Anita's Personal Blog

Kegiatan Arsiparis | Komputer | Fotografi

Category: Pegawai (page 1 of 2)

Inpassing Tenaga Fungsional

Inpassing Tenaga Fungsional

Syarat Pengangkatan Pertama dalam Jabatan Fungsional Tertentu.

Syarat Pengangkatan Pertama dalam Jabatan Fungsional Tertentu.

Sehubungan dengan Permen Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI No. 26 tahun 2016 tentang Pengangkatan PNS dalam Jabatan Fungsional melalui Penyesuaian atau Inpassing (Surat dari Direktur SDM IPB Nomor 3265/IT3.23/KP/2017 tertanggal 16 Maret 2017) .

Maka dalam rangka pengembangan JABATAN FUNGSIONAL TERTENTU tersebut, IPB memberikan kesempatan kepada Tenaka Kependidikan untuk BERALIH dari tenaga fungsional umum menjadi tenaga fungsional tertentu sesuai dengan kompetensi yang dipersyaratkan.

Jabatan Fungsional Tertentu yang dimaksud adalah:

  1. Pustakawan,
  2. Arsiparis,
  3. Pranata Laboratorium Pendidikan,
  4. Pranata Humas,
  5. Pengelola Barang dan Jasa,
  6. Analis Kepegawaian,
  7. Pranata Komputer,
  8. Perancang Peraturan Perundang-undangan,
  9. Medik Veteriner,
  10. Perawat,
  11. Auditor,
  12. Peneliti, dan
  13. Dokter

Usia paling tinggi 3 (tiga) tahun sebelum batas usia pensiun.

Tenaga Kependidikan PNS yang berminat diberi kesempatan mendaftar paling lambat Senin, 17 April 2017.

Ayo teman2 Tendik mendaftar, ini Kesempatan yang baik bagi Tendik PNS menjadi Tenaga Fungsional lho.

Continue reading


PNS yang Pensiun 1 Februari 2014, Otomatis Diperpanjang

Pensiun 1 Februari 2014

JAKARTA – Ditetapkannya batas usia pensiun PNS untuk pegawai pada jabatan administrasi menjadi 58 tahun dalam UU tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) mengundang perhatian masyarakat luas.  Banyak PNS terutama yang pada bulan Januari 2014 ini usianya sudah 56 tahun bertanya-tanya, kapan ketentuan itu berlaku. Apakah tetap menjadi PNS hingga 58 tahun, atau harus masuk purna tugas.  Continue reading


Hasil Penjaringan Bakal Calon Rektor IPB 2012-2017 tingkat Unit Kerja di Lingkungan Rektorat

Hari ini, Rabu tanggal 19 September 2012, pukul 09.00 – 13.00 WIB bertempat di Auditorium Gd. Andi Hakim Nasution Kampus Darmaga Bogor para tenaga pendidikan khusus unit kerja di lingkungan Rektorat menghadiri pertemuan dengan tema “Sosialisasi dan Penjaringan Bakal Calon Rektor (BCR) IPB”, undangan dari Sekretaris Eksekutif IPB yaitu Dr. Ir. Bonny P.W. Soekarno.

Disampaikan oleh Sekretaris Panitia yaitu Prof. Dr. Erika Budiarti Laconi  bahwa Persyaratan Utama Calon Rektor (menurut Pasal 28 PP 154 Tahun 2000 dan Pasal 42 Tap MWA No 17/MWA-IPB/2003), yaitu:
1. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
2. Berkelakuan Baik
3. Berkewarganegaraan Indonesia;
4. Sehat jasmani dan rohani;
5. Berpendidikan Doktor;
6. Memiliki kompetensi, integritas, komitmen, dan kepemimpinan yang tinggi;
7. Memiliki jiwa kewirausahaan;
8. Berwawasan luas mengenai pendidikan tinggi;
9. Berusia tidak lebih 60 (enam puluh) tahun pada saat jabatan Rektor sebelumnya berakhir.

Kesepakatan tentang cara pemilihan BCR lumayan seru dan memakan waktu cukup lama, akhirnya setelah molor cukup lama karena panitia tidak tegas dan menyerahkan kepada floor, disepakati adanya pemilihan BCR oleh semua peserta yang hadir, satu orang satu suara.

Hasil pemilihan didapat 3 nama yang terbanyak untuk menjadi BCR yaitu:
1. Prof.Dr.Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc mendapatkan 228 suara
2. Dr. Ir. Asep Saefuddin, M.Sc mendapatkan 34 suara
3. Prof.Dr.Ir.H. Yonny Koesmaryono, MS. mendapatkan 16 suara

Tenaga Kependidikan di Unit Kerja Rektorat meliputi:
1. Sekretaris Eksekutif (Sekretariat Rektor, WR AK, WR SP, WR RK, WR BK, Humas)
2. Sekolah Pascasarjana
3. Direktorat TPB
4. Direktorat Diploma
5. University Farm
6. Direktrat Riset Kajian Strategis
7. Perpustakaan
8. Direktorat Sumber Daya Manusia
9. Direktorat Keuangan
10. LPPM
11. Unit Layanan Pengadaan
12. Kantor Audit Internal
13. Kantor Manajemen Mutu
14. Direktorat Komunikasi dan Sitem Informasi
15. Direktorat PPPA
16. Direktorat Fasilitas dan Properti
17. Direktorat Karir dan Hubungan Alumni
18. Direktorat Kemahasiswaan
19. Direktorat Administrasi Pendidikan
20. Kantor Hukum dan Organisasi
21. Unit Keamanan Kampus
22. Magister Bisnis (MB)
23. Direktorat Perencanaan dan Pengembangan
24. Kepala Pengelola BP Asrama TPB-IPB
25. Kepala Pengelola Kampus IPB Baranangsiang
26. Kepala Pengelola Kampus IPB Taman Kencana
27. Direktorat Kerjasama dan Program Internasional
28. Direktorat Bisnis dan Kemitraan
29. UPT Bahasa
30. MKDU
31. Poliklinik
32. Senat Akademik
33. Dewan Guru Besar
34. Dewan Audit / MWA
35. Unit Olah Raga dan Seni


Agenda Pemilihan Rektor IPB 2012-2017
 

NO KEGIATAN WAKTU
 1 Permintaan sosialisasi dan penjaringan Bakal Calon Rektor (BCR) di unit-unit kerja  IPB dan Himpunan Alumni 11 Sept
 2 Sosialisasi PILREK di tingkat Fakultas dan Rektorat 12 Sept – 18 Sept
 3 Penjaringan BCR di tingkat unit-unit kerja IPB 19 Sept.
 4 Pelaporan hasil penjaringan kepada MWA 20 Sept.
 5 Pengiriman dokumen persyaratan kepada BCR 22 Sept.
 6 Pengisian dokumen,  penyusunan Rencana Strategi Pengembangan IPB dan penyerahan oleh BCR kepada Panitia Pemilihan Rektor (PPR) 22 Sept – 8 Okt
 7 Verifikasi administrasi dokumen  BCR 10 Okt  – 13  Okt
 8 Penyerahan Dokumen BCR oleh PPR kepada MWA 15  Okt
 9 Penilaian BCR oleh  SA untuk menetapkan  9 BCR 16 Okt – 22 Okt
 10 Sosialisasi 9 BCR 22 Okt  – 31  Okt
 11 Pelaksanaan Partisipasi Civitas dan tenaga kependidikan dalam PILREK 31 Okt
 12 Penghitungan, dokumentasi dan pelaporan hasil Partisipasi ke MWA 31 Okt – 1 Nov
 13 Penetapan 6 BCR oleh SA 2 Nov
 14 Pemilihan dan penetapan 3 Calon Rektor (CR) oleh SA 5 Nov – 7 Nov
 15 Penyerahan 3 CR terpilih oleh SA kepada MWA 8 Nov
 16 Pemilihan Rektor IPB oleh MWA 9 Nov – 16 Nov
  a. Pemaparan Rencana strategis dan program CR TBA
  b. Pemilihan Rektor TBA


Dasar Hukum

  1. TAP MWA No.115/2012 tentang Tata cara Pemilihan, Pengangkatan, dan Pemberhentian Rektor Institut Pertanian Bogor

  2. PP No.154/2000 tentang Penetapan IPB sebagai Badan Hukum Milik Negara

  3. TAP MWA No.17/2003 tentang Anggaran Rumah Tangga Institut Pertanian Bogor

  4. TAP MWA No.116/2012 tentang Pembentukan Panitia Pemilihan Rektor IPB 2012-2017

  5. Ketetapan SA tentang Dasar Penilaian Bakal Calon Rektor


Panitia Pemilihan Rektor 2012-2017

Ketua :
Prof. Dr. Toto Toharmat (MWA)

Wakil Ketua : 
Prof. Dr. Hermanto Siregar (Rektorat)
Ir. Irama Badrianti (MWA)

Sekretaris :
Prof. Dr. Erika Budiarti Laconi (SA)

Anggota :
Prof. Dr. Kukuh Murtilaksono (Faperta)
Dr. Trioso Purnawarman (FKH)
Dr. Nimmi Zulbainarni (Faperikan)
Dr. Despal (Fapet)
Prof. Dr. Wasrin Syafii (Fahutan)
Dr. Faiz Syuaib (Fateta)
Dr. Eng. Wisnu Ananta Kusuma (FMIPA)
Dr. Muhammad Firdaus (FEM)
Dr. Euis Sunarti (FEMA)
Ir. Suparman (Tenaga Kependidikan)
M. Dimas Arifin (Mahasiswa)
Dr. Arief Daryanto (Alumni)

Tugas SA adalah menilai, tugas MWA adalah memilih
Hak suara pada tanggal 31 Oktober 2012 (Tahap Partisipasi)  hanya untuk PNS
PPR tugasnya hanyalah seleksi administratif
Senat Akademik (SA) bertugas Menetapkan Bakal Calon Rektor
Perwakilan Tenaga Kependidikan di SA adalah Sumarlinah
Perwakilan Tenaga Kependidikan di MWA adalah D. Iwan Riswandi
Tidak ada kampanye dan tidak ada baleho
18 Desember 2012 Prof.Dr.Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc  berakhir jadi Rektor
Tidak menerima pesan lewat email
Yang jadi banyak perdebatan oleh teman2 adalah keputusan MWA yang isinya suara tenaga kependidikan yang diterima adalah 10 : 1 padahal ditahun sebelumnya pernah 5 : 1

 

 


Penembakan Satpam IPB oleh Pencuri Motor

 

Berita Duka Cita

 

Telah terjadi penembakan berdarah di parkiran B di depan Mesjid Al-Hurriyah Kampus IPB Darmaga Bogor pada hari jum’at 25 Mei 2012 pukul 12.00, yaitu 5 menit sebelum azan Jumat berkumandang di Masjid Al-Hurriyah. Yang dilakukan oleh 2 orang pencuri motor.

 

Pencuri hendak mencuri sepeda motor orang yang sholat di parkiran B masjid Al-Hurriyah di lingkungan kampus IPB Darmaga. Aksi pelaku dipergoki oleh petugas satpam yang sedang bertugas, yaitu Bonar Supriatna, 44 tahun yang kemudian dibantu petugas satpam lain bernama Suhardi, 38 tahun. Sempat terjadi adu fisik, tak lama kemudian terdengar 5 kali letusan pestol.

 

Kedua orang satpam ini adalah:

  1. Supriyatna (biasa dipanggil Bonar) sedang menjabat sebagai wakil kepala unit keamanan kampus UKK bidang hukum yang sedang bertugas dan kebetulan berada di dekat kejadian. Ditembak 3 x.

  2. Suhardi (tenaga satpam yang sedang dalam pemberkasan CPNS), bertugas FATETA IPB. Ditembak 2 x di dada sebelah kiri.  Sebenarnya ia tidak sedang bertugas, namun rumahnya dekat dengan lokasi mesjid Al Huriyah.

 

Pelaku, langsung kabur.  Korban pun langsung ditolong warga dan dilarikan ke RS Karya Bhakti Bogor guna mendapat pertolongan.  Namun, nyawa mereka tidak bisa diselamatkan.

 

Kedua orang satpam meninggal dunia.  Pak Bonar Supriyatna ditembak 3 kali, pada penembakan yang pertama Pak Bonar terjerembab, tak lama kemudian setelah melihat rekannya, yaitu Suhardi yang juga ingin membekuk pencuri motor tersebut, juga ditembak, Pak Bonar Supriatna kemudian berusaha merangkak bangun untuk melawan perampok,  namun ybs di tembak lagi oleh kawanan pencuri motor tersebut sampai menghembuskan nafas terakhir.

 

Kedua korban yang meninggal dunia tersebut kemudian dibawa ke Rumah Sakit Karya Bhakti dan dijadwalkan dapat diotopsi di RS PMI Bogor.

 

Menurut penyidik, pelaku perampokan yang melakukan penembakan memiliki ciri-ciri berambut panjang, tinggi badan sekira 172 cm, berambut ikal, berbadan kekar, wajah berjerawat, dan berusia sekira 25 tahun. Sedangkan temannya mengenakan helm dengan memiliki ciri-ciri berbadan kurus, tinggi antara 155-160 cm, warna kulit kuning, dan berusia kira-kira 20 tahun.

 

 

Dua penjahat itu lantas kabur, tanpa tanpa membawa hasil. Beberapa saat kemudian, sepeda motor milik tersangka ditemukan tak jauh dari kampus, sebuah Honda Vario dengan nomor polisi B 6935 ZAQ.

Namun, belakangan diketahui sepeda motor itu merupakan hasil curian. “Karena nomor polisi dan nomor serinya berbeda”.

 

Sepeda motor Vario hitam (No.pol. B. 6935 ZAQ) yang ditinggalkan perampok di TKP, ternyata motor hasil curian perampok sebelum melakukan aksinya di Kampus IPB Dramaga, Bogor.   Saat ini police line masih terpasang di halaman Parkir B Mesjid Al-Hurriyah, Kampus IPB Darmaga, Bogor.

Motor yang dicuri berhasil ditemukan di hutan dekat kandang bus IPB, dibelakang Gedung Rektorat.  Polisi kini sudah mengamankan motor Honda Vario warna Hitam Keluaran 2011 dengan nomor polisi B 6935 ZAQ.

Mari kita bersama menundukkan kepala, mengheningkan cipta tanda ikut berduka atas wafatnya 2 orang satpam IPB tersebut. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran. dan semoga Polres Bogor cepat menemukan pelaku perampokan berdarah tersebut. Amien…..

 


Pajak Hadiah Lomba dan Undian

Peraturan Pajak Hadiah Lomba atau Undian:

Pajak Undian 25%.

Pajak Hadiah Lomba yang diterima Tim ikut aturan pph pasal 23 sebesar 15%.

Jika Hadiah Lomba yang diterima Perorangan ikut aturan pph pasal 21 dengan tarif pasal 17, dengan perincian sebagai berikut:

1. Jika hadiah perorangan sampai dengan Rp. 50 juta, kena pajak 5%

2. Jika hadiah lomba perorangan antara Rp. 50 juta s/d 250 juta, kena pajak 15%

3. Jika hadiah lomba perorangannya antara Rp. 250 juta s/d 500 juta, kena pajak 25%

4. Jika hadiah lomba perorangannnya > Rp. 500 juta, kena pajak 30%

(Sumber Bu Mella Bagian Pajak Direktorat Keuangan)


Absensi Online di Lingkungan IPB

Cara Melakukan
Absensi Online di Lingkungan Kampus IPB

Rekam kehadiran online bagi pegawai di lingkungan IPB (Dosen dan Tenaga Kependidikan) adalah rekam kehadiran alternatif selain rekam kehadiran finger print (FP).

Penggunaan FP dan rekam kehadiran online tidak dibatasi, berapapun kita melakukan rekam kehadiran akan tetap tercatat, akan tetapi yang ditampilkan pada REKAP REKAM KEHADIRAN BULANAN adalah jam datang adalah pada saat Anda melakukan rekam kehadiran pertama dan jam pulang adalah pada saat Anda melakukan rekam kehadiran yang terakhir.

Rekam kehadiran online hanya bisa digunakan dengan dengan menggunakan jaringan lokal IPB dan user access masing-masing pegawai (INTRANET), dan tidak bisa dilakukan bila kita berada di luar jangkauan jaringan lokal IPB (INTERNET).

Rekam kehadiran online adalah salah satu sub aplikasi sistem informasi di SDM untuk membantu memudahkan rekam kehadiran bagi pegawai (dosen dan tenaga kependidikan) di lingkungan IPB. Jadi apabila kita akan melakukan absen harian tidak perlu repot-repot muter-muter cari mesin finger print atau tidak perlu repot2 antri hanya buat absen di mesin finger print.

Cara melakukan Absen secara Online di lingkungan IPB:

  1. Hidupkan komputer lalu buka browser apa saja, lalu ketikkan alamat ini: http://sdm.ipb.ac.id:8080/absenonline

  2. Masukkan username dan password. username dan password menggunakan user access internet yang biasa Anda gunakan sehari2 jika mau lihat berita di internet.

  3. Setelah login akan muncul halaman seperti berikut:

    Disini kelihatan, kalau tadi pagi kita sudah absen lewat fingetr print maka akan muncul DATA ABSEN HARI INI, yaitu jam 8:10:33

  4. Di data tersebut kelihatan bahwa kita buka ABSENSI ONLINE jam 15:44;00 PADA TANGGAL 16-12–2011

  5. Jadi kalau kita mau absen lagi, maka klik saja kotak area biru yang bertuliskan “16-12-2011 15:44:00” tersebut

  6. Maka nanti data di kotak “DATA ABSEN HARI INI” akan berubah, berganti menjadi 15:44:40

  7. Jika kita mau mengecek data/absensi kehadiran di hari sebelumnya maka kunjungi alamat ini: http://sdm.ipb.ac.id:8080/kinerja/

Update on July 3, 2015
Copyright © Anita Handayani


IKBK IPB Tahun 2011

IKBK adalah singkatan dari Insentif Kesejahteraan Berbasis Kinerja

IKBK ini diberikan oleh Pimpinan IPB sebagai Bentuk Penghargaan dan Perwujudan Rasa Kebersamaan di Lingkungan IPB. IKBK Tahun 2011 diberikan IPB kepada seluruh pegawai.

IKBK Tahun 2011 TIDAK diberikan kepada:

1. PNS yang sedang ditugaskan menjadi pejabat negara, staf ahli, detasering, atau PNS yang sedang bertugas di luar negeri > 6 bulan.

2. Tenaga kerja honorer yang direkrut unit kerja setelah tanggal 16 Juni 2004

3. PNS dan honorer unit kerja Biotrop, Diploma, dan Manajemen Bisnis

 

Nilai IKBK (besaran nilai IKBK)

1. Untuk tenaga kependidikan, nilai IKBK = nilai insentif kinerja 12 bulan (Juli 2010 – Juni 2011)

2. Untuk Dosen, Nilai IKBK = nilai IKD 2 semester (sem. genap 2009/2010 dan sem. ganjil 2010/2011)

 

Uang IKBK ini diberikan melalui rekening pada minggu kedua bulan September 2011.

 

Uang IKBK dalam bentuk uang tunai melalui Petty Cash unit kerja masing-masing, diberikan kepada:

1. Guru besar emeritus, pensiunan, dan ahli waris pegawai yang meninggal setelah 1 September 2010 s/d. 31 Agustus 2010 sebesar Rp. 800.000,-

2. Tenaga kontrak waktu tertentu (PKWT) yang direkrut Dit. SDM IPB sebesar Rp. 400.000,-

3. Cleaning service yang terdaftar sebelum 16 Juni 2004 sebesar Rp. 400.000,-

 


Mekanisme Penilaian Kinerja Dosen

Penilaian kinerja dosen  ini dilakukan oleh atasan langsung yaitu Ketua Departemen (Kadep) dan diperiksa kebenarannya oleh Kepala Bagian (Kabag).  Periode penilaian kinerja dilaksanakan setiap semester dimana untuk semester Genap adalah penilaian  aktivitas bulan Februari –Juli sedangkan semester Gasal adalah penilaian aktivitas bulan Agustus – Januari. 

Unsur penilaian merupakan unsur yang merupakan tugas pokok Dosen  yang mencakup kegiatan :

(a) pendidikan / pengajaran,

(b) penelitian,

(c) pengabdian pada masyarakat,

(d) manajemen,

(e) penunjang dan

(f ) lainnya yang belum termasuk bidang a-e. 

Kegiatan yang dimaksud merupakan suatu proses dalam melakukan aktivitas dan dihitung berdasarkan lama waktu kegiatan tersebut dilakukan.  Sedangkan perhitungan hasil kegiatan (output) seperti journal paper, buku teks dsb, akan dilaksanakan pada sistem informasi manajemen angka kredit (SIM-DUPAK). 

Semua kegiatan yang dinilai harus disertai dengan bukti kegiatan berupa foto copy SK, surat tugas, surat keterangan, berita acara dan sebagainya yang disetujui oleh Departemen/Fakultas/IPB.  Bukti kegiatan tersebut didokumentasikan di Departemen masing-masing.  Satuan kegiatan ini dapat berupa jam/minggu, jam/semester, hari, sks, kegiatan, jumlah mahasiswa atau judul dan semuanya sangat tergantung kepada jenis kegiatan. 

Semua kegiatan akan dikonversikan ke dalam Indeks Kinerja Dosen (IKD) yang dihitung berdasarkan curahan waktu yang dilakukan untuk melakukan kegiatan tersebut dengan prinsip Full Time Equivalent (FTE) atau Setara Waktu Mengajar Penuh (SWMP) dan bersumber dari Dikti – Depdiknas yang telah disesuaikan dengan situasi dan kondisi IPB. 

Curahan waktu yang dilakukan untuk melakukan kegiatan tersebut, yaitu:

a.  Pengajaran : IKD = 1 = 1 SKS, setara dengan curahan waktu 3 jam/minggu

     atau 48 jam/semester (1 semester = 16 kali tatap muka = 4 bulan )

a.  Pengajaran : IKD = 1 = 1 SKS, setara dengan curahan waktu 3 jam/minggu

     atau 48 jam/semester (1 semester = 16 kali tatap muka = 4 bulan)

b.  Di luar pengajaran: IKD = 1, setara dengan curahan waktu 3 jam/minggu atau

     72 jam/semester (1 semester = 6 bulan)

 
Mekanisme Penilaian Kinerja Dosen

1.    Direktorat SDM mengedarkan Form Laporan Kegiatan Dosen (FLKD) ke Departemen 2 minggu setelah UAS

       semester berjalan berakhir

2.    Departemen mendistribusikan FLKD ke seluruh dosen

3.    FLKD diisi oleh dosen yang bersangkutan (2 minggu)

4.    FLKD yang telah diisi beserta salinan bukti diserahkan ke departemen untuk diverifikasi (paling lama 1 minggu)

5.    FLKD yang telah diverifikasi departemen di cetak untuk ditandatangani oleh Dosen yang bersangkutan, Kepala

       Bagian dan Ketua Departemen (paling lama 2 minggu)

6.    Berkas FLKD yang telah ditandatangani beserta softcopy dikirim ke Direktorat SDM (1 minggu)

7.    Direktorat SDM mengolah data hasil entry untuk diverifikasi dengan tim Penilai Kinerja Dosen (3 minggu)

8.    Direktorat SDM akan melaporkan hasil evaluasi FLKD ke Fakultas / Departemen dan Pimpinan IPB

9.    Direktorat SDM mengirimkan hasil evaluasi FLKD ke Direktorat Keuangan untuk  proses pencairan Insentif Dosen

 



Pejabat Baru di lingkungan IPB

SELAMAT BERTUGAS

KEPADA  PEJABAT DI LINGKUNGAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR YANG BARU

(DILANTIK PADA HARI SELASA TANGGAL  21 JUNI 2011)

No. N  a  m  a Ditugaskan Dalam Jabatan
1 Dr.Ir. Ernan Rustiadi, M.Agr Dekan Fakultas Pertanian IPB
2 Prof.Dr.Ir. Bambang Hero Saharjo, M.Agr Dekan Fakultas Kehutanan IPB
3 Dr.Ir. Idat Galih Permana, M.Sc Ketua Departemen Ilmu Nutrisi & Teknologi Pakan Fakultas Peternakan IPB
4 Ratnaningsih, S.Sos Kepala Bidang Pembinaan & Pengelolaan Bahan Perpustakaan, Perpustakaan IPB
5 Ir. Janti Gristinawati Sujana, M.A. Kepala Bidang Layanan Pemustaka, Perpustakaan IPB
6 Amin Suroso, S.T. Kepala Seksi Pengelolaan Bangunan & Jalan, Sub Direktorat Pengelolaan Properti, Direktorat Fasilitas dan Properti IPB
7 Agus Amperanoto, S.H. Kepala Seksi Pengelolaan Taman, Lahan & Kebersihan, Sub Direktorat Pengelolaan Properti, Direktorat Fasilitas dan Properti IPB
8 Ir. Khayatun Kepala Seksi Pengadaan Bahan Perpustakaan, Bidang Pembinaan & Pengelolaan Bahan Perpustakaan, Perpustakaan IPB
9 Ir. Yaya Suryanata Kepala Seksi Pengolahan Bahan Perpustakaan, Bidang Pembinaan & Pengelolaan Bahan Perpustakaan, Perpustakaan IPB
10 Deden Himawan, S.Sos Kepala Seksi Layanan Sirkulasi, Bidang Layanan Pemustaka,  Perpustakaan IPB

POB Cuti PNS: Cuti Bagi Dosen

INSTITUT PERTANIAN BOGOR, DIREKTORAT SUMBERDAYA MANUSIA

PROSEDUR OPERASIONAL BAKU CUTI PNS

1. TUJUAN

Prosedur ini bertujuan untuk memberikan prosedur tentang pelayanan cuti kepada tenaga pendidik (dosen) maupun tenaga kependidikan berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berhak menerimanya.

2. RUANG LINGKUP

Ruang lingkup dari prosedur ini terdiri dari

2.1. Cuti tahunan

2.2. Cuti besar

2.3. Cuti sakit

2.4. Cuti bersalin

2.5. Cuti karena alasan penting; dan

2.6. Cuti di luar tanggungan Negara.

3. DEFINISI

Definisi dari ruang lingkup tersebut adalah sebagai berikut :

3.1. Cuti Pegawai Negeri Sipil (PNS), selanjutnya disingkat dengan cuti, adalah keadaan tidak masuk kerja yang diizinkan dalam jangka waktu tertentu.

3.2. Cuti tahunan adalah cuti yang diberikan kepada PNS yang telah bekerja sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun secara terus-menerus.

3.3. Cuti besar adalah cuti yang diberikan kepada PNS yang telah bekerja sekurang-kurangnya 6 (enam) tahun secara terus-menerus.

3.4. Cuti sakit adalah cuti yang diberikan kepada PNS yang menderita sakit.

3.5. Cuti bersalin adalah cuti yang diberikan kepada PNS yang sedang menjalani persalinan anak pertama, kedua dan ketiga.

3.6. Cuti karena alasan penting adalah cuti yang diberikan kepada PNS yang karena alasan penting tidak bisa masuk kerja.

3.7. Cuti di luar tanggungan negara adalah cuti yang diberikan kepada PNS yang telah bekerja sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun secara terus-menerus, karena alasan-alasan pribadi yang penting dan mendesak sehingga tidak bisa masuk kerja.

4. DASAR HUKUM

4.1. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945;

4.2. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974, tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3041);

4.3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 1976 Tentang Cuti Pegawai Negeri Sipil

4.4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2009 Tentang Dosen

5. PEJABAT YANG MEMBERIKAN CUTI

5.1. Pejabat yang berwenang memberikan cuti adalah :

5.1.1. Pimpinan Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara bagi Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara;

5.1.2. Menteri, Jaksa Agung, Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen, Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara, dan pejabat lain yang ditentukan oleh Presiden bagi Pegawai Negeri Sipil dalam lingkungan kekuasaannya;

5.1.3. Kepala Perwakilan Republik Indonesia bagi Pegawai Negeri Sipil yang ditugaskan pada Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri.

5.2. Pejabat sebagaimana dimaksud dalam point (1) dapat mendelegasikan sebagian wewenangnya kepada pejabat lain dalam lingkungan kekuasaannya untuk memberikan cuti, kecuali ditentukan lain dalam Peraturan Pemerintah ini  atau peraturan perundang-undangan lainnya.

6. SYARAT DAN KETENTUAN CUTI

6.7. Cuti Bagi Dosen

6.7.1. Dosen yang di angkat Pemerintah berhak memperoleh cuti sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

6.7.2. Dosen yang diangkat oleh penyelenggara pendidikan tinggi atau satuan pendidikan tinggi yang diselenggarakan masyarakat berhak memperoleh cuti sesuai dengan perjanjian kerja atau kesepakatan kerja bersama.

6.7.3. Selain cuti sebagaimana dimaksud poin 6.7.1 dan 6.7.2 dosen dapat  memperoleh cuti untuk studi dan penelitian atau untuk pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan/atau olahraga dengan tetap memperoleh gaji pokok, tunjangan yang melekat pada gaji, serta penghasilan lainnya berupa tunjangan profesi, tunjangan khusus,  tunjangan kehormatan, serta maslahat tambahan yang terkait dengan tugas sebagai dosen secara penuh.

6.7.4. Cuti untuk studi dan penelitian diberikan oleh pemimpin perguruan tinggi kepada dosen yang mempunyai jabatan fungsional sebagai berikut:

a. asisten ahli atau lektor berhak mendapatkan cuti 5 (lima) tahun sekali;

b. lektor kepala atau profesor berhak mendapatkan cuti 4 (empat) tahun sekali.

6.7.5. Studi dan penelitian sebagaimana dimaksud meliputi kegiatan:

a.     pendidikan nongelar;

b.     penelitian;

c.     penulisan buku teks;

d.     praktik kerja di dunia usaha atau dunia industri yang relevan

dengan tugasnya;

e. pelatihan yang relevan dengan tugasnya;

f.  pengabdian kepada masyarakat;

g. magang pada satuan pendidikan tinggi lain; atau

h. kegiatan lain yang sejenis.

6.7.6. Hasil studi dan penelitian sebagaimana dimaksud harus

diwujudkan dalam bentuk dokumen atau laporan akademik yang

dipertanggungjawabkan dalam forum ilmiah.

6.7.7. Cuti untuk studi dan penelitian sebagaimana dimaksud diberikan paling lama 6 (enam) bulan.

6.7.8. Pelaksanaan cuti untuk studi dan penelitian diatur oleh penyelenggara  pendidikan tinggi atau satuan pendidikan tinggi.

7.   RINCIAN PROSEDUR

Prosedur Surat Ijin Cuti


Older posts