Anita's Personal Blog

Kegiatan Arsiparis | Komputer | Fotografi

Category: Tata Naskah Dinas

Bentuk Form Surat Tugas

Bentuk Form Surat Tugas yang Baru

  1. Pengertian
    Surat tugas merupakan naskah dinas yang berisi penugasan dari pejabat yang berwenang kepada seseorang untuk melaksanakan suatu kegiatan. Surat tugas dapat berbentuk lembaran surat atau kolom.
  2. Kewenangan
    Pejabat yang berwenang menandatangani Surat Tugas untuk tingkat IPB adalah Rektor, Wakil Rektor, dan Sekretaris Institut. Untuk tingkat fakultas/sekolah adalah Dekan. Untuk tingkat unit kerja yang berwenang menandatangani adalah pimpinan unit kerja yang membuat Surat Tugas.
  3. Naskah surat tugas diketik dengan jenis huruf Times New Roman dengan ukuran huruf 12, di atas kertas A4.

Continue reading


Bentuk Form Surat Dinas yang Baru

Bentuk Form Surat Dinas Baru yang Baru

Contoh cara mengisi Form Surat Dinas yang Baru ini
berdasarkan Tata Naskah Dinas IPB Revisi Terbaru Tahun 2017
dan
Hasil Diklat Fungsional Arsiparis Ahli
yang disampaikan oleh Pak Setyo Edy Susanto pada tanggal 25 April 2016

Contoh Bentuk Form Surat Dinas yang Baru:

Contoh Penulisan Naskah / Surat Dinas IPB sesuai Pedoman TND

Contoh Penulisan Naskah / Surat Dinas IPB sesuai Pedoman TND

Contoh Penulisan Lampiran Naskah / Surat Dinas IPB sesuai Pedoman TND

Contoh Penulisan Lampiran Naskah / Surat Dinas IPB sesuai Pedoman TND

CONTOH FORMAT PEMBERIAN NOMOR DAN KODE SURAT

a. Surat yang dibuat dan ditandatangani oleh Rektor atau Wakil Rektor.

a. Surat yang dibuat dan ditandatangani oleh Rektor atau Wakil Rektor.

b. Surat yang dibuat dan ditandatangani oleh Dekan Fakultas Pertanian.

b. Surat yang dibuat dan ditandatangani oleh Dekan Fakultas Pertanian.

c. Surat yang dibuat dan ditandatangani oleh Ketua Departemen Arsitektur Lansekap Fakultas Pertanian.

c. Surat yang dibuat dan ditandatangani oleh Ketua Departemen Arsitektur Lansekap Fakultas Pertanian.

d. Surat yang berasal dari Rektor dan ditandatangani oleh Kepala LPPM dengan penyebut a.n. (Rektor).

d. Surat yang berasal dari Rektor dan ditandatangani oleh Kepala LPPM dengan penyebut a.n. (Rektor).

Surat yang berasal dan ditandatangani oleh Direktur Sumberdaya Manusia.

Surat yang berasal dan ditandatangani oleh Direktur Sumberdaya Manusia.

Surat yang berasal dan ditandatangani oleh Ketua MWA yang bersifat rahasia.

Surat yang berasal dan ditandatangani oleh Ketua MWA yang bersifat rahasia.

KEPALA NASKAH DINAS
(KOP SURAT)

Tatacara pencantuman kepala naskah dinas:

  1. lambang Institut Pertanian Bogor sesuai dengan yang ditetapkan dalam statuta, nama Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, nama Institut Pertanian Bogor, alamat, dan garis penutup;
  2. nama Institut Pertanian Bogor dicetak lebih tebal dan nama Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi tidak dicetak tebal;
  3. nama unit kerja yang dipimpin oleh Kepala Biro, Direktur, Kepala Kantor, dan Ketua Departemen di lingkungan Institut Pertanian Bogor tidak dicantumkan pada kepala naskah dinas;
  4. nama organ, fakultas, sekolah, lembaga, pusat dan unsur penunjang di lingkungan Institut Pertanian Bogor dicetak di bawah nama Institut Pertanian Bogor dengan huruf kapital dengan warna hitam;
  5. alamat diketik lengkap pada baris akhir tanpa singkatan atau akronim (penggalan) disertai kode pos, telepon, faksimile, email, dan website;
  6. kepala naskah dinas ditutup dengan menggunakan garis tebal tunggal dengan ukuran garis 2¼ pt dengan warna hitam;
  7. jarak garis penutup dari tepi atas kertas sekitar 4½ cm;
  8. jarak garis penutup dengan nama unit kerja adalah ½ spasi (6 pt)
  9. pengetikan nama Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dicetak pada baris pertama menggunakan huruf Times New Roman ukuran 14.
    Nama Institut Pertanian Bogor dicetak pada baris kedua  menggunakan huruf Times New Roman ukuran 14 cetak tebal.
    Nama unit dibawah Institut Pertanian Bogor pada baris ketiga, masing-masing dicetak dengan huruf kapital, dan alamat menggunakan huruf Times New Roman ukuran 12.

Contoh kepala naskah dinas:

  1. Contoh kepala naskah dinas IPB
  2. Contoh kepala naskah dinas Fakultas di IPB
  3. Contoh kepala naskah dinas Dewan Guru Besar IPB
  4. Contoh kepala naskah dinas Lembaga di IPB
  5. Contoh kepala naskah dinas Pusat-pusat di IPB
  6. Contoh kepala naskah dinas Unit Kerja di IPB
Kepala Naskah Dinas IPB sesuai Pedoman TND

Kepala Naskah Dinas IPB sesuai Pedoman TND

Kepala Naskah Dinas Fakultas Pertanian IPB sesuai Pedoman TND

Kepala Naskah Dinas Fakultas Pertanian IPB sesuai Pedoman TND

Kepala Naskah Dinas Dewan Guru Besar IPB sesuai Pedoman TND

Kepala Naskah Dinas Dewan Guru Besar IPB sesuai Pedoman TND

Kepala Naskah Dinas Lembaga di IPB sesuai Pedoman TND

Kepala Naskah Dinas Lembaga di IPB sesuai Pedoman TND

Kepala Naskah Dinas Pusat di IPB sesuai Pedoman TND

Kepala Naskah Dinas Pusat di IPB sesuai Pedoman TND

Kepala Naskah Dinas Unit Kerja di IPB sesuai Pedoman TND

Kepala Naskah Dinas Unit Kerja di IPB sesuai Pedoman TND

Kepala naskah dinas dalam bentuk file DOC bisa di download disini:

  1. contoh_bentuk_kop_surat_ipb.doc
  2. contoh_bentuk_kop_surat_fakultas_pertanian_ipb.doc
  3. contoh_bentuk_kop_surat_dewan_guru_besar_ipb.doc
  4. contoh_bentuk_kop_surat_lembaga_di_ipb.doc
  5. contoh_bentuk_kop_surat_pusat_di_ipb.doc
  6. contoh_bentuk_kop_unit_kerja_di_ipb.doc

F.    Surat Dinas

  1. Pengertian
    Surat Dinas merupakan naskah dinas yang berisi hal penting berkenaan dengan administrasi institusi.
  2. Kewenangan
    Pejabat yang berwenang menandatangani Surat Dinas untuk tingkat IPB adalah Rektor, Wakil Rektor, dan Sekretaris Institut. Untuk tingkat fakultas/sekolah adalah Dekan.  Untuk tingkat unit kerja yang berwenang menandatangani adalah pimpinan unit kerja yang membuat Surat Dinas.
  3. Naskah  surat  dinas  diketik  dengan  jenis   huruf Times New Roman dengan ukuran huruf 11 atau 12, di atas ukuran kertas A4.
  4. Bagian surat dinas
    Bagian surat dinas terdiri atas:
    a.    Kepala
    Kepala surat dinas menggunakan tatacara pembentukan dan format kepala naskah dinas.
    b.    Pembuka
    Pembuka surat dinas terdiri atas:
    1)    nomor surat dinas:
    a)    berisikan nomor urut, kode surat, dan tahun pembuatan surat;
    b)    kata nomor diketik di sebelah kiri di bawah garis kepala surat dinas; dan
    c)    nomor urut tidak dikombinasikan dengan huruf.
    Contoh:2)    lampiran surat dinas:
    a)    kata lampiran diketik di bawah kata Nomor dan menyebutkan jumlah lampiran;
    b)    jumlah lampiran yang dapat diketik dengan satu atau dua kata diketik dengan huruf dan diawali dengan huruf kapital, tidak didahului atau diikuti angka, sedangkan yang tiga kata atau lebih diketik dengan menggunakan angka Arab; dan
    Contoh:
    Pada Lampiran, jika terdiri kurang dari dua angka maka ditulis lengkap disebut angkanya, contoh Satu Lembar, Sepuluh Lembar, Dua Belas Lembar, Dua Puluh Lembar, Tiga Puluh Lembar.
    Dua Belas berarti ada dua angka
    Tapi jika lampirannya lebih dari dua angka maka ditulis angkanya contoh: 23 Lembar, 29 Lembar.
    (Baca Dua Puluh Tiga Lembar, Dua Puluh Sembilan Lembar)
    Lampiran  :  Satu Lembar
    Lampiran  : Dua Belas Lembar
    Lampiran  :  23 Lembar
    Jika Lampiran tidak ada maka kata Lampiran tidak usah ditulis

    Kata Dua Puluh Tiga berarti ada tiga angka
    c)    kata lampiran tidak diketik apabila tidak ada yang dilampirkan.
    d)    lampiran tidak harus diberikan kepada semua tembusan.
    3)    hal surat dinas:
    a)   hal surat berisikan inti keseluruhan isi surat dinas diketik dengan huruf kapital pada setiap awal kata tanpa diakhiri tanda baca;
    Contoh:
    Hal   :  Undangan Rapat
    b)    kata hal (bukan perihal) diketik di bawah kata lampiran dan apabila tidak ada yang dilampirkan, kata hal diketik di bawah kata nomor.
    4)    tanggal surat dinas:
    a)    diketik di sebelah kanan sebaris dengan nomor surat;
    b)    tanggal surat dinas tidak disertai nama tempat pembuatannya.
    5)    alamat tujuan surat dinas:
    a)    pengetikan alamat tujuan surat didahului frasa yang terhormat disingkat Yth. kemudian nama jabatan atau nama orang yang dituju;
    b)    singkatan Yth. diketik di bawah kata Hal (bukan perihal); dan
    c)    nama tempat pada alamat yang dituju tidak didahului kata depan di.
    c.    Isi
    Isi surat dinas terdiri atas:
    1)    pendahuluan merupakan kalimat pembuka isi surat dinas, diketik singkat dan jelas;
    2)    awal kalimat isi surat dinas diketik di bawah dan sejajar dengan alamat tujuan surat;
    3)    isi pokok berisi uraian dari inti surat dinas; dan
    4)    kalimat penutup merupakan kalimat yang mengakhiri isi surat dinas.
    d.    Penutup
    Penutup surat dinas terdiri atas:
    1)    nama jabatan penanda tangan surat dinas yang diketik di bagian kanan bawah dengan huruf kapital pada setiap awal kata, kecuali kata penghubung, dan diakhiri tanda baca koma (,);
    Contoh:
    Rektor,
    atau

    Rektor Institut Pertanian Bogor,
    2)    nama pejabat yang menandatangani surat dinas diketik di bawah, sejajar dengan nama jabatan, dan menggunakan huruf kapital pada setiap awal kata tanpa diapit dengan tanda kurung dan garis bawah.  Nama pejabat sebagaimana dimaksud dapat mencantumkan gelar akademik;
    Contoh:
    Herry Suhardiyanto
    atau Prof. Dr. Ir Herry Suhardiyanto, M.Sc.
    3)    tanda tangan pejabat dibubuhkan di antara nama jabatan dan nama pejabat;
    4)    singkatan NIP diketik di bawah dan sejajar dengan nama pejabat yang menandatangani serta menggunakan huruf kapital tanpa diakhiri dengan titik dan diikuti dengan nomor tanpa jarak;
    Contoh:
    NIP 195909101985031003
    5)    cap dinas atau cap jabatan dibubuhkan dengan menyentuh bagian sisi kiri tanda tangan pejabat; dan
    6)   apabila ada tembusan, dibuat dengan menggunakan tatacara sebagaimana pembuatan tembusan.

    Tembusan:
    (Ada pada halaman 29 dalam PEDOMAN TATA NASKAH DINAS DI LINGKUNGAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR Tahun 2016)
    1)    Apabila ada tembusan, kata tembusan diketik dengan menggunakan huruf kapital pada awal kata tanpa garis bawah diikuti tanda baca titik dua sejajar dengan pembuka surat dan sebaris dengan nama pejabat yang menandatangani surat edaran.
    2)    Pihak yang diberi tembusan diketik di bawah kata tembusan, dan apabila yang diberi tembusan lebih dari satu diberi nomor urut dengan angka Arab sejajar dengan kata tembusan.
    3)    Pihak yang diberi tembusan tidak didahului dengan Yth atau diikuti frasa sebagai laporan.

    7)    Setiap surat dinas sebelum ditandatangani oleh pejabat yang berwenang dibubuhi paraf terlebih dahulu oleh para pejabat yang bertugas menyiapkan konsep surat dinas tersebut.  Paraf dibubuhkan disebelah kiri/sebelum nama pejabat penandatangan surat dinas.
    8)    Jika diperlukan boleh mecantumkan footer, misalnya logo ISO, Akreditasi, dan kotak paraf.
    e.    Tembusan jika diperlukan

  5. Nomor halaman naskah
    Nomor halaman naskah diketik dengan menggunakan Nomor halaman naskah diketik dengan menggunakan nomor urut angka Arab dan dicantumkan secara simetris di tengah atas dengan membubuhkan tanda hubung (-) sebelum dan setelah nomor, kecuali halaman pertama naskah dinas yang menggunakan kop naskah dinas tidak perlu mencantumkan nomor halaman.
  6. Ketentuan jarak spasi
    Ketentuan jarak spasi adalah sebagai berikut:
    a.    Jarak antara bab dan judul adalah dua spasi.
    b.    Jika judul lebih dari satu baris, jarak antara baris pertama dan kedua adalah satu spasi.
    c.    Jarak antara judul dan subjudul adalah empat spasi.
    d.    Jarak antara subjudul dan uraian adalah dua spasi.
    e.    Jarak masing-masing baris disesuaikan dengan keperluan.
    f.  Dalam penentuan jarak spasi, hendaknya diperhatikan aspek keserasian dan estetika, dengan mempertimbangkan isi naskah dinas.
  7. Penentuan Batas/Ruang Tepi
    Demi keserasian dan kerapian (estetika) dalam penyusunan naskah dinas, diatur supaya tidak seluruh permukaan kertas digunakan secara penuh. Oleh karena itu, perlu ditetapkan batas antara tepi kertas dan naskah, baik pada tepi atas, kanan, bawah, maupun pada tepi kiri sehingga terdapat ruang yang dibiarkan kosong. Penentuan ruang tepi dilakukan berdasarkan ukuran yang terdapat pada peralatan yang digunakan untuk membuat naskah dinas, yaitu
    a.    ruang tepi atas : apabila menggunakan kop naskah dinas, 2 spasi di bawah kop, dan apabila tanpa kop naskah dinas, sekurang-kurangnya 2 cm dari tepi atas kertas;
    b.    ruang tepi bawah : sekurang-kurangnya 2,5 cm dari tepi bawah kertas;
    c.    ruang tepi kiri : sekurang-kurangnya 3 cm dari tepi kiri kertas; batas ruang tepi kiri tersebut diatur cukup lebar agar pada waktu dilubangi untuk kepentingan penyimpanan dalam ordner/snelhechter tidak berakibat hilangnya salah satu huruf/kata/angka pada naskah dinas;
    d.    ruang tepi kanan : sekurang-kurangnya 2 cm dari tepi kanan kertas.
    Catatan:
    Dalam pelaksanaannya, penentuan ruang tepi seperti tersebut di atas bersifat fleksibel, disesuaikan dengan banyak atau tidaknya isi suatu naskah dinas. Penentuan ruang tepi (termasuk juga jarak spasi dalam paragraf) hendaknya memperhatikan aspek keserasian dan estetika.

 

PEMAKAIAN SINGKATAN a.n.

a.n. diketik dengan huruf kecil, masing-masing diakhiri titik, digunakan hanya jika yang berwenang menandatangani surat mendelegasikan penandatangan surat kepada pejabat setingkat dibawahnya, sedangkan pertanggungjawaban isi surat tetap di tangan yang memberi kuasa.
Contoh:

Contoh pemakaian singkatan a.n.

Contoh pemakaian singkatan a.n.

ALAMAT SURAT

A.    Alamat surat dicantumkan pada:

  1. sampul surat; dan
  2. surat.

B.    Alamat pada sampul surat perlu dicantumkan:

  1. singkatan Yth.;
  2. nama jabatan;
  3. unit kerja;
  4. alamat lengkap;
  5. nama kota; dan
  6. kode pos.

C.    Alamat pada surat terdiri atas:

  1. singkatan Yth.;
  2. nama jabatan;
  3. unit kerja;
  4. nama kota.

D.    Pencantuman kata penyapa
Pencantuman kata penyapa, seperti bapak, ibu, atau saudara di depan nama jabatan dan gelar tidak diperlukan, baik pada sampul maupun pada surat.

E.    Sampul surat untuk surat keluar (eksternal) IPB
Sampul surat untuk surat keluar IPB menggunakan sampul surat berwarna coklat berkop IPB.

F.    Sampul surat untuk surat didalam (internal) IPB
Sampul surat untuk surat internal IPB menggunakan sampul surat berwarna putih polos berkop IPB dan bukan sampul buatan dari kertas bekas.

 

Catatan:

  • Jika tidak ada lampiran maka tulisan lampiran dihilangkan, tidak ada tulisan ” Lampiran : – “
  • Nomor surat tidak harus menggunakan kedalamannya, cukup ditulis KP saja, tapi menyimpannya harus berdasarkan kedalaman surat misalnya KP.00.01
  • Pada Lampiran, jika terdiri kurang dari dua angka maka ditulis lengkap disebut angkanya, contoh Dua Belas Lembar.
  • Tapi jika lampirannya lebih dari dua angka maka ditulis angkanya
    contoh: 23 Lembar
  • Menulis NIP tidak pakai titik dan tidak pakai jarak.
  • Setelah Yth., jika menjabat maka tulis nama jabatannya, jika tidak menjabat maka pakai nama nya.
  • “Perihal” ditulis secara singkat menjadi “Hal”.
  • Kata “di” sebelum nama kota tidak dipakai lagi.
  • Jenis huruf Times New Roman, ukuran 12 pixel.
  • a.n. ditulis sejajar Nama Jabatan yang menandatangani surat.
  • Dibelakang Nama Jabatan yang menandatangani diberi tanda koma.
  • Untuk Perguruan Tinggi atau organisasi diluar Kementerian cukup mencantumkan tanggal saja disisi kakan atasnya ([Tanggal]).  Tapi buat Kementerian harus mencantumkan nama tempat baru tangal disisi kanan atasnya ([Tempat][Tanggal])
  • Penulisan nomor urut surat sebaiknya 3 digit, contoh 001.  Atau kira2 dalam satu tahun paling banyak berapa jumlahnya, misalnya paling banyak dalam ribuan maka cukup 3 digit saja penulisan nomor urut suratnya, atau kalau ratusan maka cukup 2 digit saja.

Peraturan Menteri Pedidikan dan Kebudayaan RI Nomor 6 Tahun 2013 tentang Tata Naskah Dinas di Lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bisa di download dalam bentuk file *.pdf disini: permen_tahun2013_nomor06_ttg_naskah_dinas.pdf

Lampiran Peraturan Menteri Pedidikan dan Kebudayaan RI Nomor 6 Tahun 2013 tentang Tata Naskah Dinas di Lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bisa di download dalam bentuk file *.pdf disini: permen_tahun2013_nomor06_lampiran.pdf

Link Terkait: Kop Surat

Surat Tugas

  1. Pengertian
    Surat tugas merupakan naskah dinas yang berisi penugasan dari pejabat yang berwenang kepada seseorang untuk melaksanakan suatu kegiatan. Surat tugas dapat berbentuk lembaran surat atau kolom.
  2. Kewenangan
    Pejabat yang berwenang menandatangani Surat Tugas untuk tingkat IPB adalah Rektor, Wakil Rektor, dan Sekretaris Institut. Untuk tingkat fakultas/sekolah adalah Dekan. Untuk tingkat unit kerja yang berwenang menandatangani adalah pimpinan unit kerja yang membuat Surat Tugas.
  3. Naskah surattugas diketik dengan jenis huruf Times New Roman
    dengan ukuran huruf 12, di atas kertas A4.

Bagian-bagian surat tugas terdiri atas:

  1. Kepala
    Kepala surat tugas, baik yang berbentuk lembaran surat maupun kolom menggunakan tatacara pembentukan dan format kepala naskah dinas.
  2. Pembuka

Pembuka surat tugas terdiri atas:

  1. frasa surat tugas diketik di bawah kepala surat dengan huruf kapital secara simetris; dan
  2. Kata nomor diketik sejajar dengan frasa surat tugas, diawali dengan huruf kapital.

Surat Tugas berbentuk lembaran

Contoh frmat Surat Tugas berbentuk Lembaran

Contoh frmat Surat Tugas berbentuk Lembaran

Isi surat tugas yang berbentuk lembaran surat terdiri atas:

  1. nama jabatan pemberi tugas diketik di sebelah kiri di bawah kata nomor;
  2. kata nama diketik di bawah dan sejajar dengan awal frasa nama jabatan pemberi tugas;
  3. singkatan NIP diketik di bawah dan sejajar dengan kata nama;
  4. pangkat dan golongan serta jabatan penerima tugas;
  5. kata jabatan diketik di bawah dan sejajar kata pangkat dan golongan; dan
  6. maksud, tanggal dan tempat penugasan, diketik di bawah dan sejajar dengan kata jabatan, didahului dengan kata untuk.

Surat Tugas berbentuk kolom

Contoh frmat Surat Tugas berbentuk Kolom

Contoh frmat Surat Tugas berbentuk Kolom

Isi surat tugas yang berbentuk kolom terdiri atas:

  1. nama jabatan pemberi tugas diketik di sebelah kiri di bawah kata nomor;
  2. kolom isian surat tugas berisi nomor, nama, NIP, pangkat dan golongan, serta jabatan yang diberi tugas diketik di bawah dan sejajar dengan kalimat awal nama jabatan pemberi tugas; danmaksud, tanggal, dan tempat penugasan diketik di bawah kolom sejajar dengan nomor isi kolom dan didahului dengan kata untuk.

Penulis: Anita Handayani (Anggota Tim Penulisan Tata Naskah Dinas IPB)

Update:

  1. Tanggal 1 Juli 2014,
  2. Tanggal 28 April 2016.
  3. Tanggal 19 Desember 2016
  4. Tanggal 29 April 2017