Anita's Personal Blog

Kegiatan Arsiparis | Komputer | Fotografi

Author: anita handayani (page 1 of 62)

Form D.1.1 PENCIPTAAN ARSIP

Form D.1.1 PENCIPTAAN ARSIP

Form D.1.1. untuk Pencipta Arsip

Form D.1.1 Pencipta Arsip

Penjelasan atau petunjuk pengisian Form D.1.1 Penciptaan Arsip:

  1. Form D.1.1 Penciptaan Arsip adalah formulir isian yang harus diisi oleh Pencipta Arsip, yaitu petugas persuratan (pengelola arsip) yang ditandatangani oleh KTU nya.
  2. Kesesuaian format (spasi, jarak tepi, huruf, tata letak, dll) naskah dinas dengan pedoman.
    Maksudnya adalah Apakah dalam penulisan surat dinas apakah sudah sesuai dengan format yang tercantum pada Tata Naskah Dinas IPB?

Surat Dinas / Naskah Dinas

Ketentuan cara penulisan Naskah / Surat Dinas pada Tata Nsskah Dinas (TND) IPB:

  1. Surat Dinas merupakan naskah dinas yang berisi hal penting berkenaan dengan administrasi institusi.
  2. Pejabat yang berwenang menandatangani Surat Dinas untuk tingkat IPB adalah Rektor, Wakil Rektor, dan Sekretaris Institut. Untuk tingkat fakultas/sekolah adalah Dekan. Untuk tingkat unit kerja yang berwenang menandatangani adalah pimpinan unit kerja yang membuat Surat Dinas
  3. Naskah surat dinas diketik dengan jenis huruf Times New Roman dengan ukuran huruf 11 atau 12, di atas kertas A4.
  4. Kepala surat dinas menggunakan tatacara pembentukan dan format kepala naskah dinas.
  5. Kata nomor diketik di sebelah kiri di bawah garis kepala surat dinas.
  6. Nomor urut tidak dikombinasikan dengan huruf.
  7. Kata lampiran diketik di bawah kata Nomor dan menyebutkan jumlah lampiran.
  8. Jumlah lampiran yang dapat diketik dengan satu atau dua kata diketik dengan huruf dan diawali dengan huruf kapital, tidak didahului atau diikuti angka, sedangkan yang tiga kata atau lebih diketik dengan menggunakan angka Arab.
  9. Kata lampiran tidak diketik apabila tidak ada yang dilampirkan.
  10. lampiran tidak harus diberikan kepada semua tembusan.
  11. Hal surat dinas berisikan inti keseluruhan isi surat dinas diketik dengan huruf kapital pada setiap awal kata tanpa diakhiri tanda baca.
  12. Kata hal (bukan perihal) diketik di bawah kata lampiran dan apabila tidak ada yang dilampirkan, kata hal diketik di bawah kata nomor.
  13. Tanggal surat dinas diketik di sebelah kanan sebaris dengan nomor surat.
  14. Tanggal surat dinas tidak disertai nama tempat pembuatannya.
  15. Alamat tujuan surat dinas pengetikan alamat tujuan surat didahului frasa yang terhormat disingkat Yth. kemudian nama jabatan atau nama orang yang dituju.
    Singkatan Yth. diketik di bawah kata Hal (bukan perihal)
    Nama tempat pada alamat yang dituju tidak didahului kata depan di.

  16. Nomor halaman naskah diketik dengan menggunakan Nomor halaman naskah diketik dengan menggunakan nomor urut angka Arab dan dicantumkan secara simetris di tengah atas dengan membubuhkan tanda hubung (-) sebelum dan setelah nomor, kecuali halaman pertama naskah dinas yang menggunakan kop naskah dinas tidak perlu mencantumkan nomor halaman.

Isi surat dinas terdiri atas:

  1. pendahuluan merupakan kalimat pembuka isi surat dinas, diketik singkat dan jelas;
  2. awal kalimat isi surat dinas diketik di bawah dan sejajar dengan alamat tujuan surat;
  3. isi pokok berisi uraian dari inti surat dinas; dan
  4.  kalimat penutup merupakan kalimat yang mengakhiri isi surat dinas.

Penutup surat dinas terdiri atas:

  1. nama jabatan penanda tangan surat dinas yang diketik di bagian kanan bawah dengan huruf kapital pada setiap awal kata, kecuali kata penghubung, dan diakhiri tanda baca koma (,);
  2. nama pejabat yang menandatangani surat dinas diketik di bawah, sejajar dengan nama jabatan, dan menggunakan huruf kapital pada setiap awal kata tanpa diapit dengan tanda kurung dan garis bawah. Nama pejabat sebagaimana dimaksud dapat mencantumkan gelar akademik;
  3. anda tangan pejabat dibubuhkan di antara nama jabatan dan nama pejabat;
  4. singkatan NIP diketik di bawah dan sejajar dengan nama pejabat yang menandatangani serta menggunakan huruf kapital tanpa diakhiri dengan titik dan diikuti dengan nomor tanpa jarak;
  5. cap dinas atau cap jabatan dibubuhkan dengan menyentuh bagian sisi kiri tandatangan pejabat; dan
  6. apabila ada tembusan, dibuat dengan menggunakan tatacara sebagaimana pembuatan tembusan pada surat edaran.
  7. Setiap surat dinas sebelum ditandatangani oleh pejabat yang berwenang dibubuhi paraf terlebih dahulu oleh pejabat yang bertugas menyiapkan konsep surat dinas tersebut. Paraf dibubuhkan disebelah kiri/sebelum nama pejabat penandatangan paraf surat dinas.
  8. Jika diperlukan boleh mecantumkan footer, misalnya logo ISO, Akreditasi, dan kotak paraf.

Ketentuan jarak spasi adalah sebagai berikut:

  1. jarak antara baris pertama dan kedua adalah satu spasi.
  2. Jarak antara judul dan subjudul adalah empat spasi.
  3. Jarak antara subjudul dan uraian adalah dua spasi.
  4. Jarak masing-masing baris disesuaikan dengan keperluan.
  5. Dalam penentuan jarak spasi, hendaknya diperhatikan aspek keserasian dan estetika, dengan mempertimbangkan isi naskah dinas.

Penentuan Batas/Ruang Tepi

Demi keserasian dan kerapian (estetika) dalam penyusunan naskah dinas, diatur supaya tidak seluruh permukaan kertas digunakan secara penuh. Oleh karena itu, perlu ditetapkan batas antara tepi kertas dan naskah, baik pada tepi atas, kanan, bawah, maupun pada tepi kiri sehingga terdapat ruang yang dibiarkan kosong. Penentuan ruang tepi dilakukan berdasarkan ukuran yang terdapat pada peralatan yang digunakan untuk membuat naskah dinas, yaitu

  1. ruang tepi kiri : sekurang-kurangnya 3 cm dari tepi kiri kertas; batas ruang tepi kiri tersebut diatur cukup lebar agar pada waktu dilubangi untuk kepentingan penyimpanan dalam ordner/snelhechter tidak berakibat hilangnya salah satu huruf/kata/angka pada naskah dinas;
  2. ruang tepi atas : apabila menggunakan kop naskah dinas, 2 spasi di bawah kop, dan apabila tanpa kop naskah dinas, sekurang-kurangnya 2 cm dari tepi atas kertas;
  3. ruang tepi kanan : sekurang-kurangnya 2 cm dari tepi kanan kertas.
    Catatan:
    Dalam pelaksanaannya, penentuan ruang tepi seperti tersebut di atas bersifat fleksibel, disesuaikan dengan banyak atau tidaknya isi suatu naskah dinas. Penentuan ruang tepi (termasuk juga jarak spasi dalam paragraf) hendaknya memperhatikan aspek keserasian dan estetika.
  4. ruang tepi bawah : sekurang-kurangnya 2,5 cm dari tepi bawah kertas.

Format Naskah / Surat Dinas IPB sesuai Pedoman TND:

Format Naskah / Surat Dinas IPB sesuai dengan Pedoman Tata Nasakah Dinas IPB.

Format Naskah / Surat Dinas IPB sesuai dengan Pedoman Tata Nasakah Dinas IPB.

Contoh format penulisan Surat Dinas:

Contoh Penulisan Naskah / Surat Dinas IPB sesuai Pedoman TND

Contoh Penulisan Naskah / Surat Dinas IPB sesuai Pedoman TND

Contoh Penulisan Lampiran Naskah / Surat Dinas IPB sesuai Pedoman TND

Contoh Penulisan Lampiran Naskah / Surat Dinas IPB sesuai Pedoman TND

Perhatikan cara menulis keterangan pada Lampiran

Perhatikan cara menulis keterangan pada Lampiran

Link terkait: Bentuk Form Surat Dinas Baru

Kepala Naskah Dinas

Tatacara pencantuman kepala naskah dinas:

  1. lambang Institut Pertanian Bogor sesuai dengan yang ditetapkan dalam statuta, nama Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, nama Institut Pertanian Bogor, alamat, dan garis penutup;
  2. nama Institut Pertanian Bogor dicetak lebih tebal dan nama Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi tidak dicetak tebal;
  3. nama unit kerja yang dipimpin oleh Kepala Biro, Direktur, Kepala Kantor, dan Ketua Departemen di lingkungan Institut Pertanian Bogor tidak dicantumkan pada kepala naskah dinas;
  4. nama organ, fakultas, sekolah, lembaga, pusat dan unsur penunjang di lingkungan Institut Pertanian Bogor dicetak di bawah nama Institut Pertanian Bogor dengan huruf kapital dengan warna hitam;
  5. alamat diketik lengkap pada baris akhir tanpa singkatan atau akronim (penggalan) disertai kode pos, telepon, faksimile, email, dan website;
  6. kepala naskah dinas ditutup dengan menggunakan garis tebal tunggal dengan ukuran garis 21/4 pt dengan warna hitam;
  7. jarak garis penutup dari tepi atas kertas sekitar 4,5 cm;
  8. pengetikan nama Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dicetak pada baris pertama menggunakan huruf Times New Roman ukuran 14, nama Institut Pertanian Bogor dicetak pada baris kedua menggunakan huruf Times New Roman, ukuran 14 cetak tebal, nama unit dibawah Institut Pertanian Bogor pada baris ketiga, masing-masing dicetak dengan huruf kapital, dan alamat menggunakan huruf Times New Roman ukuran 12.

Contoh kepala naskah dinas:

  1. Contoh kepala naskah dinas IPB
  2. Contoh kepala naskah dinas Fakultas di IPB
  3. Contoh kepala naskah dinas Dewan Guru Besar IPB
  4. Contoh kepala naskah dinas Lembaga di IPB
  5. Contoh kepala naskah dinas Pusat-pusat di IPB
  6. Contoh kepala naskah dinas Unit Kerja di IPB
Kepala Naskah Dinas IPB sesuai Pedoman TND

Kepala Naskah Dinas IPB sesuai Pedoman TND

Kepala Naskah Dinas Fakultas Pertanian IPB sesuai Pedoman TND

Kepala Naskah Dinas Fakultas Pertanian IPB sesuai Pedoman TND

Kepala Naskah Dinas Dewan Guru Besar IPB sesuai Pedoman TND

Kepala Naskah Dinas Dewan Guru Besar IPB sesuai Pedoman TND

Kepala Naskah Dinas Dewan Guru Besar IPB sesuai Pedoman TND

Kepala Naskah Dinas Dewan Guru Besar IPB sesuai Pedoman TND

Kepala Naskah Dinas Lembaga di IPB sesuai Pedoman TND

Kepala Naskah Dinas Lembaga di IPB sesuai Pedoman TND

Kepala Naskah Dinas Pusat di IPB sesuai Pedoman TND

Kepala Naskah Dinas Pusat di IPB sesuai Pedoman TND

Kepala Naskah Dinas Unit Kerja di IPB sesuai Pedoman TND

Kepala Naskah Dinas Unit Kerja di IPB sesuai Pedoman TND

 

File Excell Form D.1.1 PENCIPTAAN ARSIP ini bisa di download  disini: formulir_d_untuk_pengawasan_kearsipan.xls
File pdf Form D.1.1 PENCIPTAAN ARSIP ini untuk bisa langsung di print bisa di download disini: formulir_d_1_1_1_untuk_pencipta_arsip.pdf

Kepala naskah dinas dalam bentuk file DOC bisa di download disini:

  1. contoh_bentuk_kop_surat_ipb.doc
  2. contoh_bentuk_kop_surat_fakultas_pertanian_ipb.doc
  3. contoh_bentuk_kop_surat_dewan_guru_besar_ipb.doc
  4. contoh_bentuk_kop_surat_lembaga_di_ipb.doc
  5. contoh_bentuk_kop_surat_pusat_di_ipb.doc
  6. contoh_bentuk_kop_unit_kerja_di_ipb.doc

 

Surat Tugas

  1. Pengertian
    Surat tugas merupakan naskah dinas yang berisi penugasan dari pejabat yang berwenang kepada seseorang untuk melaksanakan suatu kegiatan. Surat tugas dapat berbentuk lembaran surat atau kolom.
  2. Kewenangan
    Pejabat yang berwenang menandatangani Surat Tugas untuk tingkat IPB adalah Rektor, Wakil Rektor, dan Sekretaris Institut. Untuk tingkat fakultas/sekolah adalah Dekan. Untuk tingkat unit kerja yang berwenang menandatangani adalah pimpinan unit kerja yang membuat Surat Tugas.
  3. Naskah surattugas diketik dengan jenis huruf Times New Roman
    dengan ukuran huruf 12, di atas kertas A4.

Bagian-bagian surat tugas terdiri atas:

  1. Kepala
    Kepala surat tugas, baik yang berbentuk lembaran surat maupun kolom menggunakan tatacara pembentukan dan format kepala naskah dinas.
  2. Pembuka

Pembuka surat tugas terdiri atas:

  1. frasa surat tugas diketik di bawah kepala surat dengan huruf kapital secara simetris; dan
  2. Kata nomor diketik sejajar dengan frasa surat tugas, diawali dengan huruf kapital.

Surat Tugas berbentuk lembaran

Contoh frmat Surat Tugas berbentuk Lembaran

Contoh frmat Surat Tugas berbentuk Lembaran

Isi surat tugas yang berbentuk lembaran surat terdiri atas:

  1. nama jabatan pemberi tugas diketik di sebelah kiri di bawah kata nomor;
  2. kata nama diketik di bawah dan sejajar dengan awal frasa nama jabatan pemberi tugas;
  3. singkatan NIP diketik di bawah dan sejajar dengan kata nama;
  4. pangkat dan golongan serta jabatan penerima tugas;
  5. kata jabatan diketik di bawah dan sejajar kata pangkat dan golongan; dan
  6. maksud, tanggal dan tempat penugasan, diketik di bawah dan sejajar dengan kata jabatan, didahului dengan kata untuk.

Surat Tugas berbentuk kolom

Contoh frmat Surat Tugas berbentuk Kolom

Contoh frmat Surat Tugas berbentuk Kolom

Isi surat tugas yang berbentuk kolom terdiri atas:

  1. nama jabatan pemberi tugas diketik di sebelah kiri di bawah kata nomor;
  2. kolom isian surat tugas berisi nomor, nama, NIP, pangkat dan golongan, serta jabatan yang diberi tugas diketik di bawah dan sejajar dengan kalimat awal nama jabatan pemberi tugas; danmaksud, tanggal, dan tempat penugasan diketik di bawah kolom sejajar dengan nomor isi kolom dan didahului dengan kata untuk.

Penulis: Anita Handayani

Persyaratan SDM Pengawasan Kearsipan

Persyaratan SDM Pengawasan Kearsipan

Persyaratan SDM untuk untuk dapat melakukan Pengawasan Kearsipan

Persyaratan SDM untuk untuk dapat melakukan Pengawasan Kearsipan

Persyaratan SDM untuk dapat melakukan Pembinaan atau Pengawasan Kearsipan:

  1. Pejabat Struktural/Pengelola Arsip di Unit Kearsipan
  2. Fungsional Arsiparis Tingkat Terampil maupun Ahli
  3. Pegawai yang sudah mengikuti diklat teknis kearsipan

 

 

Penulis: Anita Handayani

Bimtek SIKN-JIKN AtoM di IPB

Bimtek SIKN-JIKN AtoM di IPB

Foto Kegiatan Bimtek SIKN-JIKN yang baru 11 April 2017 di IPB.

Foto Kegiatan Bimtek SIKN-JIKN yang baru 11 April 2017 di IPB.

Bimbingan Teknis SIKN-JIKN di IPB tanggal 11 – 13 April 2017, tujuannya adalah menjelaskan APLIKASI SIKN dan JIKN YANG BARU sekaligus melakukan MIGRASI DATA dan INFORMASI KEARSIPAN di lingkungan IPB yang selanjutnya direncanakan menjadi SIMPUL JARINGAN PERCONTOHAN.

Continue reading

Akreditasi Lembaga Kearsipan IPB Tahun 2013-2016

Akreditasi Lembaga Kearsipan IPB Tahun 2013-2016

Pada tanggal 2 Desember 2013, Lembaga Kearsipan IPB yang biasa dikenal dengan sebutan Unit Arsip mendapat sertifikat Akreditasi dari ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA.  Akreditasinya bernilai B, berlaku dari tahun 2013 – 2016 (berlaku 3 tahun saja).  Artinya tahun 2017 ini harus diperbaharui lagi akreditasinya.

Akreditasi Unit Arsip IPB Tahun 2013-2016 mendapat nilai B dari Kepala ANRI.

Akreditasi Unit Arsip IPB Tahun 2013-2016 mendapat nilai B dari Kepala ANRI.

Pada saat ini baru 2 perguruan tinggi yang di akreditasi lembaga kearsipannya yaitu UGM dan IPB.  UGM mendapatkan nilai akreditasi dengan kategori A.

Dengan nilai B ini berarti Lembaga Kearsipan IPB perlu lebih berbenah diri lagi, agar bisa mendapat nilai A.  Perlu mendapat perhatian yang lebih lagi dari pimpinan tertinggi Institut Pertanian Bogor.

Untuk mendapatkan nilai A tersebut saat ini sedang usaha dilaksanakan:

  1. Pengawasan Internal Kearsipan keseluruh unit kerja (sedang berlangsung)
  2. Sedang diproses JRA yang di akui oleh ANRI
  3. Beberapa waktu yang lalau IPB melakukan Diklat Fungsional Arsiparis Ahli secara mandiri yang dilaksanakan pada tanggal 11 April 2016 sampai dengan 10 Juni 2016 bertempat di Kampus IPB Darmaga Bogor, dari hasil Diklat ini terdapat 12 orang calon Arsiparis Ahli, adapun nama-nama nya yaitu:
    1. Primus Sanbein, SE (Fikri)

    2. Kusnani Sita Handayu, ST (Noni)

    3. R. Muhamad Maulana, S.Sos

    4. Martianah

    5. Yuni Puspita Sari, MM

    6. Vera Nora Indra Astuti, S.Pt, MM

    7. Abdullah Hudri, SH

    8. Waluyo, SE

    9. M. Zaenal Mutaqin, SE

    10. Haeranto Haerul Krismatika, SE
    11. Adelya, S.TP, MM

    12. Suhamba, SS

Yang masih menjadi PR sampai sekarang adalah sempitnya ruangan yang dimiliki oleh Unit Arsip IPB, sehingga hal ini menjadi kendala dalam pembuatan Depo Arsip (yaitu ruangan untuk menyimpan arsip statis). Masih minimnya perhatian dari pimpinan kepada Pengelola Arsip yang berprestasi.

Penulis: Anita Handayani

Cara Membuat Box Arsip

Cara Membuat Box Arsip

Berikut adalah tulisan saya tentang cara membuat atau merangkai lembaran box arsip sehingga membentuk sebuah box arsip yang siap pakai. Box arsip ini biasa digunakan untuk menyimpan dokumen atau berkas atau arsip surat yang sudah jarang digunakan dalam kegiatan sehari-hari atau untuk menyimpan arsip yang bernilai sejarah.  Arsip yang sudah jarang digunakan biasanya disebut arsip arsip in aktif. Dan arsip yang disimpan selamanya karena mempunyai nilai sejarah disebut arsip statis contohnya surat nikah, surat tanah, surat rumah (akta jual beli), surat gedung, sertifikat kursus, ijazah dsb.

Box arsip ini memiliki lubang ventilasi udara di depan dan dibelakangnya sehingga udara tetap mengalir dan arsip yang disimpan didalamnya tetap terjaga tetap kering, tidak lengket karena berjamur.

Cara Membuat atau Melipat atau Merangkai Box Arsip:

  1. Diawali ketika menerima kiriman Lembaran Box Arsip seperti gambar dibawah ini:

    Lembaran Box Arsip

    Lembaran Box Arsip

  2. Pertama kali bentuk menjadi seperti gambar dibawah ini
Cara Melipat Lembaran Box Arsip Tahap Pertama

Cara Melipat Lembaran Box Arsip Tahap Pertama

  • Kedua, dorong bagian atas ke dalam, seperti gambar dibawah ini

    Cara Melipat Lembaran Box Arsip tahap Kedua

    Cara Melipat Lembaran Box Arsip Tahap Kedua

  • Ketiga, masukkan  kedalam bagian yang ada di kiri dan dikanan

    Cara Melipat Lembaran Box Arsip Tahap Ketiga

    Cara Melipat Lembaran Box Arsip Tahap Ketiga

  • Keempat, masukkan bagian tutup ke lubang “kunci”

    Cara Melipat Lembaran Box Arsip Tahap Keempat

    Cara Melipat Lembaran Box Arsip Tahap Keempat

  • Kelima, tampilan akhirnya seperti gambar dibawah ini

    Cara Melipat Lembaran Box Arsip Tahap Kelima

    Cara Melipat Lembaran Box Arsip Tahap Kelima

  • Keenam, tampilan Box Arsip siap untuk digunakan

    Cara Melipat Lembaran Box Arsip Tahap Keenam

    Cara Melipat Lembaran Box Arsip Tahap Keenam

  • Selesai. Selamat Mencoba. Jika menemukan kesukaran silahkan meninggalkan pesan di kotak komentar.

Link Terkait:
Kepka ANRI No.11 Tahun 2000 tentang STANDAR BOX ARSIP

Copyright © Anita Handayani

Panduan Lomba Web IPB Tahun 2016

Panduan Lomba Web IPB Tahun 2016

Latar Belakang

Penilaian situs web perguruan tinggi merupakan salah satu tolak ukur dalam perangkingan perguruan tinggi (Isidro Aguillo, 2003). Indikator utama penilaian adalah kelengkapan komponen informasi yang ada dalam sebuah web perguruan tinggi. Informasi ini meliputi profil, kinerja, publikasi, kemahasiswaan, pengajaran, kegiatan, pendukung, dan hal-hal lainnya yang mencerminkan sebuah perguruan tinggi. Lebih jauh lagi, informasi tersebut haruslah mudah ditemukan oleh pencari informasi, karena hal ini juga merupakan sarana publikasi dan promosi keunggulan Institut Pertanian Bogor (IPB) yang efektif dan efisien kepada masyarakat luas.

Situs web IPB dan unit-unit di dalamnya telah ada dan sebagian besar telah memenuhi kelengkapan informasi yang sesuai standar IPB. Standar IPB ini selalu dimutakhirkan untuk mengikuti standar perguruan tinggi internasional yang ada, sehingga dalam hal ini situs web IPB berikut unit-unit di dalamnya pun harus selalu melakukan pemutakhiran agar sesuai dengan perkembangan dunia. Selain itu, upaya ini juga dilakukan dalam rangka mendukung program pemerintah agar perguruan-perguruan tinggi di Indonesia, khususnya IPB, agar dapat bersaing secara internasional dan memiliki posisi yang cukup tinggi dalam World Class University Ranking.

Pada saat ini, Webometrics merupakan salah satu perangkingan yang cukup mempengaruhi pencitraan suatu perguruan tinggi di dunia. Perangkingan ini menitikberatkan pada kriteria visibility (50%), excellence (30%), presence (10%), dan openness (10%). (http://www.webometrics.info diakses 25 Oktober 2016) . Continue reading

Inpassing Tenaga Fungsional

Inpassing Tenaga Fungsional

Syarat Pengangkatan Pertama dalam Jabatan Fungsional Tertentu.

Syarat Pengangkatan Pertama dalam Jabatan Fungsional Tertentu.

Sehubungan dengan Permen Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI No. 26 tahun 2016 tentang Pengangkatan PNS dalam Jabatan Fungsional melalui Penyesuaian atau Inpassing (Surat dari Direktur SDM IPB Nomor 3265/IT3.23/KP/2017 tertanggal 16 Maret 2017) .

Maka dalam rangka pengembangan JABATAN FUNGSIONAL TERTENTU tersebut, IPB memberikan kesempatan kepada Tenaka Kependidikan untuk BERALIH dari tenaga fungsional umum menjadi tenaga fungsional tertentu sesuai dengan kompetensi yang dipersyaratkan.

Jabatan Fungsional Tertentu yang dimaksud adalah:

  1. Pustakawan,
  2. Arsiparis,
  3. Pranata Laboratorium Pendidikan,
  4. Pranata Humas,
  5. Pengelola Barang dan Jasa,
  6. Analis Kepegawaian,
  7. Pranata Komputer,
  8. Perancang Peraturan Perundang-undangan,
  9. Medik Veteriner,
  10. Perawat,
  11. Auditor,
  12. Peneliti, dan
  13. Dokter

Usia paling tinggi 3 (tiga) tahun sebelum batas usia pensiun.

Tenaga Kependidikan PNS yang berminat diberi kesempatan mendaftar paling lambat Senin, 17 April 2017.

Ayo teman2 Tendik mendaftar, ini Kesempatan yang baik bagi Tendik PNS menjadi Tenaga Fungsional lho.

Continue reading

Ruth Juara Tiga di Kelas Dua SMP

Ruth Juara Tiga di Kelas Dua SMP

Anakku Ruth saat ini bahagia sekali, karena cita-citanya berhasil, yaitu  menjadi juara kelas di SMP Mardi Yuana pada tahun ini yaitu tahun ajaran 2016-2017.

Ruth saat ini duduk di kelas 2 SMP (= kelas 8) di SMP Mardi Yuana Depok.

Siswa SMP Mardi Yuana Depok ini terkenal sulit untuk mendapatkan nilai bagus karena standard KKP nya tinggi sekali.  Nah bisa dibayangkan bagaimana gembiranya Ruth ketika berhasil menjadi Juara Kelas, yaitu juara 3  kelas 8F di semester ganjil.  Saya pun ikut bahagia dan bangga sekali :) .

Keberhasilan anak saya ini tak lepas dari bimbingan yang senantiasa sabar dan tak kenal lelah dari wali kelas dan guru BP 8F dalam membimbing anak saya.  Saya berterimakasih sekali atas bimbingan Wali Kelas 8F, yaitu Ibu Cicilia Wedha Apriliani, S.Pd dan guru BP 8F yaitu Ibu Regina Sari Wasis Pratiwi, S.Pd.

Ruth Ardita Damanik juara 3 pada kelas 8F mendapat ucapan selamat dari Kepala Sekolah SMP Mardiyuana, Ibu Maria Yuliana Sulastri, M.Pd.

Ruth Ardita Damanik juara 3 pada kelas 8F mendapat ucapan selamat dari Kepala Sekolah SMP Mardiyuana, Ibu Maria Yuliana Sulastri, M.Pd.

Map Kejuaraan yang diterima Ruth

Map Sertifikat

Sertifikat Juara Kelas yang diterima Ruth

Sertifikat Juara Kelas yang diterima Ruth

Foto bersama para juara kelas semester ganjil Tahun Ajaran 2016/2017 SMP Mardi Yuana Depok.

Foto bersama para juara kelas semester ganjil Tahun Ajaran 2016/2017 SMP Mardi Yuana Depok.

Foto bebas bersama para juara kelas semester ganjil Tahun Ajaran 2016/2017 SMP Mardi Yuana Depok.

Foto bebas bersama para juara kelas semester ganjil Tahun Ajaran 2016/2017 SMP Mardi Yuana Depok.

Yang Juara Kelas Foto Bareng, Ruth yang tengah.

Yang Juara Kelas Foto Bareng, Ruth yang tengah.

Yang Juara Kelas Foto Bareng gaya bebas, Ruth yang tengah.

Yang Juara Kelas Foto Bareng gaya bebas, Ruth yang tengah.

Penulis: Anita Handayani

Tolok Ukur Prasarana dan Sarana Kearsipan

Tolok Ukur Prasarana dan Sarana Kearsipan

Prasarana dan Sarana Kearsipan Arsip Konvensional :

– Gedung Penyimpanan Arsip :

  • Merujuk pada Peraturan Kepala (Perka) ANRI No 03/2000 tentang Standar Minimal Gedung dan Ruang Penyimpanan Arsip Inaktif)
  •  Rekomendasi Standar Depo Arsip Tahun 2013

– Peralatan Kearsipan :

  • Rak : Merujuk pada Perka ANRI No 03/2000,
  • Boks : Merujuk pada Perka ANRI No 11/2000
  • Folder dan Guide Arsip : Merujuk pada Perka ANRI No 10/2000
  • Kertas dan Tinta : Merujuk pada Perka ANRI No 4/2000, Perka No 30/2011
  • Kartu Kendali, Buku Agenda
  • Map Gantung
  • Filling Cabinet
  • Lemari Arsip, Lemari Arsip Tahan Api
  • Rak Arsip, Roll O Pack
Guide/Sekat, Folder, Filling Cabinet, Rak Arsip, Rol O Pack

Guide/Sekat, Folder, Filling Cabinet, Rak Arsip, Rol O Pack

Link Terkait:

Penulis: Anita Handayani

Sertifikat Ujian Piano Forte 2

Sertifikat Ujian Piano Forte 2

Sertifikat Lulus Ujian Piano Forte 2 (Piano Grade 12)

Sertifikat Lulus Ujian Piano Forte 2 (Piano Grade 12)

Aih bahagianya bisa mendapatkan Sertifikat lulus Ujian Piano Forte 2 artinya saya lulus ujian piano grade 12 di Yamaha Musik Bogor. Sertifikat ini saya dapatkan kemarin sepulang dari kursus yaitu hari Kamis tanggal 10 Maret 2017. Ini adalah sertifikat kedua yang saya dapatkan dari Yamaha Musik.

Catatan dari penguji yaitu:

  1. Perhatikan perbedaan keras lembut suara piano keytika memaikan lagu Little Playmastes (Little Playmates – Anita.S910.mid).
  2. Perhatikan lagi dynamika dalam memainkan lagu  Quiet Dusk (Quiet Dusk – Anita.mid).
  3. Spontanitas dalam hearing melody perlu dilatih lagi.
  4. Hearing harmony sudah bagus.
  5. Tempo dalam memainkan lagu sudah bagus.

Saran dari penguji yaitu:

  1. Perbanyak latihan hearing (melody).
  2. Spontanitas dalam hearing melody perlu lebih dilatih lagi.
  3. Tetap semangat di grade berikutnya ya….

Nama penguji yaitu:

  1. Citra S.
  2. Irene M.

Saya ujian Piano Forte 2 pada hari minggu tanggal 15 Januari 2017 bertempat di Yamaha Musik Ekalokasari Mall Bogor.  Saya mendapatkan sertifikat ini baru kemarin hari kamis tanggal 10 Maret 2017.

Sertifikat Lulus Ujian Piano Forte 1 (grade 13) di Yamaha Musik Bogor saya dapatkan pada tanggal 7 Agustus 2016.

Link terkait:

  1. Ujian Pianoforte1 di Yamaha Musik
  2. Sertifikat Ujian Piano Forte 1
  3. Ujian Pianoforte2 di Yamaha Musik
  4. Sertifikat Ujian Piano Forte 2

Copyright © Anita Handayani

Older posts