Punya anak balita atau bayi yang sedang aktif-aktifnya membuat kita cemas ketika mereka beraktifitas, karenanya kita harus menyiapkan obat-obat berikut dirumah.

Seringkali ibu-ibu yang baru pertama mempunyai anak, bingung obat apa yang harus diberikan segera (sebelum ke dokter) pada anak kesayangannya jika sedang sakit.

Berikut saya sajikan kotak obat keluarga berikut penggunaanya buat anak saya yang selalu tersedia di rumah.

Obat-obat dibawah ini adalah obat2 yang diberikan pada anak saya yang kebetulan mempunyai kulit amat sensitive, beberapa obat saya dapatkan dari resep dokter spesialis anak dan spesialis kulit, semoga bermanfaat.

Daftar obat2an pada kotak obat yang perlu selalu ada di rumah:

  1. Oleskan salep Trombophop Gel (kemasan warna merah jambu) jika anak kejedot

  2. Oleskan salep Bioplacenton jika anak terkena benda panas/luka bakar (misal terkena minyak panas, atau setrikaan panas)

  3. Oleskan salep Mico-Z kuntuk gatal2 pada lipatan paha (ruam popok), lipatan leher, dan

  4. Oleskan salep Elocon jika anak gatal2 dibadan akibat alergi yang berkepanjangan.

  5. Decubal Cream untuk pelembab setelah pemberian obat kulit yang keras buat kulit yang sensitif, misalnya setelah pemberian salep elocon atau apolar N. Sehingga sehabis pemberian salep kulit tidak menyebabkan kulit bayi tetap elastis tidak mengkerut.
  6. Oles Minyak Tawon jika anak terkena gigitan serangga.

  7. Berikan Bedak Obat Anti Septis Cap Bayi (bisa dibeli di kantin RS Hermina) jika anak biangkeringat. Obat ini bisa diberikan secara kering atau dicampur sedikit air/alkohol. Lebih baik dicampur sedikit alkohol sehingga biangkeringat bisa cepat kering dan sembuh

  8. Betadin Cair untuk membersihkan luka

  9.  Lactacyd Sabun Cair untuk mandi bayi yang alergi atau sedang biang keringat, atau sedang ruam popok

  10. Hansaplast untuk menutup luka (misalnya keiris benda tajam)

  11. Sanmol untuk obat turun panas (pereda demam untuk bayi, dosis 3 x 0,6 cc)

  12. Termometer untuk mengukur suhu badan

  13. Apolar-N dan Trosyd untuk gatal-gatal dibawah dagu dan punggung karena biang keringat atau gigitan nyamuk.

  14. Ketimun yang sudah diparut ditaruh sebentar dalam lemari es dapat digunakan untuk mengompres di dahi anak yang sedang panas tinggi.  Biasanya anak-anak menyukai hal ini karena ketimun nya langsung menempel di dahi dan kemudian sedikit demi sedikit akan mengering.  Atau pakai Obat Kompres yang di tempel di dahi, namanya Bye Bye Fever, bisa dibeli di apotik. Ternyata Bye Bye Fever ini tidak tahan lama menempel, sering terlepas jika dipakai. Pengalaman saya ternyata ada obat kompres yang bagus dan selalu menempel di dahi anak saya selama pemakaian walau dalam keadaan sedang tidur yaitu merk Cooling Gel Sheets produk dari Century.

    Obat Penurun DemamObat Penurun Demam

  15. Mucopect Drops untuk batuk (untuk bayi dosisnya 3 x 0,5 ml)

  16. Rhinofed Suspensi untuk obat pilek/flu (hidung mampet)

  17. Minyak Telon untuk penghangat badan bayi, dan mencegah perut kembung, dioleskan disekitar perut

  18. Locoid Scalp Lotion untuk gatal-gatal di kepala karena alergi atau ketombe

  19. Lacto B untuk obat mencret atau diare, untuk bayi umur 8 bln memakai ½ bungkus sekali minum

  20. Gentian Violet adalah cairan berwarna ungu untuk dioles pada lidah bayi yang putih, dioleskan memakai kain kasa atau cutton bad. Lapisan putih pada lidah bayi mengganggu daya kecap bayi sehingga bayi bisa malas makan
     

  21. Cendo Xitrol untuk mata yang sakit (merah atau belekan), hanya saja setelah pemberian obat ini pada mata akan terasa pahit di lidah, jadi siapkan pemanis sehingga anak anda tidak rewel.

  22. Salep Kamillosan (Kamillosan Crema) untuk mengobati puting susu ibu menyusui yang lecet dan perih terkena gigit gusi bayi. Cara pakainya: dioleskan di puting yang sakit maka selama 2 – 3 hari akan sembuh. Kalau kita mau menyusui, puting susu dibersihkan dulu dengan air hangat, supaya salepnya hilang, baru di susuin lagi ke bayinya, hanya memang sakit, ya sudah apa boleh buat, ditahan saja, tetap disusuin saja ke bayinya.

    Kamillosan Krem

 

Copyright © Anita Handayani (http://anitanet.staff.ipb.ac.id)