Anita's Personal Blog

Kegiatan Arsiparis | Komputer | Fotografi

Month: January 2013

Pengalaman Saya ketika Kursus Stir Mobil

pengalaman kurusus stir mobil manual

Pengalaman Saya ketika Kursus Stir Mobil
dan Tip’s Mengemudikan Mobil

Update 31 Juli 2016
stir mobil honda jazz 2005 manual

gambar bagian dalam stir mobil honda jazz 2005 manual
dibawah stir ada 3 pedal, yaitu pedal kopling, pedal rem, dan pedal gas

 

Disini saya ingin membagikan pengalaman saya ketika belajar stir mobil, semoga bermanfaat buat pemula yang sedang belajar stir mobil !

 

Mobil saya adalah Honda Jazz manual tahun 2005 warna silver metalic.

 

Pada tahun 2005 bulan Oktober tanggal 26 saya selesai kursus stir mobil di “Dirgantara Jaya”. Saya mengambil kursus private 10 x pertemuan @ 1 jam = Rp. Rp. 500.000,-. Setiap kursus harus kasih tip ke guru stirnya Rp. 5000/jam.

smile

 

Biaya membuat SIM Rp. 350.000 pada tanggal 29 Oktober 2005.

 

Yang paling susah adalah menumbuhkan feeling, untuk itu maka perlu sering2 stir mobil.

 

Ternyata lekukan pada wiper mobil itu sangat membantu buat kita mengetahui posisi mobil kita terutama jika malam hari atau jika sedang berada dalam gang sempit lalu berpapasan dengan mobil lain.

Perhatikan lekukan yang diberi tanda lingkaran merah adalah lekukan wiper yang bisa digunakan dalam mengendarai mobil agar selalu berada dalam jalurnya terutama di malam hari dimana melihat pinggiran jalan dengan kaca spion lumayan sulit.

Perhatikan lekukan yang diberi tanda lingkaran merah adalah lekukan wiper yang bisa digunakan dalam mengendarai mobil agar selalu berada dalam jalurnya terutama di malam hari dimana melihat pinggiran jalan dengan kaca spion lumayan sulit.

Lekukan yang kiri untuk melihat pinggiran jalan sebelah kiri, dan lekukan yang kanan untuk patokan jarak yang aman jika berpapasan dengan mobil lain terutama malam hari, karena melihat kaca spion lumayan sulit apalagi kalau cuca sedang hujan lebat.

Komentar Aan Submitted on 2016/07/21 at 02:35:

Untuk wipper sebagai mata ketiga apakah maksudnya begini Bu?

Misalnya saya akan menyalip becak. Jika dilihat dari tempat duduk kita nyetir, jika dilekukan wiper sebelah kiri becaknya di luar lekukan wiper berarti kita aman menyalipnya? Dan untuk lekukan kanan maka aman jika mobil dari arah sebaliknya terletak di luar wiper?

Jawaban saya: Ya benar sekali.

Jenis Latihan

1

Penjelasan instruktur mengenai pokok2 yang harus diketahui oleh seorang pengemudi

Perkenalan instrumen mobil dan cara penggunaanya

2

Penguasaan Teknik Kendaraan

a

Start

b

Oper gigi

c

Berhenti

d

Belok kiri / kanan

3

Memberhentikan mobil secara mendadak atas perintah instruktur tanpa ada kekeliruan / mesin mati

4

menghadapi problem lalu lintas:

a

Berjalan dengan sempurna di jalan raya, cara2 berbelok ke kanan / ke kiri dengan cara melewati persimpangan

b

Tetap berjalan di belakang kendaraan yang sedang berjalan lambat

c

Mengejar dan melewati kendaraan lain dengan cara yang benar

d

Waktu Latihan di jalan umum harus mentaati dan memperhatikan segala peraturan lalu lintas

5

Latihan ketrampilan ( di lakukan di lapangan)

a

Jalan mundur lurus sejauh 50 meter

b

Memutar kendaraan di tempat yang terbatas (diantara 2 bh mobil)

6

Latihan Ujian

a

Parkir kiri kanan

b

Mundur lurus 50 meter

c

Parkir paralel

d

Tanjakan, maju/mundur

teknik menyetir mobil manual

Sikap mengemudikan mobil haruslah seperti gambar ini, yaitu kedua tangan memegang stir, dan jangan lupa pakai seal belt.

ball

Urutan pedal : Kopling (selalu kaki kiri yang menginjaknya), Rem dan Gas (pakai kaki kanan secara bergantian)

ball

Menghidupkan mobil dalam keadaan kopling di gigi nol

1

Pasang tali / sabuk pengaman

2

Putar kunci untuk menghidupkan mesin

3

Hidupkan AC

4

Turunkan Rem Tangan

5

Injak kopling habis, pindahkan gigi ke gigi 1

6

Angkat kopling pelan2

7

sambil Injak gas sedikit demi sedikit sampai terasa mobil bergerak

ball

Memundurkan mobil Honda Jazz 2005 tampak samping belakang ——>>>

1

Injak kopling habis, pindahkan gigi ke gigi R

2

Angkat kopling pelan2

Rasakan sampai mobil terasa bergerak mundur

Atur bergerak mundurnya mobil dengan cara menginjak dan mengangkat kopling sekuku sampai dengan ½ kopling (jangan lebih dan jangan mengangkat terlalu cepat agar mesin tidak mati)

ball

Ganti gigi pada saat mobil berjalan (kaki kanan masih menginjak gas)

1

Injak kopling habis

2

Angkat gas

3

Pindahkan gigi ke posisi yang dikendaki

4

Angkat kopling pelan2

5

Injak gas pelan2, sampai terasa jalannya mobil stabil sesuai dengan kecepatan seharusnya

6

Lepaskan kaki dari kopling, atur jalannya mobil hanya dengan menginjak dan mengkat gas saja

ball

Jika melalui polisi tidur

1

Angkat gas, tempel pedal rem

2

Injak kopling habis, pindahkan ke gigi 1

3

Angkat kopling pelan2, mobil dijalankan hanya dengan mengangkat kopling sekuku sampai ½ kopling

atau kopling tak usah diinjak, biarkan saja mobil bergerak memakai lumpsum nya

4

jika dirasa polisi tidur terlalu tinggi, Injak gas sedikit sampai dirasa mobil bisa melewati polisi tidur

5

Setelah dapat melewati polisi tidur injak gas pelan2

ball

Menambah/mengurangi gigi

1

Injak kopling habis

2

Angkat gas

3

Pindahkan gigi ke gigi yang dikehendaki

3

Tempel gas

4

Angkat kaki dari kopling pelan2

ball

Menghentikan mobil tiba2 dalam keadaan mobil sedang berjalan cepat

1

Injak rem pelan2 sampai terasa mobil berhenti

2

Injak kopling habis

3

Pindahkan gigi ke gigi 0

4

Angkat rem tangan

ball

Menghadapi macet di lampu merah menggunakan rem

1

Injak kopling habis

2

Tempelkan kaki di rem (mainkan sesuai keadaan jalan)

3

Pindahkan gigi ke gigi 1

3

Angkat kopling sedikit demi sedikit untuk menjalankan mobil merayap

atau injak saja kopling habis biarkan mobil berjalan menggunakan lumpsump nya

ball

Menghadapi macet di lampu merah tanpa menggunakan rem, atau ketika hendak keluar dari gang ke jalan raya

1

Injak kopling habis

2

Tempelkan kaki di rem

3

Pindahkan gigi ke gigi 1

3

Angkat kopling sedikit demi sedikit untuk menjalankan mobil merayap

4

atau injak saja kopling habis biarkan mobil berjalan menggunakan lumpsump nya

5

Tempel kaki di gas

Berhentikan mobil: Angkat kopling sekuku dan injak rem sedikit (tempel rem)

Jalankan mobil merayap: Angkat kopling sekuku

Dengan posisi ini mobil akan berjalan merayap

ball

Belok balik (berputar balik 180o) ke kanan П

1

Jika mobil melaju terlalu cepat, tempel gas

2

Injak kopling habis

3

Angkat gas

3

Pindahkan gigi ke gigi 1

4

Angkat kopling sedikit demi sedikit untuk menjalankan mobil merayap (=bergerak perlahan), dan injak kopling sekuku kalau ingin mengurangi jalan merayapnya mobil, lihat jalur apakah bebas jika ada mobil yang ingin lewat maka injak lagi kopling sekuku sambil menempel rem atau menempel gas (sebaiknya dipilih memberhentikan mobil dengan menempel gas agar jika mau jalan lagi tinggal lepaskan gas dan angkat kopling saja sekuku). Jika jalur sudah bebas hambatan, angkat kopling sekuku (mobil merayap maju)

5

Putar stir 2 x ke kanan (putar stir habis) (ingat jangan memutar stir dalam keadaan mobil diam/berhenti, bisa merusak komponen mobilnya nanti) (lihat jalur apakah bebas atau tidak)

– Jika jalur aman, jalankan/belokkan mobil dengan mengangkat kopling sekuku (mobil akan maju merayap),
kurangi laju jalannya mobil dengan menginjak kopling sekuku

– Jika jalur sibuk berhentikan mobil dengan kombinasi mengangkat kopling sekuku dengan menempel rem

(biasanya jika kopling diangkat sekuku akan terasa mobil bergetar sedikit)

– Jika jalur sudah bebas kembali ankat kopling sekukumkembali (mobil akan merayap maju kembali)

6

Setelah mobil berhasil belok dan dirasa sudah lurus, segera putar balik stir 2x ke kiri sambil mobil maju merayap

– Jika mobil sudah lurus, tempel gas (sesuaikan dengan kondisi lalu lintas), angkat kopling perlahan, jika sudah sesuai dengan kondisi jalan yang dihadapi lepaskan kaki dari pedal kopling biarkan jalannya mobil hanya diatur oleh gas (gunakan gigi 1, 2, dan 3 saja jika berada di dalam kota)

ball

Menghidupkan mobil yang mati mesin tiba2

1

Jangan panik !

2

Injak kopling habis

3

Angkat kopling perlahan2, rasakan sampai mobil bergerak maju perlahan

– Jika jalan menanjak, bantu tenaga mobil dengan menginjak gas sedikit

– Jika mobil sedah bergerak stabil, angkat kaki dari kopling, jalankan mobil hanya dengan gas saja

ball

Macet di jalan tanjakan

1

Gigi dalam posisi gigi 1 (sebaiknya selalu gunakan gigi 1 kalau jalanan macet)

2

Injak kopling habis

3

Angkat kopling perlahan2, rasakan sampai mobil bergerak maju perlahan

Jika jalan menanjak, bantu tenaga mobil dengan menginjak gas sedikit

Jika mobil didepan berhenti di tanjakan , injak kopling habis, injak rem

Jika mobil di depan mulai bergerak sedikit di jalan tanjakan , angkat kopling perlahan sampai ½ kopling (rasakan sampai mobil bergetar)(agar mobil tidak mundur ketika melapas rem), baru lepaskan rem, tempel gas

Jika mobil di depan berhenti lama, injak rem, injak kopling, pindahkan gigi ke gigi 0, angkat rem tangan, angkat kaki dari kopling. Jika mobil di depan mulai bergerak maju, injak habis kopling, tekan rem tangan, injak pedal rem, masukkan gigi ke gigi 1, angkat kopling sekuku sampai mobil terasa bergetar sedikit (agar mobil tidak mundur), tempel gas

ball

Tanjakan tanpa menggunakan rem

1

Gigi dalam posisi gigi 1

2

Injak kopling

3

Angkat kopling sekuku (mobil akan bergerak maju perlahan, MOBIL BERJALAN)

4

Injak kopling sekuku diimbangi dengan menginjak/menempel gas sedikit (mobil akan berhenti, MOBIL BERHENTI)

5

Angkat kopling sekuku (mobil akan merayap maju kembali, MOBIL BERJALAN)

Untuk berjalan atau dan berhenti dalam posisi ini hanya menggunakan kombinasi injak dan angkat koling sekuku

ball

Tiba2 ada orang menyeberang

1

Angkat gas

2

Injak rem

3

Injak kopling habis

ball

Macet di jalan rata

1

Gigi dalam posisi gigi 1

2

Injak kopling habis

3

Angkat kopling perlahan2, rasakan sampai mobil bergerak maju perlahan

Jika mobil di depan berhenti tiba2, injak rem perlahan atau angkat kopling sekuku sambil injak gas sedikit

Kombinasi kopling dangan gas ketika mobil didepan berhenti tiba2 lebih baik digunakan sehingga kalau mobil di depan maju tinggal angkat kopling sambil tempel gas. Jadi maju dan berhentinya mobil hanya menggunakan kombinasi kopling dan gas !

Jika mobil di depan mulai bergerak maju sedikit, injak kopling habis, lalu angkat kopling sekuku rasakan mobil mulai maju merayap

Jika mobil di depan mulai berhenti perlahan, angkat kopling sekuku, injak gas (rasakan sampai terasa mobil berhenti perlahan)

Jika mobil di depan berhenti lama, injak rem, injak kopling, pindahkan gigi ke gigi 0, angkat rem tangan, angkat kaki dari kopling. Jika mobil di depan mulai bergerak maju, injak habis kopling, tekan rem tangan, masukkan gigi ke gigi 1, angkat kopling sampai terasa mobil maju jika perlu boleh tambahkan dengan menginjak gas

ball

Macet di jalan turunan

1

Gigi dalam posisi gigi 0

2

Mainkan rem saja tak perlu gas karena mobil akan berjalan dengan sendirinya tanpa di gas

ball

Mobil sedang melaju cepat tiba2 mobil didepan jalan merayap

1

Injak rem perlahan

2

Injak kopling habis, pindahkan ke gigi 1

3

Angkat kopling sekuku biarkan mobil maju merayap

4

jika mobil di depannya berhenti tinggal menginjak kopling lalu angkat sedikit kombinasikan dengan menginjak gas sampai mobil terasa berhenti perlahan, atau injak kopling dan tempel rem

ball

Menghentikan mobil tiba2 dalam keadaan mobil sedang berjalan pelan

1

Injak kopling habis

2

Tempelkan kaki di rem, rasakan sampai mobil terasa berhenti secara perlahan2 (jangan menginjak rem terlalu cepat)

3

Pindahkan gigi ke gigi 0

3

Angkat rem tangan

ball

Parkir di depan tempat kursus di Bojongsari yang ada disebelah kiri jalan dari arah Parung

1

Injak kopling habis

2

Lepaskan gas

3

Pindahkan gigi ke gigi 1

4

Putar habis stir ke kiri (putar 2 x )

5

Angkat kopling sekuku (mobil bergerak maju perlahan)

6

Atur mobil hingga parkir dengan ban lurus ke depan, gunanya agar power stering tidak cepat aus/rusak

ball

Memutar mobil 180o di depan tempat kursus Mobil (putar melawan arah jam, nanti mulut mobil di kiri dan pantat mobil di kanan)
Mobil nanti terparkir dengan depan mobil mengarah ke jalan raya

1

Injak kopling habis

2

Putar stir habis ke kanan

3

Pindahkan gigi ke gigi R

4

Angkat kopling sekuku (mobil bergerak mundur perlahan dengan buntut mobil ke kanan)

5

Jika posisi sudah lumayan lurus, injak kopling sekuku (untuk memberhentikan laju mobil) kemudian lihat dari kaca spion ruangan di belakang mobil apakah ada jarak atau tidak antara pantat mobil dengan tempat sampah dibelakangnya)

6

Jika posisi aman, artinya ada jarak antara pantat mobil dengan tempat sampah itu, maka angkat kopling sekuku (mobil merayap mundur kembali)

7

Setelah mobil lurus dan cukup buat memutar mobil kembali, injak habis kopling, pindahkan gigi ke gigi 1

8

Putar habis stir ke kiri ( 2 x putaran)

9

Angkat kopling sekuku (mobil mulai bergerak maju merayap lagi)

10

Jika masih belum dapat, injak lagi rem

11

injak kopling, pindahkan gigi ke R

12

Angkat kopling sekuku (mobil merayap mundur)

13

Karena ada tangga 1 tingkat dan kita akan meletakkan buntut mobil diatas tangga tersebut, injak gas agak banyak

14

Setelah mobil dapat melewati tangga, injak kopling habis

15

injak rem

16

Luruskan stir agar posisi ban atau posis parkir menjadi lurus

ball

Parkir mundur di garasi bagain kiri jalan

1

Posisi belakang mobil sedikit sebelum tonggak pagar

2

Injak kopling habis, pindahkan gigi ke R

3

Mundurkan mobil hanya dengan menggerakkan kopling sedikit,caranya: injak kopling habis, angkat kopling sekuku, tahan biarkan mobil merayap, injak lagi sekuku, tahan

4

Putar stir mobil 2 x ke kiri (putar habis)

5

Mobil luruskan (ban luruskan) dengan cara putar balik stir 2 x putaran ke kanan

6

Mundurkan lagi mobil sedikit agar mobil menjadi lurus

ball

Berhentikan mobil ketika mundur

1

Angkat gas

2

Injak rem perlahan2

3

Injak kopling habis

ball

Melambatkan jalannya mobil ketika mundur (Mobil berjalan merayap)

1

Posisi gigi di R, angkat gas, tempel rem

2

Injak kopling, angkat/lepas rem

3

Angkat kopling sekuku

ball

Perhatikan ! Jika sudah dapat berhenti dengan ½ kopling + tempel gas, maka jika gas ditambah sebesar apapun mobil tak akan bergerak

ball

Parkir maju

1

Lewati mobil ½ badannya

2

Belokin stir

3

Jalankan mobil pelan2 kopling diangkat pelan2 sekuku

ball

Mundur/parkir ke kanan

1

Putar stir habis ke kanan

2

Mundur merayap

3

Putar balik stir

4

Mundur lurus

ball

Parkir mundur ke kanan Honda Jazz 2005 tampak depan samping —->>>

1

Injak kopling habis

2

Pindahkan gigi ke R

3

Tempel rem

4

Mundur lurus

5

Jalankan mundur perlahan dengan pola: jalan mundur pelan – berhenti – jalan – berhenti -jalan dengan cara: Injak kopling sekuku, tahan, lalu angkat lagi kopling sekuku, tahan

6

Mata lihat ke kaca spion

7

Perhatikan: Mundur mobil harus diusahakan lurus segaris dengan trotoar

Jika pantat mobil sudah sampai di ujung jalan atau kurang sedikit dari ujung jalan tempat parkir maka Injak kopling

8

Putar stir habis kekanan 2 x putaran

9

Angkat kopling sekuku

10

Jika jalan menanjak bantu tenaga mobil dengan menginjak gas

11

Jika kira2 mobil sudah masuk, luruskan mobil dengan cara injak kopling

12

Putar balik stir 2 x ke kiri

13

Angkat kopling sekuku agar mobil bisa masuk pas ke dalam tempat parkir

Jika ingin parkir tepat di pinggir maka mobil dibelokkan kurang sedikit pantat mobil dari ujung jalan (lebih kurang sebesar 1 x badan manusia)

Jika ingin parkir agak ke tengah (jika tempat parkir agak besar) maka start mobil di belokkan pas di ujung jalan belokan itu

14

Injak kopling

15

Tempel rem

16

Pindahkan gigi ke gigi 0

17

Angkat rem tangan

18

Lepaskan kaki dari kopling dan pedal rem

19

Matikan AC, copot sealt belt, matikan mesin mobil, ambil kunci dan simpan, gembog stir mobil, buka pintu

ball

Jika kita salah perhitungan ketika membelokkan mundur mobil, maka

1

Injak kopling

2

Pindahkan gigi ke gigi 1

3

Majukan mobil sedikit, jika kira2 sudah lurus (kontrol dengan cara mengatur ban mobil agar lurus dengan cara putar balik stir)

4

Mundurkan mobil dengan cara Injak kopling, pindahkan ke gigi R, angkat kopling sekuku tahan, angkat lagi sekuku tahan, injak sekukuku taha, begitu seterusnya sampai posisi mobil benar2 masuk

Jangan lupa melihat kondisi jalur jalan sebelah kanan dan kiri serta belakang melalui kaca spion

ball

Perhatian :

1

Stir tidak boleh diputar dalam keadaan mobil diam karena bisa merusak ban dan poros ban

2

Kalau jalan menanjak dan jalanan macet agak lama di tanjakan maka pakailah rem tangan jangan selalu mengandalkan kopling sebab kalau tidak dapat merusak mekanik kopling

3

Rem kaki tidak boleh diteka terus tapi harus dengan pola angkat, injak, angkat, injak (misalnya ketika turunan) sebab dapat menyebabkan rem terbakar

4

Pakailah selalu gigi 1 jika melalui jalan yang berlubang2

5

Untuk perjalanan dalam kota yang ramai dianjurkan untuk selalu menggunakan gigi 1 dan 2 saja

6

Kuasai emosi ketika berjalan lambat setelah berjalan cepat

7

Gigi 1, 2, 3 untuk jalan lambat dan tanjakan

8

Gigi 4,5 tak kuat jika digunakan untuk jalan tanjakan

9

Untuk menghindari mesin mati tiba2 maka angkatlah kopling pelan2 jangan menyentak dan sekaligus

10

½ kopling berguna untuk jalan menanjak, macet, belok, start awal berjalan, mundur, belok/memutar mobil, dan parkir

11

Gigi 3 untuk jalan raya besar

12

Gigi 2 untuk jalan raya kecil/sempit

ball

TIPS :

1

Bagian mobil yang tidak boleh kena air ketika mencuci mohbil: tempat busi, dan tempat injection

2

Mesin hendaknya dibersihkan dengan minyak tanah jangan dengan air, karena mesin cepat karatan jika kena air

3

Jika mengganti oli minta dibersihkan juga: busi, saringan udara minta disemprot sebab saingan udara yang kotor berpengaruh terhadap pemakaian bahan bakar

4

Sampai jalan 50.000 km mobil baru masih aman karena service masih ditanggung dealer

5

Jika stir ngebuang maka harus di balanching dan di spooring

6

Seminggu sekali sebaiknya ganti air aki

7

Tun up jangan terlalu sering

8

Saringan bensin dibersihkan dengan ditiup agar tidak cepat kotor

9

Bensin jangan dibiarkan sampai habis karena kotoran bisa naik

10

Mencuci mobil jangan memakai rinso tapi pakailah shampoo mobil

11

Setelah jalan 75.000 km biasanya ban harus diganti

12

Jangan terlalu banyak main setengah kopling jika lampu merah pakai rem tangan saja karena dapat membuat mesin panas !

Sebab bisa membuat kanvas kopling tipis sehingga mobil akan terasa kurang tenaga meskipun sebenarnya mesin baik2 saja.
Output mesin akan terbuang sia2 karena salah satu penyalurnya tidak berfungsi dengan baik.
Jika penipisan pada kanvas kopling sudah amat parah maka mobil tidak bisa melaju sama sekali.

Fungsi kopling adalah meneruskan tenaga dari mesin ke persneling (tansmisi)

Menginjak kopling setengah memang perlu sebagai penyeimbang agar mesin mobil tidak mati saat di-rem atau waktu pertama kali kendaraan melaju. Cuma, seharusnya jangan terlalu lama dan jangan terlalu sering. Satu lagi, begitu selesai perpindahan gigi, langsung lepas pedal kopling.

Yang sulit dihindari adalah saat jalanan macet. Kebanyakan pengendara lebih memilih menginjak pedal kopling setengah ketimbang cara lain. Salah satu cara yang kami sarankan adalah melaju perlahan dengan gigi satu. Andai pun terpaksa harus berhenti karena antrian mobil, lebih baik posisikan netral sekaligus dan injak rem. Sehingga, pedal kopling bisa dibebaskan.

Ketika kopling diinjak, kaitan antara mesin dan persneling akan terputus sehingga praktis output mesin tidak sampai ke penggerak roda. Digeber-geber pun laju kendaraan tidak akan berubah. Laju roda akan terpengaruh begitu kopling dilepas. Sebab, pada saat pedal kopling dilepas, plat penekan (matahari) akan menekan kanvas sehingga power dari mesin (melalui fly wheel) dapat bergerak menuju persneling.

Pada saat kopling ditekan setengah, maka tenaga dari mesin melalui fly wheel yang diteruskan ke persneling pun hanya setengah. Posisi kanvas juga setengah menghubungkan. Posisi inilah yang membuat terjadinya gesekan antara kanvas kopling – fly wheel – matahari. Gesekan-gesekan ini yang akan mempercepat tipisnya kanvas kopling

13

Biasakan menggunakan oli merk PRIMA (beli di pertamina)

14

Mobil di tempat kursus biasa pakai oli merk ADNOC (warna hijau) karena mobilnya dipakai terus menerus

15

Panaskan mobil tiap hari selama 10 menit

16

Merk cat mobil dihapalin, minta contoh cat ke dealer atau minta secukupnya

17

Bila mobil garet sedikit, hilangkan dengan autan pada tempat yang kena lalu cuci pakai shampoo

18

Jika mengelap kaca harus sampai kering

19

Saringan udara dan busi original bekas simpan saja jangan dibuang

20

Pakailah lap mobil merk CANEBO, lap ini full terbuat dari karet, jiak ditarik akan terasa melar

21

Harga kunci stir kira2 Rp. 50.000,-

22 Jangan pernah sekalipun menyetir dalam keadaan mengantuk atau lelah. Saya pernah mengalami memaksakan diri menyetir dalam keadaan mengantuk, akibatnya mobil saya menabrak fondasi rumah orang ketika sudah mau sampai rumah (posisi kopling di gigi 1), akibatnya mobil saya rusak berat tidak bisa jalan karena ban depan melesak ke dalam dan untuk memperbaikinya butuh waktu 1 bulan di body repair.

 

Artikel ini bisa di download dalam bentuk file PDF disini: PENGALAMAN-KURSUS-STIR-MOBIL-MANUAL.pdf

Note:
Mobil sekarang gak perlu pakai Anti karat karena seluruh bodi mobil sekarang sudah dilapisi anti karat ketika proses pembuatannya. Tapi jika ada cat nya tergompel, cepat2 tutupi , jangan sampai plat mobil berhubungan langsung dengan udara bebas karena akan menimbulkan korosi atau karat.

Copyright © Anita Handayani (http://anitanet.staff.ipb.ac.id)

Epilepsi pada Wanita Hamil

Epilepsi dalam Kehamilan

Sumber: http://catherinemaname.wordpress.com

EPILEPSI PADA WANITA HAMIL

Apakah efek epilepsi pada wanita hamil? Bagaimana tatalaksananya? Mari saya akan berbagi semua di sini mengenai itu semua!
Dampak Epilepsi vs Terapi Epilepsi terhadap Kehamilan

Menurut statistik Amerika Serikat, 0.5% kehamilan dijumpai pada wanita epilepsi. Risiko pada wanita epilepsi yang hamil lebih besar dari pada wanita normal yang hamil. Angka kematian neonatus (bayi baru lahir) pada pasien epilepsi yang hamil adalah tiga kali dibandingkan populasi normal.

Sedangkan dari hampir 12.000 perempuan di Amerika Serikat mengalami kehamilan saat menjalani terapi dengan obat antiepilepsi (OAE). Kurang lebih 6% bayi yang dilahirkan oleh ibu yamg mendapat terapi OAE tersebut mengalami cacat bawaan baik secara anatomis maupun fisiologis.

Pengaruh kehamilan terhadap epilepsi bervariasi. Kira-kira ¼ kasus frekuensi bangkitan akan meningkat terutama pada trimester terakhir. Seperempatnya lagi menurun dan separuhnya tidak mengalami perubahan selama kehamilan. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Pada wanita hamil terjadi perubahan fisiologis dalam tubuhnya. Salah satunya adalah fungsi ginjalnya meningkat yang ditandai dengan peningkatan creatinine clearance sekitar 50% sehingga akan menurunkan kadar Obat Anti Epilepsi (OAE) dalam sirkulasi darah yang akhirnya meningkatkan kebutuhan OAE. Selain itu, hormon esterogen bersifat epileptogenik. Hormon estrogen terus meningkat selama kehamilan dan mencapai puncaknya pada trimester ketiga. Hal inilah yang menyebabkan frekuensi bangkitan pada epilepsi menjadi meningkat terutama pada trimester terakhir.

Lalu apakah dampaknya terhadap kehamilan? Bangkitan selama kehamilan meningkatkan risiko outcome kehamilan yang merugikan. Bangkitan pada trimester pertama diketahui meningkatkan risiko malformasi kongenital pada keturunan 12,3% berbanding 4% dengan anak yang terpapar dengan bangkitan maternal pada waktu yang lain. Bangkitan umum tonik-klonik meningkatkan risiko hipoksia dan asidosis dan juga cedera karena trauma benda tumpul. Peneliti dari Kanada menemukan bahwa bangkitan maternal selama kehamilan meningkatkan risiko keterlambatan perkembangan. Meski jarang terjadi, status epileptikus dapat menyebabkan tingkat mortalias yang tinggi bagi ibu dan anak. Di dalam sebuah penelitian terhadap 29 kasus yang dilaporkan, 9 ibu dan 14 anak meninggal selama atau sesaat setelah episode status epileptikus. Anak dari seorang perempuan yang memiliki tiga kali bangkitan tonik klonik umum selama kehamilannya dapat menyebabkan perdarahan intraserebral.

Apa dampak Obat Anti Epilepsi pada ibu hamil? Paling umum dampak pada wanita hamil dengan epilepsi adalah potensial teratogenesis pada OAE. Dampak teratogenik diklasifikasikan sebagai malformasi mayor atau anomali minor dan keduanya yang berhubungan dengan penggunaan OAE. Suatu malformasi mayor adalah suatu abnormalitas yang ada pada saat lahir yang dapat memerlukan penanganan bedah. Malformasi mayor yang mungkin adalah kelainan jantung kongenital, defek urogenital, neural tube defect, dan sumbing. Anomali minor misalnya dismorfisme wajah dan anomali jari.

Anomali adalah penyimpangan atau keanehan yang terjadi atau dengan kata lain tidak seperti biasanya.

Dismorfisme wajah adalah kelainan bentuk wajah.

Namun, menurut American Academy of Neurology tahun 2009, dikatakan bahwa mengkonsumsi OAE tidak menyebabkan kesulitan-kesulitan saat kehamilan. Seperti misalnya adanya bukti yang baik bahwa OAE tidak menjadi risiko tinggi untuk perdarahan selama kehamilan. Juga dikatakan risiko untuk terjadinya proses persalinan Caesar dan persalinan dini tidak cukup tinggi. Tidak cukup bukti yang mengatakan bahwa OAE berhubungan dengan peningkatan tekanan darah pada kehamilan. Namun, perlu hati-hati jika Anda tidak dapat menghindari lebih dari satu OAE (Obat Anti Epilepsi) saat kehamilan! Ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa penggunaan Asam Valproat multidrug bisa menyebabkan cacat lahir sehingga dilarang untuk mengkonsumsi Asam Valproat khususnya pada trimester pertama.

Bagaimana Tatalaksana Epilepsi pada Wanita Hamil?

Begitu hamil, seorang wanita dengan epilepsi yang diberikan OAE harus diikuti oleh seorang ahli kandungan. Seorang ahli kandungan berisiko tinggi atau spesialis fetal maternal dipilih meskipun tidak selalu mungkin. Wanita hamil harus diperiksa serologis dan USG nya pada trimester pertama untuk menentukan adanya risiko neural tube defect.

Sepanjang kehamilan, pemantauan level OAE (Obat Anti Epilepsi) akan menolong untuk mengendalikan kejang. Farmakokinetik OAE dipengaruhi perubahan fisiologis kehamilan. Sepanjang kehamilan, aliran darah ginjal dan filtrasi glomerular meningkat sebagai suatu fungsi peningkatan curah jantung dan volume plasma, cairan ekstravaskular (luar pembuluh darah) dan jaringan lemak meningkat untuk menciptakan distribusi volume lebih besar. Level serum albumin menurun, yang mana menurunkan pengikatan obat, meningkatkan fraksi bebas, dan meningkatkan drug clearance. Farmakokinetik dapat mempengaruhi konsentrasi OAE dan paling penting untuk OAE adalah ikatan protein tinggi, metabolisasi secara hepatik (melalui hati) atau dibersihkan secara renal (melalui ginjal). OAE dengan ikatan protein tinggi dalam jumlah total dan jumlah yang bebas, termasuk untuk fenitoin dan valproat harus dimonitor.

Vitamin K profilaksis direkomendasikan pada saat beberapa minggu akhir kehamilan, dimulai kira-kira minggu ke-36. Insidens perdarahan pada bayi baru lahir dilaporkan meningkat pada anak yang terpapar OAE selama kehamilan khususnya OAE yang merangsang sistem enzim sitokrom P450. OAE yang merangsang enzim sitokrom P450 adalah fenobarbital, primidon, fenitoin, karbamazepin merangsang enzim mikrosom fetal yang mendegradasi vitamin K.

American Academy of Neurology dan American Academy of Pediatrics memperbolehkan wanita dengan epilepsi yang mengkonsumsi OAE untuk menyusui. Sepanjang menyusui bayi, bagaimanapun juga akan terpapar OAE pada konsentrasi OAE yang diberikan. Jika ibu menerima ethosuximid, fenobarbital, atau pirimidon memilih menyusui, mereka harus dilatih untuk memantau anaknya untuk tanda-tanda sedasi dan letargi. Pada laporan-laporan kasus, fenitoin, karbamazepin, dan valproat mungkin aman. OAE ini tidak ditransfer ke anak melalui ASI pada konsentrasi yang sama pada ibu.

Sedasi adalah rasa takut dan kecemasan.

Letargi adalah penurunan kesadaran.

Kesimpulan

Sekarang ini seorang wanita yang memiliki epilepsi tidak lagi dilarang untuk hamil dan melahirkan anak. Tidak mengkonsumsi obat-obat anti epilepsi bukan merupakan solusi yang baik karena jika ibu mengalami bangkitan selama kehamilan juga berefek buruk bagi janin. Oleh sebab itu, dibutuhkan kerjasama dari pasien-pasien ini untuk secara rutin kontrol kehamilan untuk melihat perkembangan janin akibat obat-obat anti epilepsi yang dikonsumsi.

Ditulis oleh Catherine Maname Uli

Daftar Pustaka

1. Manajemen Epilepsi pada Kehamilan. Available from the URL:

http://journal.uii.ac.id/index.php/JKKI/article/viewFile/547/471

2.Clinical Management of Pregnant Women with Epilepsy. Available from the URL :

http://www.medscape.com/viewarticle/530483

3.Women with Epilepsy: Drug Risks and Safety during Pregnancy. Available from the URL :

http://www.aan.com/practice/guideline/uploads/338.pdf

 

 

Sumber: http://babysehat.wordpress.com

OBAT ANTI-KEJANG

Beberapa obat anti-kejang yang diminum oleh penderita epilepsi yang sedang hamil, bisa menyebabkan terjadinya :

  1. celah langit-langit mulut,
  2. kelainan jantung, wajah, tengkorak, tangan dan organ perut pada bayinya
  3. Bayi yang dilahirkan juga bisa mengalami keterbelakangan mental.

2 obat anti-kejang yang bisa menyebabkan cacat bawaan adalah trimetadion (resiko sebesar 70%) dan asam valproat (resiko sebesar 1%). Carbamazepine diduga menyebabkan sejumlah cacat bawaan yang sifatnya ringan.

Bayi baru lahir yang selama dalam kandungan terpapar oleh phenitoin dan phenobarbital, bisa mudah mengalami perdarahan karena obat ini menyebabkan kekurangan vitamin K yang diperlukan dalam proses pembekuan darah. Efek ini bisa dicegah bila selama 1 bulan sebelum persalinan, setiap hari ibunya mengkonsumsi vitamin K atau jika segera setelah lahir diberikan suntikan vitamin K kepada bayinya. Selama hamil, kepada penderita epilepsi diberikan obat anti-kejang dengan dosis yang paling kecil tetapi efektif dan dipantau secara ketat.

Wanita yang menderita epilepsi, meskipun tidak memakai obat anti-kejang selam hamil, memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk melahirkan bayi dengan cacat bawaan. Resikonya semakin tinggi jika selama hamil sering terjadi kejang yang berat atau jika terjadi komplikasi kehamilan atau jka berasal dari golongan sosial-ekonomi yang rendah (karena perawatan kesehatannya tidak memadai).

Obat-obatan yang sering diminum sebelum hamil, misalnya obat-obatan untuk epilepsi perlu dikonsultasikan kembali dengan dokter Anda. Apakah perlu dilakukan perubahan atau penyesuaian dengan kehamilan Anda? Apakah obat-obatan ini aman digunakan dalam kehamilan?

 

 

Sumber: http://www.e-kehamilan.com

HAMIL DENGAN EPILEPSI

“Ketika kita mengetahui informasi penting terkait kehamilan pada pribadi dengan riwayat epilepsi, kita bisa mengatasi hal tersebut dengan lebih baik. Ibu hamil yang memiliki penyakit epilepsi memang memerlukan pengobatan dan terapi khusus selama kehamilan.

Dokter kandungan akan memonitor kesehatan ibu dan bayi secara berkala agar proses tumbuh kembang janin di dalam kandungan dapat optimal dan ibu yang mengandung juga tetap sehat. Ibu hamil yang menderita epilepsi biasanya akan mengalami serangan yang lebih intens karena perubahan hormon estrogen dan progesteron.

Kondisi epilepsi tersebut dapat memicu kelahiran prematur serta bayi lahir dengan berat badan rendah kurang dari 2500 gram. Bayi dapat mengalami mikrosefali dengan gejala kepala kecil. Terkadang apabila obat epilepsi harus diberikan pada saat bersalin, obat tersebut bisa mengakibatkan lamanya kontraksi sehingga proses persalinan dapat memakan waktu yang lebih lama.

Apabila ibu pernah menderita epilepsi maka terdapat beberapa hal yang harus dilakukan untuk menjaga kehamilan dan kelahiran kelak yaitu :

  • Jelaskan kondisi ibu pada dokter kandungan bahwa anda menderita epilepsi secara detail sehingga dokter dapat memberikan obat khusus yang aman bagi kehamilan.
  • Monitor terus kondisi janin di dalam kandungan melalui USG maupun tes darah bila perlu. Hal ini bertujuan untuk apabila ada kelainan pada kehamilan maka dokter kandungan dapat segera mengambil tindakan yang diperlukan.
  • Pertimbangkan untuk memilih tempat bersalin yang memiliki fasilitas lengkap khususnya peralatan yang mendukung persalinan bagi ibu hamil yang menderita epilepsi

 

 

Sumber: http://bidan-raka.blogspot.com

EPILEPSI DALAM KEHAMILAN

Apakah Epilepsi merupakan Penyakit Keturunan?

Ayan, atau dalam bahasa medik dikenal dengan nama epilepsi, telah dikenal manusia sekitar dua ribu tahun sebelum Masehi.

Air ludah atau buih yang keluar dari mulut penyandang epilepsi dianggap sebagai sumber utama penularan penyakit ayan. Anggapan yang kurang tepat ini besar pengaruhnya terhadap perlakuan masyarakat terhadap penderita epilepsi, dan juga bagi perilaku penderita epilepsi terhadap lingkungan kehidupannya. Dengan kekurangtepatan pemahaman masyarakat terhadap epilepsi membuat masyarakat mengambil sikap ragu-ragu atau takut memberikan pertolongan apabila melihat penyandang epilepsi mendapat serangan. Karena takut terpercik air liurnya. Akibatnya penyandang epilepsi menjadi dijauhi, diisolasi, didiskriminasi dan seringkali dipandang rendah oleh masyarakat lingkungannya, atau yang lebih ekstrem lagi dianggap ”tidak utuh” menjadi manusia. Perlakuan yang demikian semakin menambah beban psikologis bagi penyandang epilepsi maupun bagi keluarganya. Daripada ”menanggung malu,” maka atas inisiatif aktif dari penderita atau keluarganya, lebih baik membuat jarak fisik dengan masyarakat kebanyakan, mengurung atau menarik diri dari pergaulan.

Selain pandangan yang keliru itu, muncul pula anggapan epilepsi merupakan penyakit keturunan. Anggapan ini tentunya juga membawa beban tersendiri dari pihak yang menurunkannya. Rasa berdosa, rendah diri dan malu senantiasa menghantuinya. Pandangan yang mengatakan penyakit ayan merupakan penyakit keturunan memang tidak semuanya keliru, sebab terdapat dugaan terdapat 4-8% penyandang ayan diakibatkan oleh faktor keturunan.

Apa penyebab dan gejala yang ditimbulkan?

Di saat serangan, penyandang epilepsi tidak dapat bicara secara tiba-tiba. Kesadaran menghilang dan tidak mampu bereaksi terhadap rangsangan. Tidak ada respon terhadap rangsangan baik rangsang pendengaran, penglihatan, maupun rangsang nyeri. Badan tertarik ke segala penjuru. Kedua lengan dan tangannya kejang, sementara tungkainya menendang-nendang. Gigi geliginya terkancing. Hitam bola mata berputar-putar. Dari liang mulut keluar busa. Napasnya sesak dan jantung berdebar. Raut mukanya pucat dan badannya berlumuran keringat. Terkadang diikuti dengan buang air kecil. Manifestasi tersebut dimungkinkan karena terdapat sekelompok sel-sel otak yang secara spontan, di luar kehendak, tiba-tiba melepaskan muatan listrik. Zainal Muttaqien (2001) mengatakan keadaan tersebut bisa dikarenakan oleh adanya perubahan, baik perubahan anatomis maupun perubahan biokimiawi pada sel-sel di otak sendiri atau pada lingkungan sekitar otak. Terjadinya perubahan anatomis dan biokimia pada sel-sel otak ini dapat diakibatkan antara lain oleh trauma fisik, benturan, memar pada otak, berkurangnya aliran darah atau zat asam akibat penyempitan pembuluh darah atau adanya pendesakan/rangsangan oleh tumor.

Perubahan yang dialami oleh sekelompok sel-sel otak yang nantinya menjadi biang keladi terjadinya epilepsi diakibatkan oleh berbagai faktor. Perubahan bisa terjadi pada awal saat otak janin mulai berkembang, yakni pada bulan pertama dan kedua kehamilan. Dapat pula diakibatkan adanya gangguan pada ibu hamil muda seperti infeksi, demam tinggi, kurang gizi (malnutrisi) yang bisa menimbulkan bekas berupa kerentanan untuk terjadinya kejang. Proses persalinan yang sulit, persalinan kurang bulan atau telat bulan (serotinus) mengakibatkan otak janin sempat mengalami kekurangan zat asam dan ini berpotensi menjadi ”embrio” epilepsi. Bahkan bayi yang tidak segera menangis saat lahir atau adanya gangguan pada otak seperti infeksi/radang otak dan selaput otak, cedera karena benturan fisik/trauma serta adanya tumor otak atau kelainan pembuluh darah otak juga memberikan kontribusi terjadinya epilepsi. Sederet keterangan di atas tentunya sangat bermanfaat bagi kaum ibu, ternyata kondisi kehamilannya ikut andil terhadap ”nasib” keturunannya.

Epilepsi dalam Kehamilan

Pengertian epilepsi dalam kehamilan

Epilepsi merupakan kelainan neurologik, yang mana pada ibu hamil membutuhkan tata laksana yang kuat dan tanpa berisiko baik terhadap ibu/bayi. Menurut statistik Amerika Serikat, 0.5% kehamilan dijumpai pada wanita epilepsi. Risiko pada wanita epilepsi yang hamil lebih besar dari pada wanita normal yang hamil. Untuk menanggulangi banyak risiko, maka dokter ahli kandungan dan dokter ahli neurologi bekerjasama agar bayi dan ibu mengalami keselamatan jasmani dan rohani. Angka kematian neonatus pada pasien epilepsi yang hamil adalah tiga kali dibandingkan populasi normal. Pengaruh kehamilan terhadap epilepsi bervariasi. Kira-kira ¼ kasus frekuensi bangkitan akan meningkat terutama pada trimester terakhir. Seperempatnya lagi menurun dan separuhnya tidak mengalami perubahan selama kehamilan.

Pengobatan wanita epilepsi yang hamil pada umumnya dilakukan menurut prinsip yang sama seperti pada pasien tidak hamil. Risiko yang dialami janin karena bangkitan yang dialami ibu mungkin sama besar dengan yang disebabkan obat anti epilepsi. Malformasi yang disebabkan terapi obat anti epilepsi akan terjadi pada 4-10 minggu pertama dalam pertumbuhan janin.

Klasifikasi Epilepsi

Epilepsi pada kehamilan dibagi dalam 2 kelompok:
1. Yang sebelumnya sudah menderita epilepsi
2. Berkembang menjadi epilepsi selama hamil

Diagnosis

Pada wanita hamil dengan bangkitan dan telah mendapat obat anti epilepsi maka pemeriksaan yang perlu dilakukan yaitu:
1. Pemeriksaan kadar obat dalam darah
2. EEG
3. CT Scan, bila ada kelainan neurologik, dilakukan tergantung pada stadium kehamilan.
4. Perubahan-perubahan konsentrasi obat anti epilepsi secara teratur harus dimonitor setiap bulan.

Komplikasi

1. Pada Kehamilan
Wanita epilepsi lebih cenderung memperoleh komplikasi obstetrik dalam masa kehamilan dari pada wanita penduduk rata-rata.

Pengaruh epilepsi terhadap kehamilan yaitu:
– Melahirkan bayi prematur, didapat 4-11%
– Berat badan lahir rendah, kurang dari 2500 gr, ditemukan pada 7 – 10%
– Mikrosefal
– Apgar skor yang rendah

Hiilesmaa mengikuti 138 kehamilan wanita epilepsi dibandingkan dengan 150 orang sebagai kontrol, yang sesuai adalah umur, paritas, sosial ekenomi dan jenis kelamin fetus. Beberapa peneliti tak dapat membuktikan bahwa komplikasi pada kehamilan tidak lebih besar pada wanita epilepsi.

2. Pada Persalinan
Neonatus wanita epilepsi yang hamil mengalami lebih banyak resiko karena kesukaran yang akan dialami ketika partus berjalan. Partus prematur lebih sering terjadi pada wanita epilepsi. Penggunaan obat anti epilepsi mengakibatkan kontraksi uterus yang melemah, ruptur membran yang terlalu dini. Oleh karena itu maka partus wanita epilepsi hampir selalu harus dipimpin oleh pakar obstetrik. Penggunaan firsep atau vakum sering dilakukan dan juga seksio saesar.

Komplikasi persalinan baik untuk ibu dan bayi adalah:
– Frekuensi bangkitan meningkat 33%
– Perdarahan post partum meningkat 10%
– Bayi mempunyai risiko 3% berkembang menjadi epilepsi
– Apabila tanpa profilaksis vitamin K yang diberikan pada ibu, terdapat risiko 1)% terjadi perdarahan perinatal pada bayi.

Penatalaksanaan

Pada umumnya perkembangan malformasi fetal sudah dimulai sebelum wanita menyadari kehamilannya secara mantap. Penutupan langit-langit terjadi pada hari ke 47 kehamilan. Wanita epilepsi yang hamil harus diberitahu tentang risiko hamil yang berhubungan dengan penggunaan obat anti epilepsi. Mereka harus tahu juga bahwa serangan epileptik dapat membahayakan kandungan dan diri sendiri. Namun demikian mereka harus mengetahui bahwa risiko dapat diperkecil dengan tindakan pencegahan. Dalam masalah tersebut, dokter harus memberikan nasehat yang tepat dalam menghadapi dua problematik yang rumit ini. Disatu pihak ia harus menggunakan obat anti epilepsi untuk mengontrol timbulnya serangan epileptik pada ibu yang hamil dan sekaligus ia harus mencegah terkenanya fetus oleh efek obat anti epilepsi digunakan oleh ibu yang hamil. Terapi yang dianjurkan ialah penggunaan monoterapi dengan dosis serendah mungkin pada tahap pertama kehamilan. Dosis dapat dinaikkan pada trimester ketiga kehamilan. Pada tahap lanjut dapat diberikan juga vitamin K (20mg/hari) untuk mencegah perdarahan neonatal.

Fetus adalah janin yang sudah memperlihatkan bagian–bagian tubuh dengan jelas atau sempurna.

Macam-macam obat anti epilepsi untuk mengontrol timbulnya serangan epileptik pada ibu yang hamil:

1. Trimetadion
Dapat mengakibatkan kelainan pada janin yang spesifik disebut sindrom trimetadion fetus. German dan kawan-kawan (1970) melaporkan bahwa dalam satu keluarga terdapat 4 bayi yang mengalami malformasi dilahirkan dari ibu yang menderita epilepsi dengan menggunakan obat ini; studi lanjutan mengkonfirmasi terhadap risiko tinggi pada sindrom ini, yang mana dapat menyebabkan perkembangan yang lambat, anomali kraniofasial dan kelainan jantung bawaan. Golongan obat ini tidak digunakan pada kehamilan

2. Fenitoin
Obat ini digunakan sangat luas sebagai obat anti epilepsi pada kehamilan dan mempunyai efek teratogenik. Terdapat kejadian sedikit yang menyebabkan malformasi mayor pada manusia. Sampai sekarang sebagian besar pasien-pasien diobati dengan beberapa obat anti epilepsi, sehingga sulit untuk mengevaluasi efek obat secara individual. Angka malformasi total pada 305 anak yang dilahirkan oleh ibu tanpa epilepsi adalah 6,4 % . Penggunaan fenitoin dapat mengakibatkan terjadinya sindrom hidantoin fetus. Sindrom ini pertama kali diperkenalkan oleh Hanson dan Smith (1975) untuk menggambarkan pola abnormalitas yang diamati pada neonatus,
Yang mana ibu epilepsi yang hamil diberikan obat fenitoin, biasanya dikombinasi dengan fenobarbital. Sindrom ini terdiri dari abnormalitas kraniofasial, kelainan anggota gerak, defisiensi pertumbuhan, retardasi mental baik ringan atau sedang.

Studi prospektif dari 35 bayi pada prenatal diberi obat golongan hidantoin, Hansons dan kawan-kawan (1976) menemukan 11% mempunyai gambaran sebagai sindroma ini (laidlaw, 1988’ Yerbi, 1991). Dosis fenitoin antara 150-600 mg/hari.

3. Sodium Valproat
Penggunaan obat ini dapat mengakibatkan kelainan pada janin berupa sindrom valproat fetus. Pernah dilaporkan terhadap 7 bayi yang dilahirkan dari ibu epilepsi yang menggunakan obat ini berupa kelainan pada wajah dengan ciri-ciri: lipatan epikantus inferior, jembatan hidung yang datar, filtrum yang dangkal. Obat ini pada manusia dapat menembus plasenta secara bebas dan memberikan dosis yang lebih tinggi pada neonatus dari ibu. (Laidlaw, 1988). Pada studi prospektif dari 12 bayi, pada anternatal diberikan sodium valproat menunjukkan semuanya normal. Pada kasus sporadik pernah dilaporkan bahwa obat ini dapat menyebabkan kelainan “neural tube defect”. Pada wanita epilepsi yang hamil bila diberikan obat ini dapat menyebabkan kelainan tersebut kira-kira 1,2%. Dosis sodium valproat antara 600-3000 mg/hari.

4. Karbamazepin
Obat ini tidak terlibat pada malformasi mayor tetapi dapat menyebabkan retardasi pertumbuhan kepala janin. Hiilesmaa dan kawan-kawan (1981) didalam penelitiannya terhadap 133 wanita menunjukkan bahwa penggunaan obat ini (tunggal) atau kombinasi dengan fenobarbital dapat menyebabkan retardasi (Laidlaw, 1988). Juga pernah dilaporkan dari 25 anak dari ibu yang menggunakan obat karbamazepin tunggal ditemukan 20% dengan gangguan perkembangan (Yerby, 1991). Belakangan ini dilaporkan bahwa karbamazepin mengakibatkan meningkatnya kasus spina bifida sebanyak 0,5 – 1,0%. Dosis karbamazepin 400-1800 mg/hari,

Retardasi pertumbuhan kepala janin adalah terganggunya pertumbuhan kepala janin.


Spina bifida

Spina bifida adalah sumbing tulang belakang yang disebabkan kekurangan asam folat selama masa kehamilan. Karena pembukaan ini, baik membran dan sumsum tulang belakang menonjol saat lahir, membentuk kantung di punggung bayi. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan saraf, seperti kelemahan otot, masalah pada usus dan kandung kemih, kejang, dan masalah pada tulang punggung.

5. Fenobarbital
Terdapat sedikit keterangan mengenai teratogenik dari obat ini, studi awal mengatakan bahwa sebagian besar manita epilepsi mendapat kombinasi antara fenotoin dan fenobarbital. Efek teratogenik obat ini kurang bila dibandingkan dengan obat anti epilepsi lain dan pada manusia, Shapiro dan kawan-kawan (1976) menemukan fenobarbital tidak menyebabkan meningkatnya angka malformasi. Pemakaian obat ini dapat mengakibatkan sindrom fenobarbital fetus, yang berupa Dismorfim wajah, gangguan pertumbuhan pre dan postnatal, perkembangan lambat. Bagian Obstetri dan Ginekologi Akademi Amerika menganjurkan pemakaian fenobarbital sebagai obat pilihan untuk wanita epilepsi yang hamil (Yerby,1991). Selanjutnya Sullivan (1975), pada penelitiannya terhadap tikus yang hamil diberikan obat ini mengakibatkan bibir dan palatum sumbing berkisar antara 0.6 – 3.9% (Yerbi, 1991). Dosis Fenobarbital antara 30 – 240 mg/hari (Gilman AG, 1991).

Sindrom fenobarbital fetus adalah berupa dismorfim wajah, gangguan pertumbuhan pre dan postnatal, perkembangan lambat.

Efek Teratogenik Obat Anti Epilepsi

Prosentase malformasi akibat obat anti epilepsi adalah:
1. Trimetadion, lebih 50%
2. Fenitoin, 30%
3. Sodium Valproat, 1,2%
4. Karbamazepin, 0,5-1 %
5. Fenobarbital, 0,6% (Yerby, 1991)

Konsentrasi obat anti epilepsi dalam plasma wanita hamil yang akan melahirkan bayi malformasi selalu lebih tinggi dari pada kadar obat anti epilepsi pada wanita epilepsi hamil yang melahirkan tanpa malformasi. Para wanita epilepsi yang hamil dengan menggunakan berbagai jenis obat anti epilepsi lebih mudah melahirkan bayi dengan malformasi dari pada wanita epilepsi yang hamil memakai obat epilepsi tunggal. Sudah barang tentu multipel dan penggunaan dosis tinggi berhubungan dengan jenis epilepsi yang tidak mudah terkontrol. Malformasi fetal yang berhubungan dengan obat-obat anti epilepsi, dengan adanya kemungkinan neonatus cacad akibat malformasi dan anomaly kongenital. Studi Meadow (1968), yang mencakup kasus kehamilan sejumlah 427 pada 186 wanita epilepsi yang menggunakan obat anti epilepsi, menemukan anak dengan cacad (bibir dan langit-langit sumbing) yang berjumlah cukup banyak. Meadow dan kawan-kawan menyimpulkan bahwa malformasi kongenital pada anak yang terkena efek obat anti epilepsi adalah 2 kali lebih sering dibandingkan anak yang tidak terkena efek obat anti epilepsi. Malformasi untuk populasi rata-rata berkisar antara 2-3%, sedangkan untuk bayi yang dilahirkan oleh ibu epilepsi antara 1,25 – 11%. Menurut peneliti lain berkisar 4-6% (Johnston, 1992).


Malformasi Kongenital

 

Malformasi kongenital atau cacat lahir, yaitu suatu kelainan struktural, perilaku, faal, dan metabolik yang terdapat pada waktu lahir.

 

Artikel ini bisa di download dalam bentuk file PDF disini: Epilepsi-pada-wanita-hamil.pdf

 

Penulis: Anita Handayani (http://anitanet.staff.ipb.ac.id)

Prosedur Usulan Kenaikan Jabatan Dosen

 

Prosedur Usulan Kenaikan Jabatan Dosen

 

Kegiatan pengusulan kenaikan jabatan dosen terdiri dari:

  1. Penilaian Angka Kredit
  2. Proses Usulan
  3. Monitoring Usulan

Dosen adalah seseorang yang berdasarkan pendidikan dan keahliannya mempunyai tugas utama mengajar pada Perguruan Tinggi.

Jabatan Fungsional Dosen terdiri dari:

  1. Asisten Ahli
  2. Lektor
  3. Lektor Kepala
  4. Guru Besar

Angka Kredit adalah Satuan nilai dari tiap butir kegiatan dan atau akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang diberikan/ditetapkan berdasarkan penilaian atas prestasi yang telah dcapai oleh seorang dosen dan yang dipergunakan sebagai salah satu syarat dalam pembinaan karir dalam jabatan fungsional/kepangkatan.

Tim Penilai adalah Tim yang dibentuk dan ditetapkan oleh pejabat yang berwenang bertugas untuk Menilai Prestasi Kerja Dosen dalam rangka penetapan Angka Kredit.

Tanggungjawab Kepala Seksi atau Kepala Unit Kerja adalah Memeriksa usulan dan monitoring usulan kenaikan jabatan dosen.

Tanggungjawab Kepala Sub Direktorat adalah sebagai Pengendali Mutu (Quality Control) dan Evaluator Kegiatan Kenaikan Jabatan Dosen.

Tanggungjawab Direktur Sumberdaya Manusia adalah Memverifikasi Usulan Kenaikan Jabatan Dosen.

Tanggungjawab Rektor adalah mensahkan Dokumen dan Surat Keputusan.

 

Skema Prosedur Usulan Kenaikan Jabatan Dosen (Lektor kebawah):

  1. Dosen yang bersangkutan mengumpulkan dan mengusulkan DUPAK,
  2. Ketua Departemen membuat usulan ke Fakultas,
  3. Dekan Fakultas melakukan verifikasi dan membuat usulan ke Rektor,
  4. Rektor IPB /TPAK (Tim Penilai Angka Kredit) melakukan pemeriksaan/penelaahan dan penilaian.  Jika ada kekurangan maka berkas akan dikembalikan ke Dekan Fakultas yang bersangkutan untuk diperbaiki,
  5. Direktur SDM menerbitkan SK, penggandaan dan distribusi dokumen.

Penilaian Angka Kredit Jabatan Lektor kebawah dilakukan oleh TPAK IPB Pusat.

Kenaikan jabatan paling cepat 1 tahun.

 

Skema Prosedur Usulan Kenaikan Jabatan Dosen (Lektor Kepala dan Guru Besar):

  1. Dosen yang bersangkutan mengumpulkan dan mengusulkan DUPAK,
  2. Ketua Departemen membuat usulan ke Fakultas,
  3. Dekan Fakultas melakukan verifikasi dan membuat usulan ke Rektor,
  4. Rektor IPB /TPAK (Tim Penilai Angka Kredit)/Komisi C melakukan pemeriksaan/penelaahan dan penilaian.  Jika ada kekurangan maka berkas akan dikembalikan ke Dekan Fakultas yang bersangkutan untuk diperbaiki,
  5. Mendiknas/TPAK Pusat melakukan pemeriksaan/penelaahan dan penilaian.  Jika ada kekurangan maka berkas akan dikembalikan ke Rektor untuk diperbaiki,
  6. Kepala Biro Kepegawaian menerbitkan SK, penggandaan dan distribusi dokumen.

Penilaian Angka Kredit Jabatan Lektor Kepala dan Guru Besar dilakukan oleh TPAK Pusat.

Kenaikan jabatan paling cepat 1 tahun.

 

Untuk lebih lengkapnya bisa di baca atau di download disini: POB-SDM-003 tentang Kenaikan Jabatan Dosen.pdf

 

Artikel ini bisa di download dalam bentuk file DOC disini:  Prosedur-Usulan-Kenaikan-Jabatan-Dosen.doc 

atau dalam bentuk file PDF disini:  Prosedur-Usulan-Kenaikan-Jabatan-Dosen.pdf

 

Penulis: Anita Handayani (http://anitanet.staff.ipb.ac.id)

Prosedur Pembayaran Uang Makan PNS

 

Prosedur Pembayaran Uang Makan PNS IPB.

 

Banyak diantara kita bertanya, bagaimana tata cara pembayaran uang makan itu sebenarnya? Oleh karena itu saya mencoba menjelaskan tentang Prosedur Pembayaran Uang Makan PNS yang bekerja di IPB. Semoga bermanfaat !

Yang dimaksud dengan PNS IPB disini adalah Calon Pegawai Negeri Sipil dan Pegawai Negeri Sipil yang bekerja di Institut Pertanian Bogor.

Uang makan adalah uang yang diberikan kepada PNS berdasarkan tarif dan dihitung secara harian untuk keperluan makan PNS.

Daftar hadir kerja adalah daftar yang memuat nama dan tanda tangan PNS sebagai bukti bahwa PNS tersebut hadir pada hari kerja yang telah di verifikasi oleah atasan langsung.

Daftar perhitungan uang makan adalah Daftar yang dibuat oleh Pembuat Daftar Gaji dan ditandatangani oleh Kuasa Pengguna Anggaran atau Pejabat Pembuat Komitmen dan Bendahara Pengeluaran yang memuat nama PNS, jumlah hadir kerja pada hari-hari kerja selama 1 bulan, uang makan, jumlah kotor dan potongan pajak serta jumlah bersih yang diterima PNS.

Ketentuan Pembayaran Uang Makan:

  1. Pembayaran uang makan PNS didasarkan pada Daftar Hadir Kerja PNS.
  2. Uang makan PNS dibayarkan 1 bulan 1 kali paling cepat pada awal bulan berikutnya.
  3. Khusus untuk uang makan PNS bulan Desember dapat dibayarkan pada bulan bersangkutan.
  4. Uang makan TIDAK diberikan kepada PNS yang: tidak hadir kerja, sedang menjalankan perjalanan dinas, sedang menjalankan cuti, sedang menjalankan tugas belajar, dan sebab-sebab lain yang mengakibatkan PNS tidak hadir kerja.

Tata cara pembayaran uang makan: Dibayarkan langsung ke rekening masing-masing PNS.

Pembayaran uang makan PNS dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21, dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. PNS Gol. II/d ke bawah tidak dikenakan pajak.
  2. PNS Gol. III/a ke atas dikenakan pajak sebesar 15%.

Skema Prosedur Pembayaran Uamg Makan PNS IPB:

  1. Pegawai meng-input kehadiran melalui finger print di unit kerja masing-masing atau absensi online melalui web https://sdm.ipb.ac.id/absenonline/,

  2. PDG (Pembuat Daftar Gaji) membuat daftar uang makan,

  3. Direktur SDM/Kasubdit/Kasi mem-verifikasi dokumen uang makan yang dibuat oleh PDG, memproses SPP-LS untuk penerbitan SPM-LS, mengajukan SPM-LS ke KPPN untuk diterbitkan SP2D,

  4. KPPN memproses dan menerbitkan SP2D,

  5. Bendahara pengeluaran mengeluarkan pembayaran uang makan kepada pegawai sesuai daftar perhitungan.

Uang makan dapat diambil di rekening Bank masing-masing.

 

Untuk lebih lengkapnya bisa di baca atau di download disini: POB-SDM-017_pembayaran_uang_makan.pdf

 

Artikel ini bisa di download dalam bentuk file PDF disini:  Prosedur Pembayaran Uang Makan PNS IPB.pdf

 

Penulis: Anita Handayani (http://anitanet.staff.ipb.ac.id)

ISO/ASA 2800 tanpa noise, ini buktinya !

 

ISO/ASA 2800 tanpa noise, ini buktinya! Sasis Harley Davidson

Subjek: Sasis motor Harley Davidson di diambil dengan Camera Canon EOS 40D, f/3.5, ISO2800, JPG.

Ternyata ISO2800 tidak selalu menimbulkan noise, ini buktinya!

(Kita seringkali takut memakai ISO/ASA diatas 800,
karena khawatir akan menimbulkan noise atau bintik2 putih jika foto diperbesar)

ISO/ASA adalah Derajat sensitivitas film

ISO artinya International Standart Organization

ASA artinya American Standard Association

 

Artikel ini bisa di download disini: ISO2800.pdf

 

Copyright © Anita Handayani (http://anitanet.staff.ipb.ac.id)

Penyakit Meningitis (Radang Otak)

Penyakit Meningitis (Radang Otak)Dewi Yull dan gisca
Gisca Putri Agustina Sahetapy
Gisca Putri Agustina Sahetapy

JAKARTA-Gisca yang sejak kecil dilahirkan tuna rungu, dididik dengan penuh kasih sayang oleh orangtuanya.

Setelah tiga bulan berjuang melawan radang otak, Gisca Putri Agustina Sahetapy, tutup usia. Ia adalah anak dari buah cinta kasih Ray Sahetapy dan Dewi Yull. Gisca meninggal dunia pada hari Jumat (11/6/2010), pukul 03.30 WIB, akibat penyakit Radang Otak (Meningitis) yang di deritanya. Di kepala Giska terdapat virus. Virus itu menyerang ke otaknya dan itu terjadi selama satu bulan.

Dewi Yull, wanita cantik kelahiran Cirebon, 10 Mei 1961, bernama asli RA Dewi Pujiati.

Sedangkan Ray bernama asli Ferene Raymond Sahetapy, kelahiran Donggala Sulawesi Tengah, 1 Januari 1957.

Perkawinan Ray dan Dewi yang terwujud tanpa restu orangtua dari pihak Dewi, lahirlah 4 orang anak yaitu empat orang anak, Gizca Puteri Agustina Sahetapy, Rama Putra, Panji Surya, dan Mohammad Raya Sahetapy.

Setelah bercerai dari Dewi, Ray menikah kembali dengan janda beranak dua yaitu Sri Respatini Kusumastuti (Iin).

Putri semata wayang Ray dan Dewi yaitu Gisca, memang dikenal sangat berbakat dalam hal melukis.

Inilah kebesaran dan mukjizat Tuhan, gadis muda yang wafat di usia 28 tahun ini memiliki talenta seni sangat menakjubkan di antara kondisi fisiknya yang sangat berkekurangan yaitu terlahir sebagai anak yang tuna rungu.

Gisca, begitu ia biasa disapa, menjalani operasi di rumah sakit itu Rabu (9/6/2010)

Gisca meninggal dunia di RSPAD Dr. Suyoto, Jumat (11/6/2010) dini hari. Setelah sebelumnya sempat dirawat di Rumah Sakit Omni dan bahkan sempat di prediksi dokter akan sembuh. Memang kesadaran Giska telah menurun jauh, Giska terkena penyakit adanya peradangan di otak. Banyak cairan yang menumpuk di kepalanya. Namun siapa kira kondisi Gisca belakangan kian memburuk hingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Dr Suyoto, Rabu, 9 Juni, pukul 11.00. WIB.

Gisca koma

Ia juga sempat menjalani pengobatan alternatif untuk mengatasi virus yang menyerang kepalanya. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Kepada sang bunda, Dewi Yull, almarhumah sempat mengaku bahwa tubuhnya tak dapat lagi menerima obat. Sebelum meninggal, kondisi Gisca belum mengalami perubahan. Ia terbaring koma, ujar Ray Sahetapy, ketika dihubungi Jumat (11/6) pagi.

Sejak virus itu menyerang ke otaknya dan itu terjadi selama satu bulan, kondisi kesehatan Gisca terus menurun karena terkena Penyakit Meningitis, yaitu adanya peradangan otak. “Banyak cairan menumpuk di kepalanya,” ujarnya.

Dewi Yull menceritakan, sebelum masuk rumah sakit, Gisca mengalami pusing secara terus menerus selama tiga bulan terakhir. “Katanya kepalanya berat sekali. Ya seperti terkena stroke,” katanya.

Karena terkena penyakit Maninigitis, Gisca pun membutuhkan perawatan panjang yang bergantung kekuatan tubuh Gisca sendiri.

Sebelum dirawat di rumah sakit ini, saat mengalami sakit kepala hebat Gisca pun sempat menjalani rawat jalan di RS Internasional Bintato. Kemudian, keluar dari rumah sakit tersebut sekitar 1,5 bulan lalu.

Gisca dan suami

Lahir di Jakarta, 12 Agustus 1982, Gisca menikah dengan Donny Prasetyo Kuntadi pada 15 Januari 2006 dan di karuniai seorang anak bernama Ramiza. Mereka adalah pasangan tuna-rungu. Pernikahan mereka, sempat menyatukan orang tuanya yang telah bercerai. Sayang, biduk rumah tangga mereka tak berlangsung lama. Sayang pernikahan ini tak bisa bertahan lama. Gisca kemudian mengajukan gugatan cerai terhadap suaminya di Pengadilan Agama Tigaraksa, Tangerang, Banten, pada 27 Mei 2008. Mereka resmi bercerai pada 14 Juli 2008.

Saat ini jenazah disemayamkan di rumah duka Jalan Jagakarsa No. 25, Ciganjur, Jakarta Selatan.Menurut rencana, jenazah almarhumah akan dikebumikan selepas salat Jumat di pemakaman keluarga di Bogor. Selamat jalan Gisca…

Semoga Giska diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan yang ditinggalkan diberi kesabaran.

Note:

Gisca orangnya asyik, masih muda, energik, penuh semangat (testomonial dari Dude Herlino)

Gisca adalah orang yang jujur dan berterus terang. “Dia orangnya terlalu jujur. Kalau dia nggak suka dia bilang nggak suka. Saya sering bercermin sama dia. Dan dia adalah (sosok pribadi) keras dan kuat) dan saya kagumi,” katanya. (testomial dari Ray Sahetapy).

Orang yang lahir tidak bisa mendengar, otomatis tidak bisa berbicara. “Gisca itu suka susah kalau mau mengutarakan keinginannya. Dia jadi cepat marah. Dia sangat aktif orangnya,” kenang Rima. (testomonial Rima Melati).

Kita semua mengenang Gisca, tentu harus di sisi baiknya selama ini sebagai anak manusia.

Bayangkanlah betapa pedih kehidupannya sejak dilahirkan.

Terlahir sebagai anak yang cacat (tuna rungu).

Dibesarkan puluhan tahun oleh ayah bunda yang menghujaninya dengan cinta nan indah tetapi ternyata perkawinan orangtuanya harus kandas di tengah jalan.

Saat ia menemui kenyataan pahit tentang perceraian ayah ibunya, ia pun terpaksa harus menikah muda dan bercerai muda (juga).

Gisca yang polos ini, tentu akan mendapat ampunan yang indah dari Sang Khalik.

Gisca yang polos ini, tentu akan mendapat pintu surga yang terbuka bagi jejak “kakinya” yang terbang ke pangkuan Ilahi.

gisca eksen

CINTA DAN KAWAN

Satu hari CINTA & KAWAN berjalan dalam
kampung…
Tiba-tiba CINTA terjatuh dalam
telaga…
Kenapa??
Kerena CINTA itu buta…
Lalu KAWAN pun ikut terjun dalam
telaga…
Kenapa??
Kerena… KAWAN akan buat apa saja demi
CINTA !!
Di dalam telaga CINTA hilang…
Kenapa??
Kerena… CINTA itu halus, mudah hilang
kalau tak dijaga, sukar dicari apa lagi
dalam telaga yang gelap…
Sedangkan KAWAN masih mencari-cari
dimana CINTA & terus menunggu..
Kenapa??
Karena … KAWAN itu sejati & akan
kekal sebagai KAWAN yang setia…

so, hargailah KAWAN kita ….

Walau kita punya couple , teman still
paling setia.
Walau kita punya harta banyak , teman
still paling berharga .

(Ini puisi yang ditulis Gisca dalam Blog nya)

 

Sekarang mari kita simak apa dan bagaimana tentang Meningitis (Penyakit Radang Otak) tersebut:


PENYAKIT RADANG OTAK (MENINGITIS)

Penyakit Meningitis (Radang Otak)

Meningtis adalah kerusakan pada “meninges” yaitu kulit yang menutupi otak. Meningitis biasanya disebabkan oleh bakteri atau virus. Meninge = selaput otak.

Penyakit meningitis, mungkin jarang kita dengar, tapi penyakit ini adalah penyakit yang cukup berbahaya. Penyakit ini menyerang bagian saraf atau otak yang berfungsi sebagai pusat pemikiran manusia. Tentunya jika otak yang sudah terserang akan sangat bahaya bagi kehidupan penderitanya.

Ciri-ciri Penyakit Radang Otak (Meningitis)?

Penyakit radang selaput otak (meningitis) disebabkan bakteri Haemophyllus influenzae tipe B atau yang disebut bakteri Hib B merupakan penyebab tersering menimbulkan meningitis pada anak berusia kurang dari lima tahun. Penyakit ini berisiko tinggi, menimbulkan kematian pada bayi. Bila sembuh pun, tidak sedikit yang menyebabkan cacat pada anak.

Penyakit radang otak, disebabkan adanya bakteri/kuman. Bakteri/kuman masuk dari gigi yang membusuk atau dari makanan dan daya tahan tubuh yang kurang, sehingga menyerang otak dan menyebabkan infeksi, infeksi menyebabkan radang (pembengkakan) otak.

Meningitis adalah infeksi pada lapisan otak dan urat saraf tulang belakang. Penyebab meningitis sendiri bermacam-macam, sebut saja virus dan bakteri. Meningitis terjadi apabila bakteri yang menyerang menjadi ganas ditambah pula dengan kondisi daya tahan tubuh anak yang tidak baik, kemudian ia masuk ke aliran darah, berlanjut ke selaput otak. Nah, bila sudah menyerang selaput otak (meningen) dan terjadi infeksi maka disebutlah sebagai meningitis.

Meningitis menyerang selaput otak. Perlu dicatat, sel-sel otak berbeda dengan sel-sel yang terdapat pada bagian tubuh lainnya. Kalau sel kulit misalnya, apabila tergores hingga menimbulkan luka sekalipun, lama-lama akan membentuk sel-sel baru dan dalam beberapa hari sudah dapat pulih. Tidak demikian dengan sel otak. Apabila sel otak rusak, ia tidak dapat tidak dapat membentuk sel baru atau berekontruksi. Sebaliknya, sel otak tersebut akan mati, padahal otak adalah pusat penglihatan, pendengaran, pergerakan,dll.

Ciri-ciri : Demam, lelah, letih, gangguan saraff, sering pusing, kepala membesar/menonjol, kejang kejang, tekanan darah tinggi, kesadaran menurun, pingsan tiba2, dll.

Ciri utama radang adalah panas yang cukup tinggi, panas tersebut akan berhenti jika radang tersebut di obati.

Pada radang otak biasa terjadi kejang, muntah, dan rasa sakit pada kepala.

Semua ciri tersebut akan berbeda tergantung posisi radang tersebut

Sebaiknya segera rujuk ke dokter bila dicurigai radang otak, dan lakukan CT scan kepala.

Bentuk hasil CT Scan: Hasil Scan Penyakit Meningitis

Gejala MeningitisGejala Penyakit Meningtis

Meningitis antara lain bisa dikenali dengan kaku kuduk dan sakit bila memandang cahaya (photofobia).

Gejala meningitis tidak selalu sama, tergantung dari usia si penderita serta virus apa yang menyebabkannya. Gejala yang paling umum adalah demam yang tinggi, sakit kepala, pilek, mual, muntah, kejang. Setelah itu biasanya penderita merasa sangat lelah, leher terasa pegal dan kaku, gangguan kesadaran serta penglihatan menjadi kurang jelas. Gejala pada bayi yang terkena meningitis, biasanya menjadi sangat rewel, muncul bercak pada kulit, tangisan lebih keras dan nadanya tinggi, demam ringan, badan terasa kaku, dan terjadi gangguan kesadaran seperti tangannya membuat gerakan tidak beraturan.

Menurut dr. Hindra, gejala meningitis antara lain :

1. Demam tinggi
2. Kehilangan selera makan/minum
3. Penurunan kesadaran dan kejang
4. Muntah-muntah
5. Tidak buang air kecil selama 4-6 jam
6. Diare

Penyebab

Penyebab meningitis pun bermacam-macam, diantaranya adalah virus, bakteri, jamur, dan parasit. Tetapi, di Indonesia sendiri meningitis umumnya ditimbulkan oleh bakteri dan virus.

* Bacterial Meningitis
Keneth Wener, MD, seorang dokter dari divisi penyakit infeksi, Beth Israel Deaconess Medical Center, Boston, Amerika Serikat, menyebutkan bahwa meningitis yang disebabkan oleh bakteri sangat berbahaya. ‘’Bacterial meningitis sangat membutuhan penanganan medis, oleh karenanya anak harus dibawa ke rumah sakit untuk dirawat. Bakteri yang bisa menyebabkan meningitis antara lain adalah Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae, Neisseria meningitidis (meningococcus), Listeria monocytogenes, dan masih banyak lagi,’’katanya dalam situs medlineplus.

* Viral Meningitis
Sebenarnya ini bisa dikategorikan sebagai penyakit yang relatif ringan. Gejalanya mirip dengan sakit flu biasa dan kemungkinan bisa sembuh dengan sendirinya. ‘’Viral meningitis biasanya dapat sembuh tanpa bantuan medis, sedangkan meningitis yang disebabkan oleh bakteri sangat berbahaya.

Selain dapat menyebabkan kematian, juga bisa menimbulkan kerusakan otak,’’kata Wener. Tetapi, untuk amannya, sebaiknya Anda tetap berkonsultasi dengan dokter spesialis. Sedangkan menurut Mary L. Gavin, MD, seorang dokter dari Divisi General Pediatri, Rumah Sakit Alfred I. duPont, Wilmington, terdapat banyak jenis virus yang menjadi penyebab viral meningitis. Diantaranya adalah enteroviruses. Layaknya virus, ia dapat menyebar melalui air liur, kotoran, dan ingus. ‘’Itulah mengapa kebiasaan mencuci tangan setelah keluar dari kamar mandi dan setelah bersin sangat penting,’’kata Galvin dalam kidshealth.org.

Menular

Oya, meningitis pun bersifat sangat menular, oleh karenanya sangat penting bagi anak yang terkena meningitis (khususnya bacterial meningitis) untuk dirawat di rumah sakit dan diberi tindakan isolasi (satu kamar sendiri).

Meningitis Kriptokokus

Merupakan jenis meningitis yang disebabkan oleh jamur kriptokokus. Umumnya, jenis jamur ini memasuki tubuh saat menghirup debu atau uap dari kotoran burung yang sudah kering.

Kenalilah gejalanya.
Tak dipungkiri, penyakit meningitis memang seringkali mengelabui para orang tua. Hal ini terutama diakibatkan gejalanya yang umumnya menyerupai gejala flu, bahkan muntaber. ‘’Adakalanya bayi yang sebenarnya terkena meningitis dicurigai menderita flu atau muntaber. Oleh karenanya, selain harus pandai mengenali gejalanya, kunjungilah dokter spesialis untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan,’’ucapnya.

Menurut dr. Hindra, bila anak terkena meningitis kemungkinan ia dapat :

1. Sembuh total
2. Sembuh tetapi meninggalkan sisa (cacat), misalnya tuli, buta, lumpuh, dll.
3. Meninggal

Vaksinasi
Penyakit radang selaput otak (meningitis) yang disebabkan bakteri Haemophyllus influenzae tipe B atau yang disebut bakteri Hib B merupakan penyebab tersering menimbulkan meningitis pada anak berusia kurang dari lima tahun. Infeksi akut Hib juga dapat menyerang bayi berusia di bawah enam bulan.

Meningitis pun, termasuk penyakit berbahaya yang kadang-kadang awalnya sulit diketahui, karena tidak mempunyai gejala spesifik. Sehingga sangat sulit untuk mendeteksinya. Bila tidak ditangani secara tepat dan cepat bisa berakibat fatal. ‘’Penyakit ini berisiko tinggi, menimbulkan kematian pada bayi. Bila sembuh pun, tidak sedikit yang menyebabkan cacat pada anak, misalnya adanya gangguan pendengaran, gangguan mental, dan sebagainya,’’kata dr. Hindra.

Untunglah, sejak beberapa tahun silam para peneliti telah menemukan pencegah meningitis yang disebabkan oleh bakteri Hib melalui imunisasi. ‘’Vaksinasi Hib adalah cara praktis dan efektif untuk mencegah terjadinya penyakit akibat bakteri Hib. Ia dapat melindungi bayi dari kemungkinan terkena meningitis hingga 97%,’’papar dr. Hindra.

Pemberian vaksin Hib bahkan saat ini telah direkomendasikan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO). Dalam sebuah situs berita lokal disebutkan bahwa bayi usia 2-6 bulan diberikan imunisasi Hib sebanyak tiga dosis dengan interval satu bulan. Bayi berusia 7-12 bulan diberikan sebanyak dua dosis dengan interval waktu satu bulan.

Sedangkan anak berumur 1-5 tahun cukup diberikan satu dosis. Mengingat Hib lebih sering menyerang bayi kecil (26% terjadi pada bayi berumur 2-6 bulan dan 25% pada bayi berumur 7-11). Oya jenis imunisasi ini tidak dianjurkan diberikan pada bayi di bawah dua bulan karena dinilai belum dapat membentuk antibodi. Tetapi, untuk lebih pastinya, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis.

Nah, mengingat pentingnya imunisasi ini, jangan sampai lupa untuk memberikan vaksinasi Hib buat bayi mungil Anda ya….

Cara Mencegah sejak Dini

Dianjurkan para orang tua untuk mencegah kemungkinan timbulnya penyakit meningitis pada anak sedini mungkin. Caranya antara lain dengan :

  • Asi eksklusif.
    Sebaiknya Anda memberikan si kecil ASI Eksklusif karena didalamnya terdapat sejumlah kandungan yang bermanfaat bagi imunitas anak.
  • Vaksinasi.
    Berikanlah vaksinasi Hib pada bayi Anda saat berusia 2 bulan. Meski relatif mahal, tetapi ini akan berguna sebagai perisai anak dari kemungkinan terkena meningitis hingga 97%.
  • Gaya hidup sehat.
    Biasakanlah memiliki gaya hidup sehat, termasuk menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar.
  • Kenali gejala meningitis.
    Bila anak demam tinggi dengan gejala-gejala menyerupai flu tetapi disertai kejang, muntah, diare,dll segera berkonsultasi dengan dokter spesialis
  • Opname.
    Bila positif mengidap meningitis, pilihan terbaik adalah biarkan anak dirawat secara optimal di rumah sakit, karena penyakit ini bersifat menular.

 

Artikel ini bisa didownload dalam bentuk file pdf disini:  Penyakit-Meningitis-Radang-Otak.pdf

Penulis: Anita Handayani (http://anitanet.staff.ipb.ac.id

Turut Berduka atas wafatnya Prof. Dr Rarah Ratih

Turut Berduka atas wafatnya
Prof. Dr Rarah Ratih Adjie Maheswari, DEA

Turut Berduka…

Alangkah kagetnya saya ketika melihat pengumuman di Website IPB senin 7 Januari 2013 pagi. Dik Rarah (Prof. Dr Rarah Ratih, staf pengajar IPTP Fapet IPB, isteri Prof. Ronny Noor) yang dulu ketika masih kuliah S1 satu kamar kost dengan saya di Sempur Kaler 6 Bogor, telah meningggal dunia kemarin hari minggu 6 Januari 2013.

Sedih sekali saya mendengar berita ini, terkenang saya akan dia yang begitu ramah, cerdas, bersahaja, senang berorganisasi dan murah senyum serta tak mau kelihatan kalau sedang sakit.

Selamat jalan Dik….. do’a Mbak senantiasa menyertaimu.

 

Mbak Anita Handayani

Baliho Pemenang Lomba Situs Web IPB Tahun 2012

Terimakasih Tuhan, terimakasih juga buat orang terkasih atas support dan do’anya, saya (Anita Handayani dengan alamat blog: http://anitanet.staff.ipb.ac.id/) masih bisa memenangkan lomba web blog staff peringkat ketiga pada “Lomba Situs Web Institut Pertanian Bogor Tahun 2012”, saya senang sekali.

Kedepannya saya akan berusaha lebih baik lagi, do’akan saya dapat menjadi juara 1 lagi ya… :-)

 

Artikel ini bisa di download disini: baliho_pemenang_lomba_web_IPB_2012.pdf

 

 

Copyright © Anita Handayani (http://anitanet.staff.ipb.ac.id)