Apa dan bagaimana tentang penyakit Bell’s Palsi tersebut berikut penelusuran saya dari berita di koran dan internet saya sajikan disini. Semoga bermanfaat.

rano_karno_2015_terkena_penyakit_bells_palsi

Beberapa hari belakangan ini perhatian masyarakat tertuju pada sebuah penyakit yang dikenal dengan bell’s palsy. Jenis penyakit ini menjadi populer setelah menimpa artis sekaligus Gubernur Banten, Rano Karno.

Penyakit yang membuat bentuk wajah menjadi tidak sempurna.

Bells Palsy adalah suatu gejala klinis penyakit mononeuropati (gangguan hanya pada satu syaraf) yang menyerang saraf nomor tujuh, yakni saraf wajah (fascials). Inti dari saraf tujuh berada di batang otak dan berfungsi mengatur otot pergerakan organ wajah antara lain di daerah mulut.

Pada mata, saraf ini juga mengatur pergerakan kelopaknya, seperti memejamkan mata, pergerakan bola mata, serta mengatur aliran air mata. Saraf ini juga memiliki serabut yang menuju ke kelenjar ludah dan pendengaran.

Bell’s palsy merupakan penyakit yang membuat otot di salah satu sisi wajah tiba-tiba menjadi lemas, seakan-akan lumpuh. Hal tersebut membuat:

  1. Dahi tidak bisa digerakkan (otot alis naik) dan
  2. Kelopak mata tidak dapat ditutup (kelopak mata tidak dapat berkedip). Karena kelopak mata tidak dapat di tutup maka kelenjar air mata dapat menjadi kering dan bisa timbul gejala iritasi
  3. Begitu juga dengan senyum yang tidak bisa dilakukan dengan sempurna (bibir bengkok, atau bibir seperti meringis, atau bibir maju ke depan, atau tersenyum menjadi miring). Sehingga menjadi sulit untuk menelan air dan makan juga terganggu
  4. Dua pertiga depan lidah akan berkurang kepekaan atau tastenya
  5. Bisa timbul hiperakusis yaitu sensitivitas terhadap suara. Sehingga ketika mendengar suara keras telinga akan terasa sakit

Gejalanya memang mirip dengan gejala pada penderita stroke. Namun bell’s palsy sama sekali tidak berhubungan dengan stroke. “Bedanya, pada stroke mata dan dahi masih bisa berfungsi dengan baik,” ucapnya. Penyakit ini juga dapat menyerang siapapun tanpa mengenal jenis kelamin dan usia.

Gangguan ini terjadi karena adanya inflamasi atau peradangan yang terjadi pada saraf ketujuh. Saraf ini terdapat pada belakang telinga yang terhubung ke wajah. Peradangan ini disebabkan oleh adanya infeksi virus atau wajah yang sering terpapar oleh suhu dingin, seperti kipas angin atau AC yang langsung mengarah ke muka atau kaca mobil yang terbuka. Virus yang menyebabkan bell’s palsy sendiri belum diketahui dengan pasti apa jenisnya.

Penyakit ini bukan jenis penyakit yang berbahaya.

Kondisi udara dingin ditambah dengan adanya alergi yang diderita, sehingga jika terpapar secara terus menerus bisa menyebabkan bell’s palsy.

Bell’s palsy biasanya terjadi saat bangun tidur, semakin siang semakin kaku. Penderita bell’s palsy dapat disembuhkan oleh dokter umum karena penyakit ini adalah penyakit biasa jadi tidak perlu ke dokter saraf.

Saat mengalami bell’s palsy segera bawa ke pelayanan kesehatan terdekat dan lakukan kompres. Di tempat pelayanan kesehatan akan mendapatkan obat, setelah hari keempat atau hari kelima, bengkak akan mulai menghilang, baru kemudian disarankan untuk fisioterapi dengan alat paradisasi.

Tidak boleh langsung fisioterapi, bawa ke dokter dulu dan minum obat. Perlahan-lahan saraf akan kembali seperti semula, dua sampai empat minggu akan sembuh. Bell’s palsy dapat disembuhkan dan tidak permanen

Untuk pengobatannya, penderita bell’s palsy harus mengonsumsi vitamin B12 dan menjalani rehabilitasi medik atau fisioterapi. Selain itu Anda juga sebaiknya menghindari paparan kipas angin atau AC yang langsung mengenai muka.

Efek ke depannya tidak ada. Tidak berbahaya.

Biasanya gejala kelumpuhan pada area wajah timbul secara mendadak. Jika terjadi kelumpuhan dimanapun letaknya sebaiknya jangan berfikir dahulu bahwa hal itu merupakan gejala stroke. Karena gejala kelumpuhan lebih sering dan lebih fatal terjadi akibat stroke. erbedaannya, Bell’s Palsy hanya menyerang pada area wajah, sedangkan kelumpuhan akibat stroke bisa terjadi di bagian tubuh yang lain.

Penyebab Bell’s Palsy masih belum jelas. Beberapa teori menyebutkan bahwa penyakit ini disebabkan oleh peradangan pada syaraf ketujuh yang kemudian menyebabkan pembengkakan. Ada pula teori yang menyebutkan bahwa Bell’s Palsy disebabkan oleh infeksi virus dan paling sering akibat virus Herpes Impleks.

Penyakit ini bisa mengenai semua usia, termasuk anak-anak. Namun sebagian besar terjadi pada usia dewasa dan produktif. Untuk mendiagnosisnya, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan klinik. Pada kasus yang meragukan apakah itu STROKE atau BELL’S PALSY, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan radiologi, seperti MRI otak atau SC scan. Umumnya, obat yang dianjurkan adalah obat untuk mnegurangi peradangan di saraf ketujuh dan pemberian obat anti virus.

Sebagai langkah penanganan, dokter umumnya memberikan terapi obat-obatan guna mengurangi radang dan bengkak serta vitamin, khususnya vitamin B, untuk mempercepat pemulihan dan fisioterapi. Fisoterapi bertujuan untuk melatih otot muka agar tidak kaku dan tidak lemas. Selain fisioterapi juga bisa dilakukan stimulasi listrik agar otot tidak kaku.

Masa penyembuhan bervariatif, mulai hitungan minggu sampai berbulan-bulan. Sebagian besar penderita dapat sembuh dalam dua-tiga bulan. Namun pada kasus, yang jarang terjadi, gejala Bell’s Palsy bisa terjadi secara permanen dan tidak sembuh. Komplikasi yang paling berat adalah terdapat gejala sisa, seperti gejala yang disebut “air mata buaya”. Gejala yang tampak, misalnya, air mata terus keluar pada saat makan dan hal ini biasanya terjadi lama setelah Bell’s Palsy muncul.

Orang yang terkena Bell’s Palsy tidak perlu khawatir gejala akan menyebar pada bagian tubuh lain.  Hanya, menurutnya, gejala estetika penderita. Fungsi wajah akan terganggu karena menyerang satu sisi wajah. Hal ini tentunya dapat mengurangi rasa percaya diri karena menganggu performa seseorang.

Video tentang Bell’s Palsi bisa dilihat di Youtube: