Percakapan Bayi dengan Tuhan
(Sebuah Imajinasi)

(Senyum Sejenak)
imstp_emo_en2om_logo

Suatu pagi seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia.  Dia bertanya kepada Tuhan.

Bayi    :  “Para malaikat di sini mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimku ke dunia, tetapi bagaimana cara saya hidup di sana? Saya begitu kecil dan lemah”

Tuhan    :  “Aku sudah memilih satu malaikat untukmu. Ia akan menjaga dan mengasihimu”

Bayi     :   “Tapi di sini di  dalam surga  apa yang pernah  kulakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa.  Ini sudah cukup bagi saya”

Tuhan    :   “Malaikatmu akan menyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan menjadi lebih berbahagia sudah memilih satu malaikat untukmu.  Ia akan menjaga dan mengasihimu”

Bayi    :   “Dan bagaimana saya bisa mengerti saat orang-orang berbicara kepadaku jika saya tidak mengerti bahasa mereka?”

Tuhan    :  “Malaikatmu  akan  berbicara  kepadamu  dengan bahasa paling indah yang pernah engkau dengar dan dengan penuh kesabaran dan perhatian dia akan mengajarkanmu bagaimana cara berbicara”

Bayi     :   “Apa yang akan saya lakukan saat saya ingin berbicara kepadaMu?”

Tuhan    :   “Malaikatmu akan mengajarkanmu bagaimana cara berdo’a”

Bayi     :  “Saya dengar bahwa di bumi  banyak orang yang jahat, siapakah nanti yang akan melindungi saya?”

Tuhan    :  “Malaikatmu  akan  melindungimu walaupun hal itu akan mengancam jiwanya”

Bayi       :   “Tapi saya pasti akan sedih karena tidak melihatMu lagi”

Tuhan    :   “Malaikatmu   akan   menceritakan   kepadamu  tentangKu dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepadaKu walaupun sesungguhnya Aku akan selalu berada di sisimu”

Saat itu surga begitu tenangnya sehingga suara dari Bumi dapat terdengar dan sang bayipun bertanya perlahan.

Bayi   :  “Tuhan,  jika  saya harus pergi sekarang,  bisakah Engkau memberitahuku nama malaikat tersebut?”

Tuhan    :  “Kamu akan memanggil malaikatmu, Ibu

Menjadi ibu adalah sebuah anugerah agar tetap hadir dengan semangat seperti malaikat.  Menjadi malaikat tidak tidak harus bersayap dan rupawan, sebab setiap ibu selalu hadi dengan ‘sayap’ kasih sayang dan rupawan dalam hidupnya.

hug8