Penyakit Meningitis (Radang Otak)Dewi Yull dan gisca
Gisca Putri Agustina Sahetapy
Gisca Putri Agustina Sahetapy

JAKARTA-Gisca yang sejak kecil dilahirkan tuna rungu, dididik dengan penuh kasih sayang oleh orangtuanya.

Setelah tiga bulan berjuang melawan radang otak, Gisca Putri Agustina Sahetapy, tutup usia. Ia adalah anak dari buah cinta kasih Ray Sahetapy dan Dewi Yull. Gisca meninggal dunia pada hari Jumat (11/6/2010), pukul 03.30 WIB, akibat penyakit Radang Otak (Meningitis) yang di deritanya. Di kepala Giska terdapat virus. Virus itu menyerang ke otaknya dan itu terjadi selama satu bulan.

Dewi Yull, wanita cantik kelahiran Cirebon, 10 Mei 1961, bernama asli RA Dewi Pujiati.

Sedangkan Ray bernama asli Ferene Raymond Sahetapy, kelahiran Donggala Sulawesi Tengah, 1 Januari 1957.

Perkawinan Ray dan Dewi yang terwujud tanpa restu orangtua dari pihak Dewi, lahirlah 4 orang anak yaitu empat orang anak, Gizca Puteri Agustina Sahetapy, Rama Putra, Panji Surya, dan Mohammad Raya Sahetapy.

Setelah bercerai dari Dewi, Ray menikah kembali dengan janda beranak dua yaitu Sri Respatini Kusumastuti (Iin).

Putri semata wayang Ray dan Dewi yaitu Gisca, memang dikenal sangat berbakat dalam hal melukis.

Inilah kebesaran dan mukjizat Tuhan, gadis muda yang wafat di usia 28 tahun ini memiliki talenta seni sangat menakjubkan di antara kondisi fisiknya yang sangat berkekurangan yaitu terlahir sebagai anak yang tuna rungu.

Gisca, begitu ia biasa disapa, menjalani operasi di rumah sakit itu Rabu (9/6/2010)

Gisca meninggal dunia di RSPAD Dr. Suyoto, Jumat (11/6/2010) dini hari. Setelah sebelumnya sempat dirawat di Rumah Sakit Omni dan bahkan sempat di prediksi dokter akan sembuh. Memang kesadaran Giska telah menurun jauh, Giska terkena penyakit adanya peradangan di otak. Banyak cairan yang menumpuk di kepalanya. Namun siapa kira kondisi Gisca belakangan kian memburuk hingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Dr Suyoto, Rabu, 9 Juni, pukul 11.00. WIB.

Gisca koma

Ia juga sempat menjalani pengobatan alternatif untuk mengatasi virus yang menyerang kepalanya. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Kepada sang bunda, Dewi Yull, almarhumah sempat mengaku bahwa tubuhnya tak dapat lagi menerima obat. Sebelum meninggal, kondisi Gisca belum mengalami perubahan. Ia terbaring koma, ujar Ray Sahetapy, ketika dihubungi Jumat (11/6) pagi.

Sejak virus itu menyerang ke otaknya dan itu terjadi selama satu bulan, kondisi kesehatan Gisca terus menurun karena terkena Penyakit Meningitis, yaitu adanya peradangan otak. “Banyak cairan menumpuk di kepalanya,” ujarnya.

Dewi Yull menceritakan, sebelum masuk rumah sakit, Gisca mengalami pusing secara terus menerus selama tiga bulan terakhir. “Katanya kepalanya berat sekali. Ya seperti terkena stroke,” katanya.

Karena terkena penyakit Maninigitis, Gisca pun membutuhkan perawatan panjang yang bergantung kekuatan tubuh Gisca sendiri.

Sebelum dirawat di rumah sakit ini, saat mengalami sakit kepala hebat Gisca pun sempat menjalani rawat jalan di RS Internasional Bintato. Kemudian, keluar dari rumah sakit tersebut sekitar 1,5 bulan lalu.

Gisca dan suami

Lahir di Jakarta, 12 Agustus 1982, Gisca menikah dengan Donny Prasetyo Kuntadi pada 15 Januari 2006 dan di karuniai seorang anak bernama Ramiza. Mereka adalah pasangan tuna-rungu. Pernikahan mereka, sempat menyatukan orang tuanya yang telah bercerai. Sayang, biduk rumah tangga mereka tak berlangsung lama. Sayang pernikahan ini tak bisa bertahan lama. Gisca kemudian mengajukan gugatan cerai terhadap suaminya di Pengadilan Agama Tigaraksa, Tangerang, Banten, pada 27 Mei 2008. Mereka resmi bercerai pada 14 Juli 2008.

Saat ini jenazah disemayamkan di rumah duka Jalan Jagakarsa No. 25, Ciganjur, Jakarta Selatan.Menurut rencana, jenazah almarhumah akan dikebumikan selepas salat Jumat di pemakaman keluarga di Bogor. Selamat jalan Gisca…

Semoga Giska diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan yang ditinggalkan diberi kesabaran.

Note:

Gisca orangnya asyik, masih muda, energik, penuh semangat (testomonial dari Dude Herlino)

Gisca adalah orang yang jujur dan berterus terang. “Dia orangnya terlalu jujur. Kalau dia nggak suka dia bilang nggak suka. Saya sering bercermin sama dia. Dan dia adalah (sosok pribadi) keras dan kuat) dan saya kagumi,” katanya. (testomial dari Ray Sahetapy).

Orang yang lahir tidak bisa mendengar, otomatis tidak bisa berbicara. “Gisca itu suka susah kalau mau mengutarakan keinginannya. Dia jadi cepat marah. Dia sangat aktif orangnya,” kenang Rima. (testomonial Rima Melati).

Kita semua mengenang Gisca, tentu harus di sisi baiknya selama ini sebagai anak manusia.

Bayangkanlah betapa pedih kehidupannya sejak dilahirkan.

Terlahir sebagai anak yang cacat (tuna rungu).

Dibesarkan puluhan tahun oleh ayah bunda yang menghujaninya dengan cinta nan indah tetapi ternyata perkawinan orangtuanya harus kandas di tengah jalan.

Saat ia menemui kenyataan pahit tentang perceraian ayah ibunya, ia pun terpaksa harus menikah muda dan bercerai muda (juga).

Gisca yang polos ini, tentu akan mendapat ampunan yang indah dari Sang Khalik.

Gisca yang polos ini, tentu akan mendapat pintu surga yang terbuka bagi jejak “kakinya” yang terbang ke pangkuan Ilahi.

gisca eksen

CINTA DAN KAWAN

Satu hari CINTA & KAWAN berjalan dalam
kampung…
Tiba-tiba CINTA terjatuh dalam
telaga…
Kenapa??
Kerena CINTA itu buta…
Lalu KAWAN pun ikut terjun dalam
telaga…
Kenapa??
Kerena… KAWAN akan buat apa saja demi
CINTA !!
Di dalam telaga CINTA hilang…
Kenapa??
Kerena… CINTA itu halus, mudah hilang
kalau tak dijaga, sukar dicari apa lagi
dalam telaga yang gelap…
Sedangkan KAWAN masih mencari-cari
dimana CINTA & terus menunggu..
Kenapa??
Karena … KAWAN itu sejati & akan
kekal sebagai KAWAN yang setia…

so, hargailah KAWAN kita ….

Walau kita punya couple , teman still
paling setia.
Walau kita punya harta banyak , teman
still paling berharga .

(Ini puisi yang ditulis Gisca dalam Blog nya)

 

Sekarang mari kita simak apa dan bagaimana tentang Meningitis (Penyakit Radang Otak) tersebut:


PENYAKIT RADANG OTAK (MENINGITIS)

Penyakit Meningitis (Radang Otak)

Meningtis adalah kerusakan pada “meninges” yaitu kulit yang menutupi otak. Meningitis biasanya disebabkan oleh bakteri atau virus. Meninge = selaput otak.

Penyakit meningitis, mungkin jarang kita dengar, tapi penyakit ini adalah penyakit yang cukup berbahaya. Penyakit ini menyerang bagian saraf atau otak yang berfungsi sebagai pusat pemikiran manusia. Tentunya jika otak yang sudah terserang akan sangat bahaya bagi kehidupan penderitanya.

Ciri-ciri Penyakit Radang Otak (Meningitis)?

Penyakit radang selaput otak (meningitis) disebabkan bakteri Haemophyllus influenzae tipe B atau yang disebut bakteri Hib B merupakan penyebab tersering menimbulkan meningitis pada anak berusia kurang dari lima tahun. Penyakit ini berisiko tinggi, menimbulkan kematian pada bayi. Bila sembuh pun, tidak sedikit yang menyebabkan cacat pada anak.

Penyakit radang otak, disebabkan adanya bakteri/kuman. Bakteri/kuman masuk dari gigi yang membusuk atau dari makanan dan daya tahan tubuh yang kurang, sehingga menyerang otak dan menyebabkan infeksi, infeksi menyebabkan radang (pembengkakan) otak.

Meningitis adalah infeksi pada lapisan otak dan urat saraf tulang belakang. Penyebab meningitis sendiri bermacam-macam, sebut saja virus dan bakteri. Meningitis terjadi apabila bakteri yang menyerang menjadi ganas ditambah pula dengan kondisi daya tahan tubuh anak yang tidak baik, kemudian ia masuk ke aliran darah, berlanjut ke selaput otak. Nah, bila sudah menyerang selaput otak (meningen) dan terjadi infeksi maka disebutlah sebagai meningitis.

Meningitis menyerang selaput otak. Perlu dicatat, sel-sel otak berbeda dengan sel-sel yang terdapat pada bagian tubuh lainnya. Kalau sel kulit misalnya, apabila tergores hingga menimbulkan luka sekalipun, lama-lama akan membentuk sel-sel baru dan dalam beberapa hari sudah dapat pulih. Tidak demikian dengan sel otak. Apabila sel otak rusak, ia tidak dapat tidak dapat membentuk sel baru atau berekontruksi. Sebaliknya, sel otak tersebut akan mati, padahal otak adalah pusat penglihatan, pendengaran, pergerakan,dll.

Ciri-ciri : Demam, lelah, letih, gangguan saraff, sering pusing, kepala membesar/menonjol, kejang kejang, tekanan darah tinggi, kesadaran menurun, pingsan tiba2, dll.

Ciri utama radang adalah panas yang cukup tinggi, panas tersebut akan berhenti jika radang tersebut di obati.

Pada radang otak biasa terjadi kejang, muntah, dan rasa sakit pada kepala.

Semua ciri tersebut akan berbeda tergantung posisi radang tersebut

Sebaiknya segera rujuk ke dokter bila dicurigai radang otak, dan lakukan CT scan kepala.

Bentuk hasil CT Scan: Hasil Scan Penyakit Meningitis

Gejala MeningitisGejala Penyakit Meningtis

Meningitis antara lain bisa dikenali dengan kaku kuduk dan sakit bila memandang cahaya (photofobia).

Gejala meningitis tidak selalu sama, tergantung dari usia si penderita serta virus apa yang menyebabkannya. Gejala yang paling umum adalah demam yang tinggi, sakit kepala, pilek, mual, muntah, kejang. Setelah itu biasanya penderita merasa sangat lelah, leher terasa pegal dan kaku, gangguan kesadaran serta penglihatan menjadi kurang jelas. Gejala pada bayi yang terkena meningitis, biasanya menjadi sangat rewel, muncul bercak pada kulit, tangisan lebih keras dan nadanya tinggi, demam ringan, badan terasa kaku, dan terjadi gangguan kesadaran seperti tangannya membuat gerakan tidak beraturan.

Menurut dr. Hindra, gejala meningitis antara lain :

1. Demam tinggi
2. Kehilangan selera makan/minum
3. Penurunan kesadaran dan kejang
4. Muntah-muntah
5. Tidak buang air kecil selama 4-6 jam
6. Diare

Penyebab

Penyebab meningitis pun bermacam-macam, diantaranya adalah virus, bakteri, jamur, dan parasit. Tetapi, di Indonesia sendiri meningitis umumnya ditimbulkan oleh bakteri dan virus.

* Bacterial Meningitis
Keneth Wener, MD, seorang dokter dari divisi penyakit infeksi, Beth Israel Deaconess Medical Center, Boston, Amerika Serikat, menyebutkan bahwa meningitis yang disebabkan oleh bakteri sangat berbahaya. ‘’Bacterial meningitis sangat membutuhan penanganan medis, oleh karenanya anak harus dibawa ke rumah sakit untuk dirawat. Bakteri yang bisa menyebabkan meningitis antara lain adalah Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae, Neisseria meningitidis (meningococcus), Listeria monocytogenes, dan masih banyak lagi,’’katanya dalam situs medlineplus.

* Viral Meningitis
Sebenarnya ini bisa dikategorikan sebagai penyakit yang relatif ringan. Gejalanya mirip dengan sakit flu biasa dan kemungkinan bisa sembuh dengan sendirinya. ‘’Viral meningitis biasanya dapat sembuh tanpa bantuan medis, sedangkan meningitis yang disebabkan oleh bakteri sangat berbahaya.

Selain dapat menyebabkan kematian, juga bisa menimbulkan kerusakan otak,’’kata Wener. Tetapi, untuk amannya, sebaiknya Anda tetap berkonsultasi dengan dokter spesialis. Sedangkan menurut Mary L. Gavin, MD, seorang dokter dari Divisi General Pediatri, Rumah Sakit Alfred I. duPont, Wilmington, terdapat banyak jenis virus yang menjadi penyebab viral meningitis. Diantaranya adalah enteroviruses. Layaknya virus, ia dapat menyebar melalui air liur, kotoran, dan ingus. ‘’Itulah mengapa kebiasaan mencuci tangan setelah keluar dari kamar mandi dan setelah bersin sangat penting,’’kata Galvin dalam kidshealth.org.

Menular

Oya, meningitis pun bersifat sangat menular, oleh karenanya sangat penting bagi anak yang terkena meningitis (khususnya bacterial meningitis) untuk dirawat di rumah sakit dan diberi tindakan isolasi (satu kamar sendiri).

Meningitis Kriptokokus

Merupakan jenis meningitis yang disebabkan oleh jamur kriptokokus. Umumnya, jenis jamur ini memasuki tubuh saat menghirup debu atau uap dari kotoran burung yang sudah kering.

Kenalilah gejalanya.
Tak dipungkiri, penyakit meningitis memang seringkali mengelabui para orang tua. Hal ini terutama diakibatkan gejalanya yang umumnya menyerupai gejala flu, bahkan muntaber. ‘’Adakalanya bayi yang sebenarnya terkena meningitis dicurigai menderita flu atau muntaber. Oleh karenanya, selain harus pandai mengenali gejalanya, kunjungilah dokter spesialis untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan,’’ucapnya.

Menurut dr. Hindra, bila anak terkena meningitis kemungkinan ia dapat :

1. Sembuh total
2. Sembuh tetapi meninggalkan sisa (cacat), misalnya tuli, buta, lumpuh, dll.
3. Meninggal

Vaksinasi
Penyakit radang selaput otak (meningitis) yang disebabkan bakteri Haemophyllus influenzae tipe B atau yang disebut bakteri Hib B merupakan penyebab tersering menimbulkan meningitis pada anak berusia kurang dari lima tahun. Infeksi akut Hib juga dapat menyerang bayi berusia di bawah enam bulan.

Meningitis pun, termasuk penyakit berbahaya yang kadang-kadang awalnya sulit diketahui, karena tidak mempunyai gejala spesifik. Sehingga sangat sulit untuk mendeteksinya. Bila tidak ditangani secara tepat dan cepat bisa berakibat fatal. ‘’Penyakit ini berisiko tinggi, menimbulkan kematian pada bayi. Bila sembuh pun, tidak sedikit yang menyebabkan cacat pada anak, misalnya adanya gangguan pendengaran, gangguan mental, dan sebagainya,’’kata dr. Hindra.

Untunglah, sejak beberapa tahun silam para peneliti telah menemukan pencegah meningitis yang disebabkan oleh bakteri Hib melalui imunisasi. ‘’Vaksinasi Hib adalah cara praktis dan efektif untuk mencegah terjadinya penyakit akibat bakteri Hib. Ia dapat melindungi bayi dari kemungkinan terkena meningitis hingga 97%,’’papar dr. Hindra.

Pemberian vaksin Hib bahkan saat ini telah direkomendasikan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO). Dalam sebuah situs berita lokal disebutkan bahwa bayi usia 2-6 bulan diberikan imunisasi Hib sebanyak tiga dosis dengan interval satu bulan. Bayi berusia 7-12 bulan diberikan sebanyak dua dosis dengan interval waktu satu bulan.

Sedangkan anak berumur 1-5 tahun cukup diberikan satu dosis. Mengingat Hib lebih sering menyerang bayi kecil (26% terjadi pada bayi berumur 2-6 bulan dan 25% pada bayi berumur 7-11). Oya jenis imunisasi ini tidak dianjurkan diberikan pada bayi di bawah dua bulan karena dinilai belum dapat membentuk antibodi. Tetapi, untuk lebih pastinya, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis.

Nah, mengingat pentingnya imunisasi ini, jangan sampai lupa untuk memberikan vaksinasi Hib buat bayi mungil Anda ya….

Cara Mencegah sejak Dini

Dianjurkan para orang tua untuk mencegah kemungkinan timbulnya penyakit meningitis pada anak sedini mungkin. Caranya antara lain dengan :

  • Asi eksklusif.
    Sebaiknya Anda memberikan si kecil ASI Eksklusif karena didalamnya terdapat sejumlah kandungan yang bermanfaat bagi imunitas anak.
  • Vaksinasi.
    Berikanlah vaksinasi Hib pada bayi Anda saat berusia 2 bulan. Meski relatif mahal, tetapi ini akan berguna sebagai perisai anak dari kemungkinan terkena meningitis hingga 97%.
  • Gaya hidup sehat.
    Biasakanlah memiliki gaya hidup sehat, termasuk menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar.
  • Kenali gejala meningitis.
    Bila anak demam tinggi dengan gejala-gejala menyerupai flu tetapi disertai kejang, muntah, diare,dll segera berkonsultasi dengan dokter spesialis
  • Opname.
    Bila positif mengidap meningitis, pilihan terbaik adalah biarkan anak dirawat secara optimal di rumah sakit, karena penyakit ini bersifat menular.

 

 

Artikel ini bisa didownload dalam bentuk file pdf disini: Penyakit-Meningitis-Radang-Otak.pdf

Penulis: Anita Handayani (http://anitanet.staff.ipb.ac.id)