Anita's Personal Blog

Kegiatan Arsiparis | Komputer | Fotografi

Month: February 2011

Sosialisasi Finger Print (FP)

Berdasarkan surat Direktur SDM IPB No. 9603/I3/KP/2010 tanggal 6 Desember 2010, bahwa:
1. Proses absensi dengan menggunakan FP merupakan suatu upaya untuk menerapkan Peraturan Pemerintah No. 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, terutama pada pasal 3 ayat 11 yaitu masuk kerja dan mentaati ketentuan jam kerja dan ayat 17 yaitu mentaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang.
2. Output FP akan digunakan untuk mengajukan Uang Makan ke Bagian Renumerasi Dit. SDM dengan ketentuan jumlah jam kerja minimal 6 jam per hari.  Absensi manual tidak berlaku lagi
3. Bagi Tenaga Kependidikan untuk Rekap Nilai Kinerja dan Insentif ketentuan jam kerja efektif adalah 7.30 jam perhari
4. Pencatatan kehadiran dengan menggunakan mesin perekam image finger print sejak tahun 2004 cukup sukses untuk menggambarkan tingkat kehadiran tenaga kependidikan yang terkait dengan nilai kinerja tenaga kependididkan.
5. Dokumentasi kegiatan dosen melalui IKD sejak tahun 2005 pun cukup sukses untuk menggambarkan kegiatan dosen yang digunakan sebagai umpan balik penilaian kinerja sebagai bahan untuk pengambilan keputusan dan memberikan gambaran kinerja institusi secara agregat, untuk dapat mendokumentasikan kehadiran dosen IPB maka maki memandang perlu untuk melakukan pencatatan kehadiran dengan menggunakan mesin perekam image finger print yang pada akhirnya dapat pula digunakan untuk keputusan manajerial, misalnya :

1. Kemudahan mahasiswa mencari dosen untuk kegiatan bimbingan;
2. Pengembangan manajerial di departemen;
3. Membangun team work;
4. Membangun komunikasi yang baik antara pimpinan dan bawahan.
6. Rencana ke depan Pencatatan kehadiran dengan menggunakan mesin perekam image finger print ini pun dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan-keputusan strategic yang berhubungan dengan akademik.
7. Selain itu alat ini pun merupakan alat yang bisa dipertanggungjawabkan kepada tim Disiplin Pegawai di Depdiknas bahwa IPB mempunyai alat pengukur kehadiran yang cukup valid untuk pegawai IPB baik dosen maupun tenaga kependidikan.
8. Efesiensi alat ini pun dapat menggantikan penggunaan absensi manual bagi dosen untuk perhitungan uang makan sehingga lebih efisien dalam segi waktu dan tenaga, sehingga bias dialokasikan untuk kegiatan lain.
9. Karena sifatnya on-line (terdapat di seluruh IPB) alat ini bisa menggambarkan tentang keberadaan dosen yang dapat mengambarkan sebaran aktifitas dosen IPB sehingga akan menjadi data dan informasi yang akurat yang dapat diinformasikan kepada pimpinan unit kerja.

Berdasarkan surat Direktur SDM IPB No. 10109/I3.23/LK/2010 tanggal 28 Desember 2010, bahwa:
10 Selama ini mesin perekam image FP yang sudah diberlakukan sejak tahun 2004 sudah sangat membantu dalam pencatatan kehadiran pegawai di lingkungan IPB.

Penggantian dan pemasangan mesin FP yang baru sebanyak 20 unit telah dilakukan di unit-unit kerja di lingkungan IPB termasuk Baranangsiang dan Gunung Gede

Lokasi Pemasangan mesin FP :

  No. Unit Kerja Jumlah Mesin Lokasi Unit yang melakukan FP
  1. FAPERTA 2 1. Pos Satpam
2. Dep. PTN
FAPERTA
GM -FEMA
  2. FKH 1 Pos Satpam FKH, RSH
  3. FPIK 1 Pos Satpam FPIK
  4. FAPET 2 Ruang Absen FAPET, Biokimia, Biologi
  5. FAHUTAN 2 1.  Dekanat
2.  Dep. KSHE
FAHUTAN
  6. FATETA 2 1.  Dekanat
2.  Dep. SIL
FATETA, Lab. Bahasa. PPSHB
  7. FMIPA 1 Dekanat FMIPA, BP Asrama, Unit Olahraga
  8. FEM 1 Dekanat FEM
  9. FEMA 1 Dekanat FEMA
  10. Perpustakaan 1 Perpustakaan (Depan) Perpustakaan, MKDU, TPB
  11. Baranangsiang 1 Exs. Rektorat Pusat-pusat, LPPM, Lab. Terpadu
  12. Program Diploma 1 Pos Satpam Diploma, PSSP
  13. Program MB 1 Depan MB
  14. Rektorat 2 Lobby Gd. AHN Lt.2 Rektorat, PPLH, SPs
  Teknologi mesin perekam image FP yang baru memeiliki kelebihan kapasitas penyimpanan 4 (empat) kali lebih besar yaitu dari 2000 transaksi perhari menjadi 8000 transaksi perhari

Bagi Para Dosen, Pencatatan kehadiran dapat dilakukan diseluruh area lingkungan IPB yang terdapat mesin perekam image FP

Bagi para Tenaga Kependidikan pencatatan kehadiran hanya dapat dilakukan sesuai unit kerja masing-masing

11 Bagi Dosen dan Tenaga Kependidikan yang tidak dapat melakukan FP karena alasan tertentu, misalnya karena alasan tugas luar, maka dapat melampirkan surat tugas atau mengisi form yang telah disediakan pada TU masing-masing untuk kemudian dilaporkan ke direktorat SDM setiap tanggal 1 – 5 pada bulan berikutnya
10 Pernyataan Rektor pada Acara Rabuan Bersama tanggal 16 Februari 2011 adalah:

1. Yang paling baik FP OK dan IKD OK ini prima
(lebih baik dan akan mendapat apresiate dari Rektor)
2. Tidak melakukan FP tapi IKD OK ini baik
3. FP OK tapi IKD TIDAK OK ini tidak baik
Bagaimana prestasinya masih ditanyakan
4. Tidak melakukan FP dan IKD juga TIDAK OK ini amat tidak baik
pasti uang makan dan TD (Tunjanagn Dosen) serta TGB (Tunjangan Guru Besar) tidak bisa diperoleh.

Tabel yang di print dari sistem FP adalah untuk membantu dosen mencatat kehadiran.

Lebih penting Kinerja

Tidak akan ada sanksi utnuk tidak FP

Kinerja Akademik (IKD) jauh lebih utama

11 Pernyataan Wakil Rektor Bidang SDM pada Acara Rabuan Bersama tanggal 16 Februari 2011 tentang FP:

1. Salah satu wujud kepatuhan terhadap Peraturan Pemerintah No. 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.
2. Sebagai Dokumentasi Kehadiran
3. Akuntabilitas (sesuatu yang bisa dihitung)
4. Dapat membangun atmosfir kerja yang lebih baik.
Ada form yang bisa diisi jika berhalangan FP
5. Berbagai pekerjaan yang dilakukan di rumah dipindah ke kantor sehingga di rumah benar-benar menggunakan waktu untu keluarga

Pengumuman (Berita Prihatin)

Akan ada 3 orang KTU yang Demisioner (termasuk saya) karena diminta oleh Kadep, mulai 3 Maret 2011.

Oh ya kemana ya teman2 Forum KTU dan Fortendik, kenapa tidak terdengar suaranya?. 

Buat teman2 lain mari kirimkan inspirasinya dengan cara menulis comment di tempat yang disediakan di bawah ini.

Tip’s Memilih, Menyimpan & Mengolah Daging

Di mana pun, pada Hari Raya, baik Idul Fitri maupun Idul Adha selalu dirayakan dengan penuh suka cita. Setiap orang dan komponen keluarga memaksakan diri untuk membeli berbagai kebutuhan untuk hari raya tersebut. Misalnya, pakaian, makanan, dan berupa hadiah-hadiah. Tidak ketinggalan, daging menjadi salah satu menu istimewa pada hari raya ini.

Khususnya, pada Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Qurban dengan banyaknya orang yang berqurban, baik kambing, sapi, maupun kerbau. Pada hari-hari ini konsumsi daging meningkat. Tidak hanya dialami oleh orang yang berkecukupan, masyarakat miskin pun ikut mendapatkan konsumsi daging ini, yaitu dari jatah pemberian hewan qurban.

Mengingat hal di atas maka dibutuhkannya pengetahuan tentang teknik menyimpan dan mengolah daging. Sebab, setiap daging memiliki perlakuan yang berbeda sesuai jenis dan karakternya. Maka, sekadar pengetahuan, kami memberikan beberapa tips bagaimana menyimpan, memilih, dan mengolah daging secara garis besar yang kami kutip dari berbagai sumber. Yaitu sebagai berikut. 

I. Tips memasak daging berkuah:

Beberapa kunci penting dalam memasak daging2an berkuah:

1. Pastikan daging dan bumbu dimasak secara bersamaan sejak awal. Hal ini akan membuat bumbu meresap sempurna ke dalam daging, cita rasa bumbu dan kuah yang dihasilkan pun akan semakin matang sempurna.

2.Gunakan api kecil, untuk mendapatkan kaldu yang sempurna dan tekstur daging yang lembut. Hindari penggunaan api sedang dan besar, sebab akan menjadikan kaldu berwarna buram dan cita rasa yang hambar serta tekstur daging yang kering.

3.Apabila menggunakan panci tekan/presto (pressure cooker) boleh menggunakan api yang sedang, sebab proses pemasakannya memanfaatkan sistem tekanan uap panas sehingga mampu mengeluarkan sari-sari daging dari “sarangnya”.

4.Untuk beberapa jenis masakan, seperti soto, pindang, dan rawon, apabila diinapkan selama satu malam akan dihasilkan paduan kaldu dan bumbu dengan cita rasa terbaik.

5. Karena daging kambing lebih tinggi dalam menyerap rempah dibandingkan daging sapi. Maka, lebihkan takaran rempah 25-40% jika memasak daging kambing.

6.Usahakan untuk mencampur daging dengan minimal 30% daging bertulang pada masakan berkuah untuk mendapatkan kaldu yang banyak sekaligus meningkatkan penampilan agar lebih menantang selera

II. Tips memilih daging ayam:
  

1. Pilih daging ayam yang keadaannya masih segar.

2.Pilih yang baunya masih normal, yaitu tidak busuk atau menyengat.

3.Pilih yang tidak mengalami perubahan warna. Yang normal biasanya berwarna putih kekuningan. Daging ayam yang berwarna agak kemerahan umumnya disebabkan karena si ayam sudah mati sebelum dipotong. Sedangkan daging ayam yang berwarna kuning menunjukkan kurang sempurnanya pemanasan saat membersihkan bulu, sehingga kulit arinya tidak terkelupas.

4.Pilih yang tidak terlihat ada tanda memar.

III. Tips penyimpanan daging ayam

1. Bersihkan daging dari bulu-bulu yang masih melekat.

2.Cucilah daging hingga bersih sebelum disimpan.

3.Bungkus daging ayam dengan kemasan plastik atau tray foam serapat mungkin untuk mencegah terjadinya dehidrasi pada waktu penyimpanan.

4.Penyimpanan dapat dilakukan di dalam lemari es dengan temperatur 2-4 derajat celsius, maka daging mampu bertahan selama 2-3 hari.

IV. Tips mengenali ciri daging gelonggongan:

1. Warnanya pucat (daging yang masih baik berwarna merah terang dan lemaknya berwarna kekuningan)

2.Kandungan air sangat tinggi/lebih berair/lembek.

3.Kondisinya agak rapuh sehingga tidak bisa dijadikan sejumlah produk olahan, seperti bakso.

4.Diletakkan di meja (tidak digantung). Sebab, apabila digantung akan meneteskan air.

5. Biasanya harganya lebih murah di bawah harga standar.

6.Lebih cepat busuk, sebab lebih mudah berkembangbiaknya mikro organisme.

V. Tips membeli daging:

1. Daging yang baik warnanya merah terang dan lemaknya berwarna kuning.

2.Pilihlah daging yang masih jelas pada bagian tubuh hewan tertentu, seperti bagian paha, iga, atau sengkel sehingga tidak ragu bahwa daging yang dibeli itu bukan daging campuran. 

3.Hindari daging campuran yang sudah tidak dapat diidentifikasi karena daging oplosan biasanya terdiri dari berbagai bagian tubuh hewan yang sudah dipotong-potong kecil sehingga tidak terlihat jelas bagian daging apa yang ditawarkan oleh penjual.


VI. Tips menyimpan daging di freezer:

1. Daging harus dalam kondisi segar berwarna merah.

2.Bungkus daging dengan kemasan plastik tebal, dikemas rapat agar daging tidak mengalami dehidrasi. Daging yang dehidrasi akan mengalami perubahan warna menjadi cokelat kehitaman, akan terjadi penyimpangan rasa apabila diolah, dan alot.

3.Apabila hendak digunakan, cairkan (thawing) daging. Ada 3 cara pencairan, yaitu di pindahkan ke chiller selama 12-24 jam, dibiarkan dalam temperatur ruang, dan letakkan di wastafel sambil dikucuri air keran.

4.Daging yang sudah di-thawing tidak bisa dikembalikan ke freezer karena bakteri yang semula tertidur lelap bangun kembali dan mulai merusak daging. Sebaiknya daging segera diolah habis, kalaupun mau disimpan masukkan ke chiller, itu pun hanya bertahan 2 hari saja.


VII. Struktur daging sapi:

Pewarna Alami

Warna pada makanan atau minuman memang kadang memberikan penampilan lain yang lebih menarik. Yuk kita bahas pewarna alami dan bagaimana membuatnya!

Daun Suji
daun suji daun pandan
Daun suji biasa dipakai sebagai pemberi warna hijau pada makanan. Karena keindahan bentuk daunnya, tanaman ini seringkali digunakan sebagai tanaman hias. Agar lebih sempurna, daun suji seringkali dicampur dengan daun pandan sehingga selain memberi warna sekaligus juga memberi aroma harum pada makanan, kue dan minuman Anda.

Cara membuatnya: iris halus daun suji dan daun pandan, haluskan dengan cara ditumbuk atau diblender, peras, dan saring, lalu tambahkan air kapur sirih sebagai pengawetnya. Masukkan ke dalam botol tertutup, lalu simpan di lemari es.

Kayu Secang

Secang (Caesalpinia sappan L.) adalah tanaman berkayu yang biasa dimanfaatkan bagian batangnya.

Cara menggunakannya, batang basah diserut dan dikeringkan. Serutan batang kayu secang kering direbus dengan air dan disaring, baru dicampurkan ke dalam adonan atau bahan yang akan diwarnai. Secang memberikan warna merah. Kayu secang dapat diperoleh di toko yang menjual jamu tradisional.

Angkak

Warna merah angkak sangat potensial sebagai pengganti warna merah sintetis. Saat ini angkak digunakan pada berbagai produk makanan seperti pada pembuatan anggur, keju, sayuran, pasta ikan, kecap ikan, minuman beralkohol, aneka kue, serta produk olahan daging seperti sosis.

Angkak digunakan dengan cara diseduh air panas, air seduhan pertama dibuang karena rasanya pahit. Baru pada seduhan ketiga disaring, lalu haluskan. Pewarna merah juga dapat diperoleh dari kulit bunga rosella (Hibiscus Sabdariffa L) dengan cara diseduh air panas terlebih dahulu sebelum digunakan, atau diperoleh dari bit yang direbus lalu diambil airnya, atau diblender bitnya.

Bunga Telang

Bunga telang berwarna biru keunguan yang banyak tumbuh di Asia. Warna biru keunguannya dapat digunakan sebagai pewarna alami biru pada penganan.

Cara menggunakan: cuci bersih bunga telang, remas-remas atau tumbuk dengan sedikit air matang, lalu saring. Bisa juga dengan merebus bunga talang hingga bunga layu dan airnya berwarna biru, kemudian saring dan diambil airnya. Alternatif lain bisa juga dengan cara merendam bunga telang dengan air panas hingga airnya berwarna biru, remas-remas, saring, dan ambil airnya. Untuk menyimpan dalam waktu lama, bunga telang bisa dikeringkan dengan cara dijemur di sinar matahari, lalu masukkan ke dalam kemasan yang kering dan tertutup.

Kunyit

Warna kuning dari kunyit diperoleh dengan cara diparut sampai halus, diperas atau dicampurkan langsung ke makanan.

Saat ini bubuk kunyit juga banyak dijual di toko swalayan.

Kluwek, Abu Merang dan tinta cumi

Untuk hidangan atau kue yang berwarna hitam dapat digunakan abu merang yang dibuat dari merang yang dibakar,lalu diayak.

Atau bisa juga kluwak kwalitas baik dipecahkan, lalu diambil daging buahnya untuk kemudian dihaluskan dan dicampur dengan bumbu lainnya, atau dari tinta cumi yang dilarutkan dengan air.

Nah, sekarang tinggal pilih akan diberi warna apa kue dan minuman Anda? Sudah saatnya kita memilih pewarna makanan alami demi kesehatan keluarga kita.

 

Sumber: http://dapurummumusasyi.blogspot.com

Mengenal Aneka Bahan Tambahan Kue

Agar tak salah dalam membuat adonan, ada baiknya Anda perhatikan apa saja kegunaan dari sejumlah bahan pembuat kue. Berikut adalah beberapa bahan yang paling sering digunakan.

Soda Kue/Baking Soda
Merupakan komponen baking powder, kandungannya adalahsodium bicarbonat. Sifat bahan ini mengeluarkan gas (CO2) sehingga kue akan mengembang. Untuk membuat cake, penggunaannya biasanya bersamaan dengan baking powder. Untuk kue kering, soda kue memberikan efek tekstur kering, garing, dan renyah. Untuk membuat cake, menggunakan baking powder saja sebenarnya sudah cukup.

Ovalet & TBM
Ovalet, TBM, dan SP merupakan merek dagang. Pada dasarnya memiliki fungsi yang sama, yaitu sebagai bahan pelembut atau emulsifier dalam membuat cake, sehingga fungsinya bisa saling menggantikan dalam adonan cake. Namun, yang membedakan bahan pengemulsi ini terletak pada kualitasnya, karena diproduksi oleh perusahaan yang berbeda. Fungsinya sebagai emulsifier sehingga adonaan jadi lebih lembut. Jika hasil pengocokkan adonan cake dengan menambahkan ovalet atau TBM kurang stabil, makacake yang dihasilkan jadi kurang lembut dan kurang maksimal.

Baking Powder
Baking powder merupakan bahan pengembang (leavening agent), yang terdiri dari campuran sodium bicarbonat, sodium alumunium fosfat, dan monocalcium fosfat. Sifat zat ini jika bertemu dengan cairan/air dan terkena panas akan membentuk karbondioksida. Karbondioksida inilah yang membuat adonan jadi mengembang. Untuk efek maksimal, gunakan double acting baking powder. Baking powder berfungsi untuk mengembangkan kue atau cake.

SP
Sifatnya melembutkan tekstur cake dan membuat adonan lebih menyatu. Kandungan SP adalah gula ester. Esternya adalah asam lemak seperti asam steart, palmitic, dan oleic. Penggunaan SP lebih direkomendasikan dalam pembuatan cake, karena hasil pengocokkan adonan bisa lebih stabil, sehingga hasilnya lebih maksimal.

Cream of Tar-Tar
Krim ini membantu mengeluarkan gas dalam adonan cake, agar lebih mengembang. Biasanya digunakan saat mengocok putih telur agar lebih kaku. Kandungannya merupakan garam potassium (kalium) dan asam tartaric.

VX
Bahan tambahan makanan yang sifatnya melembutkan ini tidak mengembangkan. Komposisinya sodium bicarbonat, sodium acid picorofosfat, dan sari pati jagung. VX biasanya digunakan untuk mengembangkan adonan cake dan melembutkan secara maksimal.

Ragi Instan/Yeast/Biang Donat
Merupakan satu bahan dengan nama yang berbeda. Ragi isinya adalah mahluk hidup golongan khamir, yaitusaccaromyces cerevisiae. Mikroorganisme bersel satu inilah yang selama proses fermentasi pada adonan roti mengubah karbohidrat menjadi gas karbondioksida. Zat ini yang membuat adonan roti, donat, atau bakpau menjadi mengembang. Hanya dapat digunakan untuk adonan roti, bukan cake, atau kue kering. Dijual dengan merek dagang, salah satunya Fermipan.

Bread Improfer
Bahan ini ditambahkan pada adonan untuk meningkatkan kualitas roti. Roti jadi lebih empuk, lebih lembap, seratnya lebih halus, fermentasi makin singkat, dan memperpanjang daya simpan. Terbuat dari berbagai macam campuran bahan aktif, seperti pelunak gluten, makanan ragi, enzim, dan emulsifier. Di pasaran dijual dengan salah satu merek dagang Unipan

 

Sumber: http://dapurummumusasyi.blogspot.com/2011/01/mengenal-aneka-bahan-tambahan-kue.html