Anita's Personal Blog

Kegiatan Arsiparis | Komputer | Fotografi

Tawuran Koq Jadi Budaya?


Lagi – lagi potret buram mewarnai wajah pendidikan di tanah air, tawuran antar siswa sekolah seolah menjadi peristiwa tragis berseri dalam dunia pendidikan di Indonesia. Di Jakarta, dibulan September lalu hanya berselang satu hari dari pemakaman Alawy, korban tawuran antara SMU 70 dan SMU 6 kembali terjadi tawuran dua kelompok SMK, dibilangan Manggarai Jakarta Selatan (tawuran antara SMK Yayasan Karya 66 Kp. Melayu Jatinegara dengan SMK Setya Bhakti Matraman ) yang juga menelan korban bernama Deni Yanuar siswa SMK Yayasan Karya 66. Kedua kasus ini bukanlan kali pertama dari wajah pendidikan Indonesia.

Alawy Yusianto Putra siswa kelas 1 SMU 70 berumur 15 tahun diserang oleh siswa SMU 6 sebelum terjadi tawuran. Alawy terkena senjata tajam yang dilakukan oleh FR siswa kelas 2 SMU 6 Bulungan.

Deny Yanuar sedang berada angkutan umum pulang sekolah bersama 6 orang temannya, tiba-tiba dihadang oleh segerombolan siswa SMK Setya Bhakti yang jumlahnya lebih dari 20 orang. Pada saat itulah Deny terkena senjata tajam dan kemudian meninggal dunia. Deny Yanuar adalah anak tunggal, dia duduk dikelas 3 SMK Karya 66. Dapat dibayangkan bagaimana luka dan sedihnya Suyanti (ibunya Deny), menerima kenyataan ini.

Diskusi tentang ini bisa dilihat langsung disini (tvOne Live):
http://video.tvonenews.tv/arsip/view/62373/2012/10/02/tawuran_kok_jadi_budaya.tvOne

SMK Penerbangan Jakarta, sekarang ini tidak pernah lagi terdengar terlibat tawuran, hal ini disebabkan karena ada surat perjanjian yang ditandatangani oleh calon murid, orangtua murid dan pihak sekolah pada saat penerimaan murid baru. Yang isinya antara lain bersedia dikeluarkan dari sekolah jika ketahuan membawa senjata tajam ke sekolah. Peraturan ini dilakukan secara tegas dan konsisten oleh pihak sekolah STM Penerbangan Jakarta.

Tawuran adalah Pidana Kriminal.

Yang terlibat tawuran akan mendapat hukuman selama 5 tahun.

Yang tawuran dan melukai maka akan mendapat hukuman selama 7 tahun.

Yang tawuran dan menyebabkan seseorang meninggal dunia akan mendapat hukuman 12 tahun.

Yang sengaja membunuh akan mendapat hukuman 15 – 20 tahun bahkan sampai hukuman mati.

Orang pintar menyelesaikan masalah selalu memakai akal (otak).

Orang yang otaknya rata menyelesaikan masalah memakai pengalaman.

Orang dibawah rata-rata bertindak berdasarkan keperluan.

Orang yang paling dasar bertindak memakai naluri.

Biasanya yang dicari adalah siswa yang anggota geng.
jadi tidak semua siswa jadi “target”. Siswa yang bukan anggota geng tidak akan diganggu walaupun lewat didepan mereka.

Kekerasan di sekolah berasal dar MOS, dimana senior mengintimidasi (bullying) yunior.

Bullying verbal jika dibiarkan akan menuju tawuran akhirnya membunuh.

Kasus narkoba banyak di penjara. Kasus bullying belum ada yang di penjara.

Mata pelajaran Budi Pekerti di SMU sekarang diganti dengan mata pelajaran Karakter Building. Pendidikan Pancasila dan P4 sekarang sudah dihapus.

Bagaimana bangga ditakuti bisa menjadi bangga dihormati?
Kebanyakan anggota geng bangga jika ditakuti.
Bangga ditakuti ekspresinya adalah kekerasan.

Tawuran terjadi setelah terjadi penyerangan (pengeroyokan).

Tawuran jika dibiarkan akan menjadi kebiasaan, dan kalau dibiarkan lagi akan menjadi custom atau adat, dan kalau dibiarkan terus dan berlangsung cukup lama maka akan menjadi budaya.


2 Comments

  1. saya setuju dengan anda, jaman sekarang ini banyak sekali tawuran seperti sudah mendarah daging saja, seharusnya segera dibasmi agar tidak membudaya, nice opinion

  2. @Desy: Iya benar itu, setuju 100 persen !!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*