Kanker Nasofaring

Kanker Nasofaring adalah adalah tumor ganas di antara hidung dan tenggorok (atau dibelakang hidung), dimana lokasinya juga disebutkan sebagai nasofaring (nasopharyx).  Kanker Nasofaring adalah kanker yang berasal dari sel epitel neofaring yang berada di rongga belakang hidung dan di belakang langit-langit rongga mulut.  Letaknya yang berdekatan, membuat penyebarannya menjadi mudah terjadi pada bagian mata, telinga, kelenjar leher dan otak. Akibat letaknya yang secara anatomis sulit, membuat penyakit kanker nasofaring ini sulit terdeksi secara dini.


 

Tumor adalah istilah umum untuk pembengkakan yang tidak normal.  Pembengkakan yang terjadi bisa karena peradangan akibat infeksi mikroorganisme (virus, jamur, parasit dsb).  Pembengkakan bisa juga karena berkelompoknya sel-sel yang membentuk jaringan yang tidak normal. Sel-sel yang berkelompok dan membentuk jaringan yang tidak normal bisa bersifat jinak atau ganas. Kepastian jinak atau ganas ditentukan oleh pemeriksaan histopatologi dibawah mikroskop.  Prosedur mengambil contoh jaringan untuk diperiksa dibawah mikroskop disebut biopsi. Bila dibawah mikroskop ditemukan sel atau kelompok sel ganas maka hasil biopsi menunjukkan adanya tumor ganas(kanker). Kelompok sel ganas disebut kanker. Pertumbuhan sel ganas biasanya cepat dan tidak terkendali, mengakibatkan penyebaran sel tumor ganas atau anak sebar (metastasis).

Penyakit ini tidak mempunyai gejala yang spesifik, sehingga banyak pasien yang didiagnosa sudah dalam tahap lanjut.

Biasanya pasien datang berobat dalam stadium yang sudah lanjut, yaitu stadium 3 dan 4, karena kalau kanker ini baru tumbuh di daerah Nasofaring biasanya belum menimbulkan gejala-gejala yang khas.

Apabila sudah ada kelainan syaraf, seperti mata juling dan pembesaran kelenjar leher maka diagnosis menjadi mudah an sederhana.

Untuk pasien kanker Nasofaring stadium dini biasanya akan dilakukan kemoterapi.

Untuk pasien kanker Nasofaring stadium lanjut, kemoterapi saja tidak cukup tapi harus dikombinasikan dengan terapi target.

Sebagai pencegahan, sebaiknya meningkatkan kewaspadaan teritama bila sudah mengalami gejala seperti mimisan dan pilek2.  Jika gejala ini ditemukan segeralah periksa ke THT dengan cara Endoskopi yaitu diteropong ke dalam hidungnya untuk masuk ke Nasofaring dan kalau ada baru di MRI.

 

Hampir semua orang pernah mimisan.  Namun darah yang keluar cukup banyak dan terlalu sering terjadi, sebaiknya diperiksakan, khawatir itu adalah gejala kanker Nasofaring.

Beberapa penyakit serius seperti tekanan darah tinggi, penggumpalan darah, stroke dan kanker sering ditandai dengan gejala mimisan (= perdarahan pada hidung).

Mimisan atau Epistaksis adalah keluarnya darah dari hidung; merupakan suatu tanda atau keluhan bukan penyakit.  Mimisan sangat menakutkan orang tua, meskipun kadang bukan disebabkan hal yang berbahaya. Pasalnya pembuluh darah hidung anak usia ini masih tipis dan peka.  Oleh karena itu kita sebagai orangtua tidak perlu panik menghadapinya.  Namun jangan salah, mimisan yang terjadi pada bayi (sampai berusia 2 tahun) perlu lebih diwaspadai karena dikhawatirkan terjadi hal-hal yang lebih serius. Mimisan bisa merupakan pertanda adanya penyakit berat. Hampir 90% mimisan dapat berhenti dengan sendirinya (spontan) atau dengan tindakan sederhana yang dilakukan oleh pasien sendiri dengan jalan menekan hidungnya.  Jenis kanker yang bisa memicu mimisan parah adalah kanker Nasopharynx Carcinoma (NPC).

Pada stadium lanjut, kanker ini tidak hanya menyebabkan mimisan tapi juga menyebabkan ingus yang keluar  selalu mengandung bercak darah.

NPC sulit dideteksi karena umumnya tdak memberikan gejala yang khas.  Pada stadium awal, gejala kanker ini hanya seperti flu biasa yakni bersin-bersin dan hidung meler.

Meski gejala awalnya hanya sepele, jenis kanker ini cukup mematikan.  Di Indonesia, NPC menempati urutan ke 4 jenis kanker paling berbahaya stelah kanker rahim, kanker payudara dan kaknker kulit..

 


Gejala-gejala kanker nasofaring:

A. Gejala Awal:

1.  Gejala-gejala awal bisa berupa hidung tersumbat yang menetap (bukan karena pilek atau alergi
     hidung), atau gejala gejala telinga

     

2.  Di dalam telinga timbul suara berdengung (telinga berdengung) dan terasa penuh tanpa disertai rasa sakit  pada
     satu sisi sampai pendengaran berkurang. Telinga berdengung da terasa penuh pada satu sisi

3.  Hidung sedikit mimisan (perdarahan di hidung), tetapi berulang. Hidung tersumbat terus-menerus, kemudian
     pilek. Keluar ingus yang mengandung bercak darah.   Pilek pada satu sisi saja.

 

B. Gejala Akut:

1.  Kelenjar getah bening pada leher membesar. Terdapat benjolan padat pada leher kiri dan atau   kanan dengan
     atau tanpa nyeri

      
2.  Mata menjadi juling, penglihatan menjadi ganda, dan mata bisa menonjol keluar kelopak mata menutup pada
     sisi yang terkena.

   

3.  Sering timbul nyeri dan sakit kepala. Nyeri telinga atau telinga berdengig.   Gangguan pendengaran (jenis
     konduksi)

Kalau sudah gejala seperti tersebut segera konsultasi pada dokter ahli THT setempat (sebelum dilakukan tindakan pada tumor leher tersebut)  untuk menjalani pemeriksaan khusus THT termasuk tindakan endoskopi nasofaring Endoskopi nasofaring perlu dilakukan untuk mengetahui adanya tumor dan selanjutnya dilakukan biopsi tumor untuk memastikan diagnosis dan menentukan jenis histopatologi.

Stadium penyakit ditentukan dengan sejumlah pemeriksaan klinis,   laboratoris dan pemeriksaan penunjang lain seperti foto thorax, bone survey, CT scan, bone scanning, USG(Ultra sonography) dan sebagainya.

Gejala awal kanker Nasofaring adalah telinga berdenging, rasa tidak nyaman, dan gangguan pendengaran di satu sisi, serta pendarahan ringan melalui hidung.

Pertumbuhan tumor ini juga dapat menyebabkan gangguan pada syaraf otak.  Pada stadium lanjut ditandai dengan pembesaran atau benjolan padat pada leher

Penyebab utama kanker Nasofaring adalah infeksi virus Epstein Barr.   Namun ada beberapa faktor lain yang mempengaruhi atau memicu terjadinya penyakit ini, yaitu faktor lingkungan seperti iritasi oleh bahan kimia, kebiasaan memasak dengan asap, dan sering mengkonsumsi ikan asin yang diawetkan dengan nitrosamine dalam jangka panjang. Prilaku diet yang tidak tepat juga bisa mempengaruhi terjadinya kanker nasofaring.

Mereka yang di lingkungan kerjanya sering terpapar gas dan bahan kimia industri, peleburan besi, formaldehida dan serbuk kayu juga beresiko terserang penyakit ganas ini.

Mereka yang sering terpapar dupa atau kemenyan dalam jangka panjang rentan terkena Karsinoma Nasofaring.

Sejauh ini, terapi radiasi masih merupakan pilihan pengobatan untuk kanker nasofaring, disertai kemoterapi, baik secara terpisah ataupun kombinasi.  Yang perlu diperhatikan, terapi ini bisa menimbulkan efek samping diantaranya mulut terasa kering, mual, demam, infeksi, jamuran pada muulut, dan sariawan.

Pencegahan dapat dilakukan dengan cara menciptakan pola hidup dan lingkungan yang sehat, mengurangi
konsumsi makanan yang memakai pengawet, dan menghindari polusi udara dan hindari konsumsi rokok.

Kebiasaan merokok dapat menjadi salah satu penyebab utama terjadiya kanker nasofaring.

Selain orang dewasa, kanker nasofaring juga bisa menyerang pada anak-anak yang sehari-harinya berada di lingkungan yang dipenuhi asap rokok.

Kanker nasofaring lebih banyak terjadi pada pria daripada wanita dengan perbandingan tiga banding satu.

 

Pengalaman/testimoni Joseph E. F. Pau efpau@yahoo.com penderita kanker Nasofaring:

Pada pertengahaan tahun 2001 saya merasa ada gangguan di pernapasan (seperti sesak napas), tetapi jantung normal dan aktivitas olah raga seperti biasa. Hampir setiap minggu waktu itu saya ikut Hash (jalan sehat di pegunungan Tretes/Trawas) dan sering jogging. Nafsu makan juga normal dan bagus.

Berhubung gejala yang lain tambah parah (pendengaran berkurang, susah nelan, ngorok tambah keras) maka saya berkonsultasi ke dokter THT spesialis. Untuk menemukan penyebabnya saya sudah kunjungi 5 dokter THT dalam 2 tahun (2 diantaranya profesor di Surabaya) dan tidak ada satu pun dokter yang menemukan penyebab penyakit yang saya alami.

Awal tahun 2003 saya berkesempatan periksa ke THT Singapore. Alangkah kagetnya setelah di-endoskopi, saya dinyatakan kena kanker nasofaring (nasopharyngeal cancer – NPC), ditemukan tumor di antara hidung dan tenggorok, dimana lokasinya juga disebutkan sebagai nasopharyng. Setelah melalui semua procedure (endoskopi,
periksa darah, CT-scan, dll) saya dikomfirmasikan kena NPC stadium 4A.  Kesempatan penyembuhan hanya 50% .

Terima nasib dan kenyataan yang ada, saya harus menjalankan pengobatan kemo dan radiasi dimulai pada April 2003. Waktu penderitaan selama pengobatan kurang lebih 2 bulan. Penderitaan sudah dijalanin dengan susah payah, di hari2 radiasi terakhir saya hampir putus asa. Setelah menjalanin pengobatan dan pemulihan selama 3 bulan, saya dinyatakan tumornya telah hilang dan bersih dari lokasinya dan sampai sekarang tetap dimonitor setiap 6 bulan

 

PENDERITAAN SETELAH DIKEMO (CHEMOTHERAPY) :

1. Mual , tidak ada nafsu makan. Kalo mau sembuh, kita harus paksa makan yang bergizi,  karena tubuh kita perlu
     energy untuk menumbuhkan daya tahan dan membuat sel2 baru!

2. Semua tulang sakit dan lemas, tidak kuat untuk bangun, apalagi jalan.

3. Rambut rontok. Tidak masalah untuk laki2, tetapi trauma untuk perempuan.

4. Kesulitan buang air besar.

 

PENDERITAAN SELAMA DAN SETELAH RADIOTHERAPY:

1. Kulit leher bisa terbakar. Perlu kasih krim yang dianjurkan dokter.

2. Leher kering. Tidak bisa telan, jangankan makan, minum pun tidak bisa.

3. Gigi akan rusak dan akan rontok satu per satu, karena produksi ludahnya sudah terganggu.

4. Gondokan. Terjadi kepada saya juga , tetapi tidak lama, terus kembali normal.

 

SARAN2 SAYA PRIBADI SETELAH KENA MUSIBAH INI:

Kepada yang belum kena NPC:

1.  Hindarkan makanan yang diasinkan maupun rasa asin (ikan asin, taocho, telor asin, sayur asin, makanan
     kalengan, dll).

2.  Routine periksa dianjurkan, khususnya kalo ada keturunan Chinese/Kantonis,  karena dihubungkan dengan
     pola kebudayaan makan suku tertentu.  Mayoritas yang kena NPC di Singapore adalah suku Chinese/Kantonis. 
     Menurut statistic penderita kanker di Singapore, NPC terletak di urutan No. 5.

3.  Jika anda merasa symptom2 seperti sesak napas, hidung berdarah, pendengaran berkurang dan ngorok tambah
     parah, cepat2 ke dokter THT dan minta di-endoskopi.

 

Kepada yang mau jalani kemo/radiasi karena kena NPC:

1.  Periksa atau tanya dulu tentang kualitas mesin radiasi di rumah sakit.  Sinar radiasi itu sangat ganas, kalo salah
     posisi pada penyinaran bisa organ lain yang kena sasaran (mata bisa buta …)

2.  Obat kemo memang mahal, makanya dokter yang terpercaya sangat penting.

3.  Semua supplemen, vitamin, atau apapun yang bisa menambah daya tahan tubuh boleh
     dicoba.   Setelah pengobatan tubuh kita perlu energy baru. Badan saya kehilangan 15 kg dalam 1.5 bulan.

4.  Dan kepercayaan diri untuk sembuh harus ada.

5.  Jangan lupa berdo’a pada Tuhan setiap menit/ setiap jam/setiap hari mohon kesembuhan !

 

Waktu masa ataupun pasca pengobatan yang penting adalah jaga daya tahan tubuh. Karena secara medis, setelah kemo atau radiotherapy daya tahan tubuh penderita turun (drop) sekali. Jadi rawan sekali
terhadap serangan penyakit lain ataupu sisa cel2 jahat yang belum bersih. 

Jadi makanlah vitamin, protein, jamu2 bagi yang suka, apapun supaya tubuh nya kembali seperti semula, walaupun susah makan harus dipaksa. Hindari makanan yang asin dan dari kalengan!

Memang kalau menurut prosedur medis, tumor jinak paling gampang dan tidak beresiko kalau dioperasi. Cukup sekali operasi, beres dah.  Saya juga menyarankan prosedur ini. Itu kalau memang jinak lo yah! (Please jangan  lalu apriori pada keputusan operasi oleh dokter; mungkin memang ada dokter yg agak “nakal” begitu, tapi tidak banyak. Kalau ragu cari aja second or third opinion.)

Kalau ganas beda lagi, karena habis operasi harus ada follow up kemoterapi dan/atau radiasi. Kalau enggak, memang bisa tambah ganas (bayangin aja kalau Marta memotong dahan pohon, setelah itu segera tumbuh tunas2 baru yang lebih subur kan?) Tapi kemo dan radiasi juga banyak plus-minusnya, siapapun yang mengalaminya harus siap hadapi semuanya.

Kanker jangan dipijat. Pijatan bisa juga membuka peluang penyebaran (metastasis).

Tindakan medis yang selama ini dikenal untuk mengatasi kanker adalah Kemoterapy, Radioterapy atau operasi.  Ketiganya adalah tindakan yang memiliki dampak lingkungan yang sangat berbahaya. Kemo misalnya berakibat rusaknya sistem jaringan sel tubuh. Radioterapy berdampak pada terbakarnya semua sel tubuh. Bahkan berakibat rontok pada rambut dan gosong kulit. Begitu juga operasi, tidak ada yang menjamin sel-sel kanker sekundernya tidak akan bermetastasis menjadi kanker-kanker primer. Siapa bisa jamin? Tapi inilah satu2nya jalan, berdo’alah agar kankernya bisa hilang.

Jika penyakit anda masih tergolong jinak memang upaya operasi adalah pilihan dokter dengan harapan setelah dioperasi sel tumor nya akan hilang/bersih, tetapi masalahnya operasi tidak menjamin bahwa sel kanker dapat hilang sempurna, bukan tidak mungkin setelah anda operasi pertama akan diikuti dengan operasi berikutnya.

Secara Medis ada beberapa cara penanggulangan Kanker antara lain:

1.  Pembedahan

2.  Kemoterapi

3.  Terapi Imun

4.  Radioterapi

5.  Terapi Hormon

 

Jagalah makanan anda: Kurangi Daging dan Nasi. Perbanyaknyalah Sayuran (Brocolly, wortel, papaya dan tomat), Minum Jus Brokoli dan wortel setiap pagi dan sore.

Hasil penelitian Dr. Otto Wardburg peraih Nobel: Sel kanker, virus, bakteri, dan jamur akan MATI/LEMAH jika berada dalam lingkungan oksigen tinggi… Di dunia kedokteran ada terapi oksigen.

Kalau memilih pengobatan alternatif, usahakan ada “penanggung jawab”-nya yang benar-benar ahli, jangan jalan sendiri atau sekedar menuruti kata orang lho. Dan jangan lupa selalu dicek perkembangannya secara berkala (tiap 1-2 bulan).

Jangan lupa pola hidup dan pola makannya diatur lebih baik lagi ya. banyakin makan buah dan sayur, kurangi makanan hewani (kecuali ikan), dan jangan suka beli makanan di luar.

 

Sumber:
http://handikinblogofendoscopy.blogspot.com/tumor-nasofaring-perlu-endoskopi-dan.html
http://naturallyplusherbal.com/penyakit-kanker-nasofaring
http://naturallyplusherbal.com/penyakit-kanker-nasofaring/ 
http://blog.rumahkanker.com/2008/01/saya-dan-kanker/pengalaman-menderita-kanker-nasofaring/