Cara saya mendapatkan foto benda dengan low speed (air terjun) tersebut:

  1. Memakai Camera DSLR Canon EOS 40D
  2. Tanpa Flash
  3. Pakai Wide Lens 18-55 mm
  4. Posisi Camera: Vertikal
  5. Set AF (Auto Focus)
  6. Stabilizer di on kan
  7. Pakai mode TV
  8. Exposure Time 0.6 sec. (= 0″6)
  9. f / 10 (auto)
  10. Pakai speed tinggi karena hand handle.
  11. ISO-100
  12. AWB (White Balance auto)
  13. Exposure bias 0 step
  14. Metering mode: Pattern (partial metering)
  15. Di alam terbuka, dengan cuaca mendung banget
  16. Focus point dinyalakan semua
  17. Pakai Tripod
  18. Pakai ND Filter karena kita pakai low speed (kecepatan rendah)
  19. Pakai picture style: standard (sebaiknya pakai  Picture style: Faithful)
  20. JPEG image
  21. Sesuaikan settingan sampai tidak blinking

.

Cara saya mendapatkan foto benda dengan low speed (air terjun) tersebut:

  1. Memakai Camera DSLR Canon EOS 40D
  2. Tanpa Flash
  3. Pakai Wide Lens 18-55 mm
  4. Posisi Camera: Horizontal
  5. Set AF (Auto Focus)
  6. Stabilizer di on kan
  7. Pakai mode TV
  8. Exposure Time 1/20 sec.
  9. f / 3,5 (auto)
  10. Pakai speed tinggi karena hand handle.
  11. ISO-100
  12. AWB (White Balance auto)
  13. Exposure bias 0 step
  14. Metering mode: Pattern (partial metering)
  15. Di alam terbuka
  16. Focus point dinyalakan semua
  17. Pakai Tripod
  18. Pakai ND Filter karena kita pakai low speed (kecepatan rendah)
  19. Pakai picture style: standard (sebaiknya pakai  Picture style: Faithful)
  20. JPEG image
  21. Sesuaikan settingan sampai tidak blinking

Low Speed: TV 0″6, 1/4″, 1/8″, 1/15″, 1/20″, 1/30″

Hasilnya: Aliran airnya mendekati kapas tapi masih kelihatan butir2an air nya

 

Copyright © Anita Handayani