ISTILAH-ISTILAH DALAM FOTOGRAFI


Beberapa istilah dlm fotografi:

  1. APS: Advanced Photo System

  2. DIL : Drop in Loading

  3. CID : Cartridge Identification number

  4. FID : Film strip Identification number

  5. USC : Uniform Sigma Crystal/kristal sigma seragam

  6. Kristal sigma : Butir-butir perak halida

  7. AFS : Auto Focus Silent Wave Motor

  8. AFD : Auto Focus Distance Information

  9. DIR : Development Inhibitor Releaser

  10. SPD : Silicon Photo Diode

  11. LCD : Liquid Crystal Display

  12. LED : Light Emitting Diode, lampu

  13. ISO/ASA : Derajat sensitivitas film

  14. ISO : International Standart Organization

  15. ASA : American Standart Association

  16. DIN : Deutsche Industry Norm

  17. NiMH : Nikel Metal Hydride

  18. NiCd : Nikel Cadmium

  19. DRAM : Data Random Acces Memory

  20. RISC : Reduce Intruction Set Computer

  21. CCD : Charge Couple Device (pada kamera digital)

  22. CPL : Circular Polarizing

  23. USM : Ultrasonic motor

  24. ESP : Elektro-Selective Pattern (Sistem pengkuran cahaya otomatik, di saat kondisi kesenjangan kecerahannya sangat besar

  25. SLR : single Lens Reflek, kamera lensa tunggal yang menggunakan cermin dan prisma

  26. TLR : Twin lens Refleks, kamera yang menggunakan dua lensa, satu untuk melihat, lainnya utnuk meneruskan cahaya ke film

  27. Lens Mount : Dudukan lensa

  28. MF : Manual Fokus

  29. AF : Auto Fokus

  30. Fps : Frame per second:, satuan kecepatan pengambilan gambar dalam gambar perdetik

  31. DOF : Depth of Field; ruang tajam, merupakan jarak, dimana gambar masih terlihat tajam/focus, bergantung pada: diafragma, panjang lensa dan jarak objek

  32. GN : Guide number; kekuatan cahaya blitz merupakan perkalian antara jarak (dalam meter atau feet) dan diafragma

  33. AR Range : Tingkat terang cahaya dimana system aotufocus masih dapat bekerja, dalam satuan EV

  34. EV : Exposure Value; kekuatan cahaya. Sample, EV=0 kekuatan cahaya pada difragma f/1,0 kecepatan 1 detik

  35. Exposure mode : Modus pencahayaan, pada umumnya ada 4 tipe: manual, Aperture priority, Shutter priority dan Programed (auto)

  36. Aperture : Diafragma

  37. Lens Hood : Tudung lensa

  38. Aperture priority : Prioritas pengaturan pada diafragma, kecepatan rana otomatis

  39. Shutter : Rana

  40. Shutter Priority : Prioritas pengaturan pada kecepatan rana, diafragma otomatis

  41. Exposure compensation :Kompensasi pencahayaan, membuat alternatif pencahayaan dari normal menjadi lebih atau kurang

  42. Flash Exposure Compensation : Kompensasi pencahayaan blitzt

  43. Metering: Pola pengaturan cahaya, biasanya terbagi dalam 3 kategori, centerweighted, evaluative/matrix, dan spot

  44. Center weighted Metering : Pengukuran pencahayaan pada 60% daerah tengah gambar

  45. Evaluative/Matrix : Pengukuran pencahayaan berdasarkan segmen-segmen dan presentase tertentu

  46. Spot : Pengukuran pencahayaan hanya pada titik tertentu

  47. View finder : Jendela bidik

  48. Built in Dioptri: Dilengkapi dengan pengatur dioptri (lensa+ atau – bagi mereka yang berkacamata)

  49. Eye piece Blind : Tirai penutup jendela bidik

  50. Interchangeable Focusing Screen : Fasilitas untuk dapat mengganti focusing screen

  51. Focusing screen : Layar focus

  52. Bracheting : Pengambilan gambar yang sama menggunakan pengukuran pencahayaan yang berbeda

  53. Flash Sync : Sinkron kilat, kecepatan maksimum agar body dan flash masih bekerja harmonis

  54. TTL: Through The Lens, Sistem pengukuran pencahayaan melalui lensa

  55. Remote Flash : Melepaskan lampu kilat dari badan kameranya dan meletakkannya si duatu tempat untuk mendapatkan efek foto yang diinginkan

  56. Bounce : Cahaya lampu kilat yang di pantulkan ke langit-langit atau bidang lain sehingga cahaya menerangi objek secara merata

  57. Slave unit : (Lampu kilat + mata listrik/elctric eye); adalah alat bantu yang sanggup menyalakan lampu kilat bila mata itu menerima sinar dari lampu kilat lain

  58. Wireless TTL : Sistem pengukuran TTL tanpa melalui kabel

  59. Multiple exposure : Fasilitas pemotretan berulang pada fram eyang sama

  60. Pupup Flash : Blitz kecil, terbuat menyatu dengan body

  61. Stop : Satuan pencahayaan, 1 stop sama dengan 1 EV

  62. Red Eye Reduction : fasilitas untuk mengurangi efek mata merah yang biasa terjadi pada pemotretan menggunakan blitz pada malam hari

  63. PC terminal : Terminal untuk blitz di luar hot shoe

  64. Hot shoe : Kaki blitz

  65. Mirror Lock up : Pengunci cermin, agar getaran dapat dikurangi pada saat rana bergerak

  66. Shiftable program : Pada mode program, exposure setting dapat diubah secara otomatis dalam EV yang sama, misalnya dari 1/125 menjadi 1/250 detik, f 5.6 dmenjadi f 11

  67. Second Curtain Sync : Fasilitas untuk menyalakan blitz sesaat sebelum rana menutup

  68. Shutter release : Pelepas rana

  69. Self Timer : Alat penangguh waktu pada kamera

  70. Vertical Grip : Alat pelepas rana utnuk pengambilan secra vertical tanpa arus memutar tangan

  71. Data Imprint : Fasilitas pencetakan data tanggal pada film

  72. Reloadable to last frame: fasilitas untuk mengembalikan film yang telah igulung di tengah ke posisi terakhir yang terpakai

  73. Fill In flash : Blitz pengisi, dalam kondisi tidak memerlukan blitz, litz tetap dinyalakan untuk menerangi bagian-bagian yang gelap seperti ayangan

  74. Intervalometer : Fasilitas epmotretan otomatis dalam jarak waktu yang ertentu

  75. Multispot : Pengukuran pencahayaan dari beberapa titik

  76. Back : Sisi belakang kamera, berfungis pula sebagai penutup film

  77. Bayonet : Sistem dudukan lensa yang hanya memerlukan putaran kurang dari 90 derajat untuk pergantian lensa

  78. Bulk film : Film kapasitas 250 exposure

  79. Wide lens : lensa lebar, mempunya jarak titik bakar yang pendek, lebih pendek dari 50,,, biasanya:

    · 16-22mm (lensa lebar super)

    · 24-35mm (lensa lebar medium)

    · 6-15mm (lensa mata ikan)

  80. Push : Meningkatkan kepekaan film dalam pemotretan, missal dari ISO 100-200/lebih

  81. Pull : kebalikan dari Push

  82. Main light : Cahaya pengisi/tambahan

  83. Foto wedding : Potraiture berpasangan (menciptakan rekaman gambar yang romantisme, baik dari posenya maupun dari suasananya

    Foto wedding terbagi 2 yaitu:

    · Neo Classic Potraiture, ialah bentuk visual foto berpasangan yang beraura romantis

    · Classic wedding, ialah bentuk foto berpasangan yang harus menjadi kenangan

  84. Blouwer : Kipas angin yang digunakan pada pemotretan model untuk menghasilkan efek angin

  85. Reverse ring : digunakan untuk memasang lensa yang di balik, untuk membuat lensa makro alternatif agar cahaya yang masuk tidak bocor

  86. Golden section : Potongan kencana; Hukum komposisi yang mengatakan bahwa keselarasan akan tercapai kalau suatu bidang adalah kesatuan dari 2 bidang yang saling berhubungan

  87. Komposisi : susunan garis, bidang, nada, kontras dan tekstur dalam suatu format tertentu

  88. Siluet : Teknik pencahayaan untuk menampilkan bentuk objek tanpa menunjukkan detilnya

  89. Framing : Pembingkaian objek untuk memberi kesan mendalam/ dimensi objek foto

  90. Panning : Teknik pengambilan gambar dengan kesan gerak (berubahnya latar belakang menjaid garis-garis sementara objek utama terekam jelas

  91. Sandwich : Teknik menggabungkan foto

  92. Cross process : Proses silang, biasanya di lakukan pada film positiv (E6) ke film negatif (C 41), sehingga menimbulkan warna- warna baru pada foto

  93. Esai foto : (Biar foto yang bicara), merangkai foto menjadi cerita bertem

  94. Xposure time kalo ga salah sih lamanya waktu kita ngebuka bukaan ( Biasanya di mode Bulb )

     

  95. Sesuai dengan artinya, Interpolasi merupakan salah satu cara yang dipakai untuk memperbesar ukuran gambar dengan memultiplikasi pixel ukuran gambar yang diduplikasi menjadi lebih besar.  Biasanya gambar interpolasi bila dilihat dengan teliti akan menurunkan ketajaman gambar karena bukan hasil asli keluaran dari sensor.

 

 

 

Sumber:  http://www.kamera-digital.com/forum/viewtopic.php?TopicID=473