Kali ini, ada musik tradisional angklung yang mengisi acara Rabuan Bersama IPB 8 Maret 2012. Merdu sekali alunan musik bambu dari tanah Sunda ini. Saya sungguh terkesan.

Ada permainan angklung yang dilakukan bersama-sama. Untuk itu kami dibagikan satu persatu angklung. Angklung yang dibagikan beragam ada yang besar ada yang kecil berjumlah 500 buah. Pada masing-masing angklung diberi nomor 1 2 3 4 5 6 7 i  yang menandakan not angka do re mi fa sol la si do (do tinggi).

Instruktur memberikan simbol not dengan kode tangan.  Misalnya, jika tangan mengepal angklung angka 1 (do) dibunyikan, jika tangan ke atas angklung angka 2 (re), dan jika tangan ke depan angklung angka 3 (re) dan seterusnya.  Dengan memainkan tangan, instruktur bisa membimbing hadirin memainkan lagu.  Mulai dari lagu Indonesia sampai lagu yang cukup terkenal.  Dalam sekejap kita semua menjadi pemain musik dadakan.

Filosofi angklung yaitu persatuan atau kebersamaan.  Sebab, dalam bermain angklung harus dilakukan bersama-sama.  Sejago apapun seseorang, tidak akan bisa bermain angklung sendirian.

Terus terang saya kagum sekali dengan permainan angklung saat itu. Pertama permainannya sangat interaktif dan menghibur.  Semua hadirin terlihat gembira dan tawa selalu pecah saat permainan, saat ada yang ketinggalan atau membunyikan bukan pada waktunya.  Kedua, ternyata ada filosofi mendalam dalam permainan ini menggambarkan persatuan Indonesia yang dibangun di atas pluralitas. Bhineka Tunggal Ika.

Permainan ini mengajarkan bagaimana suatu hal yang berbeda-beda bisa bersatu dalam harmoni dan menjadi indah dengan dipimpin oleh seorang instruktur sebagai pemersatu.  Bagaimana cara memberi ruang pada yang lain, dan sebagainya.  Tiba-tiba saya terfikir bahwa filosofi angklung ini cocok untuk kembali mengingatkan bagaimana kita harus hidup di bangsa yang majemuk ini.

Saya berpendapat permainan angklung ini harusnya digelar di sekolah-sekolah, dan diajarkan juga filosofinya.  Ini akan membantu memupuk sifat toleransi dan karakter kebersamaan sejak dini.  Selanjutnya kebersamaan di bangsa ini akan terpelihara dengan baik.  Kepada yang sudah dewasa saya kira perlu juga mempelajari filosofi angklung ini.  Kita perlu pelajari juga filosofinya dan aplikasikan dalam kehidupan nyata sehingga kebersamaan kita sebagai pegawai IPB akan semakin kokoh.

 


FacebookTwitterGoogle+PinterestLinkedInWhatsAppLineShare/Bookmark