Ketua Majelis Wali Amanah IPB, Prof. Dr. Ir. M.A. Chozin, MAgr

PEMILIHAN REKTOR IPB JARING 55 NAMA

BOGOR–MICOM: Sebanyak 55 nama masuk dalam daftar penjaringan bakal calon rektor Institut Pertanian Bogor periode 2012-2017 yang diusulkan oleh unit-unit kerja dan himpunan alumni perguruan tinggi tersebut.

“Setelah dilakukan sosialisasi dan penjaringan, diperoleh hasil ada 55 nama bakal calon yang sudah kita data,” kata Ketua Majelis Wali Amanat IPB Prof Dr MA Chozin di Bogor, Jumat (21/9).

Chozin mengatakan, 55 nama bakal calon rektor IPB berasal dari usulan unit-unit kerja dan himpunan alumni yang jumlahnya ada 51 unit. Masing-masing unit berasal dari dosen, pegawai mahasiswa dan alumni memiliki peluang untuk mengusulkan tiga calon.

Dari 55 nama calon tersebut, 52 orang berasal dari internal IPB sisanya tiga orang berasal dari luar IPB seperti Roy Sembel, dan Bustanul Arifin. “Mereka ini adalah calon-calon yang potensial” kata Chozin.

Chozin yang didampingi ketua Panitia Pemilihan Rektor (PPR) IPB Toto Toharman menjelaskan, selain dari luar IPB, 55 nama bakal calon rektor juga dihiasi oleh nama-nama wakil rektor yang kini sedang menjabat.

Selain wakil rektor, semua dekan fakultas juga dicalonkan kecuali dekan Fakultas Kedokteran Hewan dan Fakultas Matematika dan Fisika. Dan yang lebih menarik dari sisi gender hanya ada satu orang bakal calon rektor dari kalangan perempuan yang masuk dalam penjaringan yakni Prof Rina Oktaviani dari Fakultas Ekonomi Manajemen.

Selain itu juga, dari 55 nama tersebut, Rektor IPB yang saat ini menjabat Prof Herry Suhardiyanto juga masuk dalam bursa nama bakal calon. Beberapa nama lainnya merupakan anggota MWA dan juga panitia PPR.

“Yang berat pengerucutannya karena pasti lewat selesi cukup ketat. Dari 55 nama ini akan dikerucutkan menjadi 30 nama,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia PPR IPB Toto Toharmat yang juga namanya masuk dalam daftar nama bakal calon rektor menyebutkan, usai penjaringan selanjutnya akan dilakukan pengiriman dokumen dan persyaratan kepada bakal calon rektor oleh MWA.

“Selama dua minggu ke depan ini kita berikan waktu kepada bakal calon untuk mempelajari apa yang diinginkan IPB, mereka menyusun visi dan misi. Hingga batas waktu 8 Oktober,” katanya.

Setelah mengisi dokumen dan persyaratan akan dilakukan verifikasi administrasi dokumen bakal calon oleh MWA yang berlangsung pada 10 hingga 13 Oktober. “Setelah itu akan diseleksi menjadi 9 orang bakal calon,” katanya.

Toto mengatakan, agenda pemilihan rektor IPB berlangsung selama kurang lebih dua bulan lamanya. Sehari setelah penyerahan dokumen tepatnya 16 Oktober dilakukan penilaian bakal calon oleh Senat Akademis (SA) untuk menetapkan sembilan calon.

Penyeleksian 9 calon akan dilakukan lebih ketat karena pada pemilihan kali ini IPB mencari sosok pemimpin yang “academic leader” yang berkarakter inklusif.

Selanjutnya pada tanggal 22 hingga 31 Oktober dilakukan sosialisasi sembilan bakal calon yang melibatkan civitas dan tenaga kependidikan yakni memberikan kesempatan pada mahasiswa untuk memilih calon rektornya.

“Ini seperti pemilihan raya, tapi sifatnya interen dan tidak besar-besaran. Dilakukan secara sederhana,” katanya.

Pemilihan dan penetapan tiga bakal calon rektor oleh SA akan dilaksanakan pada 5-7 November, namun sebelumnya pada 1 dan 2 November dilakukan perhitungan, dokumentasi dan pelaporan hasil partisipasi ke MWA serta penetapan enam BCR oleh SA.

Penyerahan tiga bakal calon rektor oleh SA ke MWA dilaksanakan 8 November. Lalu pada 9 dan 16 November dilakukan pemilihan rektor IPB oleh MWA.

“Dalam pemilihan tiga nama nanti ada peran menteri pendidikan yang memiliki suara 35 persen,” katanya. (Ant/OL-2)

Sumber: http://m.mediaindonesia.com