Anita's Personal Blog

Kegiatan Arsiparis | Komputer | Fotografi

Month: May 2012

Penembakan Satpam IPB oleh Pencuri Motor

 

Berita Duka Cita

 

Telah terjadi penembakan berdarah di parkiran B di depan Mesjid Al-Hurriyah Kampus IPB Darmaga Bogor pada hari jum’at 25 Mei 2012 pukul 12.00, yaitu 5 menit sebelum azan Jumat berkumandang di Masjid Al-Hurriyah. Yang dilakukan oleh 2 orang pencuri motor.

 

Pencuri hendak mencuri sepeda motor orang yang sholat di parkiran B masjid Al-Hurriyah di lingkungan kampus IPB Darmaga. Aksi pelaku dipergoki oleh petugas satpam yang sedang bertugas, yaitu Bonar Supriatna, 44 tahun yang kemudian dibantu petugas satpam lain bernama Suhardi, 38 tahun. Sempat terjadi adu fisik, tak lama kemudian terdengar 5 kali letusan pestol.

 

Kedua orang satpam ini adalah:

  1. Supriyatna (biasa dipanggil Bonar) sedang menjabat sebagai wakil kepala unit keamanan kampus UKK bidang hukum yang sedang bertugas dan kebetulan berada di dekat kejadian. Ditembak 3 x.

  2. Suhardi (tenaga satpam yang sedang dalam pemberkasan CPNS), bertugas FATETA IPB. Ditembak 2 x di dada sebelah kiri.  Sebenarnya ia tidak sedang bertugas, namun rumahnya dekat dengan lokasi mesjid Al Huriyah.

 

Pelaku, langsung kabur.  Korban pun langsung ditolong warga dan dilarikan ke RS Karya Bhakti Bogor guna mendapat pertolongan.  Namun, nyawa mereka tidak bisa diselamatkan.

 

Kedua orang satpam meninggal dunia.  Pak Bonar Supriyatna ditembak 3 kali, pada penembakan yang pertama Pak Bonar terjerembab, tak lama kemudian setelah melihat rekannya, yaitu Suhardi yang juga ingin membekuk pencuri motor tersebut, juga ditembak, Pak Bonar Supriatna kemudian berusaha merangkak bangun untuk melawan perampok,  namun ybs di tembak lagi oleh kawanan pencuri motor tersebut sampai menghembuskan nafas terakhir.

 

Kedua korban yang meninggal dunia tersebut kemudian dibawa ke Rumah Sakit Karya Bhakti dan dijadwalkan dapat diotopsi di RS PMI Bogor.

 

Menurut penyidik, pelaku perampokan yang melakukan penembakan memiliki ciri-ciri berambut panjang, tinggi badan sekira 172 cm, berambut ikal, berbadan kekar, wajah berjerawat, dan berusia sekira 25 tahun. Sedangkan temannya mengenakan helm dengan memiliki ciri-ciri berbadan kurus, tinggi antara 155-160 cm, warna kulit kuning, dan berusia kira-kira 20 tahun.

 

 

Dua penjahat itu lantas kabur, tanpa tanpa membawa hasil. Beberapa saat kemudian, sepeda motor milik tersangka ditemukan tak jauh dari kampus, sebuah Honda Vario dengan nomor polisi B 6935 ZAQ.

Namun, belakangan diketahui sepeda motor itu merupakan hasil curian. “Karena nomor polisi dan nomor serinya berbeda”.

 

Sepeda motor Vario hitam (No.pol. B. 6935 ZAQ) yang ditinggalkan perampok di TKP, ternyata motor hasil curian perampok sebelum melakukan aksinya di Kampus IPB Dramaga, Bogor.   Saat ini police line masih terpasang di halaman Parkir B Mesjid Al-Hurriyah, Kampus IPB Darmaga, Bogor.

Motor yang dicuri berhasil ditemukan di hutan dekat kandang bus IPB, dibelakang Gedung Rektorat.  Polisi kini sudah mengamankan motor Honda Vario warna Hitam Keluaran 2011 dengan nomor polisi B 6935 ZAQ.

Mari kita bersama menundukkan kepala, mengheningkan cipta tanda ikut berduka atas wafatnya 2 orang satpam IPB tersebut. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran. dan semoga Polres Bogor cepat menemukan pelaku perampokan berdarah tersebut. Amien…..

 

Kanker Nasofaring

Kanker Nasofaring

Kanker Nasofaring adalah adalah tumor ganas di antara hidung dan tenggorok (atau dibelakang hidung), dimana lokasinya juga disebutkan sebagai nasofaring (nasopharyx). Kanker Nasofaring adalah kanker yang berasal dari sel epitel neofaring berada di rongga belakang hidung dan di belakang langit-langit rongga mulut. Letaknya yang berdekatan, membuat penyebarannya menjadi mudah terjadi pada bagian mata, telinga, kelenjar leher dan otak. Akibat letaknya yang secara anatomis sulit, membuat penyakit kanker nasofaring ini sulit terdeksi secara dini.

Tumor adalah istilah umum untuk pembengkakan yang tidak normal. Pembengkakan yang terjadi bisa karena peradangan akibat infeksi mikroorganisme (virus, jamur, parasit dsb). Pembengkakan bisa juga karena berkelompoknya sel-sel yang membentuk jaringan yang tidak normal. Sel-sel yang berkelompok dan membentuk jaringan yang tidak normal bisa bersifat jinak atau ganas. Kepastian jinak atau ganas ditentukan oleh pemeriksaan histopatologi dibawah mikroskop. Prosedur mengambil contoh jaringan untuk diperiksa dibawah mikroskop disebut biopsi. Bila dibawah mikroskop ditemukan sel atau kelompok sel ganas maka hasil biopsi menunjukkan adanya tumor ganas(kanker). Kelompok sel ganas disebut kanker. Pertumbuhan sel ganas biasanya cepat dan tidak terkendali, mengakibatkan penyebaran sel tumor ganas atau anak sebar (metastasis).

Penyakit ini tidak mempunyai gejala yang spesifik, sehingga banyak pasien yang didiagnosa sudah dalam tahap lanjut.

Biasanya pasien datang berobat dalam stadium yang sudah lanjut, yaitu stadium 3 dan 4, karena kalau kanker ini baru tumbuh di daerah Nasofaring biasanya belum menimbulkan gejala-gejala yang khas.

Apabila sudah ada kelainan syaraf, seperti mata juling dan pembesaran kelenjar leher maka diagnosis menjadi mudah an sederhana.

Untuk pasien kanker Nasofaring stadium dini biasanya akan dilakukan kemoterapi.

Untuk pasien kanker Nasofaring stadium lanjut, kemoterapi saja tidak cukup tapi harus dikombinasikan dengan terapi target.

Sebagai pencegahan, sebaiknya meningkatkan kewaspadaan teritama bila sudah mengalami gejala seperti mimisan dan pilek2. Jika gejala ini ditemukan segeralah periksa ke THT dengan cara Endoskopi yaitu diteropong ke dalam hidungnya untuk masuk ke Nasofaring dan kalau ada baru di MRI.

mimisan

Hampir semua orang pernah mimisan. Namun darah yang keluar cukup banyak dan terlalu sering terjadi, sebaiknya diperiksakan, khawatir itu adalah gejala kanker Nasofaring.

Beberapa penyakit serius seperti tekanan darah tinggi, penggumpalan darah, stroke dan kanker sering ditandai dengan gejala mimisan (= perdarahan pada hidung).

Mimisan atau Epistaksis adalah keluarnya darah dari hidung; merupakan suatu tanda atau keluhan bukan penyakit. Mimisan sangat menakutkan orang tua, meskipun kadang bukan disebabkan hal yang berbahaya. Pasalnya pembuluh darah hidung anak usia ini masih tipis dan peka. Oleh karena itu kita sebagai orangtua tidak perlu panik menghadapinya. Namun jangan salah, mimisan yang terjadi pada bayi (sampai berusia 2 tahun) perlu lebih diwaspadai karena dikhawatirkan terjadi hal-hal yang lebih serius. Mimisan bisa merupakan pertanda adanya penyakit berat. Hampir 90% mimisan dapat berhenti dengan sendirinya (spontan) atau dengan tindakan sederhana yang dilakukan oleh pasien sendiri dengan jalan menekan hidungnya. Jenis kanker yang bisa memicu mimisan parah adalah kanker Nasopharynx Carcinoma (NPC).

Pada stadium lanjut, kanker ini tidak hanya menyebabkan mimisan tapi juga menyebabkan ingus yang keluar selalu mengandung bercak darah.

NPC sulit dideteksi karena umumnya tdak memberikan gejala yang khas. Pada stadium awal, gejala kanker ini hanya seperti flu biasa yakni bersin-bersin dan hidung meler.

Meski gejala awalnya hanya sepele, jenis kanker ini cukup mematikan. Di Indonesia, NPC menempati urutan ke 4 jenis kanker paling berbahaya stelah kanker rahim, kanker payudara dan kaknker kulit.

Gejala-gejala KANKER NASOFARING:

A. Gejala Awal:

  1. Gejala-gejala awal bisa berupa hidung tersumbat yang menetap (bukan karena pilek atau alergi hidung), atau gejala gejala telinga.

  2. Di dalam telinga timbul suara berdengung (telinga berdengung) dan telinga terasa penuh tanpa disertai rasa sakit pada satu sisi sampai pendengaran berkurang. Telinga berdengung dan terasa penuh pada satu sisi.

  3. Hidung sedikit mimisan (perdarahan di hidung), tetapi berulang. Hidung tersumbat terus-menerus, kemudian pilek. Keluar ingus yang mengandung bercak darah. Pilek pada satu sisi saja.

B. Gejala Akut:

  1. Kelenjar getah bening pada leher membesar. Terdapat benjolan padat pada leher kiri dan atau kanan dengan atau tanpa nyeri.

  2. Mata menjadi juling, penglihatan menjadi ganda, dan mata bisa menonjol keluar kelopak mata menutup pada sisi yang terkena.

  3. Sering timbul nyeri dan sakit kepala. Nyeri telinga atau telinga berdenging. Gangguan pendengaran (jenis konduksi)

Kalau sudah gejala seperti tersebut segera konsultasi pada dokter ahli THT setempat (sebelum dilakukan tindakan pada tumor leher tersebut) untuk menjalani pemeriksaan khusus THT termasuk tindakan endoskopi nasofaring Endoskopi nasofaring perlu dilakukan untuk mengetahui adanya tumor dan selanjutnya dilakukan biopsi tumor untuk memastikan diagnosis dan menentukan jenis histopatologi.

Stadium penyakit ditentukan dengan sejumlah pemeriksaan klinis, laboratoris dan pemeriksaan penunjang lain seperti foto thorax, bone survey, CT scan, bone scanning, USG(Ultra sonography) dan sebagainya.

Gejala awal kanker Nasofaring adalah telinga berdenging, rasa tidak nyaman, dan gangguan pendengaran di satu sisi, serta pendarahan ringan melalui hidung.

Pertumbuhan tumor ini juga dapat menyebabkan gangguan pada syaraf otak. Pada stadium lanjut ditandai dengan pembesaran atau benjolan padat pada leher

Penyebab utama kanker Nasofaring adalah infeksi virus Epstein Barr. Namun ada beberapa faktor lain yang mempengaruhi atau memicu terjadinya penyakit ini, yaitu faktor lingkungan seperti iritasi oleh bahan kimia, kebiasaan memasak dengan asap, dan sering mengkonsumsi ikan asin yang diawetkan dengan nitrosamine dalam jangka panjang. Prilaku diet yang tidak tepat juga bisa mempengaruhi terjadinya kanker nasofaring.

Mereka yang di lingkungan kerjanya sering terpapar gas dan bahan kimia industri, peleburan besi, formaldehida dan serbuk kayu juga beresiko terserang penyakit ganas ini.

Mereka yang sering terpapar dupa atau kemenyan dalam jangka panjang rentan terkena Karsinoma Nasofaring.

Sejauh ini, terapi radiasi masih merupakan pilihan pengobatan untuk kanker nasofaring, disertai kemoterapi, baik secara terpisah ataupun kombinasi. Yang perlu diperhatikan, terapi ini bisa menimbulkan efek samping diantaranya mulut terasa kering, mual, demam, infeksi, jamuran pada mulut, dan sariawan.

Pencegahan dapat dilakukan dengan cara menciptakan pola hidup dan lingkungan yang sehat, mengurangi konsumsi makanan yang memakai pengawet, dan menghindari polusi udara dan hindari konsumsi rokok.

Kebiasaan merokok dapat menjadi salah satu penyebab utama terjadiya kanker nasofaring.

Selain orang dewasa, kanker nasofaring juga bisa menyerang pada anak-anak yang sehari-harinya berada di lingkungan yang dipenuhi asap rokok.

Kanker nasofaring lebih banyak terjadi pada pria daripada wanita dengan perbandingan tiga banding satu.

Pengalaman/testimoni Joseph E. F. Pau efpau@yahoo.com penderita kanker Nasofaring:

Pada pertengahaan tahun 2001 saya merasa ada gangguan di pernapasan (seperti sesak napas), tetapi jantung normal dan aktivitas olah raga seperti biasa. Hampir setiap minggu waktu itu saya ikut Hash (jalan sehat di pegunungan Tretes/Trawas) dan sering jogging. Nafsu makan juga normal dan bagus.

Berhubung gejala yang lain tambah parah (pendengaran berkurang, susah nelan, ngorok tambah keras) maka saya berkonsultasi ke dokter THT spesialis. Untuk menemukan penyebabnya saya sudah kunjungi 5 dokter THT dalam 2 tahun (2 diantaranya profesor di Surabaya) dan tidak ada satu pun dokter yang menemukan penyebab penyakit yang saya alami.

Awal tahun 2003 saya berkesempatan periksa ke THT Singapore. Alangkah kagetnya setelah di-endoskopi, saya dinyatakan kena kanker nasofaring (nasopharyngeal cancer – NPC), ditemukan tumor di antara hidung dan tenggorok, dimana lokasinya juga disebutkan sebagai nasopharyng. Setelah melalui semua procedure (endoskopi, periksa darah, CT-scan, dll) saya dikomfirmasikan kena NPC stadium 4A. Kesempatan penyembuhan hanya 50% .

Terima nasib dan kenyataan yang ada, saya harus menjalankan pengobatan kemo dan radiasi dimulai pada April 2003. Waktu penderitaan selama pengobatan kurang lebih 2 bulan. Penderitaan sudah dijalanin dengan susah payah, di hari2 radiasi terakhir saya hampir putus asa. Setelah menjalanin pengobatan dan pemulihan selama 3 bulan, saya dinyatakan tumornya telah hilang dan bersih dari lokasinya dan sampai sekarang tetap dimonitor setiap 6 bulan

PENDERITAAN SELAMA DAN SETELAH RADIOTHERAPY :

  1. Mual , tidak ada nafsu makan. Kalo mau sembuh, kita harus paksa makan yang bergizi, karena tubuh kita perlu energy untuk menumbuhkan daya tahan dan membuat sel2 baru!

  2. Semua tulang sakit dan lemas, tidak kuat untuk bangun, apalagi jalan.

  3. Rambut rontok. Tidak masalah untuk laki2, tetapi trauma untuk perempuan.

  4. Kesulitan buang air besar.

PENDERITAAN SELAMA DAN SETELAH RADIOTHERAPY:

  1. Kulit leher bisa terbakar. Perlu kasih krim yang dianjurkan dokter.
  2. Leher kering. Tidak bisa telan, jangankan makan, minum pun tidak bisa.
  3. Gigi akan rusak dan akan rontok satu per satu, karena produksi ludahnya sudah terganggu.
  4. Gondokan. Terjadi kepada saya juga , tetapi tidak lama, terus kembali normal.

SARAN2 SAYA PRIBADI SETELAH KENA MUSIBAH INI:

Kepada yang belum kena NPC:

  1. Hindarkan makanan yang diasinkan maupun rasa asin (ikan asin, taocho, telor asin, sayur asin, makanan kalengan, dll).
  2. Routine periksa dianjurkan, khususnya kalo ada keturunan Chinese/Kantonis, karena dihubungkan dengan pola kebudayaan makan suku tertentu. Mayoritas yang kena NPC di Singapore adalah suku Chinese/Kantonis. Menurut statistic penderita kanker di Singapore, NPC terletak di urutan No. 5.
  3. Jika anda merasa symptom2 seperti sesak napas, hidung berdarah, pendengaran berkurang dan ngorok tambah parah, cepat2 ke dokter THT dan minta di-endoskopi.

Kepada yang mau jalani kemo/radiasi karena kena NPC:

  1. Periksa atau tanya dulu tentang kualitas mesin radiasi di rumah sakit. Sinar radiasi itu sangat ganas, kalo salah posisi pada penyinaran bisa organ lain yang kena sasaran (mata bisa buta …)
  2. Obat kemo memang mahal, makanya dokter yang terpercaya sangat penting.
  3. Semua supplemen, vitamin, atau apapun yang bisa menambah daya tahan tubuh boleh dicoba. Setelah pengobatan tubuh kita perlu energy baru. Badan saya kehilangan 15 kg dalam 1.5 bulan.
  4. Dan kepercayaan diri untuk sembuh harus ada. 5. Jangan lupa berdo’a pada Tuhan setiap menit/ setiap jam/setiap hari mohon kesembuhan !

Waktu masa ataupun pasca pengobatan yang penting adalah jaga daya tahan tubuh. Karena secara medis, setelah kemo atau radiotherapy daya tahan tubuh penderita turun (drop) sekali. Jadi rawan sekali terhadap serangan penyakit lain ataupu sisa cel2 jahat yang belum bersih.

Jadi makanlah vitamin, protein, jamu2 bagi yang suka, apapun supaya tubuh nya kembali seperti semula, walaupun susah makan harus dipaksa. Hindari makanan yang asin dan dari kalengan !!!

Memang kalau menurut prosedur medis, tumor jinak paling gampang dan tidak beresiko kalau dioperasi. Cukup sekali operasi, beres dah. Saya juga menyarankan prosedur ini. Itu kalau memang jinak lo yah! (Please jangan lalu apriori pada keputusan operasi oleh dokter; mungkin memang ada dokter yg agak “nakal” begitu, tapi tidak banyak. Kalau ragu cari aja second or third opinion.)

Kalau ganas beda lagi, karena habis operasi harus ada follow up kemoterapi dan/atau radiasi. Kalau enggak, memang bisa tambah ganas (bayangin aja kalau Marta memotong dahan pohon, setelah itu segera tumbuh tunas2 baru yang lebih subur kan?) Tapi kemo dan radiasi juga banyak plus-minusnya, siapapun yang mengalaminya harus siap hadapi semuanya.

Kanker jangan dipijat. Pijatan bisa juga membuka peluang penyebaran (metastasis).

Tindakan medis yang selama ini dikenal untuk mengatasi kanker adalah Kemoterapy, Radioterapy atau operasi. Ketiganya adalah tindakan yang memiliki dampak lingkungan yang sangat berbahaya. Kemo misalnya berakibat rusaknya sistem jaringan sel tubuh. Radioterapy berdampak pada terbakarnya semua sel tubuh. Bahkan berakibat rontok pada rambut dan gosong kulit. Begitu juga operasi, tidak ada yang menjamin sel-sel kanker sekundernya tidak akan bermetastasis menjadi kanker-kanker primer. Siapa bisa jamin? Tapi inilah satu2nya jalan, berdo’alah agar kankernya bisa hilang.

Jika penyakit anda masih tergolong jinak memang upaya operasi adalah pilihan dokter dengan harapan setelah dioperasi sel tumor nya akan hilang/bersih, tetapi masalahnya operasi tidak menjamin bahwa sel kanker dapat hilang sempurna, bukan tidak mungkin setelah anda operasi pertama akan diikuti dengan operasi berikutnya.

Secara Medis ada beberapa cara penanggulangan Kanker antara lain:

  1. Pembedahan

  2. Kemoterapi

  3. Terapi Imun

  4. Radioterapi

  5. Terapi Hormon

Jagalah makanan anda: Kurangi Daging dan Nasi. Perbanyaknyalah Sayuran (Brocolly, wortel, papaya dan tomat), Minum Jus Brokoli dan wortel setiap pagi dan sore.

Hasil penelitian Dr. Otto Wardburg peraih Nobel: Sel kanker, virus, bakteri, dan jamur akan MATI/LEMAH jika berada dalam lingkungan oksigen tinggi… Di dunia kedokteran ada terapi oksigen.

Kalau memilih pengobatan alternatif, usahakan ada “penanggung jawab”-nya yang benar-benar ahli, jangan jalan sendiri atau sekedar menuruti kata orang lho. Dan jangan lupa selalu dicek perkembangannya secara berkala (tiap 1-2 bulan).

Jangan lupa pola hidup dan pola makannya diatur lebih baik lagi ya. banyakin makan buah dan sayur, kurangi makanan hewani (kecuali ikan), dan jangan suka beli makanan di luar.

Testimoni pengunjung artikel ini:

Vera Diana (Iputu.vera.diana@gmail.com, Submitted on 2016/12/10 at 10:57):

Saya adalah penderita kangker nasofaring stadium 3. Gejala awal yg saya alami sama spt yg dsbut diatas. Gejala yg cukup sepele awalnya saya kira yaitu pilek yang sering dan telinga mendenging.

Saya sudah menjalani terapi kemo 6x dan radiasi 35x (beberapa minggu yll selesai). Kondisi saya saat ini sudah mulai agak membaik cuma saya merasa lidah mati rasa.

Apakah efek samping ini akan berlangsung lama ?
(Jika ada diantara pengunjung yang bisa menjawab pertanyaan Vera Diana ini mohon ditulis di kotak komentar ya…)

Saya divonis dokter kanker nasofaring stadium 4A tahun 2016. Saya menjalani proses chemotherapy 10 kali dan 33 kali radioterapi. Akhirnya saya dinyatakan sembuh oleh dokter. Cumanada pantangan makan yang harus dijaga yaitu ikan asin, telur asin, sayur asin dan makanan pengawet. Perbanyak makan sayuran dan olah raga. Harus jaga makan karena potensi kanker bisa kembali biasanya rawan pada thn 1 dan 2.harus check rutin setiap 3 bln selama 5 thn. Apabila sudah lewat masa rawan lima tahun potensi kembalinya kanker sangat kecil. thx

Sumber:

  1. http://handikinblogofendoscopy.blogspot.com/tumor-nasofaring-perlu-endoskopi-dan.html
  2. http://naturallyplusherbal.com/penyakit-kanker-nasofaring
  3. http://naturallyplusherbal.com/penyakit-kanker-nasofaring/
  4. http://blog.rumahkanker.com/2008/01/saya-dan-kanker/pengalaman-menderita-kanker-nasofaring/

Link Terkait:  Penulis Blog Yuni Rahmat juga Terkena Kanker yaitu Kanker Tiroid
http://yunirahmat.blogspot.co.id/p/kanker_19.html

Penulis: Anita Handayani

Kanker Paru

Penyakit Kanker Paru-paru adalah sebuah bentuk perkembangan sel yang sangat cepat (abnormal) di dalam jaringan paru yang disebabkan oleh perubahan bentuk jaringan sel atau ekspansi dari sel itu sendiri. Jika dibiarkan pertumbuhan yang abnormal ini dapat menyebar ke organ lain, baik yang dekat dengan paru maupun yang jauh misalnya tulang, hati, atau otak.

Kanker paru-paru menduduki urutan ke dua penyebab utama kematian seseorang akibat kanker, setelah kanker payudara. Kanker yang berasal dari sel-sel di dalam paru-paru ini bisa juga berasal dari kanker yang mengenai bagian tubuh lain, namun menjalar ke paru-paru.

Selama ini pengidap kanker paru-paru selalu diasosiasikan merupakan seorang “perokok hebat”, karena memang merokok merupakan penyebab utama dari sekitar 90% kasus kanker paru-paru pada pria dan sekitar 70% pada wanita.

PEROKOK pasif dan aktif sama-sama memiliki risiko tinggi terkena kanker paru-paru. Hal ini dikarenakan asap dari rokok mengandung ribuan zat tak menyehatkan.

Asap tembakau pada rokok merupakan campuran rumit yang terdiri dari lebih 3.000 zat berbeda, termasuk zat stimulan adiktif nikotin, benzen, amonia, hidrogen sianida, karbonmonoksida, dan tar. Elemen tar yang terbakar dalam rokok diketahui sebagai penyebab kanker atau karsinogenik.

Dalam buku berjudul “Panduan kesehatan keluarga”, Dr. Mirriam Stoppard menyebutkan bahwa semakin banyak rokok yang Anda hisap, semakin cepat pula mengalami kanker. “Misalnya, jika Anda merokok 20 batang sehari, Anda akan mengalami kanker paru 20 tahun yang akan datang. Jika Anda merokok 40 batang sehari, Anda akan mengalami penyakit ini hanya dalam waktu 10 tahun, ” katanya.

Perokok pasif adalah seseorang yang berada di lingkungan perokok. Misalnya, anak dari ayah yang perokok. Hal tersebut membuat anak sedikit banyak sering menghirup asap rokok ayah.

Tak hanya di rumah, begitupun asap rokok di ruangan kantor.

Begitu juga di ruangan kerja. Walaupun berjarak dari satu sudut ke sudut lain, misalnya dalam satu ruangan, tetap itu membuat Anda sedikit banyak menghirup asap rokok yang banyak mengandung zat tidak menyehatkan. Asap rokok itu kan tidak kelihatan. Yang pasti ketika Anda mencium bau rokok maka Anda berhak menegur karena merugikan Anda. Kanker paru juga bisa dipicu oleh penyakit paru-paru yang mendahuluinya atau Scar Cancer.

Tetapi kasus yang terjadi pada kanker paru-paru stadium 4 (empat) yang menjadi penyebab mantan Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih meninggal dunia, jelas tidak bisa dihubungkan dengan rokok karena Ibu endang sendiri bukanlah seorang perokok.

Mantan Menkes, Kanker Paru-paru dan Rokok

Kematian mantan Menteri Kesehatan merupakan sesuatu yang mengherankan bagi beberapa kalangan orang yang mengenalnya.

Rekan seangkatan kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, yang juga Sekjen Kementerian Kesehatan, Ratna Rosita mengatakan, Endang tidak memiliki riwayat penyakit di pernapasannya sejak dahulu.

Sementara sejak menjadi pemimpin Kementerian Kesehatan, Endang pun secara rutin melakukan general check up.

Menurutnya, seluruh jajarannya di Kementerian Kesehatan baru saja mengetahui penyakit yang diderita Endang pada
Oktober 2010.

Asap rokok ternyata bukanlah satu-satunya penyebab kanker paru-paru. Kemungkinan besar alasan kanker paru-paru yang menyebabkan kematian mantan Menteri Kesehatan adalah akibat senyawa kimia. Seseorang yang tidak merokok dapat saja terkena kanker paru-paru, akibat terpapar radiasi atau menghirup zat-zat tertentu. Di laboratorium, zat-zat tersebut dapat ditemukan, seperti asbestos, arsen, kromat, nikel klorometil eter dan gas mustard.


Partikel-partikel pada zat berbahaya itu akan melukai paru-paru, yang kemudian menjadi “borok”.
Hingga dalam jangka waktu 10 hingga 20 tahun, luka itu berubah menjadi kanker yang berbahaya.

Dapat disimpulkan kanker paru-paru merupakan pertumbuhan sel kanker yang tidak terkendali di jaringan paru-paru.

Beberapa penyebab lain Kanker paru-paru

Merokok dan asap rokok memang penyebab utama kanker paru-paru, tapi tetap saja bukan satu-satunya.

“Kanker paru-paru penyebabnya multifaktor. Tidak hanya rokok, tapi memang paling banyak dan yang utama penyebabnya adalah rokok. Lingkungan sekitar juga mempengaruhi. Tempat tinggal kita misalnya. Contohnya asbes, telah diketahui orang yang tinggal dengan langit-langit menggunakan asbes itu memiliki risiko (kanker paru-paru), karena itu syarat bikin bangunan sedapat mungkin menghindari asbes,” tutur dr Ronald Hukom SpPD-KHOM, spesialis kanker pada orang dewasa dari RS Kanker Dharmais.

Sebuah gas bernama radon misalnya, yang merupakan gas alami, tidak berwarna dan tidak berbau, yang berada di uranium, di lingkungan industri dapat berkontribusi sebagai penyebab timbulnya kanker paru-paru. Masyarakat yang tinggal di kawasan Industri mengantisipasi masalah udara tak sehat ini dengan menggunakan masker.

Kemudian zat-zat karsinogenik yaitu nikel dan kronium, juga terdapat di banyak lingkungan sehari-hari, seperti di lingkungan perkantoran.

Selain itu, sebagai salah satu pemicu kanker paru-paru yang tak kalah berbahayanya adalah alkohol. Orang yang banyak minum alkohol, suatu saat berpotensi terkena kanker paru-paru, apalagi pada usia tua.

Kemudian seperti umumnya sifat kanker lainnya, kanker paru-paru ini pun bersifat genetik, namun hanya 10 hingga 15 persen. Bagi yang sudah mengetahui memang memiliki genetika kanker paru-paru, lebih baik hindari faktor-faktor “pencetus” lainnya.

Banyak penderita yang baru menyadari mengidap kanker paru-paru setelah berada pada stadium lanjut. Gejala kanker paru-paru stadium dini memang tidak terlalu nampak. Seperti yang terjadi pada mantan Menkes, baru pada Oktober 2010, dokter memvonis beliau menderita kanker paru-paru stadium tiga.

Ada beberapa kasus penyakit yang memicu terjadinya penyakit kanker paru-paru ini, yaitu penyakit TBC dan Pneumonia. Kedua penyakit ini dapat menimbulkan perlukaan pada jaringan sell organ paru sehingga mensupport terjadinya pertumbuhan sell abnormal didalam rongga tersebut. Biasanya kanker paru yang berkembang dari kasus ini adalah jenis adenocarcinoma (adenoma).

Penyakit Kanker Paru-paru lebih banyak disebabkan oleh merokok (87%), sedangkan sisanya disebabkan oleh zat asbes, radiasi, arsen, kromat, nikel, klorometil eter, gas mustard dan pancaran oven arang bisa menyebabkan Penyakit Kanker Paru-paru.

Tanda dan Gejala Penyakit Kanker Paru-paru

Tanda dan gejala kanker paru ini hanya akan muncul saat perkembangan abnormal sell ini semakin parah kearah stadium yang lebih lanjut, dan ini memerlukan waktu bertahun-tahun sejak awal perkembangannya. Bahkan ada kemungkinan tidak menampakkan adanya tanda dan gejala khusus, melainkan hanya tampak jika dilakukan X-ray.

Jika beberapa tanda dan gejala kanker paru-paru dibawah ini dirasakan, sebaiknya segeralah periksa ke dokter. Karena pengobatan yang cepat dan tepat dapat memperbesar harapan hidup pada penderita kanker.

Tanda dan gejala penyakit kanker paru-paru, yaitu:

1.   Batuk-batuk ringan yang tak kunjung sembuh pada orang merokok

2.   Kesulitan bernafas (nafas pendek). Napas sesak dan pendek-pendek

3.   Batuk mengeluarkan darah (meskipun jumlah sedikit). Dahak berdarah dan bisa jadi berubah warna dan semakin banyak

4.   Sering mengalami infeksi paru (pneumonia atau bronchitis)

5.   Adanya nyeri dada, bahu dan bagian punggung

6.   Suara yang berubah dari biasanya. Suara serak/parau

7.   Batuk yang terus menerus atau menjadi hebat. Batuk lebih dari 2 minggu pada orang yang tidak merokok

8.   Sakit kepala

9.   Nyeri atau retak tulang dengan sebab yang tidak jelas

10. Kelelahan kronis. Cepat lelah atau lemah

11. Kehilangan selera makan (nafsu makan berkurang). Susah menelan

12. Turun berat badan tanpa sebab yang jelas

13. Wajah dan leher tampak membengkak

Bagi Anda yang tidak merasakan gejala-gejala tersebut Anda tetap perlu waspada dan melakukan langkah pencegahan kanker paru-paru berikut:

1.   Berhenti merokok.

2.   Hindari asap rokok bagi perokok pasif

3.   Berhati-hati bagi yang bekerja di industri yang menghasilkan polutan karsinogenik

4.   Tidak minum alkohol secara berlebihan

5.   Mengonsumsi makanan yang bergizi seperti sayur dan buah

Dan alangkah lebih baiknya bila langkah-langkah pencegahan dapat dilakukan jauh-jauh hari sebelum gejala-gejala kanker paru-paru yang disebutkan diatas timbul karena pasti akan lebih meminimalisir dampak negatif dari kanker paru-paru.

Penanganan dan Treatment Penyakit Kanker Paru

Penanganan dan treatment atau pengobatan yang dilakukan pada orang yang terdiagnosa mengalami penyakit kanker paru akan tergantung dari tingkat stadiumnya, kemungkinan dilakukannya operasi, serta kondisi umum si Penderita. Hal ini tidak terlepas dari riwayat serta penyebab dari adanya kanker paru tersebut tentunya.

Beberapa langkah yang biasa dilakukan adalah:
–  Tindakan operasi pembedahan mengangkat sell kanker
–  Tindakan Therapy Radiasi
–  Tindakan Therapy Kemotherapy
–  Tindakan penyuntikan {Photodynamic (PTD)}

Pemberian Nutrisi dan supplement dapat mengurang gejala yang disebabkan oleh kanker paru. Vitamin D dan Fe sangat baik untuk diberikan oleh penderita penyakit kanker paru, Begitu pula dengan makanan antioxidant seperti blueberri, cherri, dan buah tomat.

 

Penggolongan Penyakit Kanker Paru-paru

Dilihat dari tingkat penyebarannya baik di jaringan paru itu sendiri maupun terhadap organ tubuh lainnya. Namun pada dasarnya Penyakit Kanker Paru-paru terbagi dalam dua kriteria berdasarkan level penyebarannya:

A. Penyakit Kanker Paru-paru Primer

Memiliki 2 (dua) type utama, yaitu small cell lung cancer (SCLC) dan non-small cell lung cancer (NSCLC). SCLC adalah jenis sel yang kecil-kecil (banyak) di mana memiliki daya pertumbuhan yang sangat cepat hingga membesar, biasanya disebut “oat cell carcinomas” (karsinoma sel gandum). Type ini sangat erat kaitannya dengan perokok, penanganan cukup berespon baik melalui tindakan chemotherapy and radiation therapy.


Sedangkan NSCLC adalah pertumbuhan sel tunggal, tetapi seringkali menyerang lebih dari satu daerah di paru-paru. Misalnya Adenoma, Hamartoma Kondromatous dan Sarkoma.


B. Penyakit Kanker Paru-paru Sekunder

Merupakan Penyakit Kanker Paru-paru yang timbul sebagai dampak penyebaran kanker dari bagian organ tubuh lainnya, yang paling sering adalah kanker payudara dan kanker usus (perut). Kanker menyebar melalui darah, sistem limpa atau karena kedekatan organ.

Menteri Kesehatan (Menkes), Endang Rahayu Sedyaningsih, kini telah berpulang ke hadapan Sang Pencipta. Endang meninggal setelah berperang melawan penyakit yang sebelumnya tidak pernah diketahui ada dalam dirinya, kanker paru-paru. Apalagi, ketika menjalani tes kesehatan sebelum diangkat menjadi Menteri, rekam medis menyatakan bahwa Endang
dinyatakan sehat seutuhnya.

Kabar mengejutkan itu diterima Endang pada 22 Oktober 2010, atau tepat satu tahun setelah dirinya diangkat menjadi Menteri Kesehatan. Kala itu, Endang harus menjalani pemeriksaan rutin yang diwajibkan bagi seluruh pejabat negara. Dalam pemeriksaan tersebut, Endang dinyatakan mengidap penyakit kanker paru-paru stadium 4. Sejak saat itu, sepanjang bulan Oktober-November 2010, Endang harus berobat ke beberapa rumah sakit, yakni RSPAD Gatot SUbroto dan RS Gading Pluit. Bahkan, Endang sempat berobat ke Guangzhou, Cina.

Menkes Endang Rahayu Meninggal Dunia, setelah beberapa pekan terakhir dirawat intensif di RSCM karena penyakit kanker paru-paru yang beberapa tahun meggerogotinya, Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih meninggal dunia pukul 11:41 di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Rabu 2 Mei 2012.

Endang Lahir di Jakarta 1 Februari 1955. Almarhumah Endang meninggalkan suami, Dr Reanny Mamahit SpOG MM, yang kini bertugas sebagai Direktur RSUD Tangerang, serta dua putra (Arinanda Wailan Mamahit dan Awandha Raspati Mamahit) dan seorang putri (Rayinda Raumanen Mamahit).

Dilantik sebagai menteri di Kabinet Indonesia Bersatu II pada 22 Oktober 2009.

Sebelumnya ia pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Farmasi, Badan Penelitian dan Pengembangan Depkes sejak tahun 2007. Ia memperoleh gelar sarjana pada tahun 1979 dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan melanjutkan spesialisasi Kesehatan Masyarakat di Harvard School of Public Health di Boston, Amerika Serikat tahun 1992. Program doktor diambilnya di kampus yang sama dan lulus pada 1997.

Ia dideteksi menderita kanker paru pada Oktober 2010 dan telah menjalani pengobatan selama kurang lebih satu setengah tahun di dalam dan di luar negeri.

Selamat jalan Ibu Menkes Endang Rahayu, Semoga arwahmu diterima di sisiNya, amien….

Sumber:

  1. http://www.suaramerdeka.com/Dibalik-Kanker-Paru-paru-Sang-Mantan-Menkes
  2. http://health.okezone.com/ini-dia-penyebab-utama-kanker-paru-paru
  3. http://blogkesehatan.tricajusherbalajaib.com/penyakit-kanker-paru-paru.html
  4. http://lifestyle.kontan.co.id/inilah-penyebab-utama-kanker-paru-paruh
  5. ttp://www.arrytaufik.com/penyakit-kanker-paru-paru
  6. http://www.mediaindonesia.com/Didiagnosis-Kanker-Paru-Almarhumah-Endang-Sebut-Itu-Anugerah