Penyakit ayan atau epilepsi (epilepsy)

 

Penyakit epilepsi merupakan penyakit yang dapat terjadi pada siapa pun walaupun dari garis keturunan tidak ada yang pernah mengalami epilepsi ini. Epilepsi tidak bisa menular ke orang lain karena hanya merupakan gangguan otak yang tidak dipicu oleh suatu kuman virus dan bakteri. Dengan pengobatan secara medis baik dokter maupun Rumah Sakit bisa membantu pasien epilepsi untuk mengurangi serangan epilepsi maupun menyembuhkan secara penuh epilepsi yang diderita oleh seseorang.

Epilepsi merupakan sindrom yang ditandai oleh kejang yang terjadi berulang-ulang.  Diagnosa ditegakkan bila seseorang mengalami paling tidak dua kali kejang tanpa penyebab (Jastremski, 1988).

Pola awal kejang menunjukkan daerah otak dimana kejang tersebut berasal.  Juga penting untuk menunjukkan jika klien mengalami aura (suatu sensasi tanda sebelum kejang epileptik yang dapat menunjukkan asal kejang misalnya melihat kilatan sinar dapat menunjukkan kejang berasal dari lobus oksipiatal).

 

Epilepsi bisa sembuh

Mematuhi aturan mengonsumsi obat ternyata bisa menyembuhkan epilepsi. Pahami lebih dalam, yuk!  Dr. Endang Kustiowati, SpS (K), M.Si., Med. , mengatakan, epilepsi murni penyakit saraf yang bisa menimpa siapa saja di segala usia. Untungnya, berdasarkan studi populasi, 60-70 persen penderita epilepsi akan bebas dari epilepsi jika teratur mengonsumsi obat-obatan dalam kurun waktu 5 (lima) tahun. Sayangnya, seringkali kegagalan terapi pemakaian Obat Anti Epilepsi (OAE) ini dikarenakan ketidakpatuhan PE dalam mengonsumsi obat.

 

Obat-obatan yang dikonsumsi harus sesuai dengan anjuran dokter, yakni yang sesuai dengan jenis bangkitan epilepsi yang dialami penderita epilepsi. Biasanya, dokter akan menyarankan monoterapi, yaitu meminum satu jenis obat dengan dosis terkecil. Jika serangan berlanjut, dosis obat bisa dimaksimalkan. Jika bangkitan masih terjadi, tambahkan satu jenis obat lagi (obat kedua) tanpa meninggalkan obat yang pertama.

 

Yang perlu diperhatikan, saat akan melakukan pergantian obat, jangan dilakukan mendadak agar konsentrasi darah dalam tubuh terhadap obat bisa beradaptasi. Obat epilepsi juga bukan antibiotik yang hanya dikonsumsi beberapa hari.  Jadi minumlah obat anti epilepsi secara teratur sesuai dengan kurun waktu yang ditentukan, misalnya 2 atau 3 tahun. Terakhir, segera laporkan jika terjadi alergi.

 

Difinisi Epilepsi  

Epilepsi adalah cetusan atau bangkitan listrik yang berlebihan di otak. Seperti yang kita tahu, otak manusia terdiri dari miliaran saraf. Cabang saraf inilah yang menyediakan gelombang listrik. “Pada dasarnya, otak manusia selalu mengeluarkan gelombang listrik. Tipenya naik-turun dan kapan gelombang itu on  atau off  disesuaikan dengan kebutuhan tubuh. Misalnya ketika seseorang mengangkat tangan, gelombang listrik pada otaknya akan on  secukupnya, lalu off  lagi ketika tangan turun. Tapi, pada penderita epilepsi, cetusan listriknya berlebihan dan terus meninggi sehingga menyebabkan tangan tidak turun dalam waktu tertentu,” jelas dr. Lyna Soertidewi, SpS (K), M.epid. , Koordinator Penelitian Departemen Neurologi RSCM/UI .

 

Menurut dr. Irawan Mangunatmadja, SpA (K), lepasnya muatan listrik berlebihan di otak ini bisa juga diakibatkan kelainan anatomi, fisiologi, biokimia, atau gabungan ketiganya. Bangkitan biasanya berulang tidak menentu selama 24 jam dan dapat menimbulkan perubahan pada motorik, sensorik, atau perilaku. “Jadi, bentuknya tidak selalu terlihat seperti kelojotan (kejang, Red.), tapi bisa juga tidak terlihat. Misalnya, anak terlihat bengong atau berulang kali memeluk ibunya karena merasa takut berlebihan yang tanpa sebab. Jika Si Ibu tidak peka, bisa saja ia menganggap perilaku anak sebagai hal yang biasa,” ujar Irawan.

 

Deteksi Epilepsi sejak hamil

Sebenarnya tidak sulit mendiagnosis kemungkinan penyakit epilepsi pada anak. Cukup dengan melihat apakah pada saat kehamilan Si Ibu memiliki masalah perinatal, seperti infeksi TORCH. Meski tidak selalu terjadi, TORCH dapat menyebabkan kerusakan otak janin. Bayi yang mengalami asphyxia  saat lahir alias tidak menangis dan tubuhnya membiru karena kekurangan oksigen sehingga otaknya mengalami kerusakan juga memiliki kemungkinan mengidap epilepsi.

 

Penyebab lainnya adalah congenital surfactant protein malformasi. Yakni pertumbuhan janin yang tidak baik selama di kandungan. Atau, adanya infeksi susunan saraf pusat, misalnya di usia 1 tahun anak terkena infeksi meningitis, TBC, atau demam tinggi yang menyebabkan anak terkena radang otak dan infeksi otak di kemudian hari.

 

Setelah anak lahir, epilepsi juga bisa dikenali dengan mudah melalui faktor genetik. Yakni bila orangtua juga pernah menderita epilepsi sebelumnya atau dengan melihat tanda di kulit bayi. Tanda ini bisa berupa titik putih besar (bukan panu), bercak kecokelatan yang jumlahnya lebih dari enam buah dan masing-masing besarnya lebih dari 2 cm, atau kemerahan di dua per tiga bagian wajah anak. Bayi yang memiliki tanda seperti ini di kulitnya, kemungkinan besar akan menderita epilepsi di kemudian hari.

 

Penyebab lain Epilepsi

Penyebab lainnya adalah cerebrovascular  (stroke) dan neoplasma (tumor). Dua hal ini menyebabkan terjadinya perubahan sistem saraf sehingga gelombang listrik di otak tidak karuan. Hal lainnyakarena keracunan metabolik (obat medis) dan toksik (narkoba).

 

Penyakit ayan atau epilepsi (epilepsy) ini kemungkinan sebab musabab utamanya sampai saat ini belum dapat diketahui dengan jelas.  Tetapi penyebab utamanya kemungkinan adanya gangguan susunan urat saraf pusat  atau otak. Penyakit ayan yang cukup parah disebut grandmal. Biasanya penyakit ini menyerang anak-anak dan juga terhadap orang dewasa. Faktor keturunan juga cukup berpengaruh terhadap penyakit ayan ini.

 

Gejala-gejala atau tanda-tanda penyakit ayan ini adalah apabila penyakit ini akan kambuh, penderita biasanya merasa pusing, pandangan berkunang-kunang, alat pendengaran kurang sempurna. Selain itu, keluar keringat berlebihan dan mulut keluar busa. Sesaat kemudian, penderita jatuh pingsan diiringi dengan jeritan.  Semua urat-urat mengejang, lengan dan tungkai menjulur kaku, tangan  menggenggam dengan eratnya, acapkali lidah luka tergigit karena rahang terkatup rapat, si penderita sulit bernafas dan muka merah atau kebiru-biruan. Selama terserang ayan, biasanya mata tertutup dan akhirnya tertidur pulas lebih dari 45 menit.  Apabila telah bangun dan ditanya, tidak lagi ingat apa-apa yang telah terjadi tas dirinya. Serangan ayan yang demikian itu senantiasa datang berulang-ulang.

 

Obat Epilepsi

Macam-macam obat anti epilepsi:

1. Trimetadion
2. Fenitoin
3. Sodium Valproat
4. Karbamazepin
5. Fenobarbital

Hingga kini belum diketahui obat yang sungguh-sungguh mujarab untuk menyembuhkan penyakit ayan. Usaha terpenting adalah menghilangkan dulu sebab-sebab yang dapat mengakibatkan serangan ayan. Untuk usaha dalam mengurangi timbul serangan ayan dan memperkecil bahaya-bahaya bagi penderita ayan adalah antara lain:

  1. Hendaknya si penderita menjaga dalam kehidupan sehari-hari,
    badan dan fikirannya jangan terlampau berat dalam bekerja agar tidak menjadi penat. Jangan diperbolehkan si penderita minum minuman keras, kopi atau teh yang pekat dan jangan terlalu banyak makan daging. Si penderita seharusnya harus banyak memakan sayur-sayuran dan cukup istirahat serta usahakan dapat buang air besar dengan teratur.

  2. Si penderita jangan di perbolehkan melakukan sesuatu perbuatan yang sekiranya dapat membahayakan dirinya seperti memanjat pohon atau tangga, meniti jembatan sempit, berdiri dipinggir sungai atau kolam ataupun api, berenang, bersepeda, berjalan sendiri di jalan besar dan berdiri di dekat mesin yang sedang berputar dan lain sebagainya. Karena itu semua, membahayakan si penderita apabila ayan sedang kambuh.

  3. Jika tampak tanda-tanda bahwa si penderita akan terserang ayan, maka suruhlah ia menelan 1 atau 2 sendok teh garam dan menghirup bau bawang putih yang sudah ditumbuk halus. Dan juga kaki dan tangannya bisa juga diikat dengan erat, boleh pakai kain atau tali yang besar. Dengan cara demikian, biasanya serangan ayan dapat dihindarkan.

  4. Bangkitan biasanya terjadi oleh pemicu yang tidak bisa ditebak. Namun beberapa hal berikut bisa membuat bangkitan terjadi dan harus dihindari penderita epilepsi. Di antaranya, kilatan, cahaya, sinar, atau lainnya yang distimulus lewat mata. Sebaiknya penderita epilepsi menghindarinya dengan menggunakan kacamata hitam, tidak mengunjungi diskotik, main video game , atau menonton televisi pada jarak dekat.
  5. Penderita epilepsi juga disarankan tidak mengikuti olahraga yang terlalu ekstrem, bersifat kompetisi, dan dilakukan tempat umum.  Penderita epilepsi lebih baik berolahraga di gedung olahraga atau lapangan dan didampingi oleh keluarga.

  6. Hindari pula kegiatan yang melibatkan ketinggian seperti panjat tebing, naik gunung, dan sebagainya.
  7. Tiga hal lain yang harus dihindari pendeita epilepsi adalah stres, kurang makan dan istirahat atau tidur, dan tembakau.

  8. Apabila si penderita sudah jatuh pingsan, hendaklah dibaringkan terlentang dan pakaiannya agak dilonggarkan, jika perlu disela-sela gigi atas dan bawah dimasuki kain bersih yang sudah dilipat atau sendok, untuk menghindari lidah tergigit dan biarkan sampai ia sadar kembali.

  9. Berikanlah salah satu nutrisi-nutrisi herbal di bawah ini untuk membantu kesembuhan si penderita ayan yang diantaranya adalah:
    a. Children Nutrient High Calcium Powder dosis (1×1) dengan Cordyceps Mycellium Capsules dosis (2×2) Untuk Anak-Anak.
    b. Nutrient High Calcium Powder dosis (1×1) dengan Beneficial Capsules dosis (2×3) dan dibantu dengan Vigor Rousing Capsules dosis (2×2) untuk dewasa.

Sebaiknya untuk penderita penyakit ayan atau epilepsi tidak di perbolehkan mengkonsumsi otak, jeroan, lemak dan telur.

 

Jenis Epilepsi Beragam

Bangkitan atau kejang pada setiap orang yang menderita epilepsi tidak sama. Oleh karena itu epilepsi dibedakan menjadi tiga tipe, tergantung bagaimana aktivitas otak yang tidak normal dimulai. Yakni tipe general , parsial, dan tidak diketahui (undetermined ).

Epilepsi general  merupakan kejang yang melibatkan seluruh bagian otak dan terjadi di luar kesadaran.

Jenis pertama adalah absence  di mana gerakan tubuh yang halus dan mencolok dan dapat menyebabkan hilangnya kesadaran secara singkat, seperti bengong.

Kedua, myoclonic  atau drop attack  yaitu kejang yang terjadi tiba-tiba pada beberapa otot saja. 

Ketiga, tonic-clonic  (ayan) di mana intensitas kejang paling sering terjadi.

Keempat, atonic  atau kejang yang terjadi karena hilangnya keselarasan pada otot dan bisa berujung pada jatuh tiba-tiba (collapse ) dan hilang kesadaran secara keseluruhan.

Sedangkan tipe partial  adalah kejang yang muncul dari aktivitas otak yang tidak normal pada satu bagian otak tertentu. Tipe ini terbagi menjadi simple partial  di mana kejang yang terjadi pada satu otot. Misalnya pada tangan atau kaki saja yang tanpa sadar mengalami hentakan atau mata yang berkedip terus menerus.

Lalu, complex partial  di mana kejang terjadi di sebagian tubuh tapi sangat kompleks karena ada gangguan kesadaran tadi. Contohnya, penderita epilepsi berputar-putar atau berlari-lari tidak karuan.

Terakhir, secondary generalize  alias kejang dari tipe simple partial  dan berlanjut hingga complex partial .

 

Sumber:  http://cuek.wordpress.com, http://www.tabloidnova.com-1, http://www.tabloidnova.com-2, http://bidan-raka.blogspot.com