kepalanya tidak diangkat. Kalau dia tidak bernapas, berikan bantuan pernapasan dengan cara mouth to mouth respiration dan jantung dirangsang dengan memberi tekanan kejut.

Sesegera mungkin larikan dia ke rumah sakit.

Posisi yang dianjurkan adalah posisi netral, yaitu pesan ditidurkan telentang dengan kepala ditinggikan, 15 – 30 derajat, dengan kaki sedikit ditekuk. Tujuannya, supaya tidak cepat terjadi peninggian tekanan di dalam kepala. Posisi ini tetap dipakai selama perawatan di rumah sakit. Dengan mulai kepala sedikit di atas, kita akan mudah mendudukkan pasien, tanpa menimbulkan masalah lain. Kalau keadaannya baik semua, dalam tiga kali 24 jam sudut kemiringannya bisa lebih tinggi lagi, misalnya 60 derajat. Lalu bisa segera duduk.

Cara lama, pasien dibiarkan tidur selama dua minggu dengan posisi kepala rata badan. Akibatnya, pasien kelak susah didudukkan, tekanan darahnya sulit dikontrol, mengeluh pusing terus dan sebagainya.

Pasien sebaiknya di temani keluarga yang bisa memberi keterangan tentang riwayat kesehatannya. Misalnya, apakah pasien penderita diabetes? Informasi ini sangat diperlukan karena diabetes bisa memperburuk keadaan pasien. Andaikan ya, pasien pun bisa cepat diperiksa kadar gulanya, lalu diputuskan perlu diberi insulin atau tidak, infusnya harus bagaimana, dst. Dari keluarga juga bisa diketahui, obat-obat apa saja yang telah diberikan.

Sumber: http://forum.viva.co.id

 

Pertolongan Pertama Pada Stroke

Perlu dipahami bahwa stroke terjadi ketika ada pendarahan dalam otak atau ketika aliran darah normal ke otak terhalang. Dalam beberapa menit otak tidak mendapatkan nutrisi-nutrisi esensial oleh karena hal tersebut, maka sel-sel otak akan mulai mati – proses ini masih dapat berlangsung hingga beberapa jam kemudian.

Pertama kenalilah tanda-tanda stroke:

  1. Kelemahan, paralisis (tidak mampu bergerak) atau rasa bebal/kesemutan pada wajah atau tungkai, biasanya pada salah satu sisi tubuh;
  2. Pandangan secara tiba-tiba menjadi kabur atau menurun, biasanya pada salah satu mata;
  3. Kesulitan berbicara atau memahami pembicaraan;
  4. Kesulitan mendadak guna menelan;
  5. Jatuh (mendadak), pusing berputar atau kehilangan keseimbangan yang tidak bisa dijelaskan – seseorang yang terserang stroke bisa jadi menyerupai orang yang sedang mabuk;
  6. Nyeri kepala yang parah secara tiba-tiba tanpa penyebab yang diketahui; dan
  7. Rasa kantuk, bingung atau penurunan hingga kehilangan kesadaran.

Apa yang dilakukan jika seseorang terserang stroke?

Cari pertolongan medis secepat mungkin. Jika bisa hubungi ambulans (118) sesegeranya. Stroke merupakan kegawatan medis, semakin cepat terapi diberikan, semakin banyak kerusakan dapat diminimalisir.

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan, setiap tempat memiliki standar prosedur tersendiri. Berikut saya kutipkan dari St John Ambulance Australia yang merekomendasikan kita mengikuti “langkah DRABC – Danger | Response | Airway | Breathing | CPR” di setiap kondisi kegawat daruratan. Ini membantu kita menentukan apakah orang sedang beradang dalam kondisi yang mengancam jiwa dan pertolongan pertama apa yang diperlukan.

Perencanaan pertolongan pertama berikut mengasumsikan setidaknya ada satu orang lagi yang membantu Anda dalam melakukan pertolongan pertama. Jika Anda sendiri dengan korban, lakukan langkah “Breathing” dan posisikan pasien pada posisi pemulihan sebelum memanggil ambulans. Kemudian lakukan langkah-langkah dari awal, diawali dengan napas buatan jika diperlukan.

D – check for DANGER

Bagian awal ini Anda diminta untuk memeriksa, adakah bahaya bagi Anda, bagi orang lain atau korban jika tindakan pertolongan diberikan.

R – chek for RESPONSE

Di sini kita memeriksa respons korban, tanyakan namanya (jika tidak tahu, cukup panggil dengan sebutan). Jika orang terserang stroke mungkin dia tidak mampu berbicara, jadi genggam kedua tangan korban dan minta dia menguatkan genggamannya atau minta meremas tangan anda – jadi korban merespons dengan meremas tangan anda.

Apakah korban merespons? Jika iya, berarti korban sadar: ikuti petunjuk di bagian akhir sementara menunggu bantuan tiba.

Jika korban tidak merespons, dia bisa jadi tidak sadar. Pastikan seseorang memanggil ambulans atau pertolongan medis, lalu lanjutkan.

A – check for AIRWAY

Langkah selanjutnya adalah memeriksa jalan napas, apakah jalan napas:

•Bebas dari semua obyek yang bisa mengganggu jalan napas?
•Terbuka?

posisi miring pertolongan pertama stroke

Jika jalan napas tidak bersih, balikkan korban ke dalam posisi pemulihan (recovery position):

  1. Berlutut di sisi pasien;

  2. Letakkan lengan terjauh dari jangkauan Anda pada sudut yang tepat sesuai posisi tubuh pasien;

  3. Letakkan lengan yang terdekat menyilang di dadanya;

  4. Lekukkan kaki yang terdekat pada lutut, sedangkan kaki yang terjauh tetap lurus;

  5. Sementara menyokong pasien pada kepala dan lehernya, gulingkan pasien menjauh dari Anda;

  6. Ketika sudah rebah pada sisi tubuhnya, jaga lutut pada kaki paling atas tetap melekuk dan menyentuh tanah.

Dan posisikan kepala agak ke belakang dan ke bawah guna membiarkan apa pun yang ada di jalan napas napas (seperti muntahan) mengalir keluar dari mulut, bersihkan jalan napas dengan jari-jari anda jika perlu.

B – check for BREATHING

Kemudian kita harus memeriksa napas pasien, miringkan kepala agak ke belakang:

  1. Apakah dada pasien mengangkat ataukah sebaliknya?
  2. Dapatkah Anda mendengar napas korban?
  3. Apakah Anda dapat merasakan napas korban (gunakan pipi anda)?

Jika korban tidak bernapas:

  1. Balikkan korban kembali dalam posisi tengadah;
  2. Miringkan kepalanya ke belakang;
  3. Angkat dagu korban, pencet hidung hingga tertutup dan berikan napas dari mulut ke mulut sebanyak dua kali sebagai awalan;
  4. Pastikan dada mengembang dan mengempis sesuai tiap napas yang diberikan; dan
  5. Jika napas tidak kembali dan tidak ada tanda kehidupan, lakukan langkah selanjutnya (langkah C)

Jika korban kembali bernapas, ikuti langkah di bawah “sementara menunggu bantuan”.

C- Berikan CPR

CPR = cardiopulmonary resuscitation, Resusitasi Jantung Paru.

  1. Berlutut di sisi pasien, berikan 30 kali kompresi (tekanan) pada separuh bagian bawah tulang dada. Gunakan kedua tangan dengan jemari saling mengunci;
  2. Kemudian miringkan kepala ke belakang, angkat dagu dan berikan dua kali napas buatan dari mulut ke mulut seperti langkah sebelumnya;
  3. Tetap lakukan silih berganti antara 30 kali kompresi dada dan 2 kali napas buatan hingga korban menunjukkan tanda-tanda kehidupan atau bantuan medis tiba di tempat.


Rescue Breathing

Sementara Menunggu Bantuan

Jika korban sadar:

  1. Baringkan pasien dengan kepala dan bahu agak terangkat, gunakan bantal atau sesuatu yang lain sebagai penyangga;
  2. Jaga agar pasien mendapat temperatur ruang yang nyaman (tidak kepanasan dan tidak kedinginan);
  3. Longgarkan pakaian yang ketat;
  4. Bersihkan setiap muntahan atau sekresi lain yang keluar dari mulut;
  5. Pastikan jalan napas selalu terbuka dan bersih;
  6. Yakinkan korban bahwa pertolongan sedang menuju tempat itu (korban mungkin merespons dengan meremas genggamannya jika ia tidak bisa berucap);
  7. Jangan berikan apapun untuk dimakan atau diminum.

Jika korban menjadi tidak sadar, posisikan dalam posisi pemulihan guna menghindari penyumbatan jalan napas oleh ludah, lidah korban sendiri dan lainnya, dan menghindari tersedak. Terus awasi jalan napas dan pernapasan korban, dan bersiap mengulangi prosedur DRABC jika diperlukan.

Meski gejala hanya sesaat – atau suatu TIA (Transient Ischaemik Attack), pastikan korban mendapatkan bantuan medis, karena gejala ini bisa jadi tanda peringatan adanya stroke di kemudian hari.

Sumber: First Aid For Stroke, Stroke: First Aid – Mayo Clinic

http://catatan.legawa.com

Saya baruuu saja menerima isi WA seperti tulisan dibawah ini, siapa tahu bisa bermanfaat untuk alternatif mengobati penyakit stoke.

Stroke, segera berobat ke Dr. Terawan

Letkol CKM dr. Terawan Agus Putranto

Letkol CKM dr. Terawan Agus Putranto

Jika ada keluarga Anda yg kena stroke, segera berobat ke Dr. Terawan. Dia praktek di RSPAD pagi hari dan sorenya di RS Gading Pluit. Ada beritanya di majalah Tempo, dimana penyanyi Benny Panjaitan berhasil sembuh dari strokenya. Barusan tadi jam 8 malam, om teman saya yg kena stroke juga berhasil sembuh dari strokenya. Pengobatannya dikenal dgn nama BRAIN WASH. Nama pengobatannya adalah cuci otak yg berbasis radiologi intervensi. Pengerjaannya menggunakan mesin canggih namanya digital traction angiogram. Penyumbatan yg terjadi dipembuluh darah bisa di hilangkan sehingga pembuluh darah menjadi baik. Om teman saya tadi diambil tindakan hanya 20 menit, dia skrg bisa bicara dgn baik, tangannya sdh tdk kaku dan besok sdh keluar RS dgn berjalan spt biasa. Nama dokternya adalah Dr. Terawan Agus Putranto di RSPAD Gatot Subroto. Ybs adalah dokter Subspesialis Radiologi Intervensi. Info di Majalah Tempo edisi No. 4017, tgl 27 Juni – 3 Juli 2011, halaman 86.

Kalau mau bikin janji no telpnya Dr. Terawan, RSPAD Gatot Subroto, sekertarisnya namanya Pak Yudi.Tlp 021.3840702 – 3441008, prakteknya di Segitiga Senen Raya.

Dokter Terawan adalah dokter yg punya alat2 canggih, kanker otak tdk perlu operasi bongkar batok kepala, hanya disuntik lewat nadi di tangan, kemotherapy di dr Terawan juga tdk gosong dan rambut tdk rontok…….
Pengalaman ortu klien saya yg kanker tulang ekor dan sdh divonnis lumpuh seumur hidup oleh dokter2 di RS Dharmais ….. Sekali theraphy di dokter Terawan alhamdulilah bisa jalan normal lagi……..
[30/9 20.03] sudarmono: Copas dari anak gw yg di FK-UI…

Pengalaman total biaya saat itu hampir 60 juta rupiah.

Sumber:
http://al-khor.blogspot.co.id/2014/09/cuci-otak-ala-drterawan.html

url RS. Gatot Subroto Jakarta: http://rspadgs.net/v2/


Epilepsi pada Wanita Hamil

Epilepsi dalam Kehamilan

Sumber: http://catherinemaname.wordpress.com

EPILEPSI PADA WANITA HAMIL

Apakah efek epilepsi pada wanita hamil? Bagaimana tatalaksananya? Mari saya akan berbagi semua di sini mengenai itu semua!
Dampak Epilepsi vs Terapi Epilepsi terhadap Kehamilan

Menurut statistik Amerika Serikat, 0.5% kehamilan dijumpai pada wanita epilepsi. Risiko pada wanita epilepsi yang hamil lebih besar dari pada wanita normal yang hamil. Angka kematian neonatus (bayi baru lahir) pada pasien epilepsi yang hamil adalah tiga kali dibandingkan populasi normal.

Sedangkan dari hampir 12.000 perempuan di Amerika Serikat mengalami kehamilan saat menjalani terapi dengan obat antiepilepsi (OAE). Kurang lebih 6% bayi yang dilahirkan oleh ibu yamg mendapat terapi OAE tersebut mengalami cacat bawaan baik secara anatomis maupun fisiologis.

Pengaruh kehamilan terhadap epilepsi bervariasi. Kira-kira ¼ kasus frekuensi bangkitan akan meningkat terutama pada trimester terakhir. Seperempatnya lagi menurun dan separuhnya tidak mengalami perubahan selama kehamilan. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Pada wanita hamil terjadi perubahan fisiologis dalam tubuhnya. Salah satunya adalah fungsi ginjalnya meningkat yang ditandai dengan peningkatan creatinine clearance sekitar 50% sehingga akan menurunkan kadar Obat Anti Epilepsi (OAE) dalam sirkulasi darah yang akhirnya meningkatkan kebutuhan OAE. Selain itu, hormon esterogen bersifat epileptogenik. Hormon estrogen terus meningkat selama kehamilan dan mencapai puncaknya pada trimester ketiga. Hal inilah yang menyebabkan frekuensi bangkitan pada epilepsi menjadi meningkat terutama pada trimester terakhir.

Lalu apakah dampaknya terhadap kehamilan? Bangkitan selama kehamilan meningkatkan risiko outcome kehamilan yang merugikan. Bangkitan pada trimester pertama diketahui meningkatkan risiko malformasi kongenital pada keturunan 12,3% berbanding 4% dengan anak yang terpapar dengan bangkitan maternal pada waktu yang lain. Bangkitan umum tonik-klonik meningkatkan risiko hipoksia dan asidosis dan juga cedera karena trauma benda tumpul. Peneliti dari Kanada menemukan bahwa bangkitan maternal selama kehamilan meningkatkan risiko keterlambatan perkembangan. Meski jarang terjadi, status epileptikus dapat menyebabkan tingkat mortalias yang tinggi bagi ibu dan anak. Di dalam sebuah penelitian terhadap 29 kasus yang dilaporkan, 9 ibu dan 14 anak meninggal selama atau sesaat setelah episode status epileptikus. Anak dari seorang perempuan yang memiliki tiga kali bangkitan tonik klonik umum selama kehamilannya dapat menyebabkan perdarahan intraserebral.

Apa dampak Obat Anti Epilepsi pada ibu hamil? Paling umum dampak pada wanita hamil dengan epilepsi adalah potensial teratogenesis pada OAE. Dampak teratogenik diklasifikasikan sebagai malformasi mayor atau anomali minor dan keduanya yang berhubungan dengan penggunaan OAE. Suatu malformasi mayor adalah suatu abnormalitas yang ada pada saat lahir yang dapat memerlukan penanganan bedah. Malformasi mayor yang mungkin adalah kelainan jantung kongenital, defek urogenital, neural tube defect, dan sumbing. Anomali minor misalnya dismorfisme wajah dan anomali jari.

Anomali adalah penyimpangan atau keanehan yang terjadi atau dengan kata lain tidak seperti biasanya.

Dismorfisme wajah adalah kelainan bentuk wajah.

Namun, menurut American Academy of Neurology tahun 2009, dikatakan bahwa mengkonsumsi OAE tidak menyebabkan kesulitan-kesulitan saat kehamilan. Seperti misalnya adanya bukti yang baik bahwa OAE tidak menjadi risiko tinggi untuk perdarahan selama kehamilan. Juga dikatakan risiko untuk terjadinya proses persalinan Caesar dan persalinan dini tidak cukup tinggi. Tidak cukup bukti yang mengatakan bahwa OAE berhubungan dengan peningkatan tekanan darah pada kehamilan. Namun, perlu hati-hati jika Anda tidak dapat menghindari lebih dari satu OAE (Obat Anti Epilepsi) saat kehamilan! Ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa penggunaan Asam Valproat multidrug bisa menyebabkan cacat lahir sehingga dilarang untuk mengkonsumsi Asam Valproat khususnya pada trimester pertama.

Bagaimana Tatalaksana Epilepsi pada Wanita Hamil?

Begitu hamil, seorang wanita dengan epilepsi yang diberikan OAE harus diikuti oleh seorang ahli kandungan. Seorang ahli kandungan berisiko tinggi atau spesialis fetal maternal dipilih meskipun tidak selalu mungkin. Wanita hamil harus diperiksa serologis dan USG nya pada trimester pertama untuk menentukan adanya risiko neural tube defect.

Sepanjang kehamilan, pemantauan level OAE (Obat Anti Epilepsi) akan menolong untuk mengendalikan kejang. Farmakokinetik OAE dipengaruhi perubahan fisiologis kehamilan. Sepanjang kehamilan, aliran darah ginjal dan filtrasi glomerular meningkat sebagai suatu fungsi peningkatan curah jantung dan volume plasma, cairan ekstravaskular (luar pembuluh darah) dan jaringan lemak meningkat untuk menciptakan distribusi volume lebih besar. Level serum albumin menurun, yang mana menurunkan pengikatan obat, meningkatkan fraksi bebas, dan meningkatkan drug clearance. Farmakokinetik dapat mempengaruhi konsentrasi OAE dan paling penting untuk OAE adalah ikatan protein tinggi, metabolisasi secara hepatik (melalui hati) atau dibersihkan secara renal (melalui ginjal). OAE dengan ikatan protein tinggi dalam jumlah total dan jumlah yang bebas, termasuk untuk fenitoin dan valproat harus dimonitor.

Vitamin K profilaksis direkomendasikan pada saat beberapa minggu akhir kehamilan, dimulai kira-kira minggu ke-36. Insidens perdarahan pada bayi baru lahir dilaporkan meningkat pada anak yang terpapar OAE selama kehamilan khususnya OAE yang merangsang sistem enzim sitokrom P450. OAE yang merangsang enzim sitokrom P450 adalah fenobarbital, primidon, fenitoin, karbamazepin merangsang enzim mikrosom fetal yang mendegradasi vitamin K.

American Academy of Neurology dan American Academy of Pediatrics memperbolehkan wanita dengan epilepsi yang mengkonsumsi OAE untuk menyusui. Sepanjang menyusui bayi, bagaimanapun juga akan terpapar OAE pada konsentrasi OAE yang diberikan. Jika ibu menerima ethosuximid, fenobarbital, atau pirimidon memilih menyusui, mereka harus dilatih untuk memantau anaknya untuk tanda-tanda sedasi dan letargi. Pada laporan-laporan kasus, fenitoin, karbamazepin, dan valproat mungkin aman. OAE ini tidak ditransfer ke anak melalui ASI pada konsentrasi yang sama pada ibu.

Sedasi adalah rasa takut dan kecemasan.

Letargi adalah penurunan kesadaran.

Kesimpulan

Sekarang ini seorang wanita yang memiliki epilepsi tidak lagi dilarang untuk hamil dan melahirkan anak. Tidak mengkonsumsi obat-obat anti epilepsi bukan merupakan solusi yang baik karena jika ibu mengalami bangkitan selama kehamilan juga berefek buruk bagi janin. Oleh sebab itu, dibutuhkan kerjasama dari pasien-pasien ini untuk secara rutin kontrol kehamilan untuk melihat perkembangan janin akibat obat-obat anti epilepsi yang dikonsumsi.

Ditulis oleh Catherine Maname Uli

Daftar Pustaka

1. Manajemen Epilepsi pada Kehamilan. Available from the URL:

http://journal.uii.ac.id/index.php/JKKI/article/viewFile/547/471

2.Clinical Management of Pregnant Women with Epilepsy. Available from the URL :

http://www.medscape.com/viewarticle/530483

3.Women with Epilepsy: Drug Risks and Safety during Pregnancy. Available from the URL :

http://www.aan.com/practice/guideline/uploads/338.pdf

 

 

Sumber: http://babysehat.wordpress.com

OBAT ANTI-KEJANG

Beberapa obat anti-kejang yang diminum oleh penderita epilepsi yang sedang hamil, bisa menyebabkan terjadinya :

  1. celah langit-langit mulut,
  2. kelainan jantung, wajah, tengkorak, tangan dan organ perut pada bayinya
  3. Bayi yang dilahirkan juga bisa mengalami keterbelakangan mental.

2 obat anti-kejang yang bisa menyebabkan cacat bawaan adalah trimetadion (resiko sebesar 70%) dan asam valproat (resiko sebesar 1%). Carbamazepine diduga menyebabkan sejumlah cacat bawaan yang sifatnya ringan.

Bayi baru lahir yang selama dalam kandungan terpapar oleh phenitoin dan phenobarbital, bisa mudah mengalami perdarahan karena obat ini menyebabkan kekurangan vitamin K yang diperlukan dalam proses pembekuan darah. Efek ini bisa dicegah bila selama 1 bulan sebelum persalinan, setiap hari ibunya mengkonsumsi vitamin K atau jika segera setelah lahir diberikan suntikan vitamin K kepada bayinya. Selama hamil, kepada penderita epilepsi diberikan obat anti-kejang dengan dosis yang paling kecil tetapi efektif dan dipantau secara ketat.

Wanita yang menderita epilepsi, meskipun tidak memakai obat anti-kejang selam hamil, memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk melahirkan bayi dengan cacat bawaan. Resikonya semakin tinggi jika selama hamil sering terjadi kejang yang berat atau jika terjadi komplikasi kehamilan atau jka berasal dari golongan sosial-ekonomi yang rendah (karena perawatan kesehatannya tidak memadai).

Obat-obatan yang sering diminum sebelum hamil, misalnya obat-obatan untuk epilepsi perlu dikonsultasikan kembali dengan dokter Anda. Apakah perlu dilakukan perubahan atau penyesuaian dengan kehamilan Anda? Apakah obat-obatan ini aman digunakan dalam kehamilan?

 

 

Sumber: http://www.e-kehamilan.com

HAMIL DENGAN EPILEPSI

“Ketika kita mengetahui informasi penting terkait kehamilan pada pribadi dengan riwayat epilepsi, kita bisa mengatasi hal tersebut dengan lebih baik. Ibu hamil yang memiliki penyakit epilepsi memang memerlukan pengobatan dan terapi khusus selama kehamilan.

Dokter kandungan akan memonitor kesehatan ibu dan bayi secara berkala agar proses tumbuh kembang janin di dalam kandungan dapat optimal dan ibu yang mengandung juga tetap sehat. Ibu hamil yang menderita epilepsi biasanya akan mengalami serangan yang lebih intens karena perubahan hormon estrogen dan progesteron.

Kondisi epilepsi tersebut dapat memicu kelahiran prematur serta bayi lahir dengan berat badan rendah kurang dari 2500 gram. Bayi dapat mengalami mikrosefali dengan gejala kepala kecil. Terkadang apabila obat epilepsi harus diberikan pada saat bersalin, obat tersebut bisa mengakibatkan lamanya kontraksi sehingga proses persalinan dapat memakan waktu yang lebih lama.

Apabila ibu pernah menderita epilepsi maka terdapat beberapa hal yang harus dilakukan untuk menjaga kehamilan dan kelahiran kelak yaitu :

  • Jelaskan kondisi ibu pada dokter kandungan bahwa anda menderita epilepsi secara detail sehingga dokter dapat memberikan obat khusus yang aman bagi kehamilan.
  • Monitor terus kondisi janin di dalam kandungan melalui USG maupun tes darah bila perlu. Hal ini bertujuan untuk apabila ada kelainan pada kehamilan maka dokter kandungan dapat segera mengambil tindakan yang diperlukan.
  • Pertimbangkan untuk memilih tempat bersalin yang memiliki fasilitas lengkap khususnya peralatan yang mendukung persalinan bagi ibu hamil yang menderita epilepsi

 

 

Sumber: http://bidan-raka.blogspot.com

EPILEPSI DALAM KEHAMILAN

Apakah Epilepsi merupakan Penyakit Keturunan?

Ayan, atau dalam bahasa medik dikenal dengan nama epilepsi, telah dikenal manusia sekitar dua ribu tahun sebelum Masehi.

Air ludah atau buih yang keluar dari mulut penyandang epilepsi dianggap sebagai sumber utama penularan penyakit ayan. Anggapan yang kurang tepat ini besar pengaruhnya terhadap perlakuan masyarakat terhadap penderita epilepsi, dan juga bagi perilaku penderita epilepsi terhadap lingkungan kehidupannya. Dengan kekurangtepatan pemahaman masyarakat terhadap epilepsi membuat masyarakat mengambil sikap ragu-ragu atau takut memberikan pertolongan apabila melihat penyandang epilepsi mendapat serangan. Karena takut terpercik air liurnya. Akibatnya penyandang epilepsi menjadi dijauhi, diisolasi, didiskriminasi dan seringkali dipandang rendah oleh masyarakat lingkungannya, atau yang lebih ekstrem lagi dianggap ”tidak utuh” menjadi manusia. Perlakuan yang demikian semakin menambah beban psikologis bagi penyandang epilepsi maupun bagi keluarganya. Daripada ”menanggung malu,” maka atas inisiatif aktif dari penderita atau keluarganya, lebih baik membuat jarak fisik dengan masyarakat kebanyakan, mengurung atau menarik diri dari pergaulan.

Selain pandangan yang keliru itu, muncul pula anggapan epilepsi merupakan penyakit keturunan. Anggapan ini tentunya juga membawa beban tersendiri dari pihak yang menurunkannya. Rasa berdosa, rendah diri dan malu senantiasa menghantuinya. Pandangan yang mengatakan penyakit ayan merupakan penyakit keturunan memang tidak semuanya keliru, sebab terdapat dugaan terdapat 4-8% penyandang ayan diakibatkan oleh faktor keturunan.

Apa penyebab dan gejala yang ditimbulkan?

Di saat serangan, penyandang epilepsi tidak dapat bicara secara tiba-tiba. Kesadaran menghilang dan tidak mampu bereaksi terhadap rangsangan. Tidak ada respon terhadap rangsangan baik rangsang pendengaran, penglihatan, maupun rangsang nyeri. Badan tertarik ke segala penjuru. Kedua lengan dan tangannya kejang, sementara tungkainya menendang-nendang. Gigi geliginya terkancing. Hitam bola mata berputar-putar. Dari liang mulut keluar busa. Napasnya sesak dan jantung berdebar. Raut mukanya pucat dan badannya berlumuran keringat. Terkadang diikuti dengan buang air kecil. Manifestasi tersebut dimungkinkan karena terdapat sekelompok sel-sel otak yang secara spontan, di luar kehendak, tiba-tiba melepaskan muatan listrik. Zainal Muttaqien (2001) mengatakan keadaan tersebut bisa dikarenakan oleh adanya perubahan, baik perubahan anatomis maupun perubahan biokimiawi pada sel-sel di otak sendiri atau pada lingkungan sekitar otak. Terjadinya perubahan anatomis dan biokimia pada sel-sel otak ini dapat diakibatkan antara lain oleh trauma fisik, benturan, memar pada otak, berkurangnya aliran darah atau zat asam akibat penyempitan pembuluh darah atau adanya pendesakan/rangsangan oleh tumor.

Perubahan yang dialami oleh sekelompok sel-sel otak yang nantinya menjadi biang keladi terjadinya epilepsi diakibatkan oleh berbagai faktor. Perubahan bisa terjadi pada awal saat otak janin mulai berkembang, yakni pada bulan pertama dan kedua kehamilan. Dapat pula diakibatkan adanya gangguan pada ibu hamil muda seperti infeksi, demam tinggi, kurang gizi (malnutrisi) yang bisa menimbulkan bekas berupa kerentanan untuk terjadinya kejang. Proses persalinan yang sulit, persalinan kurang bulan atau telat bulan (serotinus) mengakibatkan otak janin sempat mengalami kekurangan zat asam dan ini berpotensi menjadi ”embrio” epilepsi. Bahkan bayi yang tidak segera menangis saat lahir atau adanya gangguan pada otak seperti infeksi/radang otak dan selaput otak, cedera karena benturan fisik/trauma serta adanya tumor otak atau kelainan pembuluh darah otak juga memberikan kontribusi terjadinya epilepsi. Sederet keterangan di atas tentunya sangat bermanfaat bagi kaum ibu, ternyata kondisi kehamilannya ikut andil terhadap ”nasib” keturunannya.

Epilepsi dalam Kehamilan

Pengertian epilepsi dalam kehamilan

Epilepsi merupakan kelainan neurologik, yang mana pada ibu hamil membutuhkan tata laksana yang kuat dan tanpa berisiko baik terhadap ibu/bayi. Menurut statistik Amerika Serikat, 0.5% kehamilan dijumpai pada wanita epilepsi. Risiko pada wanita epilepsi yang hamil lebih besar dari pada wanita normal yang hamil. Untuk menanggulangi banyak risiko, maka dokter ahli kandungan dan dokter ahli neurologi bekerjasama agar bayi dan ibu mengalami keselamatan jasmani dan rohani. Angka kematian neonatus pada pasien epilepsi yang hamil adalah tiga kali dibandingkan populasi normal. Pengaruh kehamilan terhadap epilepsi bervariasi. Kira-kira ¼ kasus frekuensi bangkitan akan meningkat terutama pada trimester terakhir. Seperempatnya lagi menurun dan separuhnya tidak mengalami perubahan selama kehamilan.

Pengobatan wanita epilepsi yang hamil pada umumnya dilakukan menurut prinsip yang sama seperti pada pasien tidak hamil. Risiko yang dialami janin karena bangkitan yang dialami ibu mungkin sama besar dengan yang disebabkan obat anti epilepsi. Malformasi yang disebabkan terapi obat anti epilepsi akan terjadi pada 4-10 minggu pertama dalam pertumbuhan janin.

Klasifikasi Epilepsi

Epilepsi pada kehamilan dibagi dalam 2 kelompok:
1. Yang sebelumnya sudah menderita epilepsi
2. Berkembang menjadi epilepsi selama hamil

Diagnosis

Pada wanita hamil dengan bangkitan dan telah mendapat obat anti epilepsi maka pemeriksaan yang perlu dilakukan yaitu:
1. Pemeriksaan kadar obat dalam darah
2. EEG
3. CT Scan, bila ada kelainan neurologik, dilakukan tergantung pada stadium kehamilan.
4. Perubahan-perubahan konsentrasi obat anti epilepsi secara teratur harus dimonitor setiap bulan.

Komplikasi

1. Pada Kehamilan
Wanita epilepsi lebih cenderung memperoleh komplikasi obstetrik dalam masa kehamilan dari pada wanita penduduk rata-rata.

Pengaruh epilepsi terhadap kehamilan yaitu:
– Melahirkan bayi prematur, didapat 4-11%
– Berat badan lahir rendah, kurang dari 2500 gr, ditemukan pada 7 – 10%
– Mikrosefal
– Apgar skor yang rendah

Hiilesmaa mengikuti 138 kehamilan wanita epilepsi dibandingkan dengan 150 orang sebagai kontrol, yang sesuai adalah umur, paritas, sosial ekenomi dan jenis kelamin fetus. Beberapa peneliti tak dapat membuktikan bahwa komplikasi pada kehamilan tidak lebih besar pada wanita epilepsi.

2. Pada Persalinan
Neonatus wanita epilepsi yang hamil mengalami lebih banyak resiko karena kesukaran yang akan dialami ketika partus berjalan. Partus prematur lebih sering terjadi pada wanita epilepsi. Penggunaan obat anti epilepsi mengakibatkan kontraksi uterus yang melemah, ruptur membran yang terlalu dini. Oleh karena itu maka partus wanita epilepsi hampir selalu harus dipimpin oleh pakar obstetrik. Penggunaan firsep atau vakum sering dilakukan dan juga seksio saesar.

Komplikasi persalinan baik untuk ibu dan bayi adalah:
– Frekuensi bangkitan meningkat 33%
– Perdarahan post partum meningkat 10%
– Bayi mempunyai risiko 3% berkembang menjadi epilepsi
– Apabila tanpa profilaksis vitamin K yang diberikan pada ibu, terdapat risiko 1)% terjadi perdarahan perinatal pada bayi.

Penatalaksanaan

Pada umumnya perkembangan malformasi fetal sudah dimulai sebelum wanita menyadari kehamilannya secara mantap. Penutupan langit-langit terjadi pada hari ke 47 kehamilan. Wanita epilepsi yang hamil harus diberitahu tentang risiko hamil yang berhubungan dengan penggunaan obat anti epilepsi. Mereka harus tahu juga bahwa serangan epileptik dapat membahayakan kandungan dan diri sendiri. Namun demikian mereka harus mengetahui bahwa risiko dapat diperkecil dengan tindakan pencegahan. Dalam masalah tersebut, dokter harus memberikan nasehat yang tepat dalam menghadapi dua problematik yang rumit ini. Disatu pihak ia harus menggunakan obat anti epilepsi untuk mengontrol timbulnya serangan epileptik pada ibu yang hamil dan sekaligus ia harus mencegah terkenanya fetus oleh efek obat anti epilepsi digunakan oleh ibu yang hamil. Terapi yang dianjurkan ialah penggunaan monoterapi dengan dosis serendah mungkin pada tahap pertama kehamilan. Dosis dapat dinaikkan pada trimester ketiga kehamilan. Pada tahap lanjut dapat diberikan juga vitamin K (20mg/hari) untuk mencegah perdarahan neonatal.

Fetus adalah janin yang sudah memperlihatkan bagian–bagian tubuh dengan jelas atau sempurna.

Macam-macam obat anti epilepsi untuk mengontrol timbulnya serangan epileptik pada ibu yang hamil:

1. Trimetadion
Dapat mengakibatkan kelainan pada janin yang spesifik disebut sindrom trimetadion fetus. German dan kawan-kawan (1970) melaporkan bahwa dalam satu keluarga terdapat 4 bayi yang mengalami malformasi dilahirkan dari ibu yang menderita epilepsi dengan menggunakan obat ini; studi lanjutan mengkonfirmasi terhadap risiko tinggi pada sindrom ini, yang mana dapat menyebabkan perkembangan yang lambat, anomali kraniofasial dan kelainan jantung bawaan. Golongan obat ini tidak digunakan pada kehamilan

2. Fenitoin
Obat ini digunakan sangat luas sebagai obat anti epilepsi pada kehamilan dan mempunyai efek teratogenik. Terdapat kejadian sedikit yang menyebabkan malformasi mayor pada manusia. Sampai sekarang sebagian besar pasien-pasien diobati dengan beberapa obat anti epilepsi, sehingga sulit untuk mengevaluasi efek obat secara individual. Angka malformasi total pada 305 anak yang dilahirkan oleh ibu tanpa epilepsi adalah 6,4 % . Penggunaan fenitoin dapat mengakibatkan terjadinya sindrom hidantoin fetus. Sindrom ini pertama kali diperkenalkan oleh Hanson dan Smith (1975) untuk menggambarkan pola abnormalitas yang diamati pada neonatus,
Yang mana ibu epilepsi yang hamil diberikan obat fenitoin, biasanya dikombinasi dengan fenobarbital. Sindrom ini terdiri dari abnormalitas kraniofasial, kelainan anggota gerak, defisiensi pertumbuhan, retardasi mental baik ringan atau sedang.

Studi prospektif dari 35 bayi pada prenatal diberi obat golongan hidantoin, Hansons dan kawan-kawan (1976) menemukan 11% mempunyai gambaran sebagai sindroma ini (laidlaw, 1988’ Yerbi, 1991). Dosis fenitoin antara 150-600 mg/hari.

3. Sodium Valproat
Penggunaan obat ini dapat mengakibatkan kelainan pada janin berupa sindrom valproat fetus. Pernah dilaporkan terhadap 7 bayi yang dilahirkan dari ibu epilepsi yang menggunakan obat ini berupa kelainan pada wajah dengan ciri-ciri: lipatan epikantus inferior, jembatan hidung yang datar, filtrum yang dangkal. Obat ini pada manusia dapat menembus plasenta secara bebas dan memberikan dosis yang lebih tinggi pada neonatus dari ibu. (Laidlaw, 1988). Pada studi prospektif dari 12 bayi, pada anternatal diberikan sodium valproat menunjukkan semuanya normal. Pada kasus sporadik pernah dilaporkan bahwa obat ini dapat menyebabkan kelainan “neural tube defect”. Pada wanita epilepsi yang hamil bila diberikan obat ini dapat menyebabkan kelainan tersebut kira-kira 1,2%. Dosis sodium valproat antara 600-3000 mg/hari.

4. Karbamazepin
Obat ini tidak terlibat pada malformasi mayor tetapi dapat menyebabkan retardasi pertumbuhan kepala janin. Hiilesmaa dan kawan-kawan (1981) didalam penelitiannya terhadap 133 wanita menunjukkan bahwa penggunaan obat ini (tunggal) atau kombinasi dengan fenobarbital dapat menyebabkan retardasi (Laidlaw, 1988). Juga pernah dilaporkan dari 25 anak dari ibu yang menggunakan obat karbamazepin tunggal ditemukan 20% dengan gangguan perkembangan (Yerby, 1991). Belakangan ini dilaporkan bahwa karbamazepin mengakibatkan meningkatnya kasus spina bifida sebanyak 0,5 – 1,0%. Dosis karbamazepin 400-1800 mg/hari,

Retardasi pertumbuhan kepala janin adalah terganggunya pertumbuhan kepala janin.


Spina bifida

Spina bifida adalah sumbing tulang belakang yang disebabkan kekurangan asam folat selama masa kehamilan. Karena pembukaan ini, baik membran dan sumsum tulang belakang menonjol saat lahir, membentuk kantung di punggung bayi. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan saraf, seperti kelemahan otot, masalah pada usus dan kandung kemih, kejang, dan masalah pada tulang punggung.

5. Fenobarbital
Terdapat sedikit keterangan mengenai teratogenik dari obat ini, studi awal mengatakan bahwa sebagian besar manita epilepsi mendapat kombinasi antara fenotoin dan fenobarbital. Efek teratogenik obat ini kurang bila dibandingkan dengan obat anti epilepsi lain dan pada manusia, Shapiro dan kawan-kawan (1976) menemukan fenobarbital tidak menyebabkan meningkatnya angka malformasi. Pemakaian obat ini dapat mengakibatkan sindrom fenobarbital fetus, yang berupa Dismorfim wajah, gangguan pertumbuhan pre dan postnatal, perkembangan lambat. Bagian Obstetri dan Ginekologi Akademi Amerika menganjurkan pemakaian fenobarbital sebagai obat pilihan untuk wanita epilepsi yang hamil (Yerby,1991). Selanjutnya Sullivan (1975), pada penelitiannya terhadap tikus yang hamil diberikan obat ini mengakibatkan bibir dan palatum sumbing berkisar antara 0.6 – 3.9% (Yerbi, 1991). Dosis Fenobarbital antara 30 – 240 mg/hari (Gilman AG, 1991).

Sindrom fenobarbital fetus adalah berupa dismorfim wajah, gangguan pertumbuhan pre dan postnatal, perkembangan lambat.

Efek Teratogenik Obat Anti Epilepsi

Prosentase malformasi akibat obat anti epilepsi adalah:
1. Trimetadion, lebih 50%
2. Fenitoin, 30%
3. Sodium Valproat, 1,2%
4. Karbamazepin, 0,5-1 %
5. Fenobarbital, 0,6% (Yerby, 1991)

Konsentrasi obat anti epilepsi dalam plasma wanita hamil yang akan melahirkan bayi malformasi selalu lebih tinggi dari pada kadar obat anti epilepsi pada wanita epilepsi hamil yang melahirkan tanpa malformasi. Para wanita epilepsi yang hamil dengan menggunakan berbagai jenis obat anti epilepsi lebih mudah melahirkan bayi dengan malformasi dari pada wanita epilepsi yang hamil memakai obat epilepsi tunggal. Sudah barang tentu multipel dan penggunaan dosis tinggi berhubungan dengan jenis epilepsi yang tidak mudah terkontrol. Malformasi fetal yang berhubungan dengan obat-obat anti epilepsi, dengan adanya kemungkinan neonatus cacad akibat malformasi dan anomaly kongenital. Studi Meadow (1968), yang mencakup kasus kehamilan sejumlah 427 pada 186 wanita epilepsi yang menggunakan obat anti epilepsi, menemukan anak dengan cacad (bibir dan langit-langit sumbing) yang berjumlah cukup banyak. Meadow dan kawan-kawan menyimpulkan bahwa malformasi kongenital pada anak yang terkena efek obat anti epilepsi adalah 2 kali lebih sering dibandingkan anak yang tidak terkena efek obat anti epilepsi. Malformasi untuk populasi rata-rata berkisar antara 2-3%, sedangkan untuk bayi yang dilahirkan oleh ibu epilepsi antara 1,25 – 11%. Menurut peneliti lain berkisar 4-6% (Johnston, 1992).


Malformasi Kongenital

 

Malformasi kongenital atau cacat lahir, yaitu suatu kelainan struktural, perilaku, faal, dan metabolik yang terdapat pada waktu lahir.

 

Artikel ini bisa di download dalam bentuk file PDF disini: Epilepsi-pada-wanita-hamil.pdf

 

Penulis: Anita Handayani (http://anitanet.staff.ipb.ac.id)


Penyakit Meningitis (Radang Otak)

Penyakit Meningitis (Radang Otak)Dewi Yull dan gisca
Gisca Putri Agustina Sahetapy
Gisca Putri Agustina Sahetapy

JAKARTA-Gisca yang sejak kecil dilahirkan tuna rungu, dididik dengan penuh kasih sayang oleh orangtuanya.

Setelah tiga bulan berjuang melawan radang otak, Gisca Putri Agustina Sahetapy, tutup usia. Ia adalah anak dari buah cinta kasih Ray Sahetapy dan Dewi Yull. Gisca meninggal dunia pada hari Jumat (11/6/2010), pukul 03.30 WIB, akibat penyakit Radang Otak (Meningitis) yang di deritanya. Di kepala Giska terdapat virus. Virus itu menyerang ke otaknya dan itu terjadi selama satu bulan.

Dewi Yull, wanita cantik kelahiran Cirebon, 10 Mei 1961, bernama asli RA Dewi Pujiati.

Sedangkan Ray bernama asli Ferene Raymond Sahetapy, kelahiran Donggala Sulawesi Tengah, 1 Januari 1957.

Perkawinan Ray dan Dewi yang terwujud tanpa restu orangtua dari pihak Dewi, lahirlah 4 orang anak yaitu empat orang anak, Gizca Puteri Agustina Sahetapy, Rama Putra, Panji Surya, dan Mohammad Raya Sahetapy.

Setelah bercerai dari Dewi, Ray menikah kembali dengan janda beranak dua yaitu Sri Respatini Kusumastuti (Iin).

Putri semata wayang Ray dan Dewi yaitu Gisca, memang dikenal sangat berbakat dalam hal melukis.

Inilah kebesaran dan mukjizat Tuhan, gadis muda yang wafat di usia 28 tahun ini memiliki talenta seni sangat menakjubkan di antara kondisi fisiknya yang sangat berkekurangan yaitu terlahir sebagai anak yang tuna rungu.

Gisca, begitu ia biasa disapa, menjalani operasi di rumah sakit itu Rabu (9/6/2010)

Gisca meninggal dunia di RSPAD Dr. Suyoto, Jumat (11/6/2010) dini hari. Setelah sebelumnya sempat dirawat di Rumah Sakit Omni dan bahkan sempat di prediksi dokter akan sembuh. Memang kesadaran Giska telah menurun jauh, Giska terkena penyakit adanya peradangan di otak. Banyak cairan yang menumpuk di kepalanya. Namun siapa kira kondisi Gisca belakangan kian memburuk hingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Dr Suyoto, Rabu, 9 Juni, pukul 11.00. WIB.

Gisca koma

Ia juga sempat menjalani pengobatan alternatif untuk mengatasi virus yang menyerang kepalanya. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Kepada sang bunda, Dewi Yull, almarhumah sempat mengaku bahwa tubuhnya tak dapat lagi menerima obat. Sebelum meninggal, kondisi Gisca belum mengalami perubahan. Ia terbaring koma, ujar Ray Sahetapy, ketika dihubungi Jumat (11/6) pagi.

Sejak virus itu menyerang ke otaknya dan itu terjadi selama satu bulan, kondisi kesehatan Gisca terus menurun karena terkena Penyakit Meningitis, yaitu adanya peradangan otak. “Banyak cairan menumpuk di kepalanya,” ujarnya.

Dewi Yull menceritakan, sebelum masuk rumah sakit, Gisca mengalami pusing secara terus menerus selama tiga bulan terakhir. “Katanya kepalanya berat sekali. Ya seperti terkena stroke,” katanya.

Karena terkena penyakit Maninigitis, Gisca pun membutuhkan perawatan panjang yang bergantung kekuatan tubuh Gisca sendiri.

Sebelum dirawat di rumah sakit ini, saat mengalami sakit kepala hebat Gisca pun sempat menjalani rawat jalan di RS Internasional Bintato. Kemudian, keluar dari rumah sakit tersebut sekitar 1,5 bulan lalu.

Gisca dan suami

Lahir di Jakarta, 12 Agustus 1982, Gisca menikah dengan Donny Prasetyo Kuntadi pada 15 Januari 2006 dan di karuniai seorang anak bernama Ramiza. Mereka adalah pasangan tuna-rungu. Pernikahan mereka, sempat menyatukan orang tuanya yang telah bercerai. Sayang, biduk rumah tangga mereka tak berlangsung lama. Sayang pernikahan ini tak bisa bertahan lama. Gisca kemudian mengajukan gugatan cerai terhadap suaminya di Pengadilan Agama Tigaraksa, Tangerang, Banten, pada 27 Mei 2008. Mereka resmi bercerai pada 14 Juli 2008.

Saat ini jenazah disemayamkan di rumah duka Jalan Jagakarsa No. 25, Ciganjur, Jakarta Selatan.Menurut rencana, jenazah almarhumah akan dikebumikan selepas salat Jumat di pemakaman keluarga di Bogor. Selamat jalan Gisca…

Semoga Giska diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan yang ditinggalkan diberi kesabaran.

Note:

Gisca orangnya asyik, masih muda, energik, penuh semangat (testomonial dari Dude Herlino)

Gisca adalah orang yang jujur dan berterus terang. “Dia orangnya terlalu jujur. Kalau dia nggak suka dia bilang nggak suka. Saya sering bercermin sama dia. Dan dia adalah (sosok pribadi) keras dan kuat) dan saya kagumi,” katanya. (testomial dari Ray Sahetapy).

Orang yang lahir tidak bisa mendengar, otomatis tidak bisa berbicara. “Gisca itu suka susah kalau mau mengutarakan keinginannya. Dia jadi cepat marah. Dia sangat aktif orangnya,” kenang Rima. (testomonial Rima Melati).

Kita semua mengenang Gisca, tentu harus di sisi baiknya selama ini sebagai anak manusia.

Bayangkanlah betapa pedih kehidupannya sejak dilahirkan.

Terlahir sebagai anak yang cacat (tuna rungu).

Dibesarkan puluhan tahun oleh ayah bunda yang menghujaninya dengan cinta nan indah tetapi ternyata perkawinan orangtuanya harus kandas di tengah jalan.

Saat ia menemui kenyataan pahit tentang perceraian ayah ibunya, ia pun terpaksa harus menikah muda dan bercerai muda (juga).

Gisca yang polos ini, tentu akan mendapat ampunan yang indah dari Sang Khalik.

Gisca yang polos ini, tentu akan mendapat pintu surga yang terbuka bagi jejak “kakinya” yang terbang ke pangkuan Ilahi.

gisca eksen

CINTA DAN KAWAN

Satu hari CINTA & KAWAN berjalan dalam
kampung…
Tiba-tiba CINTA terjatuh dalam
telaga…
Kenapa??
Kerena CINTA itu buta…
Lalu KAWAN pun ikut terjun dalam
telaga…
Kenapa??
Kerena… KAWAN akan buat apa saja demi
CINTA !!
Di dalam telaga CINTA hilang…
Kenapa??
Kerena… CINTA itu halus, mudah hilang
kalau tak dijaga, sukar dicari apa lagi
dalam telaga yang gelap…
Sedangkan KAWAN masih mencari-cari
dimana CINTA & terus menunggu..
Kenapa??
Karena … KAWAN itu sejati & akan
kekal sebagai KAWAN yang setia…

so, hargailah KAWAN kita ….

Walau kita punya couple , teman still
paling setia.
Walau kita punya harta banyak , teman
still paling berharga .

(Ini puisi yang ditulis Gisca dalam Blog nya)

 

Sekarang mari kita simak apa dan bagaimana tentang Meningitis (Penyakit Radang Otak) tersebut:


PENYAKIT RADANG OTAK (MENINGITIS)

Penyakit Meningitis (Radang Otak)

Meningtis adalah kerusakan pada “meninges” yaitu kulit yang menutupi otak. Meningitis biasanya disebabkan oleh bakteri atau virus. Meninge = selaput otak.

Penyakit meningitis, mungkin jarang kita dengar, tapi penyakit ini adalah penyakit yang cukup berbahaya. Penyakit ini menyerang bagian saraf atau otak yang berfungsi sebagai pusat pemikiran manusia. Tentunya jika otak yang sudah terserang akan sangat bahaya bagi kehidupan penderitanya.

Ciri-ciri Penyakit Radang Otak (Meningitis)?

Penyakit radang selaput otak (meningitis) disebabkan bakteri Haemophyllus influenzae tipe B atau yang disebut bakteri Hib B merupakan penyebab tersering menimbulkan meningitis pada anak berusia kurang dari lima tahun. Penyakit ini berisiko tinggi, menimbulkan kematian pada bayi. Bila sembuh pun, tidak sedikit yang menyebabkan cacat pada anak.

Penyakit radang otak, disebabkan adanya bakteri/kuman. Bakteri/kuman masuk dari gigi yang membusuk atau dari makanan dan daya tahan tubuh yang kurang, sehingga menyerang otak dan menyebabkan infeksi, infeksi menyebabkan radang (pembengkakan) otak.

Meningitis adalah infeksi pada lapisan otak dan urat saraf tulang belakang. Penyebab meningitis sendiri bermacam-macam, sebut saja virus dan bakteri. Meningitis terjadi apabila bakteri yang menyerang menjadi ganas ditambah pula dengan kondisi daya tahan tubuh anak yang tidak baik, kemudian ia masuk ke aliran darah, berlanjut ke selaput otak. Nah, bila sudah menyerang selaput otak (meningen) dan terjadi infeksi maka disebutlah sebagai meningitis.

Meningitis menyerang selaput otak. Perlu dicatat, sel-sel otak berbeda dengan sel-sel yang terdapat pada bagian tubuh lainnya. Kalau sel kulit misalnya, apabila tergores hingga menimbulkan luka sekalipun, lama-lama akan membentuk sel-sel baru dan dalam beberapa hari sudah dapat pulih. Tidak demikian dengan sel otak. Apabila sel otak rusak, ia tidak dapat tidak dapat membentuk sel baru atau berekontruksi. Sebaliknya, sel otak tersebut akan mati, padahal otak adalah pusat penglihatan, pendengaran, pergerakan,dll.

Ciri-ciri : Demam, lelah, letih, gangguan saraff, sering pusing, kepala membesar/menonjol, kejang kejang, tekanan darah tinggi, kesadaran menurun, pingsan tiba2, dll.

Ciri utama radang adalah panas yang cukup tinggi, panas tersebut akan berhenti jika radang tersebut di obati.

Pada radang otak biasa terjadi kejang, muntah, dan rasa sakit pada kepala.

Semua ciri tersebut akan berbeda tergantung posisi radang tersebut

Sebaiknya segera rujuk ke dokter bila dicurigai radang otak, dan lakukan CT scan kepala.

Bentuk hasil CT Scan: Hasil Scan Penyakit Meningitis

Gejala MeningitisGejala Penyakit Meningtis

Meningitis antara lain bisa dikenali dengan kaku kuduk dan sakit bila memandang cahaya (photofobia).

Gejala meningitis tidak selalu sama, tergantung dari usia si penderita serta virus apa yang menyebabkannya. Gejala yang paling umum adalah demam yang tinggi, sakit kepala, pilek, mual, muntah, kejang. Setelah itu biasanya penderita merasa sangat lelah, leher terasa pegal dan kaku, gangguan kesadaran serta penglihatan menjadi kurang jelas. Gejala pada bayi yang terkena meningitis, biasanya menjadi sangat rewel, muncul bercak pada kulit, tangisan lebih keras dan nadanya tinggi, demam ringan, badan terasa kaku, dan terjadi gangguan kesadaran seperti tangannya membuat gerakan tidak beraturan.

Menurut dr. Hindra, gejala meningitis antara lain :

1. Demam tinggi
2. Kehilangan selera makan/minum
3. Penurunan kesadaran dan kejang
4. Muntah-muntah
5. Tidak buang air kecil selama 4-6 jam
6. Diare

Penyebab

Penyebab meningitis pun bermacam-macam, diantaranya adalah virus, bakteri, jamur, dan parasit. Tetapi, di Indonesia sendiri meningitis umumnya ditimbulkan oleh bakteri dan virus.

* Bacterial Meningitis
Keneth Wener, MD, seorang dokter dari divisi penyakit infeksi, Beth Israel Deaconess Medical Center, Boston, Amerika Serikat, menyebutkan bahwa meningitis yang disebabkan oleh bakteri sangat berbahaya. ‘’Bacterial meningitis sangat membutuhan penanganan medis, oleh karenanya anak harus dibawa ke rumah sakit untuk dirawat. Bakteri yang bisa menyebabkan meningitis antara lain adalah Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae, Neisseria meningitidis (meningococcus), Listeria monocytogenes, dan masih banyak lagi,’’katanya dalam situs medlineplus.

* Viral Meningitis
Sebenarnya ini bisa dikategorikan sebagai penyakit yang relatif ringan. Gejalanya mirip dengan sakit flu biasa dan kemungkinan bisa sembuh dengan sendirinya. ‘’Viral meningitis biasanya dapat sembuh tanpa bantuan medis, sedangkan meningitis yang disebabkan oleh bakteri sangat berbahaya.

Selain dapat menyebabkan kematian, juga bisa menimbulkan kerusakan otak,’’kata Wener. Tetapi, untuk amannya, sebaiknya Anda tetap berkonsultasi dengan dokter spesialis. Sedangkan menurut Mary L. Gavin, MD, seorang dokter dari Divisi General Pediatri, Rumah Sakit Alfred I. duPont, Wilmington, terdapat banyak jenis virus yang menjadi penyebab viral meningitis. Diantaranya adalah enteroviruses. Layaknya virus, ia dapat menyebar melalui air liur, kotoran, dan ingus. ‘’Itulah mengapa kebiasaan mencuci tangan setelah keluar dari kamar mandi dan setelah bersin sangat penting,’’kata Galvin dalam kidshealth.org.

Menular

Oya, meningitis pun bersifat sangat menular, oleh karenanya sangat penting bagi anak yang terkena meningitis (khususnya bacterial meningitis) untuk dirawat di rumah sakit dan diberi tindakan isolasi (satu kamar sendiri).

Meningitis Kriptokokus

Merupakan jenis meningitis yang disebabkan oleh jamur kriptokokus. Umumnya, jenis jamur ini memasuki tubuh saat menghirup debu atau uap dari kotoran burung yang sudah kering.

Kenalilah gejalanya.
Tak dipungkiri, penyakit meningitis memang seringkali mengelabui para orang tua. Hal ini terutama diakibatkan gejalanya yang umumnya menyerupai gejala flu, bahkan muntaber. ‘’Adakalanya bayi yang sebenarnya terkena meningitis dicurigai menderita flu atau muntaber. Oleh karenanya, selain harus pandai mengenali gejalanya, kunjungilah dokter spesialis untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan,’’ucapnya.

Menurut dr. Hindra, bila anak terkena meningitis kemungkinan ia dapat :

1. Sembuh total
2. Sembuh tetapi meninggalkan sisa (cacat), misalnya tuli, buta, lumpuh, dll.
3. Meninggal

Vaksinasi
Penyakit radang selaput otak (meningitis) yang disebabkan bakteri Haemophyllus influenzae tipe B atau yang disebut bakteri Hib B merupakan penyebab tersering menimbulkan meningitis pada anak berusia kurang dari lima tahun. Infeksi akut Hib juga dapat menyerang bayi berusia di bawah enam bulan.

Meningitis pun, termasuk penyakit berbahaya yang kadang-kadang awalnya sulit diketahui, karena tidak mempunyai gejala spesifik. Sehingga sangat sulit untuk mendeteksinya. Bila tidak ditangani secara tepat dan cepat bisa berakibat fatal. ‘’Penyakit ini berisiko tinggi, menimbulkan kematian pada bayi. Bila sembuh pun, tidak sedikit yang menyebabkan cacat pada anak, misalnya adanya gangguan pendengaran, gangguan mental, dan sebagainya,’’kata dr. Hindra.

Untunglah, sejak beberapa tahun silam para peneliti telah menemukan pencegah meningitis yang disebabkan oleh bakteri Hib melalui imunisasi. ‘’Vaksinasi Hib adalah cara praktis dan efektif untuk mencegah terjadinya penyakit akibat bakteri Hib. Ia dapat melindungi bayi dari kemungkinan terkena meningitis hingga 97%,’’papar dr. Hindra.

Pemberian vaksin Hib bahkan saat ini telah direkomendasikan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO). Dalam sebuah situs berita lokal disebutkan bahwa bayi usia 2-6 bulan diberikan imunisasi Hib sebanyak tiga dosis dengan interval satu bulan. Bayi berusia 7-12 bulan diberikan sebanyak dua dosis dengan interval waktu satu bulan.

Sedangkan anak berumur 1-5 tahun cukup diberikan satu dosis. Mengingat Hib lebih sering menyerang bayi kecil (26% terjadi pada bayi berumur 2-6 bulan dan 25% pada bayi berumur 7-11). Oya jenis imunisasi ini tidak dianjurkan diberikan pada bayi di bawah dua bulan karena dinilai belum dapat membentuk antibodi. Tetapi, untuk lebih pastinya, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis.

Nah, mengingat pentingnya imunisasi ini, jangan sampai lupa untuk memberikan vaksinasi Hib buat bayi mungil Anda ya….

Cara Mencegah sejak Dini

Dianjurkan para orang tua untuk mencegah kemungkinan timbulnya penyakit meningitis pada anak sedini mungkin. Caranya antara lain dengan :

  • Asi eksklusif.
    Sebaiknya Anda memberikan si kecil ASI Eksklusif karena didalamnya terdapat sejumlah kandungan yang bermanfaat bagi imunitas anak.
  • Vaksinasi.
    Berikanlah vaksinasi Hib pada bayi Anda saat berusia 2 bulan. Meski relatif mahal, tetapi ini akan berguna sebagai perisai anak dari kemungkinan terkena meningitis hingga 97%.
  • Gaya hidup sehat.
    Biasakanlah memiliki gaya hidup sehat, termasuk menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar.
  • Kenali gejala meningitis.
    Bila anak demam tinggi dengan gejala-gejala menyerupai flu tetapi disertai kejang, muntah, diare,dll segera berkonsultasi dengan dokter spesialis
  • Opname.
    Bila positif mengidap meningitis, pilihan terbaik adalah biarkan anak dirawat secara optimal di rumah sakit, karena penyakit ini bersifat menular.

 

Artikel ini bisa didownload dalam bentuk file pdf disini:  Penyakit-Meningitis-Radang-Otak.pdf

Penulis: Anita Handayani (http://anitanet.staff.ipb.ac.id


Older posts