Jika Tulang Butuh Kalsium, Sendi Butuh Glukosamin

Tulang dan sendi bagaikan sendok dan garpu. Keduanya saling mendukung dan memiliki tujuan yang sama. Jika sendok dan garpu memudahkan Anda untuk menyantap makanan.


Tulang dan sendi justru lebih besar lagi manfaatnya, yaitu untuk memberikan kebebasan Anda untuk beraktivitas.

Tulang yang kuat, tentunya belum cukup memberikan kebebasan bagi Anda, jika sendi masih sering terasa nyeri. Begitu juga, jika Anda telah memiliki sendi yang sehat, namun tulang mulai keropos. Pastinya risiko patah tulang akan selalu menghantui Anda. Oleh karena itu sangat penting bagi Anda untuk menjaga keduanya. Jika tulang membutuhkan kalsium, maka sendi membutuhkan glukosamin agar bebas bergerak.


Glukosamin merupakan senyawa pembangun penting untuk sendi tulang rawan yang berperan sebagai bantalan pada ujung tulang dan mencegah tulang dari keretakan saat bergerak.

Secara alami sebenarnya glukosamin ditemukan di dalam tubuh, tetapi kemampuan tubuh untuk mensintesa glukosamin akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia.


Sendi itu penghubung antara tulang dan tulang. Ada lapisan rawan sendi yang memungkinkan kita bergerak. Rawan sendi terdiri dari kolagen, proteoglikan dan asam hialuronat.

Kolagen dan proteoglikan merupakan komponen utama yang membuat sendi menjadi licin dan memudahkan orang untuk bergerak.

Kerusakan rawan sendi biasanya paling banyak terjadi karena disebabkan oleh beban tubuh berlebih dan penggunaannya yang berlebihan.

Pekerja tambang yang sering menggunakan alat berat, biasanya berisiko untuk rusak sendi bahu, pemain tenis dan golf di sendi lengan, orang yang sering bersimpuh pada sendi lutut dan orang yang kelebihan berat badan sering mengalami gangguan rawan sendi.

Secara normal, rawan sendi memiliki permukaan yang licin. Biasanya terjadi robekan-robekan kecil yang kemudian dapat diperbaiki oleh tubuh sendiri. Tetapi seiring bertambahnya usia, robekan-robekan tersebut tidak bisa lagi diperbaiki oleh tubuh karena kemampuan mensintesa glukosamin berkurang. Selain itu, dengan bertambahnya usia maka sel-sel kolagen juga berkurang.

“Makin lama makin parah sehingga menyebabkan nyeri. Kalau sudah sangat parah, tulang akan menempel dan sulit digerakkan. Inilah yang disebut osteoarthritis.

Untuk itu, asupan glukosamin dibutuhkan terutama saat tubuh membutuhkannya dalam jumlah banyak padahal produksinya telah berkurang seiring dengan pertambahan usia.

Glukosamin bisa didapatkan dari asupan susu yang mengandung glukosamin, suplemen glukosamin (bisa dibeli di apotik atau toko obat) dan beberapa makanan seperti kerang-kerangan dan daging.