Kelengkapan usulan jabatan Arsiparis Tingkat Ahli

Kelengkapan Usulan Jafung Arsiparis di IPB 2016

Kelengkapan Usulan Jafung Arsiparis di IPB 2016

Proses Usulan Jabatan Fungsional Arsiparis di Perguruan Tinggi

Proses Usulan Jabatan Fungsional Arsiparis di Perguruan Tinggi

Buat teman2 sesama peserta diklat fungsional arsiparis ingkat Ahli di IPB tanggal 11 April – 10 Juni 2016 yang baru lalu, yang bingung tentang cara mengajukan jabatan fungsional Arsiparis setelah LULUS Diklat kemarin, berikut saya sajikan tulisan ini, yaitu tentang Cara Pengajuan Jabatan Fungsional Arsiparis, khususnya di IPB. Semoga bermanfaat.

Pasal 10 ayat (1a) tentang Tata Cara Penyesuaian/Inpassing dalam Jabatan Fungsional Arsiparis berdasarkan Perka ANRI Nomor 6 Tahun 2017 tentang Tata Cara Pengangkatan Arsiparis melalui Penyesuaian/Inpassing:

Pejabat Pembina Kepegawaian menyampaikan usulan Penyesuaian/Inpassing dalam jabatan Fungsional Arsiparis kepada Kepala ANRI untuk mendapatkan Rekomendasi/Persetujuan didasarkan pada kebutuhan pegawai sebagaimana yang ada dalam e-Formasi

Pasal 10 ayati (1b) berdasarkan Perka ANRI Nomor 6 Tahun 2017:

Penyampaian usulan sebagaimana dimaksud pada huruf a (tentang Tata Cara Penyesuaian/Inpassing dalam Jabatan Fungsional Arsiparis) dengan melampirkan:

  1. fotokopi Ijazah D.III atau D.IV/S-1/S-2 yang telah dilegalisasi oleh pejabat yang berwenang;
  2. fotokopi Surat Keputusan kenaikan pangkat terakhir yang telah dilegalisasi oleh pejabat yang berwenang;
  3. surat pernyataan dari atasan langsung dan/atau pimpinan unit kerja/ instansi yang menyatakan bahwa yang bersangkutan masih dan telah menjalankan tugas di bidang pengelolaan arsip dan pembinaan kearsipan berdasarkan keputusan pejabat yang berwenang sebagaimana tersebut dalam Lampiran I yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia;
  4. surat pernyataan dari Pejabat Pembina Kepegawaian yang menyatakan bahwa yang bersangkutan:
    a) tidak sedang menjalani/dijatuhi hukuman disiplin sedang atau berat pada masa penyesuaian/inpassing.
    b) tidak sedang menjalani pembebasan sementara dari jabatan
  5. fotokopi penilaian prestasi kerja 1 (satu) tahun terakhir yang dilegalisasi oleh pejabat yang berwenang;
  6. fotokopi portofolio sebagai hasil pelaksanaan tugas kinerja di bidang kearsipan sesuai dengan jenjang jabatan sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 6.

Pasal 1 ayat (10) dalam Perka ANRI Nomor 6 Tahun 2017 tentang Tata Cara Pengangkatan Arsiparis melalui Inpassing :

Penilaian Portofolio adalah penilaian terhadap kumpulan hasil karya dari seorang calon Arsiparis sebagai hasil pelaksanaan tugas kinerja di bidang kearsipan yang telah ditentukan oleh ANRI.

Pasal 6 ayat (1) dalam Perka ANRI Nomor 6 Tahun 2017 tentang Tata Cara Pengangkatan Arsiparis melalui Inpassing:

Uji kompetensi bidang kearsipan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) huruf g dan Pasal 3 ayat (2) huruf g dilaksanakan oleh ANRI.

Pasal 6 ayat (2)dalam Perka ANRI Nomor 6 Tahun 2017 tentang Tata Cara Pengangkatan Arsiparis melalui Inpassing:

Uji kompetensi bidang kearsipan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan melalui:

  1. penilaian portofolio untuk Arsiparis Terampil, Arsiparis Mahir, Arsiparis Penyelia, Arsiparis Ahli Pertama dan Arsiparis Ahli Muda;
  2. penilaian portofolio dan wawancara untuk Arsiparis Ahli Madya dan Arsiparis Ahli Utama.

Kelengkapan usulan jabatan Arsiparis yang pertama kali (masing-masing rangkap tiga):

  1. Ijazah Diploma III (D.III) atau berijazah Sarjana (S1) atau Diploma IV (D.IV) BIDANG KEARSIPAN.  Atau Sertifikat LULUS Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Fungsional Arsiparis Tingkat Terampil atau Tingkat Ahli khusus bagi yang mempunyai Ijazah Diploma III (D.III) atau berijazah Sarjana (S1) atau Diploma IV (D.IV) Bidang Ilmu Lain.
  2. DUPAK beserta bukti fisik asli.
  3. Fotocopy NIP Baru.
  4. Fotocopy pangkat terakhir.
  5. Fotocopy Karpeg.
  6. Surat tugas dari atasan langsung yang menyatakan Ybs memiliki pengalaman di bidang kearsipan minimal dua tahun (2 th).

Karena sekarang sudah ada  Permenpan Nomor 48 Tahun 2014 tentang Jabatan Fungsional Arsiparis maka Kepmenpan Nomor 09/KEP/M.PAN/2002 tentang Jabatan Fungsional Arsiparis dan Angka Kredit dan Permenpan Nomor PER/3/M.PAN/3/2009 tentang jabatan fungsional Arsiparis dan angka kredit sudah tidak berlaku lagi.

Syarat untuk dapat diangkat menjadi Arsiparis berdasarkan Permenpan Nomor 48 Tahun 2014 tentang Jabatan Fungsional Arsiparis :

  1. TERSEDIA FORMASI untuk Jabatan (Formasi Jabatan) Fungsional Arsiparis Kategori Keterampilan dan atau Keahlian.
  2. Berijazah Diploma III (D.III) atau berijazah Sarjana (S1) atau Diploma IV (D.IV) BIDANG KEARSIPAN
  3. Calon Arsiparis yang berijazah D.III dan S1/D.IV BIDANG ILMU LAIN WAJIB mengikuti dan LULUS PENDIDIKAN dan PELATIHAN Fungsional Arsiparis.
  4. Pangkat paling rendah Pengatur Tingkat I golongan ruang II/c atau Penata Muda golongan ruang III/a.
  5. Nilai kinerja minimal bernilai BAIK dalam satu tahun terakhir.
  6. Memiliki pengalaman di bidang kearsipan minimal dua tahun (2 th).
  7. Usia maksimal tiga tahun (3 th) sebelum batas usia pensiun.
  8. Satu tahun (1 th) sejak diangkat dalam jabatan Arsiparis harus LULUS sertifikasi KOMPETENSI penjenjangan Jabatan Arsiparis. PNS yang menduduki jabatan Arsiparis HARUS memenuhi STANDAR KOMPETENSI sesuai dengan jenjang jabatan.  Kompetensi Arsiparis meliputi kompetensi dalam pengelolaan arsip dinamis, kompetensi dalam pengelolaan arsip statis, kompetensi dalam pemmbinaan kearsipan, dan komm[etensi dalam pengolahan arsip menjadi informasi.  Untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme Arsiparis HARUS DIIKUTSERTAKAN dalam PENDIDIKAN dan atau PELATIHAN. Pendidikan dan atau Pelatihan yang dimaksud adalah dalam bentuk Pendidikan Formal, Pendidikan dan pelatihan fungsional, Pendidikan dan pelatihan teknis, serta pengembangan kompetensi lainnya.
  9. Target Kinerja yaitu nilai SKP > 50%
  10. PNS yang pada saat ditetapkan Peraturan Menteri Nomor 48 Tahun 2014 ini MEMILIKI PENGALAMAN dan MENJALANKAN TUGAS dibidang PENGELOLAAN KEARSIPAN namun memiliki ijazah SLTA maka berdasarkan keputusan pejabat yang berwenang DAPAT disesuaikan (di-inpassing) ke dalam jabatan fungsional Arsiparis kategori Keterampilan.

Syarat Penyesuaian (inpassing) dalam jabatan fungsional Arsiparis:

  1. Pangkat paling rendah Pengatur, golongan ruang II/c.
  2. Memiliki pengalaman dalam pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan kearsipan paling kurang dua tahun (2th).
  3. Mengikuti dan LULUS uji kompetensi di bidang kearsipan.
  4. Nilai prestasi kinerja minimal bernilai BAIK dalam satu tahun (1 th) terakhir.
  5. Usia maksimum lima puluh tahun (50 th).

PNS yang disesuaikan (di-inpassing) setelah diangkat dalam jabatan fungsional Arsiparis HARUS memperoleh Ijazah Diploma III (D.III) bidang kearsipan atau bidang lain yang ditentukan oleh instansi pembina, dalam jangka waktu paling lama lima tahun (5 th) terhitung mulai tanggal pengangkatan ybs dalam jabatan fungsional Arsiparis (Pasal 27 ayat 3 Permenpan Nomor 48 Tahun 2014) . PNS yang disesuaikan (di-inpassing) yang tidak memperoleh ijazah D.III sebagaimana yang dimaksud (yaitu paling lama lima tahun (5 th) terhitung mulai tanggal pengangkatan ybs dalam jabatan fungsional Arsiparis) maka DIBERHENTIKAN dalam jabatan fungsional Arsiparis (Pasal 27 ayat 5 Permenpan Nomor 48 Tahun 2014)

Inpassing untung SLTA sudah tidak ada lagi di tahun 2017 ini. Penyesuaian (inpassing) berlaku selama dua tahun (2 th) sejak Peraturan Menteri ini berlaku (Pasal 27 ayat 5 Permenpan Nomor 48 Tahun 2014).  Note: Berarti hanya sampai tahun 2016 ada inpassing buat PNS yang lulusan SLTA? benarkah?.

sebab :

Pasal 5

Permenpan Nomor 26 Tahun 2016 tentang pengangkatan PNS dalam jabatan fungsional melalui penyesuaian/inpassing:
Pengangkatan PNS dalam Jabatan Fungsional melalui Penyesuaian/Inpassing dilaksanakan sampai dengan Desember 2018.

Pengangkatan PNS dalam Jabatan Fungsional melalui Penyesuaian/Inpassing untuk D3 dan S1 dilaksanakan sampai dengan Desember 2018.

Pasal 14 Perka ANRI Nomor 6 Tahun 2017 tentang Tata Cara Pengangkatan Arsiparis melalui Penyesuaian/Inpassing:

Pejabat Pembina Kepegawaian menyampaikan usulan Penyesuaian (Inpassing) Nasional dalam Jabatan Fungsional Arsiparis kepada Kepala ANRI paling lambat 10 Desember 2018.

Pasal 2 ayat 5a

Permenpan Nomor 26 Tahun 2016 tentang pengangkatan PNS dalam jabatan fungsional melalui penyesuaian/inpassing mengatakan bahwa:

PNS yang melaksanakan Penyesuaian/Inpassing untuk Jabatan Fungsional Ketrampilan harus memenuhi syarat sebagai berikut:

  1. berijazah paling rendah SLTA atau sederajat /Diploma I/Diploma II/Diploma III sesuai dengan persyaratan kualifikasi pendidikan dari jabatan yang akan diduduki;
  2. pangkat paling rendah Pengatur Muda, golongan ruang II/a sesuai dengan persyaratan kepangkatan dari jabatan yang akan diduduki;
  3. memiliki pengalaman dalam pelaksanaan tugas di bidang Jabatan Fungsional yang akan diduduki paling kurang 2 (dua) tahun;
  4. mengikuti dan lulus uji kompetensi di bidang Jabatan Fungsional yang akan diduduki;
  5. nilai prestasi kerja paling kurang bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir; dan
  6. usia paling tinggi:
    a. 3 (tiga) tahun sebelum batas usia pensiun dalam jabatan terakhir bagi pejabat pelaksana.
    b. 2 (dua) tahun sebelum batas usia pensiun dalam jabatan terakhir bagi administrator dan pengawas.
  7. Syarat lain yang ditentukan oleh Instansi Pembina.

Pasal 2 Ayat 5b

Permenpan Nomor 26 Tahun 2016 tentang pengangkatan PNS dalam jabatan fungsional melalui penyesuaian/inpassing:

PNS yang melaksanakan Penyesuaian/Inpassing untuk Jabatan Fungsional  Keahlian harus memenuhi syarat sebagai berikut:

  1. berijazah paling rendah strata satu (S-1)/Diploma IV (D-IV) atau berijazah paling rendah strata dua (S2) atau yang sederajat dari pendidikan tinggi yang terakreditasi sesuai dengan persyaratan kualifikasi pendidikan dari jabatan yang akan diduduki;
  2. pangkat paling rendah Penata Muda, golongan ruang III/a sesuai dengan persyaratan kepangkatan dari jabatan yang akan diduduki;
  3. memiliki pengalaman dalam pelaksanaan tugas di bidang Jabatan Fungsional yang akan diduduki paling kurang 2 (dua) tahun;
  4. mengikuti dan lulus uji kompetensi di bidang Jabatan Fungsional yang akan diduduki;
  5. nilai prestasi kerja paling kurang bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir; dan
  6. usia paling tinggi:
    a. 3 (tiga) tahun sebelum batas usia pensiun dalam jabatan terakhir bagi pejabat pelaksana.
    b. 2 (dua) tahun sebelum batas usia pensiun dalam jabatan terakhir bagi administrator dan pengawas.
    c. 1 (satu) tahun sebelum batas usia pensiun dalam jabatan terakhir bagi administrator yang akan menduduki Jabatan Fungsional ahli madya.
    d. 1 (satu) tahun sebelum batas usia pensiun dalam jabatan terakhir bagi pejabat pimpinan tinggi.
  7. Syarat lain yang ditentukan oleh Instansi Pembina.

Keputusan PEMBEBASAN SEMENTARA terhadap jabatan fungsional Arsiparis yang dilakukan karena tidak terpenuhinya angka kredit untuk kenaikan pangkat/jabatan satu tingkat lebih tinggi (yang dilaksanakan berdasarkan Permenpan Nomor PER/3/M.PAN/3/2009 tentang jabatan fungsional Arsiparis dan angka kreditnya), maka sejak bulan Januari Tahun 2014 sampai dengan Peraturan Menteri ini berlaku, dinyatakan TIDAK BERLAKU (Pasal 28 ayat 2 Permenpan Nomor 48 Tahun 2014).

Usia untuk pertama kali mengajukan jabatan fungsional arsiparis kategori Keterampilan dan Keahlian paling tinggi berumur 55 tahun ?.

Pemberhentian PNS yang mencapai BUP Bagi Pejabat Fungsional:
  • 58 Tahun bagi fungsional Ahli Muda dan Ahli Pertama serta pejabat fungsional terampil
  • 60 Tahun bagi PNS yang memangku jabatan Ahli Utama dan Ahli Madya

Permenpan Nomor 13 Tahun 2016 adalah tentang Perubahan atas Permenpan Nomor 48 Tahun 2014 tentang Jabatan Fungsional Arsiparis.

Pasal 29A pada Permenpan nomor 13 tahun 2016 tentang Perubahan Permenpan nomor 48 Tahun 2014 tentang Jabatan Fungsional Arsiparis :

Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku, semua petunjuk teknis dan Peraturan pelaksana mengenai Jabatan Fungsional Arsiparis dan Angka Kreditnya dinyatakan masih tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dan belum diganti berdasarkan Peraturan Menteri ini.

Yang berubah adalah sebagai berikut:

Pasal 1 ayat 11 pada Permenpan nomor 13 tahun 2016 tentang Perubahan Permenpan nomor 48 Tahun 2014 tentang Jabatan Fungsional Arsiparis :

Kegiatan kearsipan adalah kegiatanyang dilaksanakan dalam rangka mendukung penyelenggaraan kearsipan yang meliputi:

  • pengelolaan arsip dinamis,
  • pengelolaan arsip statis,
  • pembinaan kearsipan, dan
  • pengolahan dan
  • penyajikan arsip menjadi informasi.

Pasal 7 ayat 1 pada Permenpan nomor 13 tahun 2016 tentang Perubahan Permenpan nomor 48 Tahun 2014 tentang Jabatan Fungsional Arsiparis :

Jabatan Fungsional Arsiparis merupakan jabatan fungsional kategori:

  1. keterampilan; dan

  2. keahlian.

Pasal 7 ayat 2 pada Permenpan nomor 13 tahun 2016 tentang Perubahan Permenpan nomor 48 Tahun 2014 tentang Jabatan Fungsional Arsiparis :

Jenjang Jabatan Fungsional Arsiparis Kategori Keterampilan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dari yang terendah sampai dengan yang tertinggi, yaitu:

  1. Arsiparis Terampil/jenjang pelaksana (pensiun umur 58 th);

  2. Arsiparis Mahir/jenjang Mahir (pensiun umur 58 th); dan

  3. Arsiparis Penyelia/jenjang Penyelia (pensiun umur 58 th).

Pasal 7 ayat 2 pada Permenpan nomor 13 tahun 2016 tentang Perubahan Permenpan nomor 48 Tahun 2014 tentang Jabatan Fungsional Arsiparis :

Jenjang Jabatan Fungsional Arsiparis Kategori Keahlian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dari yang terendah sampai dengan yang tertinggi, yaitu:

  1. Arsiparis Ahli Pertama/jenjang Pertama (pensiun umur 58 th);

  2. Arsiparis Ahli Muda/jenjang Muda (pensiun umur 58 th);

  3. Arsiparis Ahli Madya/jenjang madya (pensiun umur 60 th); dan

  4. Arsiparis Ahli Utama/jenjang Utama (pensiun umur 60 th).

Pasal 17 Ayat 1 pada Permenpan nomor 13 tahun 2016 tentang Perubahan Permenpan nomor 48 Tahun 2014 tentang Jabatan Fungsional Arsiparis :

Pengangkatan PNS dari jabatan lain ke dalam jabatan Arsiparis Kategori Keterampilan dapat dipertimbangkan dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. tersedia formasi untuk Jabatan Fungsional Arsiparis Kategori Keterampilan;

  2. berijazah Diploma III (D.III) bidang kearsipan atau bidang ilmu lain yang ditentukan oleh Instansi Pembina;

  3. pangkat paling rendah Pengatur, golongan ruang II/c;

  4. memiliki pengalaman di bidang kearsipan paling kurang 2 (dua) tahun;

  5. mengikuti dan lulus sertifikasi Jabatan Fungsional Arsiparis;

  6. nilai kinerja paling kurang bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir; dan

  7. usia paling tinggi 3 (tiga) tahun sebelum batas usia pensiun.

Pasal 17 Ayat 2 pada Permenpan nomor 13 tahun 2016 tentang Perubahan Permenpan nomor 48 Tahun 2014 tentang Jabatan Fungsional Arsiparis :nomor 13 tahun 2016 ttg jafung arsiparis dan angka kreditnya :

Pengangkatan PNS dari jabatan lain ke dalam jabatan Arsiparis Kategori Keahlian dapat dipertimbangkan dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. tersedia formasi untuk Jabatan Fungsional Arsiparis Kategori Keahlian;

  2. berijazah Sarjana (S1)/Diploma IV (D.IV) bidang kearsipan atau bidang ilmu lain yang ditentukan oleh Instansi Pembina;

  3. pangkat paling rendah Penata Muda, golongan ruang III/a;

  4. memiliki pengalaman di bidang kearsipan paling kurang 2 (dua) tahun;

  5. mengikuti dan lulus sertifikasi Jabatan Fungsional Arsiparis;

  6. nilai kinerja paling kurang bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir; dan

  7. usia paling tinggi 3 (tiga) tahun sebelum batas usia pensiun.

Pasal 1 ayat 11 pada Permenpan nomor 13 tahun 2016 tentang Perubahan Permenpan nomor 48 Tahun 2014 tentang Jabatan Fungsional Arsiparis :

Kegiatan kearsipan adalah kegiatanyang dilaksanakan dalam rangka mendukung penyelenggaraan kearsipan yang meliputi pengelolaan arsip dinamis, pengelolaan arsip statis, pembinaan kearsipan, dan pengolahan dan penyajikan arsip menjadi informasi.

Angka Kredit Kumulatif untuk Kenaikan Pangkat/Jabatan Arsiparis Kategori Keterampilan

Angka Kredit Kumulatif untuk Kenaikan Pangkat/Jabatan Arsiparis Kategori Keterampilan

Tugas Pokok Arsiparis Kategori Keterampilan dan Keahlian pada Permenpan nomor 13 tahun 2016 tentang Perubahan Permenpan nomor 48 Tahun 2014 tentang Jabatan Fungsional Arsiparis :

  1. Melakukan kegiatan pengelolaan arsip dinamis,
  2. pengelolaan arsip statis,
  3. pembinaan kearsipan dan
  4. pengolahan dan penyajian arsip menjadi informasi
Angka Kredit Kumulatif untuk Kenaikan Pangkat/Jabatan Arsiparis Kategori Keahlian

Angka Kredit Kumulatif untuk Kenaikan Pangkat/Jabatan Arsiparis Kategori Keahlian

Angka Kredit Kumulatif adalah akumulasi nilai angka kredit minimal yang harus dicapai oleh Jabatan Fungsional Arsiparis sebagai salah satu syarat kenaikan pangkat dan/atau jabatan.

Perka ANRI Nomor 6 Tahun 2017 (Lampiran)

Lampiran Perka ANRI Nomor 6 Tahun 2017 tentang Tata Cara Inpassing Arsiparis berisi tentang CONTOH BENTUK SURAT atau FORMULIR ISIAN

Lampiran Perka ANRI Nomor 6 Tahun 2017 tentang Tata Cara Inpassing Arsiparis berisi tentang CONTOH BENTUK SURAT atau FORMULIR ISIAN

Bentuk Surat atau Formulir Isian untuk Pengangkatan Inpassing Arsiparis:

Contoh Bentuk Surat Kebutuhan Formasi Arsiparis di Instansi ybs

Contoh Bentuk Surat Kebutuhan Formasi Arsiparis di Instansi ybs

Contoh Bentuk Surat Pernyataan Telah Melaksanakan Tugas di Bidang Kearsipan Minimal 2 (dua) Tahun

Contoh Bentuk Surat Pernyataan Telah Melaksanakan Tugas di Bidang Kearsipan Minimal 2 (dua) Tahun

Contoh Bentuk Surat Pernyataan Bersedia Diangkat Menjadi Arsiparis dan Tidak Rangkap Jabatan Fungsional Lainnya

Contoh Bentuk Surat Pernyataan Bersedia Diangkat Menjadi Arsiparis dan Tidak Rangkap Jabatan Fungsional Lainnya

Contoh Bentuk Surat Penilaian Portofolio dan Wawancara Calon Arsiparis

Contoh Bentuk Surat Penilaian Portofolio dan Wawancara Calon Arsiparis

Contoh Bentuk Surat Rekomendasi Kepala ANRI

Contoh Bentuk Surat Rekomendasi Kepala ANRI

Link terkait:

Penulis: Anita Handayani